Persbul: Kongres PSSI Harus Berjalan Sukses

Selasa, 05 Juli 2011

Bola.net - Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Buol (Persbul) Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah Amran Batalipu mengatakan pelaksanaan kongres PSSI di Solo harus sukses memilih Ketua Umum PSSI yang baru.

"Kami harus ikuti apa yang telah menjadi keputusan FIFA, jika tidak ingin dikenai sanksi," katanya di Buol, Selasa.

Amran yang juga Bupati Buol itu mengatakan, semua peserta kongres harus sepakat, dan tidak lagi mengedepankan kepentingan pribadi atau kelompok, tetapi bangsa dan negara.

Menurut dia, siapapun nantinya yang terpilih harus didukung semua pihak.

Yang terpenting sekarang ini adalah bagaimana semua peserta kongres yang memiliki hak suara memilih calon Ketua Umum PSSI yang benar-benar layak untuk memimpin dan membawahi persepak-bolaan di tanah air semakin berkembang.

Ketua PSSI yang baru harus mampu meningkatkan prestasi sepak bola nasional.

Selain itu, juga memiliki kepedulian dan perhatian lebih kepada perkembangan dan kemajuan sepak bola di daerah-daerah.

Ia juga menambahkan bahwa PSSI bukan untuk tempat mencari uang, tetapi bagaimana mengelola dana yang ada untuk mendukung pembinaan sepak bola di daerah-daerah.

Selama ini pembinaan sepak bola di daerah-daerah terkendala dengan keterbatasan anggaran.

Karena itu, pengurus PSSI yang baru diharapkan lebih memperhatikan pembinaan persepakbolaan di daerah agar perkembangan prestasi bisa merata.

Sulteng, kata Amran memiliki dua suara pada kongres PSSI di Solo yang akan digelar pada 9 Juli 2011.

Persbul merupakan satu-satunya wakil dari Sulteng yang berhasil menerobos ke Divisi Utama PSSI (ant/mac)

Launching YOI Sulteng Berlangsung Meriah

PALU-Sesuai jadwal, launching klub pengguna mobil Toyota Yaris, Yaris Owner Indonesia (YOI) Sulteng berlangsung Sabtu (2/7). Kegiatan yang berlangsung mulai sore hingga malam hari ini berlangsung sangat meriah.
Acara launching mulai tepat pukul 15.00 wita, yakni dengan konvoi lebih dari 100 pengguna Yarris start dari halaman PT Hadji Kalla cabang Palu. Dengan pengawalan dari Polantas, konvoi melewati jalan-jalan utama Kota Palu dan transit di Pantai Talise. Di tempat ini anggota YOI melakukan bakti sosial.
Kegiatan konvoi dilanjutkan pada malam hari, dengan finish di halaman parkir mal Tatura. Pada saat memasuk halaman parkir mal Tatura, peserta konvoi mendapat sambutan meriah dan cukup menyita perhatian pengunjung mal. Usai penyambutan konvoi, acara kemudian dilanjutkan dengan pagelaran berbagai aneka hiburan, band performance, DJ on the spot, game-game growvy dan kuis, foto growvy on Yarris serta bagi-bagi doorprize dari sponsor.
Di arena kegiatan juga di-display dua unit kendaraan Toyota Yaris yang telah mendapat ‘polesan’
Qool_it. Salah satu usaha jasa Variasi dan Cuci Mobil yang beralamat di jalan S parman ini adalah salah satu sponsor kegiatan launching YOI ini.
Dihubungi sebelumnya, Rizal Nurdin, Supervisor PT Hadji Kalla cabang Palu diler resmi mobil Toyota mengatakan, tujuan dibentuk YOI ini adalah untuk memanjakan pengguna Yarris. Sekaligus sebagai wujud apresiasi Hadji Kalla terhadap pengguna Yarris di daerah ini. Rizal memastikan, pengguna mobil Toyota Yaris yang menjadi anggota YOI akan mendapatkan member card, dan akan mendapatkan berbagai benefit. Dengan memiliki member card YOI, pengguna Yarris akan mendapatkan diskon khusus ketika melakukan pembelian spare part.
“Ketika melakukan pembelian kendaraan Toyota di Hadji Kalla, pengguna Yarris yang memiliki member card juga akan mendapatkan pelayanan khusus,” sebutnya.
Turut hadir dalam kegiatan launching YOI pengurus pusat YOI dan manajemen PT Hadji Kalla. (ars)

Sumber: Radar Sulteng

Polda Sulteng Masih Kejar Pemilik Puluhan Kaleng Sianida

PALU-- Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) hingga kini masih memburu pemilik 82 kaleng sianida tanpa dokumen berinisial AN. Gunawan alias Bob, pemilik rumah kontrakan yang dijadikan tempat menyimpan zat berbahaya ini kemungkinan akan tersangka.

Pernyataan ini disampaikan Kasubdit I Direktorat Narkoba Polda Sulteng Ajun Komisaris Besar Supriadi, Selasa (5/7). Sianida bernilai Rp400 juta ditemukan di sebuah rumah kontrakan di Jalan Asam, Kecamatan Palu Barat. "Kami masih nggota terus melakukan pengejaran pemilik sianida," kata Supriadi.

Saat ini pengejaran difokuskan ke wilayah Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) sesuai dengan keterangan yang diberikan oleh Gunawan. Sejak tambang emas Poboya diserbu penambang tradisional pada awal 2009 lalu, perdagangan sianida ilegal di Kota Palu kian meningkat.

Perusahaan Daerah Kota Palu yang merupakan satu-satunya instansi resmi penjualan sianida di wilayah Sulteng mencatat dari 125 pemilik tong yang terdaftar, hanya sebagian kecil yang membeli sianida di Perusda. (HF/OL-04)

Sumber: Mediaindonesia

Iskandar SQ: Belum Ada yang Tandingi Ceramah Zainuddin MZ

Senin, 04 Juli 2011


JAKARTA – Indonesia kembali kehilangan ulama besar. Hari ini, KH Zainuddin MZ meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta Selatan, akibat sakit yang dideritanya.

Kepergian Zainuddin MZ sontak mengejutkan banyak pihak termasuk para sahabatnya. Zainuddin dinilai sebagai pribadi yang mudah bergaul dan cerdas dalam berdakwah.

“Sampai saat ini, belum ada dai yang retorika ceramahnya seperti almarhum. Dia cerdas karena bisa menyampaikan dengan bahasa yang merakyat,” ujar sahabat Zainuddin, KH Noer Muhammad Iskandar SQ saat dikonfirmasi okezone, Selasa (5/7/2011).

Selain itu, kata Noer Iskandar, Zainuddin juga tidak pernah menutup diri untuk bergaul dengan para ulama yang usianya jauh lebih muda. Bahkan, Zainuddin kerap memberikan masukan kepada para dai-dai muda.

“Almarhum sangat mudah bergaul. Bahkan, almarhum tidak pernah berhenti mengkritisi pemerintahan yang dinilai zalim kepada rakyat,” tandas Pengasuh Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta ini.

Saat ini, jenazah Zainuddin sudah dipulangkan ke rumah duka di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Belum diketahui penyebab pasti meninggalnya kiai berjulukan dai sejuta umat ini.

(teb)
 
Support : Copyright © 2011. KORAN SULTENG - All Rights Reserved