Putaran Devisi I Berlangsung Aman

Rabu, 29 September 2010


Koransulteng -- Pelaksanaan putaran pertama Devisi I Nasional Rayon 10 Indonesia Timur di stadion Kuonoto Selasa (28/9) berlangsung aman, sekitar 400 personel ditempatkan di setiap sudut lapangan dan tempat parkir untuk mengawasi jalannya pembukaan tingkat nasional itu.

Pasukan gabungan pengamanan itu masing-masing dari Polres Buol, 125 orang, Brimob Kelapa Dua 170 orang, Brimob Polda 105 orang, TNI 50 orang, Satpol PP 100 orang, LLAJ 20 orang, dan tenaga medis 8 orang. Kegiatan itu dibuka oleh Bupati Buol Amran Batalipu, dihadiri pengurus PSSI pusat, ketua KONI Buol Abdullah Batalipu,Kapolda Sulteng Brigjen M Amin Saleh, Kapolres Buol AKBP Amin Litarso dan Dandim serta sekitar 500 orang warga yang datang dari berbagai kecamatan dan desa ikut menyaksikan kegiatan tersebut.

Devisi I Rayon 10 ini diikuti 4 club masing-masing dari club Perserong (Irian Jaya), Persipal (Palu), PSKT Tomohon (Sulut) dan Persbul (Buol) sebagai tuan rumah. Semua wasit serta pemain dalam pengawasan ketat aparat keamanan mengingat beredar isu akan diundur pembukaan karena belum ada izin resmi dari Polri. Namun Bupati Amran Batalipu dan panitia serta semua pengurus PSSI tetap berupaya kegiatan tetap dilaksanakan. ”Kami merasa lega pembukaan tetap dilaksanakan,” ujar Boy salah seorang penonton yang menggemari Persbul pada Radar Sulteng.

Dibagian lain Bupati Buol H Amran H Batalipu, SE MM dalam kesempatan itu mengatakan bagi semua pemain yang akan bertanding agar dapat memainkan bola dengan baik tanpa melanggar ketentuan yang berlaku dalam aturan PSSI, demikian pula wasit yang memimpin setiap pertandingan supaya menjelankan aturan dengan tidak memihak kepada salah satu club karena dapat merugikan lawan”saya yakin saudara bisa melaksanakan ini dengan baik”. Tutur Bupati.

Bupati Amran, juga menegaskan kegiatan ini merupakan acara nasional yang perlu dijaga bersama-sama keamanannya sehingga bisa berjalan dengan baik,”marilah kita semua masyarakat Buol untuk tetap menjaga keamanan pelaksanaan akbar ini agar nama baik daerah dapat dikenal ditingkat nasional”ajak Bupati Amran.

Mulai dari awal pembukaan pelaksanaan kegiatan terus berjalan aman pada pertandingan babak pengisihan pertama ini club Persbul berhadapan dengan tamu dari irian jaya Perserong, dan berhasil dimanangkan tuan rumah 1-0 atas lawannya. (Cr3)
Sumber:http://www.radarsulteng.com

Ratusan Polisi Diperiksa Terkait Rusuh Buol


Koransulteng--Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah telah memeriksa 222 orang anggota polisi, terkait kasus kerusuhan di Biau, Kabupaten Buol, yang mengakibatkan delapan orang tewas tertembak dan puluhan lainnya luka-luka. "Pemeriksaan sampai saat ini masih berlangsung, dan jumlahnya sudah mencapai 222 orang polisi," ujar Pelaksana Harian Kepala Bidang Humas Polda Sulteng Kompol Kahar Muzakkir, Selasa (28/9).

Dia menuturkan, sebanyak 222 anggota polisi itu diperiksa petugas gabungan dari Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Sulteng dan tim Mabes Polri. Kompol Kahar menjelaskan, pemeriksaan terhadap ratusan anggota polisi itu dilakukan di dua tempat berbeda yakni di Mapolda Sulteng di Palu dan sebagian lagi di Mapolres Buol.

Menurut dia, pemeriksaan tim gabungan itu masih difokuskan di tempat kejadian yakni mulai dari digelarnya razia balapan liar, meninggalnya Kasmir Timumun, seorang tahanan di sel Polsek Biau hingga terjadinya penembakan saat bentrok warga dengan polisi. "Sejauh ini belum ada satu pun yang ditetapkan sebagai tersangka," ujar Kahar.

Namun, dia mengaku, 25 dari 222 polisi itu saat ini telah berstatus sebagai terperiksa dan dalam waktu dekat akan menjalani sidang disiplin Polri, terkait kasus kerusuhan berdarah itu. "Insya Allah, Kapolda Sulteng yang akan memimpin langsung sidang disiplin itu," papar perwira menengah Polri itu.(ADO/Ant)

Sumber:http://berita.liputan6.com

Pertumpahan Darah di Buol Ditangisi

Jumat, 03 September 2010


Koran Sulteng.com - Sejumlah anggota Komisi I DPRD Sulawesi Tengah tidak kuasa menahan kesedihan menyesali kerusuhan di Kabupaten Buol. Air mata mereka sampai menetes saat berdialog dengan Wakil Kapolda Sulteng Kombes Drs Dewa Parsana, MSi di Mapolda Sulteng, Rabu (1/9/2010).

"Pak Waka, terus terang saya tidak tahan melihat pertumpahan darah di bulan Ramadhan ini. Bulan Ramadhan justru dilumuri dengan darah. Mohon ini tidak terjadi lagi," kata Yahya R Kibi, salah seorang anggota Komisi I dengan suara yang terbata-bata dan meneteskan air mata.

Hal serupa juga dialami Ketua Komisi I Sri Indraningsih Lalulusu dan Zainal Abidin Ishak, anggota Komisi I lainnya. Ketiga anggota Komisi I tersebut beberapa kali menyeka mata mereka. Kedatangan Komisi I tersebut untuk mempertanyakan kronologi kerusuhan Buol serta langkah antisipasi terhadap bertambahnya korban luka-luka akibat ditembak.

Kerusuhan Buol pecah menyusul tewasnya seorang tahanan Polsek Biau bernama Kasmir Timumun pada Senin sore. Keluarga menduga tewasnya Kasmir Timumun, warga Kelurahan Leok II yang bekerja sebagai tukang ojek itu, akibat penganiayaan oknum polisi. Kasmir ditahan karena kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan seorang anggota kepolisian di kota itu, tetapi hari Senin dia tewas di dalam tahanan. Sebagai buntut dari kematiannya, Selasa sekitar pukul 21.30 Wita, ribuan warga mendatangi Mapolsek Biau.

Kompas:http://regional.kompas.com

Libatkan Tokoh Masyarakat Buol


Presiden Susilo Bambang Yudoyono meminta penyelesaian kerusuhan di Buol, Sulawesi Tengah, melibatkan para tokoh masyarakat. SBY melihat perlu adanya investigasi lebih lanjut mengenai kemungkinan adanya pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dalam kerusuhan itu.

"Pelanggaran HAM harus ditindak dengan tegas. Jangan membiarkan anarki terus-menerus berlangsung. Yang bertugas, siapa pun diharapkan dapat membantu menyelesaikan konflik ini," tukas SBY di Jakarta, Kamis (2/9).

Insiden berdarah antara polisi dan warga di Buol, terjadi sejak Selasa malam silam. Kemarahan massa atas tewasnya tujuh warga sipil akibat terkena tembakan polisi semakin memuncak kemarin malam. Selain membakar tujuh sepeda motor milik polisi, massa juga merusak rumah dinas Wakil Kepala Kepolisian Resor Buol Komisaris Pol. Muhammad Ali Hadi Nur
Sumber:http://berita.liputan6.com

Kontras Desak Usut Insiden Buol


KoranSulteng.com - Kerusuhan yang terjadi di Kota Buol, Sulteng, pada Selasa 31 Agustus lalu menyisakan pertanyaan besar di masyarakat. Sebab kerusuhan tak hanya menimbulkan kerugian materi, tercatat 7 orang meninggal tertembus peluru polisi.

Kordinator Kontras Haris Azhar mengapresiasikan tindakan cepat yang dilakukan oleh Kapolri Jendral Pol Bambang Hendarso Danuri dengan memerintahkan langsung Wakapolri Komjen Pol Yusuf Manggabarani untuk terjun ke tempat kejadian perkara.

Namun investigasi yang hanya di lakukan oleh Institusi Polri dinilai tidak cukup. Hal tersebut dinilai menimbulkan keraguan. Tak ada salahnya jika Polri membuka ruang investigasi untuk LSM dan masyarakat setempat.

“Untuk menjaga independensi, maka penting bagi Polri untuk membuka diri terhadap penyelidikan yang independen dengan melibatkan Komnas HAM, Kompolnas, dan tokoh masyarakat setempat yang terkait,” ucap Koordinator Kontras Haris Azhar dalam surat elektronik yang diterima okezone, Jumat (3/9/2010).

Haris menambahkan, transparasi dan keterbukaan Polri terhadap pihak luar akan menjadi alat uji konsentrasi Polri dalam membangun trust building dan melayani masyarakat dalam tugas penegakkan hukum.

Respons cepat pihak Polri harus dilanjutkan dengan penyelidikan yang sitematik dan menyeluruh yang dimulai dari akar persoalan peristiwa kekerasan. Jika dilihat dari keadaan tubuh korban, maka dugaan atas terjadinya tindakan penyiksaan terhadap Kasmir diruang tahanan mungkin saja terjadi.

“Penting untuk dilakukan autopsi oleh pihak independent untuk memastikan kebenaran atas dugaan ini,”paparnya.

Kami juga menyesalnya, sambungnya, terjadinya tindakan kekerasan yang meluas sehingga menyebabkan warga melakukan penyerangan ke Polres Biau, perusakan rumah dinas Wakapolres, serta penyisiran dan pengrusakan rumah kontrakan anggota polisi.

“Kami meminta Kapolri untuk melakukan proses hukum terhadap seluruh pihak yang diduga melakukan tindak pidanan, khususnya terhadap aparat Polsek Biau yang dengan sengaja menembak warga Buol. Penting dilakukan evaluasi penggunaan senjata api yang menyebabkan kematian warga yang mengenai sasaran yang mematikan,” tutupnya.(ful)

Sumber:http://www.google.co.id

Mahasiswa Palu Protes Insiden Buol


KoranSulteng.com --Menyusul terjadinya bentrokan di Buol, Sulawesi Tengah, mahasiswa di Palu menggelar unjuk rasa di depan Kantor DPRD Sulteng, Kamis (2/9). Diawali dengan berkumpul di Taman GOR, Palu, mahasiswa kemudian bergerak menuju Kantor DPRD di kawasan Jalan Sam Ratulangi. Para demonstran pun disambut Ketua DPRD Sulteng. Dalam orasinya, demosntran menyatakan rasa kecewa akibat terjadinya bentrokan di Buol.

Menurut mereka polisi terlalu arogan dan tidak profesional, sehingga memicu banyak korban jiwa. Mereka juga meminta Mabes Polri untuk segera mencopot Kepala Kepolisian Daerah Sulteng, Kepala Kepolisian Resor Buol, serta Kepala Kepolisian Sektor Biau. Mereka juga mendesak pengusutan tuntas kasus penembakan warga Buol.(ADO)
 
Support : Copyright © 2011. KORAN SULTENG - All Rights Reserved