1928 : Peristiwa Sumpah Pemuda

Rabu, 27 Oktober 2010


Koransulteng-- Sumpah Pemuda merupakan sumpah setia hasil rumusan pemuda pemudi Indonesia pada Kongres Pemuda II. Gagasan penyelenggaraan Kongres Pemuda II berasal dari Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI). Kongres dilaksanakan di tiga gedung yang berbeda dan dibagi dalam beberapa sesi. Rapat pertama dilaksanakan pada 27 Oktober 1928 di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond, Lapangan Banteng, Jakarta. Dalam sambutannya, Ketua PPI Soegondo berharap penyelenggaraan kongres ini dapat memperkuat semangat persatuan para pemuda.

Kemudian dilanjutkan dengan uraian Mohammad Yamin tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia, yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan. Rapat kedua dilaksanakan pada 28 Oktober 1928, di Gedung Oost-Java Bioscoop dengan agenda membahas masalah pendidikan. Pada sesi berikutnya, sebelum penutupan kongres, untuk pertama kalinya diperdengarkan lagu Indonesia Raya karya Wage Rudolf Supratman. Kongres Pemuda II ditutup dengan pengumuman rumusan hasil kongres. Peserta Kongres Pemuda II berasal dari berbagai wakil organisasi pemuda, seperti Jong Java, Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Batak, Jong Sumatranen Bond, dan Jong Islamieten Bond.

Sumber:Media Indonesia

90 Persen Pelakunya Pelajar

Selasa, 26 Oktober 2010

Koransulteng-- Masyarakat Indonesia seolah semakin akrab dengan kata bugil, porno atau mesum. Walau jajaran tokoh agama, politisi, ormas hingga Presiden SBY mengecam maraknya peredaran video porno tapi tampak sulit dibendung.

Selain karena kecanggihan teknologi, disinyalir minat masyarakat Indonesia terhadap video mesum atau porno sangat tinggi. Sesuai deteksi google, Indonesia merupakan negara keempat terbesar di dunia yang mengakses kata sex atau porn lewat mesin pencari google.

Ketua gerakan "Jangan Bugil Depan Kamera" Peri Umar Farouk memberikan data yang mencengangkan. Terhitung hingga akhir Mei 2007 silam, disinyalir telah beredar lebih dari 500 video porno asli Indonesia. Dan hampir semua pelakunya adalah profesional.

Walau tergolong profesional, para pelaku justru didominasi pelajar dan mahasiswa yang mencapai angka 90 persen, kemudian disusul oknum PNS, pejabat, petinggi partai, penegak hukum hingga kepala daerah.

Pada tahun 2010 ini jumlah video porno membengkak menjadi 800 jenis. Demikian Umar Farouk menjelaskan data tentang video porno dalam acara konferensi pers Jaringan Pendukung UU Pornografi yang diadakan di Press Room DPD RI, Jumat (18/6) sebagaimana dikutip hidayatullah.

Anggota DPD RI asal Jambi, Juniwati T Masjchun Sofwan menilai penyebaran video porno sudah sangat menyimpang, tidak menghormati norma agama dan norma sosial, terutama penghormatan terhadap lembaga pernikahan.

Ketua Aliansi Selamatkan Anak Indonesia (ASA Indonesia), Tatty Elmir menambahkan, siapapun pelaku pornografi maka anak yang akan jadi korban utamanya. Siapapun yang mentoleransi ini, maka adik, anak, cucu, keturunan dan orang-orang yang disayanginya akan jadi korban berikutnya.

Karena itu, papar Tatty Elmir, sesuai dengan UU No. 44 tahun 2008 tentang pornografi, maka mulai dari model, pembuat, pengunduh, pengunggah, penyebar, penyimpan hingga penikmat, bisa masuk pelaku kriminal.

Fakta-Fakta bicara
1. Indonesia menjadi negara terbesar ke-4 pengakses kata sex atau porn dalam mesin pencari google.
2. Mei 2007 terdapat 500 jenis video porno asli Indonesia
3. Tahun 2010 sudah berkembang jadi 800 jenis video porno
4. Sekitar 90% pemerannya adalah pelajar dan mahasiswa
5. Sisanya adalah oknum PNS, pejabat, petinggi partai, penegak hukum hingga kepala daerah..

Sungguh prihatin!!!!
Sumber:http://www.tribunnews.com

Inilah Alasan Mbah Maridjan Tidak Turun Merapi


Koransulteng -- Mbah Maridjan (83), sebagai juru kunci Gunung Merapi, lebih banyak melihat fenomena menggunakan naluri yang merujuk pada kebiasaan niteni(memerhatikan).

Keyakinannya tentang ancaman bahaya letusan Gunung Merapi yang hampir tidak pernah merambah Dukuh Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, memberikan pelajaran niteni bahwa lingkungan alam di sisi selatan Gunung Merapi masih merupakan benteng pertahanan bagi warganya.

Dalam kosmologi keraton Yogyakarta, dunia ini terdiri atas lima bagian. Bagian tengah yang dihuni manusia dengan keraton Yogyakarta sebagai pusatnya. Keempat bagian lain dihuni oleh makhluk halus. Raja bagian utara bermukim di Gunung Merapi, bagian timur di Gunung Semeru, bagian selatan di Laut Selatan, dan bagian barat di Sendang Ndlephi di Gunung Menoreh.

Namun, jauh dari ungkapan-ungkapan itu, ada suatu keyakinan yang hidup di dalam masyarakat di sekitar Gunung Merapi bahwa gunung dengan segala macam isinya dan makhluk hidup yang mendiami wilayah ini menjadi suatu komunitas. Karena itu, ada hubungan saling menjaga dan saling melindungi.

Ketika salah satu anggota mengalami atau melakukan sesuatu, dia akan memberi "isyarat" kepada yang lain dan dia akan memberitahukan kepada yang lain. Demikian pula ketika Merapi "batuk-batuk", dia juga memberi isyarat kepada yang lain, termasuk kepada Mbah Maridjan.

Barangkali karena saat itu belum menerima isyarat, Mbah Maridjan berpendapat bahwa Merapi tidak akan melakukan sesuatu. Selanjutnya, Mbah Maridjan tidak mau diajak mengungsi (meninggalkan Gunung Merapi).

Riwayat Hidup
Mbah Maridjan lahir tahun 1927 di Dukuh Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Dia mempunyai seorang istri bernama Ponirah (73), 10 orang anak (lima di antaranya telah meninggal), 11 cucu, dan 6 orang cicit.

Anak-anak Mbah Maridjan yang masih hidup bernama Panut Utomo (50), Sutrisno (45), Lestari (40), Sulastri (36), dan Widodo (30). Mereka ada yang memilih tinggal di Yogyakarta dan ada pula yang di Jakarta.

Di antara anak-anak Mbah Maridjan, juga ada yang siap mewarisi tugas sebagai juru kunci Gunung Merapi dan kini telah menjadi abdi dalem Keraton Yogyakarta.

Pada tahun 1970 Mbah Maridjan diangkat menjadi abdi dalem Keraton Kesultanan Yogyakarta dan oleh Sultan Hamengku Buwono IX diberi nama baru, yaitu Mas Penewu Suraksohargo1. Pada saat itu, sebagai abdi dalem, Mbah Maridjan diberi jabatan sebagai wakil juru kunci dengan pangkat Mantri Juru Kunci, mendampingi ayahnya yang menjabat sebagai juru kunci Gunung Merapi.

Pada saat menjadi wakil juru kunci, Mbah Maridjan sudah sering mewakili ayahnya untuk memimpin upacara ritual labuhan di puncak Gunung Merapi. Setelah ayahnya wafat, pada tanggal 3 Maret 1982, Mbah Maridjan diangkat menjadi juru kunci Gunung Merapi.

Sebagai seorang abdi dalem Keraton Yogyakarta dengan jabatan juru kunci, Mbah Maridjan juga menunjukkan nilai-nilai kesetiaan tinggi. Meskipun Gunung Merapi memuntahkan lava pijar dan awan panas yang membahayakan manusia, dia bersikukuh tidak mau mengungsi.

Sikapnya yang terkesan mbalelo itu semata-mata sebagai wujud tanggung jawabnya terhadap tugas yang diamanatkan oleh Ngarsa Dalem.

Batik dan Kopia Mbah Maridjan


Koransulteng -- Tim evakuasi yakin jasad yang ditemukan di dapur rumah Mbah Maridjan dalam posisi sujud adalah juru kunci (kuncen) Gunung Merapi itu. Petugas mengenali dari benda-benda yang melekat di tubuh Mbah Maridjan.

"Dilihat dari batiknya dan kopiah yang dipakai di kepalanya kita yakin," kata petugas Tim SAR Yogyakarta, Suseno, saat ditemui di RS dr Sardjito, Yogyakarta, Rabu (27/10/2010).

Dia menjelaskan, Mbah Maridjan ditemukan meninggal dunia sekitar pukul 05.00 WIB. Tim evakuasi segera membawa dia ke RS Sardjito untuk dievakuasi dan identifikasi.

"Lokasi penemuan jenazahnya di daerah dapurnya, di belakangnya ada alat-alat dapur," tutupnya.

Mayat mirip Mbah Maridjan dalam posisi sujud
Sebelumnya sempat tersiar kabar bahwa juru Kunci Gunung Merapi Ki Surakso Hargo atau Mbah Maridjan dikabarkan selamat dalam bencana semburan awan panas letusan Gunung Merapi, di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (26/10) sore.

Seorang anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman Slamet, mengatakan, saat dilakukan penyisiran pada Rabu (27/10) pagi ditemukan sesosok mayat dalam posisi sujud di dalam kamar mandi rumah Mbah Maridjan.

"Kemungkinan mayat yang ditemukan tersebut adalah Mbah Maridjan, namun ini belum pasti karena wajah dan seluruh tubuhnya sudah rusak dan sulit dikenali lagi," ujarnya.

Menurut dia, mayat tersebut ditemukan di dalam kamar mandi rumah dalam posisi sujud dan tertimpa reruntuhan tembok dan pohon."Biasanya di dalam rumah Mbah Maridjan tersebut hanya ditinggali oleh Mbah Maridjan sendiri," katanya.

Ia mengatakan, kondisi di dusun sekitar tempat tinggal Mbah Maridjan mengalami kerusakan yang sangat parah, hampir semua rumah dan pepohonan roboh.

"Kerusakan ini akibat terjangan awan panas dan bukan karena material lava," jelasnya.

Kepala Humas dan Hukum RS Dr Sardjito Yogyakarta Heru Trisna Nugraha mengatakan saat ini jenazah Mbah Maridjan masih berada di Bagian Kedokteran Forensik RS Dr Sardjito, Yogyakarta.

"Jenazah tersebut dibawa oleh anggota Tim SAR dan masuk ke RS Dr Sardjito sekitar pukul 06.15 WIB, informasi yang kami peroleh dari petugas SAR yang mengantar saat ditemukan Mbah Maridjan dalam kondisi memakai baju batik dan kain sarung.
Tim evakuasi yang turun pada pagi ini adalah tim yang kedua. Sebelumnya pada Senin (26/10) malam tim tidak sampai memeriksa ke dalam rumah. Tim segera turun mengingat kondisi gelap.

Foto-Foto Bersujud Mbah Maridjan



Mbah Maridjan menetap di Dusun Kinahrejo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, DIY. Dia menjadi kuncen Merapi atas titah Sultan HB IX (alm). Pada 2006, Mbah Maridjan enggan mengungsi dengan alasan belum saatnya Merapi meletus. Dia selamat karena awan panas (wedhus gembel) dan material tidak melewati kampungnya, melainkan ke Kaliadem.

Selamat jalan Mbah. Beristirahatlah dalam damai (ndr/nrl)

Sumber:Detik.com

33 Tong Sianida Disita Polda Sulteng

Koransulteng --Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng) berhasil menyita 33 tong atau sekitar 1.650 kilogram bahan kimia berbahaya sianida tanpa izin milik warga Kelurahan Lasoani, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Sulteng, Senin malam (25/10).

Informasi yang dihimpun mediaindonesia.com, penangkapan bermula dari penyamaran anggota satuan narkoba dengan cara melakukan transaksi sebagai pembel sianida. Transaksi dilakukan dengan seorang warga berinisial T, 45.

Kepala Bidang Humas Polda Sulteng AKB Kahar Muzakkir yang dikonfirmasi Selasa (26/10) membenarkan penyitaan sianida. Setelah berhasil mendapatkan dua drum sianida, petugas
kemudian mengembangkan penyelidikan dan berhasil menemukan sebuah gudang tempat penyimpan sianida milik pria berinisial A.

"Pemilik sianida warga Palu Selatan. Tapi, gudangnya berada di Kecamatan Palu
Timur. Kami masih melakukan pemeriksaan intensif kepada yang bersangkutan karena hingga pemilik sianida belum dapat menunjukkan izin penyimpanan bahan kimia itu," katanya. (OL-5)\

Sumber:Media Indonesia

9 Jenazah Korban Merapi Tiba di RSUP Dr Sardjito


Koransulteng --Sebanyak sembilan korban yang meninggal akibat semburan awan panas Gunung Merapi sudah dibawa ke RSUP Dr Sardjito. "Menurut informasi yang kami peroleh ada 15 orang yang meninggal, tetapi baru sembilan orang yang dibawa ke RSUP Dr Sardjito." kata Humas RSUP Dr Sardjito Banu Hermawan pada Republika, Rabu dini hari.

Dari sembilan jenazah tersebut, sebanyak lima orang ditemukan di kediaman Mbah Marijan, dua orang lainnya ditemukan di jalan dekat rumah Mbah Marijan, sedangkan yang dua korban lainnya belum diketahui lokasi meninggalnya. Kedatangan para jenazah di RSUP Dr Sardjito sejak pukul 23.30 dengan dibawa ambulans satu per satu secara berturut-turut.

Para korban tersebut saat ini berada di ruang jenazah RSUP Dr Sardjito. Mereka sedang diidentifikasi dan baru satu korban yang sudah diidentifikasi yaitu wartawan Vivanews Yuniawan Wahyu Nugroho, kata Banu. Dia belum bisa memastikan apakah Mbah Marijan termasuk salah satu korban yang meninggal.

Sumber:Republika

Mbah Maridjan Selamat


Mbah Maridjan Selamat, 10 Meninggal Termasuk Wartawan Vivanews

Koransulteng-- Mbah Maridjan ditemukan secara ajaib selamat namun dalam kondisi kepayahan. Meski begitu, Mbah Maridjan enggan dievakuasi ke tempat yang lebih aman, di bawah Merapi. Rumahnya luluh lantak.

10 korban tewas ditemukan di sekitar kediaman Juru Kunci Gunung Merapi Ki Surakso Hargo atau Mbah Maridjan di dusun Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Selasa malam.

Belum diketahui identitas pasti korban yang tewas tersebut, satu di antaranya diduga Ponimin, mantan kepala dusun setempat. Lainnya adalah wartawan Vivanews.com Yuniawan Wahyu Nugroho.

Anggota Tim SAR Kabupaten Sleman Miskan Nur Ikza mengatakan, diperkirakan korban tewas di dusun Kinahrejo mencapai puluhan. "Kondisi di Kinahrejo sangat parah, hampir semua rumah dan pohon-pohon roboh serta ketebalan abu mencapai lebih dari 10 sentimeter," katanya.

Ia mengatakan, saat ini masih banyak korban yang masih tergeletak di jalan dan sebagian lagi ada yang merintih dan minta tolong. "Upaya evakuasi ini terkendala material Merapi yang masih panas, serta kondisi yang gelap," katanya.

Jalan menuju rumah Mbah Maridjan mencekam, karena terbakar. Di sana masih ada titik api. Hawa juga terasa panas. Banyak pohon bertumbangan dan mayat bergelimpangan di dekat rumah Mbah Maridjan.

Sumber:Republika

Paul Gurita Telah Pergi Meninggalkan Ramalan


Koransulteng -- Berita ini akan mengejutkan jutaan orang di seluruh dunia. Gurita Paul yang sudah meramal dengan tepat hasil dari delapan pertandingan pada Piala Dunia tahun ini, telah pergi.

Lewat sebuah pernyataan yang dimuat Spiegel online versi bahasa Inggris, Sea Life Center di Oberhausen, Jerman mengatakan Paul mati dengan tenang dalam tidurnya, Selasa ini. Manajemen dan staf Oberhausen Sea Life Aquarium berduka mendalam ketika mengetahui Paul telah tiada pagi ini, itu bunyi pernyataan dari akuarium tersebut.

Selamat jalan Paul, beritirahatlah dalam damai.
Isyana Artharini-Yahoo

Kena Wedhus Gembel Merapi, Tetangga Mbah Marijan Melepuh


Koransulteng-- Beberapa penduduk di Desa Kinahrejo, salah satu desa di lereng Gunung Merapi, Kecamatan Cangkringan, Klaten, Jawa Tengah, melepuh sekujur tubuhnya. Mereka terkena awan panas alias wedhus gembel yang disemburkan Gunung Merapi.

"Ada beberapa warga dari Desa Kinahrejo melepuh sekujur tubuhnya kena wedhus gembel. Desa ini berada di wilayah tempat tinggal Mbah Marijan yang hanya 3 Km dari puncak Gunung Merapi," ujar Wakil Bupati Sleman, Yuni Rahayu, kepada detikcom, Selasa (26/10/2010).

Namun demikian, Yuni belum bisa memastikan berapa jumlah korban yang melepuh itu. Saat ini, Yuni sedang berada di Posko Pakem. Dia terus memantau kondisi para pengungsi.

Yuni pun belum berpikir untuk menjemput Mbah Marijan. "Mbah Marijan saja diminta turun oleh Sri Sultan saja tidak mau, apalagi saya," ujarnya.

Yuni menuturkan, saat ini korban yang terluka tengah dirawat di rumah sakit. "Yang terluka semuanya dibawa ke Rumah Sakit Panti Nugroho," terang Yuni.

Yuni mengimbau seluruh warga lereng Gunung Merapi agar segera mengungsi. Sebab, sampai saat ini aktivitas Gunung Merapi terus meningkat.

"Diperkirakan satu atau dua hari akan meletus," tutupnya.

Sampai saat ini wedhus gembel dari aktivitas Gunung Merapi terus membawa korban. Setidaknya 13 warga mengalami luka bakar dan dilarikan ke RS Panti Nugroho, Sleman, Yogyakarta.

Sumber:http://www.detiknews.com

Kepulauan Indah Itu Tersapu Tsunami

Koransulteng -- Mentawai mendadak menjadi pusat perhatian ketika tsunami 3 meter menerjang dan menewaskan 31 orang. Selama ini, kepulauan yang indah ini seolah luput dari perhatian. Padahal, pasir putih dan ombaknya sudah lama menarik turis mancanegara.

"Pulau-pulaunya bagus banget tapi sepi. Menginap di sana kayak punya pulau pribadi," kata Kinanti, seorang petualang Aku Cinta Indonesia (ACI) kepada detikcom, Selasa (26/10/2010). Kinanti baru saja mengunjungi Pulau Mentawai beberapa hari lalu.

Keindahan Kepulauan Mentawai memang luar biasa. Pasir putih menghampar, laut biru berhiaskan terumbu karang. Sementara eksotika masih ditambah pula dari Suku Mentawai yang kesenian tatonya sudah melegenda di dunia.

Pulau Siberut adalah pulau utama di Mentawai. Pulau ini dicapai dengan ferry selama 10 jam dari Padang. Pulau ini menjadi yang paling ramai aktifitas penduduknya. Sementara, masih banyak tempat menarik seperti Pulau Botik dengan pasir putih dan batu karang.

Sejumlah resort bertebaran di Mentawai menjadi bukti ketertarikan tinggi para turis asing di Mentawai. Kebanyakan adalah peselancar yang berburu ombak untuk ditaklukan.

Nah, mengenai pemukiman, Suku Mentawai memang tinggal agak di dalam pulau. Namun penduduk Mentawai memang banyak yang tinggal di pinggir laut.

"Rata-rata mereka tinggal di rumah panggung di dekat laut," jelas Anti.

Jika turun hujan deras ditambah laut pasang, air mudah naik ke darat sampai sebetis. Namun jika sampai terjadi tsunami seperti Senin (25/10) malam kemarin, maka tidak terbayang dampak yang diterima kepulauan yang indah ini.

Korban tewas akibat tsunami di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, terus bertambah. Data terakhir menyebutkan, korban tewas sebanyak 31 orang. Sementara 190 orang lainnya dilaporkan hilang.

"Itu data hingga pukul 14.30 WIB. Jumlah korban tewas kemungkinan bertambah," kata Rachmadi, aktivis Yayasan Citra Mandiri Mentawai, saat dihubungi detikcom melalui telepon, Selasa (26/10/2010) pukul 17.00 WIB.

Sumber:Detik.com

Tsunami Mentawai, 108 Orang Tewas, 502 Hilang


Koransulteng-- Jumlah korban tewas akibat tsunami di Mentawai terus bertambah. Data terkini, 108 orang tewas, 502 orang lainnya hilang.

"Data terakhir 108 meninggal, dan 502 orang dilaporkan hilang," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat, Harmensyah, saat dihubungi detikcom, Selasa (26/10/2010).

Menurut dia, BPBD terus berkomunikasi dengan Badan Nasional Penanggulanan Bencana (BNPB). Mereka tengah berupaya untuk mencapai Mentawai.

Tim tanggap bencana disiapkan untuk segera melakukan penanganan di lokasi bencana. "Kita masih mengusahakan berbagai macam upaya," imbuhnya singkat.

Tsunami setinggi 3 meter menyapu Kepulauan Mentawai pada Senin (25/10) kemarin malam. Tsunami ini menyusul gempa berkekuatan 7,2 SR yang mengguncang Sumatera Barat.

Gelombang tsunami mencapai Padang hanya setinggi 46 cm. Peringatan tsunami pun dicabut setelah beberapa waktu.

Namun rupanya tsunami di Mentawai sempat tidak terpantau. Bakorsurtanal tidak memasang tide gauge di Mentawai, sehingga hanya kekuatan gempanya saja yang terpantau.

"Kan tsunami tercatat tapi kecil. Di Padang hanya 0,461 meter. Dekat Mentawai kita nggak punya alat pantau di sana. Sejak semalam kita nggak bisa memantau Mentawai," kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Mochammad Riyadi kepada detikcom, Selasa (26/10/2010).

Miyabi akhirnya ke Jakarta?

Senin, 25 Oktober 2010


Koransulteng-- Heboh nian ranah Twitter Minggu (24/10) malam. Dari mulut ke mulut, eh, dari satu akun Twitter ke yang lainnya, tersebar kabar bahwa Maria Ozawa alias Miyabi--bintang panas Jepang yang diblokir sebuah ormas, yang karya-karyanya menjadi incaran departemen pimpinan Tifatul Sembiring untuk diblokir--datang ke sebuah tempat di Jakarta!

Bukan sembarang kabar burung biru ala Twitter, tapi disertai juga upaya pembuktian. Awalnya adalah tweet dari sebuah akun terproteksi, yang isinya adalah ekspresi kehebohan bertemu Miyabi di Grand Indonesia, Jakarta. Tweet itu lalu disusul sebuah foto tiga perempuan--salah satunya Miyabi. (Update: Sayang sekali, foto itu tak bisa kami muat lagi di sini atas permintaan pemilik foto.)

Agaknya, tweet dari akun terproteksi itu terlampau berharga untuk tak disebarkan. Maka, minimal salah satu dari pengikut akun terproteksi itu meretweet-nya, melanggar tujuan dibuatnya mode tweet terproteksi oleh Twitter. Apa boleh buat, tersebar luaslah hal itu.

Menelusuri berbagai tweet, agaknya tempat foto Miyabi itu adalah di Social House, sebuah restoran mewah di Grand Indonesia. Restoran itu, melalui akun Twitter, menjawab komentar tentang datangnya Miyabi itu dengan, "Welcome Miyabi! :p"

Nah, ikon emosi di belakang jawaban itu memang bisa multitafsir. Tapi, bila Miyabi memang betul datang ke Jakarta, artinya kebobolanlah ormas yang mengklaim akan mencegat si bintang panas bila datang ke sini.

Seorang pegawai di restoran mewah tadi menuturkan, Miyabi memang datang ke Social House sekitar pukul 16.30, Minggu sore. Rupanya, kedatangannya itu tak diumumkan sebelumnya kepada para pekerja maupun tetamu lainnya. Miyabi datang memenuhi undangan kenalannya, yang tak perlulah identitasnya disebutkan di sini. [Jangan2 dia juga sudah ke Palu menikmati Kaledo]

Terlepas dari tujuan Miyabi datang ke Jakarta (ia pernah bermain di sebuah film berjudul 'Menculik Miyabi', yang lantas menimbulkan gejolak penolakan sebelum syuting film dimulai), Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, Senin (25/10), kembali meminta dukungan untuk menggunting pornografi di internet. "Gerakan nasional internet sehat dan aman, termasuk dari pornografi, mohon didukung. Jangan diledek," kata Tifatul. Ia menambahkan, "Kami melarang, malah artisnya didatangkan..."

Dodi IR
Sumber:http://id.news.yahoo.com/

Hakim Diminta Hukum Berat Ketua DPRD Tolitoli

Koransulteng -- Majelis Hakim Pengadilan Negeri Palu, Sulteng diminta agar menghukum berat terdakwa Azis Bestari yang juga Ketua DPRD Kabupaten Tolitoli dalam perkara dugaan ijazah palsu.

"Saya mohon kepada para hakim yang terhormat agar memutuskan perkara Azis Bestari dengan seberat-beratnya dan seadil-adilnya sesuai ketentuan hukum dan perundang-undangan yang berlaku," kata Muhammad Said Lamureke, pelapor kasus itu yang juga mantan Kepala Sekolah Teknik Negeri (STN Palu) kepada sejumlah wartawan di Palu, Minggu (24/10).

Meski tahu dan paham beban para hakim sangat besar godaannya yaitu tanggung jawab dunia dan akhirat, namun Said berharap agar penyelesaian kasus itu bisa menghasilkan yang terbaik bagi bangsa dan negara.

Dia mengatakan, sebagai pelapor tentu sangat memahami dan mengalami secara langsung situasi bahwa benar Azis Bestari pada tahun 1973 tidak lulus berdasarkan hasil keputusan rapat penentuan kelulusan tanggal 15 Desember 1973.

"Jadi saya tidak pernah mengeluarkan keterangan kelulusan atau berkaitan dengan kelulusan saudara Azis Bestari," ujarnya.

Atas dasar itulah, Said mengaku sengaja melaporkan kasus itu Polda Sulteng agar diproses hukum, 2009. Saat dirinya dimintai kesaksian oleh penegak hukum, Said mengatakan
telah menerangkan dengan sebenar-benarnya atas situasi pada saat itu dalam berita acara pemeriksaan (BAP) dan bahkan telah menjelaskan dengan benar di PN Palu.

"Maka dari itu, saya sebagai mantan guru dan kepala sekolah merasa sangat prihatin bahwa ada oknum tertentu telah mencoreng dunia pendidikan, sehingga meminta kepada para pengadil agar bisa memutuskan perkara itu seberat-beratnya," ujar Said.

Dalam kasus itu, penyidik Polda Sulteng memberikan status tahanan kota terhadap Azis. Saat ini kasus dugaan penggunaan pengganti ijazah palsu berlabel Sekolah Teknik Negeri (STN) Palu itu masih dalam proses persidangan di PN Palu dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi.

Atas dugaan perbuatan itu, Azis Bestari dikenakan Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan, dengan ancaman hukuman enam tahun penjara. (Ant/OL-9)

Sumber:http://www.mediaindonesia.com

Maling Gondol Lima Laptop dari Kantor Adira Finance Palu

Koransulteng-- Kantor Adira Finance yang terletak di Jalan Basuki Rahmat Kecamatan Palu Selatan, Sulteng, Senin dini hari (25/10), dibobol maling. Sedikitnya lima laptop berisi data penting perusahaan raib dibawa kabur pelaku.

Pimpinan Cabang Adira Palu Herman yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Herman mengaku aksi pencurian itu baru diketahui pada Senin pagi ketika salah seorang karyawan kantor PT Indomobil yang bersebelahan dengan kantor Adira melaporkan kejadian itu kepada pegawai Adira.

Dari hasil pemeriksaan anggota Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) di lokasi TKP, tersangka diperkirakan hanya satu. Pencuri masuk ke dalam ruang kantor dengan membongkar plafon lalu masuk ke dalam kantor.

Setelah masuk, ia lalu mencari barang berharga dalam kantor dan mengambil sejumlah laptop yang sehari-harinya dijadikan tempat menyimpan data penting perusahaan. Hanya dalam waktu singkat, tersangka langsung kabur.

"Meski brankas rusak, namun setelah diperiksa tidak ada uang yang hilang," kata seorang penyidik.

Petugas sudah mengambil sidik jari pelaku pencurian untuk dilakukan pemeriksaan dari bagian laboratorium forensik. Kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. (OL-5)

Sumber:http://www.mediaindonesia.co

Autopsi Kasmir, Polda Tunggu Jawaban Unhas

Koransulteng --Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah masih menunggu jawaban dari ahli forensik Universitas Hasanudin Makassar, Sulawesi Selatan, terkait pelaksanaan autopsi terhadap jenazah Kasmir Timumun, yang meninggal di dalam sel Polsek Biau, Kabupaten Buol.

"Masih kita tunggu jawaban dari Makassar untuk mengotopsi jenazah Kasmir," kata http://koran-sulteng.blogspot.com/ Brigjen Muhammad Amin Saleh kepada wartawan di Palu, Senin (25/10).

Kapolda Amin Saleh menuturkan, autopsi jenazah rencananya akan dilakukan tim forensik Unhas Makassar namun sejauh ini Polda belum menerima jawaban apapun baik lisan maupun tulisan dari pihak forensik Universitas Hasanuddin Makassar.

Padahal, menurut dia, surat resmi Polda yang ditandatanganinya itu jauh-jauh hari telah dikirim ke pihak ahli Forensik Makassar sebagai salah satu universitas terbesar di Kawasan Indonesia Timur.

Menurut Amin Saleh, rencananya setelah surat permintaan kerja sama itu mendapat respon dari Forensik Unhas, Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda akan menjadwalkan pelaksanaan autopsi ulang terhadap jenazah Kasmir Timumun.

Amin Saleh menegaskan, Polda Sulteng mengaku siap untuk melakukan autopsi ulang jenazah Kasmir Timumun. Ia menambahkan, persetujuan polisi untuk melakukan penggalian makam dan autopsi ulang itu dilakukan menyusul adanya permohonan tertulis dari pihak keluarga Kasmir kepada Kapolres Buol AKB Amin Litarso.

Ia menjelaskan, pada autopsi pertama, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh Kasmir, hanya luka bekas jeratan tali di lehernya karena gantung diri.

Selain meminta autopsi ulang, dalam surat resminya ke polisi yang dibubuhi tanda tangan dan materai 6.000 itu, pihak keluarga Kasmir juga tidak keberatan dan bahkan menjamin keamanan polisi selama dalam pelaksanaan penggalian mayat dan autopsi ulang.

Menurut keluarga Kasmir, autopsi ulang itu dilakukan demi memenuhi rasa keadilan, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga demi masyarakat Buol secara keseluruhan.

Kematian Kasmir yang dinilai tidak wajar itu memicu kemarahan keluarga dan masyarakat Buol hingga terjadi bentrok dengan aparat kepolisian pada 31 September 2010.

Dalam insiden itu, delapan warga sipil tewas tertembak dan puluhan lainnya luka-luka, disamping sejumlah markas dan rumah milik anggota Polri dirusak dan dibakar massa.

Sumber:Antara

JK Minta Pertahankan Unhas Sebagai Kampus Hijau

Koransulteng - Mantan Wakil Presiden, HM Jusuf Kalla (JK), meminta agar Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar tetap menjadi kampus hijau. Untad, di Palu Sulteng kapan ya bisa ikut hijau?

"Saya sangat bangga, karena sampai saat ini kampus Unhas masih tetap mempertahankan salah satu cirinya sebagai kampus hijau yang memberikan ruang bagi pelestarian lingkungan di Kota Makassar," katap Jusuf Kalla yang juga Ketua Ikatan Alumni Unhas, di Makassar, Sabtu.

Satu hal yang terasa mencolok dan cukup menggembirakan dari kampus ini adalah kondisi kampus yang sangat rimbun dan hijau.

Menurutnya, keberadaan ruang terbuka hijau seperti di kampus Unhas merupakan salah satu solusi dalam menghadapi perubahan iklim global dewasa ini.

Kampus Unhas merupakan satu dari tiga persen Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Makassar dan bisa dikatakan Unhas merupakan salah satu kawasan hutan kota terbaik dan menjadi paru-paru Kota Makassar.

Agar kampus Unhas tetap menjadi kampus hijau, maka perlu direalisasikan program-program yang berkaitan dengan lingkungan hidup, seperti penanaman pohon, dan sebagainya," ungkapnya.

Program penanaman pohon ini sudah pernah dilakukan di kampus berlambang ayam jago tersebut dengan menanam sebanyak 300.000 bibit pohon di seluruh kawasan kampus.

Lingkungan di setiap fakultas juga tidak luput dari program penanaman pohon ini.

"Tujuannya dari program-program seperti ini hanya satu, yakni untuk menciptakan lingkungan kampus yang hijau, sekaligus bisa menjadi bahan penelitian bagi civitas akademika," tuturnya. Hem!
(T.pso-103/F003)

Inco Sosialisasi Beasiswa Komunitas 2010

Koransulteng - Perusahaan tambang nikel PT Inco Tbk bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, mensosialisasikan bea siswa untuk Komunitas 2010 di Luwu Timur, Rabu.

Tampil sebagai nara sumber Manager Community and Provincial External Relations PT Inco, Sawedi Muhammad, Sekretaris Komite Beasiswa PT Inco, Sohra dan Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata, Syahidin Halun.

Peserta acara sosialisasi ini terbagi dalam dua tahap. Tahap pertama dihadiri para kepala sekolah SD, SMP, dan SMA se-Kabupaten Lutim. Sedangkan tahap kedua, hadir para camat dan kepala desa se-Kabupaten Luwu Timur.

Menurut Sawedi Muhammad, manajemen PT Inco memang berkomitmen untuk bidang pendidikan antara lain memberikan beasiswa, ini sekaligus merupakan salah satu bentuk kepedulian Inco terhadap masyarakat Luwu Timur sebagai daerah pusat eksplorasi Inco.

"Ini merupakan bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Inco. Beasiswa ini ditujukan antara lain kepada para siswa atau mahasiswa yang berprestasi tetapi tidak mampu dari segi ekonomi atau para siswa dan mahasiswa yang cukup mampu secara ekonomi tetapi dapat berprestasi luar biasa,? ujarnya.

Tujuan beasiswa ini untuk membantu masyarakat memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas dalam rangka menyukseskan program wajib belajar dari pemerintah serta memberikan kesempatan kepada para siswa dan mahasiswa untuk memperoleh pendidikan sesuai dengan bakat dan keinginannya.

Beasiswa untuk komunitas 2010 dari PT Inco ini diperuntukkan bagi pelajar SD, SMP, dan Diploma hingga S1, S2 (pasca sarjana), dan S3 (doktor).

Menurut Sohra, para pelajar atau mahasiswa yang ingin mendapatkan beasiswa ini harus mengisi formulir serta dilengkapi berkas seperti antara lain nilai rapor untuk pelajar dan IPK untuk mahasiswa.

"Kalau misalnya yang melamar beasiswa ini sekarang sedang duduk di kelas empat , maka fotokopi nilai rapor mulai dari kelas satu hingga kelas empat yang disahkan kepala sekolah dilampirkan. Untuk siswa SD, SMP, dan SMA, nilai rata-rata keseluruhan rapor minimal delapan," ujar Sohra.

Selain itu , kriteria beasiswa ini antara lain, untuk Diploma, S1, dan S2, nilai IPK minimal 3,00. Sedangkan untuk S3 atau program doktor, nilai IPK minimal 3,25.

Para siswa atau mahasiswa yang ingin memperoleh beasiswa PT Inco harus mengikuti seluruh ketentuan Komite Beasiswa PT Inco.

Ketentuan itu antara lain, pengajuan berkas untuk beasiswa ini paling lambat diterima Sekretaris Komite Beasiswa PT Inco 8 September 2010 di Kantor External Relations Departement PT Inco di Sorowako, Luwu Timur.

Kepala Dinas Dikbudpora, Syahidin Halun, mengimbau agar para kepala sekolah tidak memanipulasi atau me-mark up nilai rapor siswanya agar mendapatkan beasiswa ini.

"Saya sangat berterima kasih kepada PT Inco karena sudah kita rasakan manfaatnya. Kalau bisa selain beasiswa ini, juga membantu pelatihan-pelatihan untuk para guru seperti yang sudah dilakukan sebelumnya," ujarnya. (T.pso-102/F003)

Sumber:Antara

Pernikahan 'Pasha' Tunggu Kesembuhan Neneknya


Koransulteng - Vokalis grup band Ungu, Sigit Purnomo Said yang akrab dipanggil Pasha mengaku rencana pernikahannya masih menunggu kesembuhan neneknya yang tengah dirawat di Makassar, Sulsel.

"Saya tunggu dulu nenekku sembuh," kata Pasha dengan dialek Makassar kental saat melakukan konferensi pers di Makassar, Sabtu.Keluarga Pasha berasal dari Sulteng

Hal itu disampaikan Pasha saat sejumlah wartawan menanyakan kapan pelaksanaan pernikahan dirinya dengan seorang pramugari maskapai penerbangan, Adelia.

Pasha yang didampingi personel Ungu lainnya cukup kewalahan saat wartawan menanyakan hal-hal yang menyangkut pribadi vokalis tampan tersebut, bahkan beberapa personel sempat tersenyum saat pertanyaan itu dilontarkan.

Dia mengungkapkan, kesembuhan neneknya dulu yang di prioritaskan sebelum dirinya menentukan jadwal pernikahannya.

(T.KR-HK/F003)

'Keong Racun' Lagu Favorit Kontes Sapi Sono'

Minggu, 24 Oktober 2010


Koransulteng -— Lagu "Keong Racun" menjadi tembang favorit dalam kontes sapi sonok yang digelar di halaman Bakorwil IV, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Sabtu (23/10/2010).

Lagu yang diciptakan Subur Tahroni alias Buy Akur yang pernah populer di internet ini menjadi lagu favorit pengiring sapi sonok dalam kontes kecantikan sapi saat pasangan sapi tiba di garis finis guna mendapatkan penilaian dewan juri.

Irama gamelan dari kelompok musik Putri Sastria asal Sumenep yang dipadu dengan musik dangdut ala campur sari Jawa Timuran yang terdengar rancak seolah menambah suasana kontes kecantikan sapi menjadi semakin meriah.

"Inilah kelebihan kontes sapi sonok dibanding karapan sapi di Lembah Palu, Sulteng. Jadi, lebih mengedepankan seni budayanya," kata Ketua Paguyuban Sapi Sonok Madura Haji Zainuddin.

Zainuddin, pemilik sapi "Titisan Air Mata", yang juga tercatat sebagai pemilik dari sapi tercantik dalam kontes sapi sonok 2010 kali ini mengemukakan, sapi sonok pantas menjadi kebanggaan orang Madura karena jenis kesenian tersebut hanya berada di Madura. Sementara itu, di daerah lain belum ada kesenian sapi sonok.

Kontes sapi sonok yang diikuti 32 pasangan sapi betina se-Madura ini digelar di lapangan Bakorwil IV, Pamekasan, Sabtu.

Menurut Zainuddin, dalam kontes sapi sonok ini sebenarnya tidak ada pemenang. Namun, ada beberapa kriteria pasangan sapi yang dianggap memenuhi kriteria kontes. Kriteria itu antara lain kaki sapi tidak menginjak garis pembatas yang ada di sampingnya.

"Yang kedua, langkah kaki sapi selaras dengan alat perangkai sapi atau pangonong," katanya.

Ketentuan berikutnya, kata dia, kaki sapi harus serempak saat memasuki papan gapura di garis finis.

"Jika kaki menyentuh garis pembatas yang terletak mulai garis star hingga garis finis, maka nilainya akan dikurangi lima," katanya.

Demikian pula jika kaki sapi tidak serentak saat tiba di garis finis papan gapura, nilainya juga akan dikurangi lima poin.

Pergelaran kontes sapi sonok di lapangan Bakorwil IV Pamekasan yang dimulai pukul 08.30 dan berakhir pukul 15.30 ini terlihat sangat meriah. Pengunjung yang hadir bukan hanya warga Madura dari empat kabupaten, melainkan juga turis asing yang menyaksikan langsung ajang kontes kecantikan sapi tersebut.

Titian Air Mata, pasangan sapi sonok asal Pamekasan menjadi sapi sonok terfavorit dalam ajang Kontes Sapi Sonok 2010 di halaman Bakorwil Pamekasan, Pamekasan, Madura, Sabtu (23/10)
Sejumlah pejabat dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia dan Dinas Pariwisata Jatim juga hadir menyaksikan kontes sapi sonok di Pamekasan itu secara langsung.

Menurut Kepala Bakorwil IV Pamekasan Edi Santoso, kegiatan kontes sapi sonok ini untuk melestarikan seni budaya yang ada di Madura.

"Kami berharap, dengan kegiatan seperti ini, seni budaya Madura, khususnya sapi sonok, akan terangkat dan tetap lestari," harapnya.

Kepergok Mesum, Dua ABG Didenda Seekor Kambing Plus Uang Tunai Rp 3 Juta

Koransulteng — Seusai sekolah, sepasang anak baru gede atau ABG kelas II sebuah MAN di Abdya tidak langsung pulang ke rumah masing-masing. Keduanya malah menuju ke sebuah rumah kosong di kawasan Perumnas Desa Baharu, Kemukiman Babah Lhok, Kecamatan Blangpidie, Provinsi Aceh.

Tak ada guru atau murid lain. Keduanya melakukan kegiatan "privat" yang membuat mereka berkeringat luar biasa. Hasilnya, dua anak itu ditangkap warga lalu diserahkan ke aparat desa, Kamis (21/10/2010) sekitar pukul 15.30.

Kedua ABG itu adalah SA (lelaki) dan NN (perempuan). Belakangan terungkap bahwa rumah tersebut adalah milik ayah SA yang kabarnya bermukim di Manggeng. Selama sekolah di Blangpidie, SA mendiami rumah tersebut.

Oleh pihak desa, kedua anak itu akhirnya didenda seekor kambing dan uang tunai Rp 3 juta sebagai dham untuk gampong atau kampung (sesuai aturan Qonun di Aceh). Karena orangtua kedua remaja tersebut bersedia menyelesaikan kasus itu secara kekeluargaan, pihak desa akhirnya menyerahkan SA dan NN kepada orangtua masing-masing untuk pembinaan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Jumat (22/10/2010), kedua siswa MAN Blangpidie itu dipergoki warga ketika sedang berasyik masyuk di dalam rumah tersebut. Saat itulah warga melakukan penggerebekan hingga kedua ABG itu tak dapat mengelak terhadap perbuatan amoral mereka.

Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun Prohaba (grup Tribunnews.com) dari sejumlah warga, aksi mesum itu ditengarai telah sering dilakukan sehingga warga merasa curiga. Setelah digerebek, keduanya pun kemudian digiring ke rumah Kepala Dusun (Kadus) Dusun Komplek Perumnas untuk dimintai pertanggungjawaban karena perbuatannya telah mencemarkan desa setempat itu.

Buyung (40) selaku Kadus Komplek Perumnas Babah Lhok yang dikonfirmasi mengakui kejadian itu. Dia mengatakan, sudah lama warga mencurigai gerak-gerik pasangan belia tersebut. Namun, karena kurang bukti, warga tak berani bertindak. "Alhamdulillah, warga tidak bertindak anarki sehingga tak ada aksi kekerasan dalam penggerebekan itu," ujar Buyung.

Sumber:http://regional.kompas.com

Sulteng Cetak Sawah Baru 1500 Hektar


Koransulteng -- Dalam dua bulan terkhir ini, Pemprov Sulteng mengaku telah melakukan pencetakan sawah baru seluas 1.500 hektar, yang tersebar di semua kabupaten, dengan tujuan menjaga ketahanan pangan. Buol dan dan Morowali paling luas.

Kadis Pertanian Sulteng, Abdullah Kaulusan mengatakan, Kabupaten Buol dan Morowali mengambil areal lahan paling besar.
“Kedua daerah itu memang mengalokasikan anggaran cetak sawah baru, ini klop dengan program nasional karena itu (pencetakan sawah baru) didukung dana dari APBN,” kata Abdullah kepada Tempo, Jumat (22/10).
Menurut Abdullah, selain Buol dan Morowali, daerah lain seperti Kabupaten Banggai, Donggala dan Parigi Moutong, juga menyediakan lahan baru, tetapi hanya ratusan hektar.
Dengan adanya pencetakan sawah baru ini, kata dia, maka Sulteng pada 2010 ini telah mencetak sawah baru sebanyak 4000 hektar. Saat ini luas lahan sawah di Sulawesi Tengah pada 2009 mencapai 215.153 hektar dengan produksi 953.396 ton. “Kita masih butuh sawah baru lagi dan tahun 2011 nanti tetap akan dianggarkan.”

Pemprov Sulteng berusaha menggenjot program nasional (surplus beras) ini karena ada kecenderungan masyarakat untuk melakukan alih fungsi lahan. Di Parigi Moutong misalnya, puluhan ribu sawah telah beralih fungsi menajdi kebun Kakao. “Tapi kami tidak bisa mencegah karena harga Kakao memang naik terus,” tutur Abdullah

Sumber:http://www.tempointeraktif.com

Sulteng Rencana Patenkan Tari Dero


Koransulteng--Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulteng dikabarkan sedang mengupayakan memperoleh hak paten atas tarian dero dari Poso, sebagai bagian dari perlindungan kekayaan budaya daerah.

"Kami sedang membuat kajian mengenai tarian dero tersebut untuk memenuhi persyaratan yang dibutuhkan untuk mengajukan hak paten," kata Kadis Budpar Sulteng Suaib Djafar di Palu, Jumat (22/10).

Menurut dia, tari dero akan dijadikan salah satu ikon budaya Sulteng, sehingga setiap kali dimainkan di acara apapun dan di mana pun, orang akan langsung mengingat Poso, Sulteng. Tari ini berasal dari masyarakat Pamona, Kabupaten Poso, yang nama aslinya adalah tari moende.

Tari-tarian kolosal ini sudah sangat populer di seluruh Kabupaten di Sulteng hingga sebagian wilayah di Sulsel dan Sultra. Soalnya, tari ini selalu dimainkan pada pesta adat dan pernikahan bahwa perayaan hari keagamaan sebagai tari pergaulan, persahabatan, dan perdamaian.

"Untuk itu, tarian ini perlu dilindungi sebagai hak kekayaan budaya masyarakat Pamona, supaya seluruh generasi di Sulawesi Tengah bahkan Indonesia dan dunia mengetahui dan mengakui bahwa tarian ini berasal dari tanah Poso. Jangan sampai ada yang mengklaim sebagai tarian dari daerahnya karena dero punya kemiripan dengan tarian di daerah lain," ujarnya.

Tari dero membentuk formasi melingkar. Penarinya saling berpegangan tangan dan membuat langkah melingkar ke kanan mengikuti irama musik pengiring yang bergenre caca. Makin banyak peserta lingkaran akan makin besar dan berlapis-lapis.

Beberapa tahun belakangan, warga tidak bisa dengan bebas mengadakan acara dero, karena konon ada larangan di tempat-tempat tertentu.(Ant/OL-5)

Polres Poso Sita 1.017 Botol Miras

Jumat, 22 Oktober 2010


Koransulteng - Kepolisian Resor (Polres) Poso, Sulawesi Tengah, menyita 1.017 botol minuman keras dari berbagai jenis dan merk saat operasi penyakit masyarakat digelar di wilayah itu dalam beberapa hari terakhir ini.

Kapolres Poso AKBP Amiludin Roemtaat kepada wartawan per telepon dari Poso, Kamis, mengatakan, sebagian besar minuman keras itu disita dari tangan para pengecer atau kios-kios.

Sementara sisanya, kata dia, ditemukan saat penggerebekan yang dilakukan polisi pada beberapa tempat produksi minuman keras tradisional jenis cap tikus di wilayah itu.

"Penyitaan dilakukan karena sang pemiliknya tidak bisa menunjukkan surat izin penjualan dari instansi terkait," kata mantan Kapolres Tojo Unauna itu.

Tak hanya mengamankan ribuan botol miras, polisi juga mengamankan sejumlah pemilik ke Mapolres Poso untuk dimintai keterangan.

Kepada polisi, para pemilik minuman keras itu mengaku mendapatkan barang itu dari sejumlah orang baik di Poso maupun dipesan dari luar Poso.

"Mereka tidak ditahan tetapi tetap kita proses sesuai hukum yang berlaku," kata Kapolres.

Dia menambahkan, polisi di jajarannya akan terus menggelar razia penyakit masyarakat khususnya saat Ramadhan hingga jelang lebaran nanti sesuai dengan instruksi Kapolda Sulteng Brigjen Polisi Muhammad Amin Saleh.

Pekan lalu, Polres Poso menggerebek tempat produksi miras jenis cap tikus di Kecamatan Pamona Selatan, Pamona Barat, Lage, dan Kecamatan Poso Pesisir Utara.

Penggerebekan dimulai dari Sektor Pamona Barat dengan menyita minuman keras cap tikus sebanyak 40 botol dan dilanjutkan oleh Polsek Pamona Selatan tepatnya di Desa Korobono, Kecamatan Pamona Tenggara dengan menyita satu set alat penyulingan minuman keras, termasuk 15 botol cap tikus.

Dari lokasi itu, petugas menggiring seorang pemilik tempat penyulingan minuman keras bernama Herson Pasebe ke Mapolres karena tidak bisa menunjukkan surat izin produksi minuman keras.

Petugas juga menyita 40 bungkus cap tikus dari Pesisir Utara.

Penggerebekan produksi minuman keras juga dilakukan di wilayah Polres Poso dengan menyita satu drum penyulingan, dua jerigen berisi 35 liter dan satu jerigen isi delapan liter.

Di lokasi itu, kami mengamankan seorang pemiliknya bernama Rengki Perdri (42), warga Desa Tampemadaro ke Mapolres untuk dimintai keterangan.

Operasi semacam itu masih akan dilanjutkan ke lokasi lain karena polisi mensinyalir masih banyak tempat-tempat produksi minuman keras yang akan digerebek. (T.pso-106/S027)

Sumber:http://www.antara-sulawesiselatan.com

66 Persen Siswi SMP dan SMA SudahTak Perawan?


Koransulteng -- Hedonitas dan gaya hidup bebas di kalangan remaja Indonesia boleh dikata kini memprihatinkan.

Menurut survei Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), katanya, secara nasional terdata bahwa sebanyak 66 persen remaja putri usia sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) tidak lagi perawan yang artinya pada usia sekolah tersebut mereka sudah mengenal seks bebas.

"Jika teknologi informasi yang berkembang pesat saat ini tidak dilakukan kontrol dan pemahaman dengan baik, akan menjadi titik awal mula seks bebas dan penyalahgunaan narkoba," kata pemerhati kesehatan reproduksi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Aisyiah Surakarta, Maryatun, di Sukoharjo.

"Selain itu, pada saat usia tersebut, terdapat satu dari tujuh anak laki-laki sudah masuk kepada usia coba-coba, yakni mereka akan melakukan coba-coba baik terhadap seks, rokok, maupun narkoba," katanya.

Di Sulteng bagaimana? Tak kalah membuat prihatin juga. Simak kisahnya di sini:http://koran-sulteng.blogspot.com/2010/10/separah-inikah-prilaku-seks-bebas.html

8 Mentri yang Pernah Dicopot SBY

Koransulteng-- Kabar pencopotan menteri berkinerja buruk kembali bertiup kencang beberapa hari terakhir ini. Kabar itu berhembus seiring rencana Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggelar rapat evaluasi kinerja para menteri Kabinet Indonesia Bersatu II di Istana Bogor.

Urusan mereshuffle para pembantunya bukan masalah baru bagi Presiden SBY. Terbukti sudah ada 8 mentri yang pernah dicopot, dan 5 dirotasi pada pemerintahan sebelumnya

Yang pertama 5 Desember 2005. Saat itu ada tiga menteri yang dicopot dan beberapa menteri lainnya digeser. Perombakan kedua dilakukan 1,5 tahun kemudian, 7 Mei 2007. Saat itu jumlah menteri yang diberhentikan lebih banyak, ada lima orang. Semua alasan perombakan ini demi efisiensi dan peningkatan kinerja.

Siapa-siapa saja yang pernah dicopot dan digeser SBY saat itu? Sekadar mengingatkan inilah nama-nama mereka:

Perombakan I

Menteri yang dicopot:
1. Jusuf Anwar, Menteri Keuangan
2. Andung Nitimihardja, Menteri Perindustrian
3. Alwi Shihab, Menko Kesra

Menteri baru:
1. Boediono, ditunjuk sebagai Menko Perekonomian
2. Paskah Suzetta, ditunjuk sebagai Menneg PPN/Kepala Bappenas
3. Erman Suparno, ditunjuk sebagai Menakertrans

Menteri yang dirotasi:
1. Aburizal Bakrie, dari Menko Perekonomian ke Menko Kesra
2. Sri Mulyani dari Menneg PPN/Kepala Bappenas ke Menteri Keuangan
3. Fahmi, dari Menakertrans ke Menperin

Perombakan II

Menteri yang dicopot:
1. Hamid Awaludin, Menkum HAM
2. Soegiharto, Menneg BUMN
3. Yusril Ihza Mahendra, Mensesneg
4. Saifullah Yusuf, Menneg PDT
5. Abdul Rahman Saleh, Jaksa Agung

Menteri baru:
1. Andi Mattalata, Menkum HAM
2. Mohammad Lukman Edy, Menneg PDT
3. Jusman Syafii Djamal, Menteri Perhubungan
4. Muhammad Nuh, Menkominfo
5. Hendarman Supandji, Jaksa Agung

Menteri yang dirotasi:
1. Hatta Rajasa, dari Menteri Perhubungan ke Mensesneg
2. Sofyan Djalil, dari Menkominfo ke Menneg BUMN

Pada Kabinet Indonesia Bersatu II juga terjadi perubahan. Namun bukan karena reshuffle. Tetapi karena pengunduran diri Menteri Keuangan Sri Mulyani pada 5 Mei 2010 setelah ditunjuk sebagai Managing Director World Bank (Bank Dunia). Posisi Menteri Keuangan yang kosong kemudian diisi oleh Agus Martowardojo.

Akankah SBY kembali melakukan? Kita tunggu saja!

Sumber:http://politik.vivanews.com

Gadis Jelita 20 Tahun Jadi Kepala Polisi


Koransulteng -- Marisol Valles Garcia, seorang gadis jelita berusia 20 tahun, disumpah menjadi Kepala Kepolisian Praxedis Guadalupe Guerrero, sebuah kota kecil berpenduduk 8.500 di Meksiko. Valles memimpin kepolisian karena tak ada orang lain yang mau melakukannya.

Meski kota kecil, kota di perbatasan dengan Amerika Serikat ini menjadi bagian dari perang obat bius. "Dia satu-satunya orang yang menerima pekerjaan itu," kata seorang pejabat kota itu seperti dilansir NY Daily News, 20 Oktober 2010 waktu setempat.

Meski terkesan tak berpengalaman, Valles sebenarnya sedang mendalami studi kriminologi, sebuah studi yang memang relevan dengan pekerjaan yang resmi dijabatnya mulai Rabu itu.

Kota kecil ini menjadi arena pertempuran dua kartel obat bius. Mereka telah membunuh pejabat polisi dan walikota sebelumnya.

Semoga Marisol sukses.

Ini Dia Kepala Polisi Tercantik dan Termuda Sejagat


Koransulteng -- Marisol Valles Garcia, menjadi kepala polisi termuda, tercantik sejagat. Di usianya yang baru menginjak 20 tahun, gadis seksi yang masih berstatus mahasiswi ini resmi dilantik menjadi kepala polisi di suatu kota kecil di negara bagian Chihuahua, Meksiko.

Keinginan Garcia menjadi polisi dilatarbelakangi karena dia sudah lelah dirundung ketakutan dari teror para kriminal yang berkeliaran di kotanya, Praxedis G. Guerrero, sebuah kota berpenduduk tidak sampai sembilan ribu jiwa. Praxedis kondang sebagai wilayah kekuasaan para mafia.

Kota Praxedis ini sering menjadi arena pertempuran dua kartel obat bius, Juarez dan Sinaloa. Mereka telah membunuh pejabat polisi dan walikota sebelumnya. Namun, Garcia memberanikan diri menduduki posisi "neraka" itu.

Sebagai Kepala Polisi, Valles membawahi 12 personel polisi. Langkah pertama Garcia memerintahkan mereka pergi mengecek rumah-rumah dan mencari elemen kriminal yang pekan lalu membunuh delapan orang.
Penasaran juga melihat aksi gadis pemberani nan jelita ini.

Dewan Pers Cari Pelarang Tayangan Sigi 'Bisnis Seks di Balik Jeruji'

Kamis, 21 Oktober 2010


Koransulteng - Dewan Pers berjanji melakukan pemeriksaan dan penyelidikan terkait dugaan adanya oknum yang mengintervensi dan melarang tayangan program investigasi Sigi bertajuk 'Bisnis Seks di Balik Jeruji Penjara' di Surya Citra Televisi (SCTV).

"Mengenai soal oknum kita akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut," ujar Ketua Dewan Pers, Bagir Manan saat ditemui di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Jumat (22/10/2010).

Pihak Dewan Pers dalam penyelidikannya nanti, lanjut Bagir, memegang prinsip presumption of incocencence (azas praduga tak bersalah). "Bagaimana hukumannya tergantung buktinya nanti jangan tanya sekarang. Tanya tiga minggu lagi," jelasnya.

Sementara itu, terkait batal atau tidaknya penayangan, Bagir menjelaskan hal tersebut sepenuhnya diserahkan kepada SCTV selaku pemegang hak siar. Dewan Pers juga akan melindungi SCTV.

"Yang penting adalah bahwa SCTV sudah tidak lagi perlu memperhatikan hal-hal semacam kalau toh ada larangan itu. Sekarang SCTV bebas dan itu dijamin Dewan Pers," jelasnya.

Saat ditanyakan terkait apakah SCTV membenarkan adanya intervensi dari Menteri Hukum dan HAM, Bagir membenarkan hal tersebut.

"Iya, tentu saja mereka paling tidak punya perasaan seperti itu. Sehingga mereka menunda itu, sedangkan dari pertemuan tadi, dewan pers menyimpulkan bahwa sepenuhnya terserah pada SCTV. Siap-siap saja kita nonton," tandasnya.

Sebelumnya, penayangan program investigasi Sigi bertajuk 'Bisnis Seks di Balik Jeruji Penjara' di Surya Citra Televisi (SCTV) batal lantaran diduga ada larangan dari Kementerian Hukum dan HAM.

SCTV Bantah Patrialis Larang Penayangan Sigi
Direktur Utama SCTV, Vovo Sariatmadja membantah pernyataan Aliansi Jurnalis Indonesia bila Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia, di bawah kepemimpinan Patrialis Akbar, melarang penayangan program “Sigi” berjudul “Bisnis Seks di Balik Jeruji Penjara”. Namun Vovo tidak memberi penjelasan mengapa SCTV membatalkan penayangan program Sigi itu.


“Tidak ada telepon,” kata Vovo saat Tempo meminta konfirmasi apakah Sigi batal tayang karena Menteri Patrialis dan staf Kementerian menghubungi SCTV terkait penayangan program Sigi, Kamis (14/10).

Awalnya, program Sigi dijadwalkan tayang pada Rabu (13/10) pukul 23.00 WIB. Program itu mengungkap bisnis seks di rumah tahanan. Menteri Patrialis juga membantah melarang SCTV menayangkan program Sigi. “Saya tidak punya kapasitas melarang. Lagipula, Kepala Rutan Salemba lapor ke saya kalau bisnis itu tidak ada,” ujar Patrialis.

Namun sumber Tempo di SCTV memberi keterangan berbeda. Menurut sumber, pada Rabu (13/10) sore, datang dua utusan Patrialis ke kantor SCTV. “Sekitar jam 17.00 WIB. Mereka mencari Pak Don Bosco, pemred SCTV” ujarnya.

Saat bertemu dengan pemimpin redaksi, lanjut sumber, satu orang utusan yang mengaku bernama Robi meminta agar SCTV tidak menayangkan program Sigi. “Kata Robi, permintaan itu berasal dari Patrialis.”

Melalui utusannya, Patrialis juga meminta copy gambar liputan investigasi itu. “Kedua permintaan itu langsung ditolak pemred SCTV,” ujarnya.

Namun sekitar pukul 17.30 WIB, pemilik SCTV meminta Don Bosco sebagai pemimpin redaksi membatalkan penayangan investigasi itu. “Tapi Pak Don Bosco tidak tahu kenapa tiba-tiba diminta membatalkan tayangan itu.”

Ketika dimintai konfirmasi Don Bosco mengenai kedatangan utusan Patrialis itu, dia menolak menjawab. “Saya belum bisa kasih komentar,” ujar Don.
Hem, koq masih ada juga larang melarang ya?

TELKOMSEL PEDULI PENDIDIKAN LAKUKAN SELEKSI


Koransulteng - Amalia Miranda, siswa SMU Negeri 1, Palu terpilih sebagai wakil kota Palu, Sulteng yang akan berangkat ke Sidney Australia mengikuti kegiatan Home Stay dalam rangka program pertukaran pelajar.
Telkomsel peduli pendidikan menggelar seleksi melalui Telkomsel School Community di Aula Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Palu yang diikuti sebanyak 13 orang peserta untuk mencari 5 orang pemenang. Pemenang yang berhasil meraih juara satu akan bergabung dengan juara satu dari seluruh Indonesia untuk bersama-sama berkunjung ke Negara Sidney melalui ajang pertukaran pelajar.

“Mereka diseleksi bakat dan mengasah kemampuan, khususnya yang tergabung dalam TSC.Seleksi ini selain menguji daya nalar dan keberanian, juga pengetahuan tentang seputar produk Telkomsel” jelas Manager Branch Telkomsel Palu, Hendry Butarbutar saat ditemui di SMA Negeri 1 Palu, Sulteng.

Hendry mengatakan terpilihnya SMA Negeri 1, sebagai prioritas seleksi dilandasi atas tingginya member’s community yang ada di Sekolah tersebut. Apalagi area Pamasuka (Papua, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan) hanya ada dua sekolah yang terpilih antara lain SMA Negeri 1 Palu dan SMA Negeri 1 Gorontalo.“member yang terdapat di dua sekolah ini mencapai 3 ribuan,”sebutnya.

Menurutnya, test yang dilakukan hanya berkutat pada presentase dan tanya jawab. Seleksi TSC ini digelar agar pelajar bisa menambah wawasan dan juga dalam rangka memenuhi target 100 juta pelanggan corporate dengan target 10,2 juta member’s pada 2010. Selamat untuk Amalia.
Sumber:beritapalu.com

Pak Harto Didoakan Ribuan Orang


Koransulteng-- Kharisma Pak Harto masih tinggi. Tahlilan seribu hari wafatnya mantan presiden RI itu di Masjid At-Tin, TMII, Jakarta, berlangsung hikmat, Kamis (21/10) malam.

Acara ini dibanjiri tak kurang 20.000 orang dari berbagai daerah, juga dihadiri beberapa tamu penting seperti Ketua Umum Golkar Abu Rizal Bakrie dan mantan Wakil Presiden Tri Sutrisno. Turut hadir pula keluarga besar pak Harto dari anak, cucu hingga cicit beliau, seperti Siti Hardijanti Rukmana, Bambang Triatmodjo.

"Kami sangat terharu tentunya dengan banyaknya orang yang mendoakan pak Harto," ujar salah satu putri Soeharto, Siti Hediati Haryati atau biasa dipanggil mbak Titi. Titi juga mengungkapkan perasaan keluarga mengenai lolosnya pak Harto sebagai pahlawan nasional yang diberikan pemerintah.

"Alhamdullilah kita sangat bersyukur, tapi selanjutnya kita serahkan kepada pemerintah. Buat kami penghargaan yang tertinggi yang diberikan rakyat lebih penting, seperti hadirnya masyarakat pada malam ini," tutupnya.

Semoga Pak Harto dinyatakan Pahlawan Nasional oleh Pemerintah RI(APY/AYB)

Pengunjuk Rasa dan Polisi Saling Pukul


Koransulteng--Bentrokan mewarnai unjuk rasa untuk memperingati satu tahun pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono, di Palu, Sulteng. Massa yang berasal dari mahasiswa dan Lermbaga Swadaya Masyarakat (LSM) terlibat adu fisik dengan polisi saat berusaha memasuki kantor Gubernur, Mapolda, dan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah.

Kericuhan dimulai ketika pengunjuk rasa mendatangi kantor Gubernur. Namun langkah mereka dihalang aparat kepolisian. Terjadilah aksi saling dorong yang berakhir aksi main pukul.

Setelah niat menduduki kantor gubernur tidak tercapai, para pengunjuk rasa beralih ke kantor Kejaksaan Tinggi. Pegawai kejasaan segera menutup pintu gerbang. Pengunjuk rasa menjadi marah dan berusaha mendobrak gerbang. Polisi kembali datang dan menghalau mereka.

Aksi yang sama terjadi juga di markas Mapolda Sulawesi Tengah. Di sini pengunjuk rasa berusaha membakar poster presiden Yudhoyono. Polisi menghalangi dan berusaha membubarkan aksi itu. Akibatnya seorang mahasiswa terluka terkena pentungan.

Dalam aksinya itu, pengunjuk rasa meminta Presdien SBY mundur dari jabatannya karena dianggap tidak mampu menyejahterakan rakyat. "Masih banyak penduduk miskin dengan kehidupan yang memprihatinkan. Itu bukti kinerja pemerintah belum maksimal," kata Koordinator aksi Bambang Suryadi.

Saddam, mahasiswa lain, mengatakan penuntasan kasus korupsi di Indonesia juga belum menunjukkan hasil yang diharapkan. "Lambannya penanganan kasus Bank Century adalah bukti nyata," ujar Saddam.

Sumber:http://www.tempointeraktif.com

TPI Telah Resmi Ganti Nama Jadi MNC TV


Koransulteng - Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) telah resmi mengganti nama menjadi Media Nusantara Citra (MNC). Menyusul pergantian nama itu maka label TPI di layar kaca berubah menjadi MNC TV mulai Rabu (20/10) malam. Media Nusantara Citra adalah konglomerasi media milik Hary Tanoesoedibjo.

Pergantian nama itu buntut dari sengketa bisnis antara Hary Tanoe dengan pemilik lama TPI, Siti Hardijanti Rukmana alias Tutut. Aksi Media Nusantara itu semakin memanaskan perang antara Hary Tanoe dan Tutut.

Manajemen Media Nusantara menyebutkan perubahan nama dilakukan atas alasan komersial. Menurut kuasa hukum Hary Tanoe, Andi F. Simangunsong, aksi korporasi itu bisa dilakukan lantaran Media Nusantara memiliki 75 persen saham PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia.

"Media Nusantara berhak mengubah nama TPI karena tak ada satu putusan pengadilan yang melarangnya," kata dia di Jakarta, Kamis pekan lalu. Saat ini Hary dan Tutut sedang bersengketa di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memperebutkan pengelolaan TPI.

Rencana itu ditentang oleh kubu Tutut. Harry Ponto, kuasa hukum Tutut, mengatakan bahwa pengelolaan TPI oleh Media Nusantara tidak sah karena cacat prosedur. Tutut sebagai salah satu pemegang saham juga tak dilibatkan dalam penggantian nama televisi yang didirikannya itu. "Tindakan mereka melanggar hukum," ujarnya.

Dalam perayaan peresmian nama baru tadi malam itu, manajemen Media Nusantara menggelar acara meriah dengan melibatkan puluhan artis ternama. Kalangan selebritas berharap dengan pergantian nama ini bisa membawa perubahan yang lebih baik bagi stasiun televisi tersebut.

Andreas Harsono: Empat Model Media

Rabu, 20 Oktober 2010

Andreas Harsono: Empat Model Media: "Saya baru pulang dari media conference selama empat hari, oleh Hong Kong University bekerja sama dengan East West Center, dimana mereka bik..."

Mabes TNI Selidiki Video Kekerasan Oleh Aparatnya

Koransulteng - Markas Besar TNI tengah menyelediki secara intensif gambar video yang menampilkan aksi kekerasan oleh oknum TNI terhadap anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM), kata Juru Bicara TNI Mayjen TNI Aslizar Tandjung di Jakarta, Selasa.

Dalam pernyataannya yang diterima ANTARA, Aslizar mengatakan, penyelidikan meliputi tempat dan tempat kejadian, serta keaslian dari video tersebut.

"Penyelidikan dilakukan agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat luas," katanya.

Ia menambahkan, "Bila terbukti terdapat oknum TNI yang terlibat dalam tindakan kekerasan tersebut, maka dipastikan Pimpinan TNI akan mengambil tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku,".

Sementara itu, Ketua Komisi I, Mahfudz Siddiq, menyayangkan jika aksi penyiksaan dalam kegiatan interogasi itu benar-benar dilakukan oleh oknum TNI. Pasalnya, interogasi sendiri hanya boleh dilakukan oleh aparat kepolisian dalam ranah pro-yustisia.

Sementara anggota Komisi I, Effendi Choiri, menegaskan, TNI dipercaya untuk bertugas menjaga kedaulatan negara secara umum dan bukan menjaga orang per orang setiap warga negara. "Enggak boleh memperlakukan orang semena-mena. Kalau ada pelanggaran hukum, itu bagian polisi, bukan bagian TNI," katanya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, selama 22 jam hingga sekitar pukul 11.30 WIB, video yang menggambarkan kekerasan dan penganiayaan yang diduga dilakukan aparat TNI terhadap sejumlah orang Papua beredar di situs web YouTube. Video itu juga sempat ditayangkan media TV di Indonesia.

Video itu menggambarkan aksi keji tak berperikemanusiaan oleh sejumlah orang berpakaian dinas tentara terhadap mereka yang dituduh terlibat dalam Organisasi Papua Merdeka (OPM). Entah mengapa, kini YouTube telah menutup akses terhadap video tersebut.

Apresiasi pada Program Islami Alif TV


Koransulteng - Di tengah serbuan entertainment show dan tayangan infotainment di sejumlah stasiun televisi, Alif TV muncul dengan sesuatu yang baru. Program-program bernafaskan Islami menjadi menu utama dari stasiun yang tayang di televisi berbayar Telkomvision itu.

Program pendidikam bagi anak, hiburan untuk remaja, serta tayangan informatif bagi para orang tua dikemas utuh dalam nafas Islami yang sejuk dan damai. Kemunculan Alif TV dengan menu tayangan acaranya mendapat apresiasi dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Ketua KPI Dadang Rahmat Hidayat mengatakan, Alif TV dapat menjadi alternatif bagi masyarakat dengan tayangan yang mencerahkan. “Saya pikir ini bagus. Visi dan misi yang ditawarkan sangat baik. Tayangannya yang memberikan pencerahan menjadi alternatif tersendiri bagi masyarakat,” ujarnya saat dihubungi Republika, Selasa (19/10).

Dadang berharap, munculnya Alif TV mampu memacu stasiun televisi lain untuk menayangkan konten acara yang mendidik serta kaya akan nilai dan norma. “Kami harap acaranya bisa dishare ke stasiun TV lokal dan nasional,” pungkasnya.

Alif TV kini juga sudah bisa dinikmati oleh warga di Sulteng.

Hati-Hati Konspirasi Dokter dan Perusahan Farmasi

Selasa, 19 Oktober 2010


Koransulteng - Hati-hatilah pada saat menerima obat resep dokter. sebuah hasil riset menunjukkan, para dokter cenderung memberi resep obat buatan perusahaan farmasi yang mempromosikan produknya ke dokter bersangkutan. Alhasil, pasien harus membayar lebih biaya obat tersebut dan seringkali tidak memeroleh pengobatan yang tepat .

Fakta tersebut adalah hasil penelitian yang digagas Geoffrey Spurling dari Universitas Queensland, Brisbane, Australia. Hasil analisis terhadap 58 studi di sejumlah negara itu juga mengungkapkan bahwa informasi dari perusahaan farmasi mempengaruhi para dokter dalam menetapkan resep kepada pasiennya.

"Anda tak bisa mengatakan bahwa informasi dari perusahaan-perusahaan farmasi itu membantu peresepan obat para dokter seperti diklaim perusahaan-perusahaan farmasi itu," kata Spurling.

Klaim para dokter bahwa mereka sama sekali tidak terpengaruh oleh informasi perusahaan farmasi saat memutuskan resep obat pasiennya juga tidak terbukti daalam hasil studi itu.

"Anda patut mengatakan bahwa setidaknya pada saat tertentu, para dokter itu terpengaruh," ujar Spurling seperti dikutip Reuters.

Beberapa peneliti yang terlibat dalam riset Spurling ini merupakan anggota "Healthy Skepticism", organisasi riset, pendidikan, bantuan hukum nirlaba internasional yang dibentuk untuk membantu mengurangi bahaya informasi kesehatan yang menyesatkan bagi publik.

Laporan penelitian itu menyebutkan bahwa para dokter yang menerima penjelasan maupun informasi dari perusahaan farmasi lebih mungkin memberi resep obat produksi perusahaan farmasi bersangkutan kepada pasiennya.

Hasil 38 studi yang dilakukan juga menunjukkan adanya kecenderungan keterkaitan langsung antara informasi perusahaan farmasi itu dan peresepan obat.

Namun hasil 13 studi lainnya tidak menunjukkan adanya keterkaitan itu, kata Suprling dan anggota tim riset pimpinannya dalam laporan penelitian yang dipublikasi jurnal "Public Library of Science PLoS Medicine" tersebut.

Tidak satu pun hasil studi itu mendapati para dokter menjadi kurang sering memberi resep obat karena bahan promosi maupun informasi perusahaan farmasi.

Menanggapi hasil riset yang dilakukan di sejumlah negara, seperti Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Denmark, Prancis, Estonia, Turki dan Australia, Dr.Sid Wolfe dari kelompok advokasi, Public Citizen, mengatakan bahwa industri farmasi tidak mengeluarkan dananya berikut staf penjualan obat kalau tingkat keberhasilannya nol.

"Mayoritas dokter mendapatkan informasi tentang obat-obatan dari industri farmasi ini," katanya.

Para staf penjualan obat perusahaan farmasi ini bahkan sering membawakan makan siang ke kantor seorang dokter praktik maupun mengundang mereka ke acara-acara olah raga dan hiburan lainnya saat mereka memberikan penjelasan.

Menurut Spurling, hasil studi di Inggris terhadap lebih dari seribu orang dokter umum mendapati bahwa mereka yang lebih sering bertemu staf pemasaran obat cenderung lebih sering memberi resep-resep obat mahal. Namun, tidak ada jaminan bahwa pasien mendapatikan obat-obatan yang tepat bagi penyakitnya.

Mengutip hasil-hasil studi yang ada, Spurling mengatakan, mutu resep obat yang diberikan para dokter kepada pasiennya itu berada di bawah standar pedoman maupun rekomendasi para ahli.

Sebagai contoh, pedoman resmi di Amerika meminta para dokter menggunakan obat-obatan generik yang terlama dan termurah bagi para penderita tekanan darah tinggi dan diabetes sebelum beralih ke obat-obat paten yang lebih baru dan biasanya masuk kategori resep obat-obat berbahaya.

Temuan empiris ini mendorong para peneliti mengusulkan adanya pengaturan terhadap besaran dana yang boleh dialokasikan industri farmasi untuk kepentingan promosi produk mereka. Pada 2004 saja, perusahaan-perusahaan obat Amerika menghabiskan dana sebesar 57,5 miliar dolar AS untuk kegiatan promosi.

"Kita perlu regulasi yang lebih atas promosi obat. Kita tidak mendapati adanya manfaat apapun," katanya.

Selain itu, para dokter juga perlu mendapat informasi tentang obat dari sumber yang beragam seperti universitas dan organisasi-organisasi kredibel lainnya, katanya.

"Seorang dokter yang lain tentu mengikuti informasi terkini soal obat dari kebiasaan membaca literatur dan jurnal-jurnal ilmiah," kata Wolfe.

Kalau para dokter tak punya waktu memperoleh informasi obat dari kebiasaan membaca melainkan bergantung pada penjelasan staf penjualan perusahaan farmasi, mereka berarti bukanlah dokter yang baik, katanya.

Berkaitan dengan masalah ini, ProPublica, pendukung jurnalisme investigatif, dan sejumlah organisasi lainnya di AS membeberkan fakta bahwa tujuh perusahaan farmasi di negara adidaya itu membayar ribuan dollar AS kepada sedikitnya 17 ribu orang dokter untuk berbicara dengan sejawatnya tentang produk-produk obat perusahaan farmasi yang bermitra dengannya.

Hati-hatilah, sebelum terlanjur basah!

Sumber:http://health.kompas.com

Fakta Menarik Sosok Ir Ciputra


Ternyata,Ir. Ciputra lahir di Parigi, Sulawesi Tengah, 24 Agustus 1931. Ciputra kini adalah seorang insinyur dan pengusaha terkemuka di Indonesia. Ciputra menghabiskan masa kecil hingga remajanya di sebuah desa terpencil di pojokan Sulawesi Tengah. Begitu jauhnya sehingga desa itu sudah nyaris berada di Sulawesi Utara. Jauh dari Manado, jauh pula dari Palu di Sulteng. Sejak kecil Ciputra sudah merasakan kesulitan dan kepahitan hidup. Terutama saat bapaknya ditangkap dan diseret dihadapannya oleh pasukan tak dikenal, dituduh sebagai mata-mata Belanda/ Jepang dan tidak pernah kembali lagi (pada tahun 1944). Ketika remaja sekolah di SMP Frater Donbosco Manado.

Ketika tamat SMA, kira-kira saat dia berusia 17 tahun, dia meninggalkan desanya menuju Jawa, lambang kemajuan saat itu. Dia ingin memasuki perguruan tinggi di Jawa. Maka, masuklah dia ke ITB (Institut Teknologi Bandung). Keputusan Ciputra untuk merantau ke Jawa tersebut merupakan salah satu momentum terpenting dalam hidupnya yang pada akhirnya menjadikan Ciputra orang sukses. Keputusan Ciputra untuk merantau ketika tamat SMA merupakan keputusan yang tepat, karena pada usia tersebut muncul adanya keinginan untuk bebas yang disertai rasa tanggung jawab pada diri individu. Ciputra adalah perantau yang sempurna. Dia mendapatkan kebebasan, tapi juga memunculkan rasa tanggung jawab pada dirinya.

Setelah menyelesaikan kuliahnya Di ITB, Ciputra mengawali karirnya di Jaya Group, perusahaan daerah milik Pemda DKI. Keberadaan Ciputra di Jaya Group ternyata tidak terpengaruh oleh kondisi politik. Berbagai perubahan politik telah terjadi, namun Ciputra bisa tetap bertahan di Jaya Group. Ciputra bekerja di Jaya Group sebagai direksi sampai dengan usia 65 tahun dan setelah itu, sampai dengan saat ini, sebagai penasihat bersama Bapak Gubernur Sutiyoso. Di perusahaan DKI tersebut Ciputra bisa bertahan lama karena dua hal,pertama, Ciputra merasaDKI mewakili rakyat Jakarta dan ia senang bisa melakukan sesuatu untuk rakyat. Kedua, Ciputra merasa diberi kebebasan untuk berinovasi diJaya Group, termasuk dalam pembangunan proyek Ancol. Kemudian bersama dengan Sudono Salim (Liem Soe Liong), Sudwikatmono, Djuhar Sutanto dan Ibrahim Risjad, Ciputra mendirikan Metropolitan Group, yang membangun perumahan mewah Pondok Indah dan Kota Mandiri Bumi Serpong Damai. Pada masa itu, Ciputra duduk sebagai direktur utama di Jaya Group dan di Metropolitan Group sebagai presiden komisaris. Akhirnya Ciputra mendirikan grup perusahaan keluarga, Ciputra Group.

Pada tahun 1997 terjadilah krisis ekonomi. Krisis tersebut menimpa tiga group yang dipimpin Ciputra: Jaya Group, Metropolitan Group, dan Ciputra Group. Namun dengan prinsip hidup yang kuat Ciputra mampu melewati masa itu dengan baik. Ciputra selalu berprinsip bahwa jika kita bekerja keras dan berbuat dengan benar, Tuhan pasti buka jalan. Dan banyak mukjizat terjadi, seperti adanya kebijakan moneter dari pemerintah, diskon bunga dari beberapa bank sehingga ia mendapat kesempatan untuk merestrukturisasi utang-utangnya. Akhirnya ketiga group tersebut dapat bangkit kembali dan kini Group Ciputra telah mampu melakukan ekspansi usaha di dalam dan ke luar negeri.

Ciputra telah sukses melampaui semua orde; orde lama, orde baru, maupun orde reformasi. Dia sukses membawa perusahaan daerah maju, membawa perusahaan sesama koleganya maju, dan akhirnya juga membawa perusahaan keluarganya sendiri maju. Banyak investor yang memegang surat hutang dan saham perusahaan-perusahaan publik yang dimiliki Ciputra. Ciputra harus gigit jari ketika nilai surat-surat berharga tersebut menjadi tidak berharga sama sekali. Selain itu juga banyak nasabah yang dirugikan ketika Bank Ciputra ditutup oleh Pemerintah karena dianggap tidak layak.

Pada usianya yang ke-75, ketika akhirnya dia harus memikirkan pengabdian masyarakat apa yang akan ia kembangkan, dia memilih bidang pendidikan. Kemudian didirikanlah sekolah dan universitas Ciputra. Bukan sekolah biasa. Sekolah ini menitikberatkan pada enterpreneurship. Dengan sekolah kewirausahaan ini Ciputra ingin menyiapkan bangsa Indonesia menjadi bangsa pengusaha.

Di Indonesia bagian Timur, perumahan elit kelompok Ciputra menjadi buruan favorit masyarakat, di Manado, di Makassar, dan di Ambon. Sampai kini, di daerah kelahirannya sendiri belum juga dimulai projek perumahan seperti di kota-kota lain.

Ir. Ciputra menjelaskan 3 Ciri Pembeda dari seorang Wirausaha atau Entrepreneur yaitu: mampu menciptakan Kesempatan (Opportunity Creator), mampu menciptakan hal-hal atau ide-ide baru yang orisinal (Innovator), dan terakhir harus berani mengambil risiko dan mempu menghitungnya (Calculated Risk Taker).

Dalam masa penjajahan selama 350 tahun, 12-14 generasi Bangsa Indonesia hidup tanpa ada pendidikan Wirausaha. Penjajahan yang berlangsung lama ini telah mengikis semangat Wirausaha. Untuk itulah Beliau ingin menghidupkan pendidikan kewirausahaan mulai dari bangku sekolah dalam wajah pendidikan di Indonesia.

The Ciputra Way

Kata Ir Ciputra, ada 4 macam Entrepreneur diantaranya Business Entrepreneur (sebagai Owner dan Professional), Government Entrepreneur, Academic Entrepreneur, dan Social Entrepreneur. Prinsip 3L (lahir, lingkungan dan latihan) yang mendukung membuat Ir. Ciputra mampu menjadi seorang Entrepreneur dan mendapatkan penghargaan Entrepreneur Terbaik dari Ernst and Young (EY). Di Indonesia sudah ada 400 ribu pengusaha, namun bagi Ir. Ciputra masih perlu diciptakan 4 juta pengusaha lagi yang berjiwa Entreprenurship maka pengangguran di Indonesia akan berkurang drastic dan menjadi negara yang makmur.

Mengubah Sampah Menjadi Emas

“Kita perlu mengubah sampah menjadi uang”, tegas Ir. Ciputra. Untuk itu lewat Ciputra Foundation, ia mewujudkan visi-visinya bagi Kemajuan Indonesia di bidang Ekonomi. Ir. Antonius Tanan yang juga menjabat sebagai Direktur HRD (Human Resources Development) Ciputra Group dalam paparannya, mengatakan Ir. Ciputra adalah seorang Entrepreneur karena mampu mengubah Sampah Menjadi Emas (sesuatu yang berharga dan bernilai tambah untuk dijual).

Ir. Ciputra yang memiliki 3 Sekolah yaitu Universitas Tarumanegara (UNTAR Jakarta), Universitas Prasetia Mulya (UMP) dan Sekolah Ciputra (SD-SMU) di Surabaya, memaparkan fakta-fakta statistik bahwa Lowongan CPNS untuk 950 orang diikuti oleh para pencari kerja sebanyak 39.622 orang penganggur. Jadi 1 kursi diperebutkan 40 orang pencari kerja. Beliau telah berkecimpung dalam dunia bisnis selam 50 tahun dan memiliki 32 perusahaan di Indonesia dan Mancanegara.

Negara Indonesia memunyai segudang Prestasi dalam SDA (Sumber Daya Alam) yaitu Peringkat 5 untuk Copper dan Nikel, peringkat 7 untuk Gold (Emas) dan Coal (Batubara), Peringkat 8 untuk Gas Alam (Natural Gas), dan Peringkat 3 di Dunia untuk Rubber (Karet).

David McClelland pernah menjelaskan bahwa suatu negara disebut Makmur jika memunyai jumlah Wirausaha (Entrepreneur) minimal 2 % dari jumlah penduduk di negara tersebut. Dalam datanya, Ir. Ciputra menyatakan bahwa USA pada tahun 1993 memunyai 2,14% Wirausahawan, Singapura memunyai 4,24 juta Wirausahawan tahun 2001 (2,1%) dan meningkat menjadi 7,2 % pada tahun 2005. Sedangkan negara kita, Indonesia hanya 0,18 % jumlah Wirausahawan. Sungguh Tragis!!

Ciputra mengatakan Mantan Perdana Menteri Singapura, Lee Kuan Yew yang pernah menjadi orang Semarang semasa kecilnya, dalam waktu 86 tahun telah melakukan sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya. Hal yang paling penting bagi Ir. Ciputra yaitu adalah bagaimana kita mengubah Mental dan Paradigma berpikir orang Indonesia menuju pada Wirausahawan dan ini bisa dimulai sejak bangku sekolah dan terutama di Perguruan Tinggi. Membentuk jiwa wirausaha dibutuhkan Disiplin dan bukan Magic dan Mistik.

Gagasannya mengenai QUANTUM LEAP, Ir. Ciputra menyatakan kita perlu melompat ke depan dan mengejar ketertinggalan. Visi Besar Ir. Ciputra lewat berbagai program Entrepreneurshipnya yaitu agar 25 tahun lagi, juumlah Wirausahawan di Indonesia akan meningkat 0,18% menjadi 2 % untuk mewujudkan Negara Makmur menurut Kriteria David McClelland.

(sumber wikipedia)

Polda Sulteng Dinilai Tak Netral dalam Kasus Buol


Koransulteng - Ketua Komisi Nasional HAM Perwakilan Sulawesi Tengah Dedy Askari menilai, Kepolisian Daerah (Polda) Sulteng, tak netral dalam menangani kasus Buol. Polda katanya terkesan amat vulgar dalam melindungi anggotanya . Ini terbukti dari sikap Polda Sulteng yang lebih mengutamakan Sidang Kode Etik ketimbang pidana.

“Seharusnya Polda mengedepankan proses pidana, agar sanksi yang diberikan kepada oknum yang terbukti bersalah dapat maksimal. Kan tidak mungkin setelah proses pidana, Polda gelar sidang disiplin atau sidang kode etik kedua untuk pemecatan, ” kata Dedy, kepada Tempo, Selasa (19/10)


Menurut Dedy, saat ini ada kesan yang timbul Polda Sulteng melindungi anggotanya dari jerat pidana. Langkah yang dilakukan Polda berupa proses pelanggaran disiplin dan kode etik sebelum proses pidana kasus ini selesai, merupakan upaya yang tidak lazim.

Dedy menyatakan, Komnas HAM Sulteng meminta agar kasus Buol disidangkan secara pidana umum agar tercipta keadilan di masyarakat Buol. "Hukuman sidang disiplin Polri yang memvonis terperiksa selama 21 hari kurungan adalah tidak adil," kata Dedy Askari.

Menurut dia, putusan sidang disiplin terhadap 26 terperiksa itu tidak adil karena bentrokan di Buol sudah menimbulkan korban jiwa sebanyak delapan orang karena terkena tembakan petugas. Karena itu sidang pidana kasus Buol harus segera digelar agar ada hukuman maksimal kepada pelaku sesuai tuntutan keluarga korban.

Dia mengatakan, adanya korban jiwa di Buol menunjukkan adanya pelanggaran hukum serius. "Di sini ada pembunuhan di luar proses hukum yang tidak lazim sehingga harus diusut tuntas," kata Dedy.

Menanggapi hal tersebut Juru Bicara Polda Sulteng Kompol Kahar Muzakkir mengatakan, sidang disiplin yang diselengarakan Polda kurun sepekan terakhir ini , merupakan gambaran keseriusan Polda dalam mengambil tindakan kepada anggotanya.

Ia mengatakan, dengan diselenggarakannya proses sidang pelanggaran disiplin dan kode etik sebelum proses pelanggaran pidana dilakukan, tidak akan mempengaruhi berat ringannya hukuman yang diterima jika ada anggotanya yang terbukti bersalah dalam proses pidana.

“Dalam kasus ini kami tidak ada upaya membela anggota, jika ada yang terbukti bersalah menerima sanksi terberat, yaitu pemecatan karena tidak adapat melakukan tugas sebagai anggota polisi dalam jangka waktu panjang,” kata Kahar Muzakkir.

Hem, semoga semua pihak berniat baik, mencari keadilan dalam kasus ini.

Sumber:http://www.tempointeraktif.com
 
Support : Copyright © 2011. KORAN SULTENG - All Rights Reserved