Kemilau Sulawesi Habiskan Rp 0,5 Miliar

Jumat, 25 Juni 2010


Koran Sulteng -- Ajang promosi wisata Kemilau Sulawesi V yang berlangsung 24-27 Juni, di Palu, Sulawesi Tengah, menghabiskan dana sebesar Rp500 juta untuk segala keperluannya.

"Dana tersebut harus bisa dimaksimalkan dengan menggelar acara yang menarik calon wisatawan," kata Gubernur Sulawesi Tengah HB Paliudju, di Palu, Sabtu (26/6/2010).

Gubernur mengatakan dana tersebut berasal dari bantuan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata yang memang sudah dianggarkan untuk kegiatan itu setiap tahunnya.

Menurut dia, ajang Kemilau Sulawesi V sangat menguntungkan Sulawesi Tengah untuk mempromosikan segala potensi wisata yang dimilikinya, seperti Pantai Tanjung Karang, Danau Poso, dan Kepulauan Togean.

"Potensi wisata di Sulteng tidak kalah dengan daerah lain sehingga kita harus gencar mempromosikannya," kata Gubernur Pailudju.

Sebelumnya, Direktur Promosi Dalam Negeri Kemenbudpar Fatkhul Bahri mengatakan, pihaknya berusaha mengembangkan segala potensi wisata di setiap provinsi di Indonesia.

"Kita selalu mendukung keinginan setiap daerah jika ingin mengembangkan wisatanya karena memang ada dananya untuk itu," ujarnya.

Kemilau Sulawesi V diikuti enam provinsi, 25 kabupaten, dan 35 pengusaha UKM yang siap meramaikan ajang yang digelar di lapangan Wali Kota Palu.

Kemilau Sulawesi menggelar berbagai kegiatan berupa lomba atau pertunjukkan seni dan budaya, serta pameran tentang segala potensi wisata dan sumber daya alam yang ada di Sulawesi.

Sumber:http://travel.kompas.com

KaDikjar Palu Instruksikan Sekolah Gelar Razia HP

Sabtu, 12 Juni 2010


Koransulteng--Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar) Kota Palu, Sulawesi Tengah, Ardiansyah Lamasitudju menginstruksikan kepada pihak sekolah di wilayah itu untuk segera menggelar razia vidio porno, terkait beredarnya vidio mesum sejumlah artis papan atas.

"Langkah ini sekaligus menindaklanjuti permintaan Mendiknas Mohammad Nuh agar para kepala sekolah di daerah-daerah segera merazia HP, dan laptop milik para siswa," katanya di Palu, Sabtu (12/6).

Ia mengatakan, Mendiknas telah memerintahkan kepala sekolah aktif melakukan razia telepon genggam, laptop, dan peralatan elektronik lain milik siswa untuk mengantisipasi penyebaran video mesum para selebriti.

Guna mengantisipasi penyebaran vidio purno di kalangan para siswa, Lamasitudju meminta perhatian serius pihak sekolah dengan melakukan razia.

Menurut dia, para pelajar sangat tidak pantas untuk menyimpan gambar video porno, karena dapat mengganggu mental siswa dan akan mengganggu konsentrasi belajar mereka di sekolah.

Jika menemukan ada siswa yang terbukti menyimpan gambar atau vidio mesum, sebaiknya dilaporkan kepada pihak orangtua murid agar mereka juga bisa mengetahui dan ikut mengawasinya.

Peran orantua sangat dibutuhkan, sebab pihak sekolah hanya beberapa jam saja mengawasi mereka selama proses pembelajaran. "Justru lebih banyak siswa menghabiskan waktu mereka di rumah," ujarnya.

Karena itu, para orangtua seyogyanya lebih banyak waktu untuk mengawasi mereka. "Kalau perlu sesekali orangtua memeriksa HP atau Laptop mereka untuk memastikan bahwa HP dan laptop bebas dari penyimpanan gabar dan vidio porno," katanya.

Sementara Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Sulteng Achrul Udaya SH juga meminta pihak sekolah untuk melakukan sidak atau razia di warung internet (warnet) yang ada di ibu kota Provinsi itu.

"Terus terang saya beberapa kali menemukan siswa SLTP dan SLTA justru banyak menghabiskan waktu mereka di warnet-warnet pada jam belajar," kata dia.

Menurut dia, tidak menutup kemungkinan keberadaan mereka di warnet justru mengakses gambar atau vidio-vidio porno.

Kalau itu terjadi, jelas akan merusak mental dari generasi muda kita. Karena itu, ia mengimbau pihak sekolah dan para orantua untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak. (Ant/OL-3)

Festival Danau Poso akan Digelar di Bali


Koransulteng -- Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah merencanakan menggelar Festival Danau Poso dan Festival Bahari Kepulauan Togian di Nusa Dua, Bali agar bisa disaksikan langsung wisatawan mancanegara yang berkunjung di Pulau Dewata tersebut.

"Tahun mendatang kita upayakan Festival Danau Poso tidak hanya di Tentena saja tetapi juga di Nusa Dua, Bali, begitu juga Festival Bahari Kepualaun Togian," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulteng Suaib Djafar, Kamis (6/5).

Kedua festival ini merupakan kegiatan wisata unggulan Sulteng yang telah masuk kalender wisata nasional di Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. Festival Danau Poso tahun 2010 akan digelar di Tentena, 4-7 Agustus sedangkan Festival Bahari Kepulauan Togian di Ampana, 23-27 Juli mendatang.

Kegiatan di festival itu antara lain pergelaran seni dan tari-tarian, pameran produk kerajinan, kuliner dan lomba olah raga tradisional. Menurut Suaib, Sulteng telah memiliki sebuah etalase informasi pariwisata yang disebut tourism information service (TIS) di Nusa Dua berupa "Ntovea Cafe".

Cafe itu menyediakan berbagai jenis makanan dan minuman tradisional dan modern sehingga banyak dikunjungi wisatawan mancanegara. Saat para wisatawan menikmati hidangan, mereka disuguhi berbagai macam informasi mengenai Sulteng baik melalui video maupun leaflet/booklet bahkan tari-tarian yang dimainkan langsung para penari dari berbagai daerah di provinsi ini.

"Di tempat ini kita berencana untuk menggelar Festival Danau Poso atau Festival Togian dalam skala yang lebih kecil dengan harapan akan menarik wisatawan mancanegara untuk berkunjung langsung ke Sulteng," katanya. (Ant/OL-06)

Patung Megalit Jadi Logo Tahun Kunjungan Sulteng 2012


Koransulteng -- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Tengah menetapkan patung megalit berbentuk tubuh manusia yang berusia ribuan tahun di Lembah Napu, Kabupaten Poso, sebagai logo tahun kunjungan wisata Sulawesi Tengah 2012.

"Kami pilih itu karena berbagai pertimbangan seperti aspek estetika dan juga sudah cukup terkenal di mancanegara," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulteng Suaib Djafar di Palu, Kamis (10/6).

Selain itu, Lembah Napu yang dikenal dengan daerah 'seribu patung megalit' itu merupakan salah satu obyek wisata andalan Sulawesi Tengah yang akan dijual dan dipromosikan menjelang dan selama tahun kunjungan tersebut.

"Patung megalit merupakan kekayaan budaya Sulawesi Tengah dan telah menjadi obyek wisata sejak bertahun-tahun lalu dan telah dikunjungi banyak wisatawan," ujar mantan Kadis Budpar Kabupaten Donggala itu.

Menurut dia, logo tahun kunjungan Sulteng 2012 ini telah mulai dipromosikan dan berharap bisa menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan domestik dan internasional untuk mengunjungi daerah ini.

Dalam kebijakan pengembangan sektor kepariwisataan, kata Suaib, Disbudpar Sulteng mengembankan konsep CAN (culture, adventure and nature) sebagai unggulan. Daerah ini memiliki kekayaan seni dan budaya serta alam yang indah untuk dijual kepada wisatawan.

Obyek-obyek wisata andalan adalah taman laut Kepulauan Togian, Danau Poso, Taman Nasional Lore Lindu, Lembah Napu dan Pantai Tanjung Karang.

Ia berharap, daerah ini bisa meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara sampai 6.000 orang pada 2012 dibanding 2009 yang baru mencapai sekitar 3.800 orang.

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik dijadwalkan mencanangkan tahun kunjungan Sulteng 2012 itu saat membuka kegiatan wisata nasional bertajuk Kemilau Sulawesi 2010 di Palu, 24 Juni 2010.

Tahun kunjungan Sulteng itu mengambil thema pokok home of nature karena Sulteng berupaya meyakinkan dunia bahwa daerah ini benar-benar rumah yang alami dan asli, bukan buatan sehingga enak untuk dikunjungi. (Ant/rj/OL-5)

Gempa 5,3 SR Terjadi di Tolitoli


Koransulteng--Gempa berkekuatan 5,3 skala richter (SR) terjadi Sabtu (12/6), pukul 10.49 WIB dengan pusat 87 kilometer Barat Laut Toli-Toli, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga menyebutkan, gempa berada di 1,08 Lintang Utara-120,03 Bujur Timur dengan kedalaman 21 kilometer dan tidak berpotensi tsunami.

Pusat gempa berada pada 219 kilometer Timur Laut Palu, Sulteng; 285 kilometer Barat Laut Poso, Sulteng; 343 kilometer Barat Laut Gorontalo, Sulut dan 1.673 kilometer Timur Laut Jakarta. (Ant/OL-3)

Penerbangan Perdana Garuda Meriahkan Kemilau Sulawesi 2010

Kamis, 10 Juni 2010


KS/(ANTARA News) - Penerbangan perdana Garuda Indonesia ke Bandara Mutiara Palu pada awal Juli 2010 akan ikut memeriahkan kegiatan pariwisata nasional bertajuk "Kemilau Sulawesi" 2010 yang digelar Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.

"Sebenarnya Kemilau Sulawesi 2010 akan diselenggarakan 24-27 Juni 2010, tapi karena Garuda menjadwalkan terbang perdana ke Palu pada 3 Juli 2010, maka kami sedang membicarakan penundaan pembukaan Kemilau Sulawesi hingga 3 Juli 2010," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulteng, Suaib Djafar, di Palu, Jumat.

Penerbangan Garuda ini mempunyai arti penting dan strategis dalam pengembangan sektor kepariwisataan Sulteng, terutama setelah Garuda diizinkan untuk terbang kembali ke Eropa.

"Pasar wisata kita di luar negeri paling besar dari Eropa. Jadi kalau Garuda terbang ke Palu, diyakini akan mampu menggenjot wisatawan asing ke daerah ini," ujarnya.

Karena itu, pembukaan penerbangan Garuda ini sedang diupayakan bertepatan dengan Kemilau Sulawesi 2010, sehingga akan banyak wisatawan asing menyaksikannya.

Kemilau Sulawesi V di Palu, 24-27 Juni 2010 merupakan `gawean` tahunan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata yang akan diikuti seluruh kabupaten/kota dari enam provinsi yakni Sulteng, Sulut, Gorontalo, Sulbar, Sultra dan Sulsel.

Kemilau Sulawesi I digelar di Kota Makassar Sulawesi Selatan, kemudian di Manado, Sulawesi Utara, lalu di Gorontalo dan yang ke-4 di Kendari, Sulawesi Tenggara.

"Kita sudah siap menyambut program itu, karena momentum itu merupakan peluang penting untuk mempromosikan Sulteng di tingkat regional dan nasional," ujar Suaib, dan menambahkan bahwa acara ini merupakan wahana mempromosikan dan menjual objek dan produk wisatanya.

Kemilau Sulawesi V yang akan dibuka Menbudpar Jero Wacik ini akan dimeriahkan pula dengan parade budaya nusantara berkeliling Kota Palu. (*)
Sumber:http://www.antaranews.com

Mahasiswa Asal Sulteng Terseret Gelombang Pantai Yoyakarta

Kamis, 03 Juni 2010


KS/(ANTARA News) - Seorang mahasiswa asal Sulawesi Tengah, Jumat sekitar pukul 17.30 WIB hilang terseret gelombang Pantai Depok, Parangtritis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Sampai Jumat malam korban bernama Fahmi Alamri (23) ini masih dalam pencarian tim SAR yang menyisir sekitar lokasi kejadian," kata Sekretaris SAR Pantai Parangtritis M Taufik.

Menurut dia, kejadiannya bermula ketika korban yang tinggal di Asrama Mahasiswa Sulawesi Tengah (Sulteng), Jalan Bintaran Nomor 8 Yogyakarta itu, berwisata ke Pantai Depok bersama 13 temannya.

"Di Pantai Depok korban dan teman-temannya bermain air, dan bahkan mandi di laut," katanya.

Ia mengatakan saat sedang bermain air laut, tanpa disadari datang gelombang besar dan langsung menyeret korban ke tengah laut. "Sedangkan teman-temannya berhasil menyelamatkan diri," katanya.

Melihat korban terseret gelombang ke tengah laut, beberapa temannya mencoba memberikan pertolongan. Namun, upaya itu tidak membuahkan hasil, dan korban hilang terseret gelombang ke tengah laut.

"Begitu menerima laporan ada korban tenggelam, kami langsung melakukan pencarian dengan menyisir sekitar lokasi kejadian. Namun, hingga Jumat malam korban belum ditemukan," katanya.

Menurut Taufik, pencarian korban terkendala gelapnya lokasi karena saat kejadian sudah mendekati malam. Apalagi cuaca mendung, sehingga menambah gelap lokasi itu.

Ia mengatakan pada hari libur akhir pekan ini diperkirakan jumlah wisatawan di beberapa pantai Selatan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meningkat tajam dibanding hari-hari biasa.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau pengunjung untuk selalu berhati-hati dan menaati rambu peringatan tanda bahaya di kawasan pantai.

"Jumlah pengunjung Pantai Parangtritis dan sekitarnya kami perkirakan cukup banyak pada Sabtu dan Minggu (30/5), sehingga untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi lagi kecelakaan laut, SAR pantai menambah personel yang melakukan patroli. Kami juga memasang bendera bergambar tengkorak di lokasi-lokasi yang berbahaya," katanya.(*)
 
Support : Copyright © 2011. KORAN SULTENG - All Rights Reserved