Garuda Indonesia Gagal Mendarat di Bandara Mutiara Palu

Senin, 26 Juli 2010


Koransulteng - Pesawat Garuda batal mendarat di bandara Mutiara Palu, Sulawesi Tengah akibat cuaca buruk.

"Tadinya pesawat itu sudah masuk di wilayah Palu, tetapi karena cuaca buruk, pilot terpaksa mendarat di bandara Sepinggan Balikpapan," kata Imam, salah seorang karyawan perwakilan Garuda di Palu, Senin (26/7).

Dalam jadwal tercantum jadwal pesawat yang berangkat dari Jakarta tujuan Makassar-Palu mendarat di bandara Mutiara Palu pada pukul 17.55 Wita.

Namun, pesawat tersebut mengubah arah dan mendarat di bandara Sepinggang Balikpapan (Kaltim). "Yang jelas tidak ada rute penerbangan garuda ke Balikpapan," katanya,

Sementara itu, Kepala Seksi Ovservasi dan Informasi Stasiun Meteorologi di Bandara Mutiara Palu, Aschadi SR, mengatakan bahwa seluruh wilayah Sulteng dalam kurun dua pekan terakhir dan kedepan ini diguyur hujan lebat.

"Curah hujan di Sulteng, termasuk Palu, ibu kota Provinsi dalam beberapa hari kedepan ini sangat berpotensi besar diguyur hujan sedang dan lebat," kata dia. [antara/bar]

Gong Kakula Sulteng Berpeluang Tembus Dunia Internasional

Minggu, 18 Juli 2010

Koransulteng--Etnomusikolog Franki Raden mengatakan, budaya gong kakula asal Sulawesi Tengah (Sulteng) berpeluang menembus dunia internasional.

"Di Eropa sekarang sudah mulai muncul kebosanan karena sudah ratusan tahun hanya budaya gamelan saja yang muncul. Teman saya di Eropa bilang, apakah tidak ada lagi yang lain di Indonesia selain gamelan?" kata Franki Raden dalam Sarasehan Budaya, di Palu, Jumat (16/7).

Pria berambut panjang yang pernah menjadi komponis tamu di New York pada 1986 hadir di Palu dalam kegiatan Pekan Budaya Sulteng IX. Menurut Franki, budaya gong gamelan di Amerika dan Eropa sudah menjadi bagian dari etnik mereka dan sekitar 300 alat gamelan terdapat di negara itu.

"Banyak ibu-ibu yang terlibat dalam gamelan ini sehingga menjadi bagian interaksi sosial mereka," katanya.

Di Toronto, Kanada, alat musik gamelan sudah menjadi kurikulum mereka. Bahkan ada acara tahunan anak-anak sekolah dasar di Toronto yang khusus menampilkan gamelan.

"Ini dinonton ribuan orang," kata guru besar studi seni pertunjukan dan kajian budaya Universitas of Toronto tahun 2004-2007 itu. Jenis budaya gong asal Sulawesi Tengah seperti kakula, kata Franki, memiliki peluang besar untuk menjadi budaya global karena karakter musiknya lebih pada musik Barat.

"Saya latar belakang musik Barat. Setelah saya dengar kakula saya cepat akrab begitu," katanya. Dia mengatakan, Indonesia memiliki kekayaan budaya gong yang jauh lebih banyak. Di Filipina misalnya, hanya kulintang satu-satunya budaya gong yang bertahan setelah negara itu didera budaya Eropa.

Di banding dengan Filipina, kata Franki, orang Barat lebih mudah memilih kakula antara lain karena kedekatan karakter musik. "Masalahnya sekarang kita siap tidak memberikan pelajaran kepada mereka. Padahal biasanya mereka lebih siap dari kita," katanya.

Budaya gamelan menjadi besar di Amerika karena dikembangkan oleh tiga guru besar yang ada di sana. Guru besar itu siap mengajarkan gamelan kepada masyarakat Amerika. (Ant/OL-2)

Kota Palu Akhirnya Terbebas Krisis Listrik

Koransulteng -- Suasana Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada malam hari kini tampak terang-benderang setelah dirundung gelap-gulita selama bertahun-tahun akibat krisis listrik yang berkepanjangan.

Lampu-lampu jalan kini hampir semuanya berfungsi, kecuali yang mengalami kerusakan teknis sehingga jalan-jalan raya tampak terang dengan lampu-lampu listrik yang kembali menyala.

Ahad (18/7) malam, jalan raya dari Bandara Mutiara Palu sampai ke rumah jabatan Gubernur Sulawesi Tengah dengan melintasi Jalan Abdul Rahman Saleh, M. Yamin, sampai Jalan Moh. Hatta dengan dua lajur, kini dicahayai lampu-lampu mercuri yang kembali berfungsi setelah bertahun-tahun padam total.

Selain itu, masyarakat di ibu kota Provinsi Sulteng ini tidak lagi merasakan pemadaman listrik secara bergilir sejak akhir Juni 2010, seperti yang dialami selama beberapa tahun terakhir.

Keterangan yang dikumpulkan dari warga Jalan Moh. Yamin menyebutkan lampu-lampu jalan itu mulai menyala sejak sekitar tiga hari terakhir. Beberapa petugas dari PLN sebelumnya terlihat memeriksa meteran-meteran listrik di setiap tiang lampu jalan itu dan satu-per satu lampu dinyalakan.

"Alhamdulillah pak, sekarang jalan ini kembali terang-benderang. Kami merasa lebih aman dan nyaman dengan kondisi saat ini," kata seorang warga yang memiliki kios di Jl. M. Yamin.

Keterangan dari PLN Cabang Palu menyebutkan, lampu menyala lagi setelah pasokan listrik ke sistem Palu saat ini cukup memadai. PLN memfungsikan dua PLTD baru berkapasitas 2x10 MW.

Dengan tambahan daya tersebut, sistem Palu kini mendapat pasokan daya 60 MW lebih sementara beban puncak sekitar 55 MW.

Humas PLN Petrus Walasari menyebutkan, semua pembangkit PLN baik PLTD Silae maupun PLTU Mpanau saat ini beroperasi maksimal. Apalagi, Kota Palu akan menjadi tuan rumah Hari Heluarga Nasional (Harganas) XVII 2010 yang akan dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 20 Juli 2010.(Ant/BEY)

Garuda AkhirnyaTerbang ke Palu

Kamis, 01 Juli 2010


Koransulteng -- Pesawat Boeing 737-400 Garuda Indonesia resmi beroperasi di Palu, Sulawesi Tengah yang ditandai mendaratnya pesawat tersebut pertama kali di Bandara Mutiara Palu, Kamis (1/7/2010) sore.

Pesawat bernomor PK-GZL itu mengangkut pejabat Pemprov Sulteng, di antaranya, Gubernur HB Paliudju, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulteng Syuaib Djafar, serta sejumlah anggota DPRD setempat, dan penumpang umum lainnya.

Seusai mendarat, Gubernur Paliudju mengatakan keberadaan Garuda Indonesia di Palu ini diharapkan bisa memicu pertumbuhan ekonomi di Sulteng secara keseluruhan. "Yang jelas akan terdapat semakin banyak pengunjung di Sulteng, dan itu artinya akan menambah pendapatan asli daerah," ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, juga diharapkan investasi di Sulteng bisa tumbuh seiring banyaknya tamu asing.

Sementara itu, Manajer Umum Garuda Cabang Palu, M Yunus Siregar berharap adanya pesawat Garuda akan meramaikan dunia transportasi udara di Sulteng. "Masyarakat semakin diberikan banyak pilihan dengan layanan yang semakin memuaskan," ujarnya.

Saat ini, terdapat lima maskapai yang melakukan penerbangan di Bandara Mutiara Palu, yakni Merpati Nusantara Airlines, Batavia Air, Lion Air, Sriwijaya Air, dan Garuda. Garuda akan melayani penerbangan Palu-Makassar-Palu, dan Palu-Jakarta-Palu. Di Bandara Mutiara Palu sendiri terdapat lebih kurang 1.000 penumpang pesawat yang dilayani 12 kali penerbangan setiap hari.

Sumber:http://regional.kompas.com

Garuda AkhirnyaTerbang ke Palu

TCN -- Pesawat Boeing 737-400 Garuda Indonesia resmi beroperasi di Palu, Sulawesi Tengah yang ditandai mendaratnya pesawat tersebut pertama kali di Bandara Mutiara Palu, Kamis (1/7/2010) sore.

Pesawat bernomor PK-GZL itu mengangkut pejabat Pemprov Sulteng, di antaranya, Gubernur HB Paliudju, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulteng Syuaib Djafar, serta sejumlah anggota DPRD setempat, dan penumpang umum lainnya.

Seusai mendarat, Gubernur Paliudju mengatakan keberadaan Garuda Indonesia di Palu ini diharapkan bisa memicu pertumbuhan ekonomi di Sulteng secara keseluruhan. "Yang jelas akan terdapat semakin banyak pengunjung di Sulteng, dan itu artinya akan menambah pendapatan asli daerah," ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, juga diharapkan investasi di Sulteng bisa tumbuh seiring banyaknya tamu asing.

Sementara itu, Manajer Umum Garuda Cabang Palu, M Yunus Siregar berharap adanya pesawat Garuda akan meramaikan dunia transportasi udara di Sulteng. "Masyarakat semakin diberikan banyak pilihan dengan layanan yang semakin memuaskan," ujarnya.

Saat ini, terdapat lima maskapai yang melakukan penerbangan di Bandara Mutiara Palu, yakni Merpati Nusantara Airlines, Batavia Air, Lion Air, Sriwijaya Air, dan Garuda. Garuda akan melayani penerbangan Palu-Makassar-Palu, dan Palu-Jakarta-Palu. Di Bandara Mutiara Palu sendiri terdapat lebih kurang 1.000 penumpang pesawat yang dilayani 12 kali penerbangan setiap hari.

Sumber:http://regional.kompas.com
 
Support : Copyright © 2011. KORAN SULTENG - All Rights Reserved