Pengadaan Beras Nasional di Sulteng Sulit Terpenuhi

Rabu, 03 November 2010

Koransulteng--Target pengadaan beras untuk memenuhi kebutuhan stok nasional di Sulawesi Tengah pada musim panen 2010 sulit terpenuhi.

"Tampaknya agak sulit target pengadaan beras di Sulteng tercapai," kata Kepala Bidang Pelayanan Publik Perum Bulog setempat Makkeng Ali di Palu, Senin (1/11). Ia mengaku, hingga pekan terakhir Oktober 2010 ini, realisasi baru 4.500 dari target yang ditetapkan Bulog sebanyak 10.000 ton.

Meski pengadaan masih berjalan seret, namun stok beras di gudang Bulog di seluruh wilayah Sulteng cukup aman untuk beberapa bulan kedepan. "Kami tetap gencar melakukan pembelian, meski harga beras ditingkat petani jauh diatas harga dasar pemerintah," katanya.

Bulog membeli sesuai standar harga pemerintah yaitu Rp5.060/kg. Sementara harga pembelian pedagang pengumpul yang langsung ke petani mencapai Rp5.200/kg. Menurut dia, selisih harga pembelian antara pedagang pengumpul dengan Bulog cukup mencolok. Selama kondisi harga seperti itu, petani akan memilih menjual langsung kepada pedagang.

Meksi kegiatan pengadaan beras lokal hingga kini sementara terhenti karena tingginya harga, namun Bulog Sulteng telah mengantisipasinya dengan mendatangkan beras dari luar. Guna mengantisipasi kekurangan stok beras di Sulteng, khususnya yang disalurkan kepada para warga miskin dan cadangan untuk bencana alam, pihaknya mendatangkan beras dari Sulsel.

Sulteng selama ini telah mendatangkan beras dari Sulsel sebanyak 3.000 untuk mengamankan stok beras di Kabupaten Poso, Banggai, dan Kota Palu. Selain itu, Bulog Sulteng dalam dua bulan kedepan ini juga dipastikan mendapat jatah beras impor asal Vietnam sebanyak 15.000 ton. (Ant/vg/OL-5)
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Copyright © 2011. KORAN SULTENG - All Rights Reserved