Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Putera Indonesia Jadi Wapres Pemuda Sedunia

Kamis, 25 November 2010

Koransulteng-- Hebat! Putera asal Indonesia, Ahmad Doli Kurnia terpilih sebagai Wakil Presiden Pemuda Sedunia dalam forum pemilihan "General Assembly of World Assembly of Youth ke-15 yang berlangsung sejak 21 November 2010 di Malaka.

"General Assembly of World Assembly of Youth merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi organisasi pemuda internasional yang beranggotakan 120 organisasi nasional kepemudaan dari seluruh dunia," kata Ahmad Doli Kurnia melalui surat elektronik dari Malaka yang diterima redaksi ANTARA di Jakarta, Kamis.

Doli yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) mengatakan dirinya terpilih sebagai Wakil Presiden Pemuda Dunia mendampingi Presiden terpilih asal tuan rumah Malaysia, Datuk Idris Haron, untuk memimpin organisasi WAY periode 2010-2014.

Dalam pemilihan itu, Doli menyisihkan kandidat dari enam negara lain yakni Korea Selatan, Yaman, Bangladesh, Macedonia, Nigeria, dan Namibia.

"Saya merasa bersyukur dengan terpilihnya sebagai perwakilan Indonesia dalam kancah pemuda internasional, amanah ini akan saya jalankan sebaik-baiknya," katanya.

Dia mengatakan, kesempatan ini akan menjadi media untuk memajukan eksistensi pemuda Indonesia di kancah internasional.

"Kesemoatan ini juga akan saya gunakan untuk memperjuangkan kepentingan nasional Indonesia melalui organisasi pemuda internasional dan mendorong implementasi isu-isu strategis yang selama ini diperjuangkan oleh KNPI," katanya.

World Assembly of Youth (WAY) sendiri tambahnya telah memutuskan berbagai agenda dan isu penting salah satunya tentang perubahan iklim.

"Melalui forum ini pemuda Indonesia akan memperjuangkan isu mengenai perubahan iklim," katanya.

Bahkan KNPI mendapatkan rekomendasi dan ditunjuk oleh World Assembly of Youth menjadi perwakilan resmi untuk membangun komunikasi dengan Perserikatan Bangsa Bangsa mengenai isu perubahan iklim.

Sumber:http://id.news.yahoo.com

Inco Kembangkan Tanaman Pertanian di Lingkungan Tambang

Jumat, 19 November 2010

Koransulteng - Perusahaan tambang nikel PT Inco Tbk bekerjasama dengan Lembaga Pendamping Masyarakat Hulu Inia dan FIELD, membantu mengembangkan tanaman pertanian di areal sekitar penambangan.

Pengembangan itu bertujuan mensejahterakan masyarakat dan untuk tahap awal pengembangannya dilakukan di Desa Matano dan Desa Nuha, Kabupaten Luwu Timur, Sulsel, kata Community Relation PT Inco, Sohra di Sorowako, Jumat.

Desa Matano berada sekitar 60 menit dengan perahu dari Sorowako, sedangkan Desa Nuha dapat dicapai sekitar 45 menit dengan perahu dari Sorowako. Desa Nuha dan Desa Matano tergolong masyarakat pedesaan dan pertanian adalah mata pencaharian utama mereka.

Menurut dia, salah satu usaha tani pada dua desa ini adalah budidaya tanaman padi sawah dan kakao. Luas lahan sawah di Desa Matano 120 Ha. Sementara Desa Nuha mempunyai luas lahan 60 Ha.

Beberapa masalah yang dihadapi masyarakat dua desa tersebut dalam budidaya tanaman padi adalah hama penggerek batang, hama ulat, walangsangit dan hama tikus. Untuk mengendalikan hama tersebut, mereka sering menggunakan pestisida namun demikian sering hama tidak dapat dikendalikan dan banyak masyarakat belum memahami arti penting bahaya pestisida, ujarnya.

Selain hama, para petani di kedua desa tersebut dihadapkan pada kondisi tanah yang memiliki kandungan Fe cukup tinggi terutama di Desa Matan yang mengakibatkan tanaman tidak sempurna. Selain itu frekuensi tanam di masing masing desa itu hanya dapat dilakukan dua kali dalam setahun sehingga produktivitas lahan hanya mencapai rata-rata 1,5 - 2 ton.

Dari hasil kajian singkat fasilitator Hulu Inia, lembaga pendamping masyarakat yang didanai oleh PT INCO, bekerjasama dengan konsultan pertanian FIELD Indonesia pada Februari 2010 lalu, kondisi masyarakat Desa Nuha dan Matano secara umum kebutuhan pangannya masih tergantung dari luar desa.

?Hal ini disebabkan produksi pertaniannya (beras) sangat rendah yaitu sekitar satu hingga dua ton per hektar. Untuk memenuhi pangan atau beras di desa tersebut masyarakat mengandalkan pendapatan dari produksi tanaman coklat, usaha jasa transportasi danau dan lain-lain, ujar Sohra.

Karena itu, Hulu Inia bersama dengan lembaga FIELD Indonesia kemudian merancang serangkaian program pengembangan masyarakat untuk dua wilayah tersebut yang berbasis pertanian yang berkelanjutan.

"Program ini mendapat dana sepenuhnya dari PT INCO melalui dana Community Development serta didukung oleh Pemerintah Kecamatan Nuha. Adapun besaran dana yang disediakan adalah sekitar satu miliar rupiah," ujar Sohra .

Menurut dia, program pengembangan masyarakat Desa Nuha dan Matano berbasis pertanian yang berkelanjutan adalah upaya mengoptimalkan sumber daya yang ada di desa tersebut terutama untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar diantaranya pangan, termasuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat desa sehingga desa tersebut dapat berkembang seperti desa-desa lainnya. (T.pso-102/F003)

Sumber: Antara

Inilah Agenda Gayus Selama di Bali


Koransulten-Agenda plesiran mafia pajak Gayus Tambunan ke Bali kian terkuak. Polisi menyebut, Gayus menginap di kamar 5122 Hotel Westin yang bertarif Rp 5 juta per malam bersama anak dan istrinya.

Tak hanya menginap selama dua hari di Ocean Kids Club, sumber SCTV di kepolisian, Kamis (17/11), juga mengungkapkan, Gayus bertemu dengan seorang politisi partai terkemuka selama di sana. Mereka bertemu di sebuah restoran ikan di pinggir pantai.

Menurut Kapolda Bali Inspektur Jenderal Hadiatmoko, Gayus diketahui menginap tanpa pengawalan orang lain. "Iya, menginap dua malam. Bersama istri dan anaknya," ujar Hadiatmoko.

Siapa politisi yang dimaksud Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie disebut-sebut sebagai orang yang bertemu dengan Gayus di Bali. Isu ini terkait dengan pernyataan Gayus di pengadilan bahwa Bakrie Grup adalah penyumbang rekening Gayus senilai Rp 100 miliar.

Namun, kepada wartawan, Aburizal Bakrie membantah bertemu Gayus di Pulau Dewata. Namun, dia mengaku berada di Bali untuk menonton pertandingan tenis. "Isu itu. Ini jelas merupakan intrik politik," kata Aburizal Bakrie.

Ical, panggilan Aburizal Bakrie, boleh saja membantah. Masyarakat pun silakan saja berprasangka bahwa Gayus dan Ical memang bertemu di Bali. Satu hal yang pasti, masyarakat harus tetap menjaga konsistensi polisi dalam mengusut kasus tersebut agar tak dipengaruhi kepentingan politik mana pun.

Berikut informasi yang diperoleh SCTV terkait agenda Gayus selama di Bali:

Rabu, 3 November

Usai sidang, Gayus kembali ke Rutan Brimob Kelapa Dua Depok

Sorenya, dia jemput sopir dan pulang ke rumahnya di Kelapa Gading Park View, Jakarta Utara

Kamis, 4 November

Gayus memulai petualangannya ke Bali. Dia memakai nama palsu Sonny Laksono. Bersama istri dan anaknya, SL naik pesawat Lion Air dan menginap di Hotel Westin, kamar 5122.

Malam harinya, Gayus disebut-sebut makan malam dengan seorang pengusaha kaya yang juga politisi di restoran ikan, 200 meter dari kamar Gayus, persis di tepi pantai. Lokasi restoran ini tak terjangkau kamera CCTV.

Jumat, 5 November

Menonton tenis

Sabtu, 6 November, pukul 14.11-15.30 WIB

Gayus kembali menonton tenis, semifinal antara Ana Ivanovic dan Kimiko Date Krumm

Karutan Brimob Kompol Iwan Siswanto berulang kali menelpon Gayus, namun tak tersambung. Sopirnya bilang, Gayus pergi ke acara undangan di Tanjungpriok, Jakarta Utara

Kapolri Jenderal Timur Pradopo mengetahui Gayus tak berada di rutan. Dia memerintahkan Kabareskrim Komjen Ito Sumardi menangkap Gayus.

Minggu, 7 November

Gayus pulang ke rumahnya di Kelapa Gading Park View, Jakut

Tim Densus 88 menjemput Gayus dan kembali membawanya ke Rutan Brimob.(ULF)

Divonis Setahun Penjara, Idhamsyah Pikir-Pikir

Senin, 15 November 2010

Koransulteng -- Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulteng Idhamsyah Tompo divonis pidana penjara selama satu tahun. Ia dinyatakan terbukti korupsi dana hibah rehabilitasi gedung KNPI setempat senilai Rp 976 juta. Vonis itu dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Palu yang diketuai Amin Sembiring pada agenda sidang lanjutan pembacaan putusan, di Palu, Senin (15/11). Divonis Setahun Penjara, Idhamsyah masih pikir-pikir untuk upaya banding.

Selain hukuman penjara satu tahun, ketua KNPI Sulteng itu juga dijatuhi hukuman denda sebesar Rp 50 juta subsidair satu bulan dan biaya pengganti Rp 150 juta subsidair dua bulan. Vonis majelis hakim itu lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) I Gede Sukayasa yakni 16 bulan penjara, denda Rp 50 juta subsidair enam bulan penjara, dan biaya pengganti perkara sebesar Rp150 juta subsidair empat bulan kurungan.

Dalam putusannya, Ketua Majelis Hakim PN Palu Amin Sembiring menyebutkan, terdakwa Idhamsyah Tompo melanggar pasal 3 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke (1) KUHP jo pasal 64 ayat 1 KUHP.

Dalam sidang itu, majelis hakim juga memvonis Direktur Putra Karya Celebes Masud Hadie selaku kontraktor, dengan hukuman penjara selama satu tahun penjara, denda Rp 50 juta subsidair satu bulan, dan membayar biaya pengganti sebesar Rp 220.743.000.

Sama halnya dengan Idhamsyah Tompo, hukuman yang diberikan terdakwa Masud itu lebih ringan dari tuntutan jaksa yakni 18 bulan penjara, denda Rp 50 juta subsidair enam bulan, dan biaya pengganti Rp 220,7 juta subsidair lima bulan penjara.

Menurut hakim, terdakwa Masud terbukti melanggar pasal 18 ayat 1, 2, dan 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP jo pasal 64 ayat 1 KUHP.

Soal putusan hakim itu, kedua terdakwa menyampaikan pendapatnya yang berbeda. Terdakwa Idhamsyah Tompo mengaku masih pikir-pikir untuk melakukan upaya hukum banding, sementara terdakwa Masud menyatakan menerima putusan yang dijatuhkan majelis hakim terhadapnya.

Sumber: Republika Online

Des Alwi Sang Pelobi Ulung Telah Berpulang

Jumat, 12 November 2010


Koransulteng - Indonesia kembali kehilangan saksi sejarah, tokoh nasional, Des Alwi Abubakar yang meninggal dunia Jumat (12/11) sekitar pukul 5 dini hari di kediamannya Jalan Taman Biduri Blok N 1/7 Permata Hijau, Jakarta Barat.

Des Alwi lahir di Banda Naira, 17 Nopember 1927. Di Jakarta, ia terkenal sebagai pelobi tingkat tinggi dan simbol masyarakat Banda.

Sebagian orang menilai, kepiawaian Des Alwi dalam hal melobi, hingga mendapat julukan pelobi tingkat tinggi, dari petinggi nasional hingga internasional itu salah satunya hasil dari kebiasaannya bergaul dengan tokoh-tokoh tahanan politik yang dibuang ke Banda.

Des banyak belajar dari dr. Tjipto Mangunkusumo yang disebutnya sebagai Oom Tjip, Dr. Muhammad Hatta yang dipanggilnya sebagai Oom Kaca Mata, Sjahrir sebagai Oom Rir, Mr. Iwa Kusumah Sumantri dan beberapa anggota Sjarikat Islam

Ia adalah putra Banda Naira, tempat yang juga bersejarah bagi para pembesar negara ini. Des Alwi lahir di Desa Nusantara, Naira, pada 17 November 1927 dengan nama lengkap Des Alwi Abubakar.

Di sana, Des Alwi pertama kali bertemu dengan tokoh seperti Muhammad Hatta dan Sutan Sjahrir, di masa pembuangan mereka. Saat bertemu Hatta dan Sjahrir, Des Alwi baru berusia 8 tahun dan duduk di kelas dua ELS (Europeesche Lagere School).

Dari pertemuan pertama di dermaga itu, ia segera tahu bahwa keduanya adalah orang yang dibuang ke Boven Digul, karena wajah mereka pucat. Des Alwi menduga, orang yang dibuang ke sana kekurangan makan dan banyak yang menderita malaria.

Pertemuan itu tak pernah lepas dari ingatan Des Alwi. Ia bahkan menganggap pertemuan itu menjadi arah hidupnya hingga kini. Berkat kecerdikan dan kepandaiannya, Bung Hatta, --yang dipanggil Om Kacamata oleh Des—mengambilnya sebagai anak angkat. Sementara, “dari Oom Sjahrir, saya mendapat banyak wawasan dan pengertian,” kata Des Alwi.

Selain menjadi anak angkat Hatta, Gunawan Mohammad, budayawan, menyebut, Des Alwi juga menjadi anak angkat Syahrir. Des menjadi bagian hidup kedua tokoh yang mencintai anak-anak Banda tersebut.

Barangkali karena ‘pengaruh’ pendidikan Hatta dan Sjahrir, Des Alwi kemudian memiliki ‘kelebihan’ dalam berdiplomasi, hingga mendapat julukan pelobi tingkat tinggi. Des juga banyak belajar dari dr. Tjipto Mangunkusumo yang disebutnya sebagai Oom Tjip, dan Mr. Iwa Kusumah Sumantri, serta beberapa anggota Sjarikat Islam Indonesia lainnya.

Maka, dalam perjalanan karier selanjutnya, ia pernah beberapa kali menjadi Atache Press/Kebudayaan kedutaan besar republik Indonesia seperti KBRI Bern, KBRI Austria, dan KBRI Philipina. Bahkan ketika terjadi konfrontasi antara Indonesia–Malaysia tahun 1965-1975, ia sebagai Dinas Diplomatik terlibat dalam Operasi Khusus Tim Penyelesaian Konfrontasi itu. Des berhasil menjadi perantara ‘sulit’. Jurus-jurus kepiawaian diplomasinya, disebut-sebut mendekati almarhum mantan PM Tun Abdul Rahman dan almarhum mantan DPM Tun Abdul Razak berhasil meredakan konfrontasi itu.

Sumber: Tempo Interaktif.com

Mesum, Delapan Pasangan Mahasiswa Ketangkap Polisi

Koransulteng - Rupanya prilaku seks bebas muda mudi kota besar sudah menjangkit hingga kota kecil di pelosok. Di Tolitoli, ibukota Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, Polisi mengamankan delapan pasangan mahasiswa yang kedapatan ngeseks di sejumlah tempat kos di kota ini.
"Mereka terjaring dalam razia operasi penyakit masyarakat, yang mulai digelar sejak tanggal 8 November 2010," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Tolitoli, AKP Lexi Gagola, Jumat.

Jumat (12/11) dini hari hingga sore tadi, razia yang mendadak dilakukan di sejumlah tempat kos dan petugas mendapati tiga pasangan mesum di dalam kamar di lokasi yang berbeda.

Saat razia ini digelar, kata Lexi, pasangan tersebut tidak memiliki surat resmi menikah. Sehingga polisi langsung menggiring mereka ke Mapolres Tolitoli untuk diproses lanjut.

Sebelumnya, pada Kamis (11/11) polisi juga memboyong lima pasangan mahasiswa yang tengah ngeseks di kos-kosan mereka.

"Pengakuan mereka, lebih senang main di kos-kosan karena dirasa aman dari razia," ujar Lexi.

Lexi menjelaskan, pada umumnya mahasiswa dan mahasiswi yang terjaring razia ini adalah mereka yang sedang berpacaran.

"Penentuan target oprasi adalah kalangan anak muda yang tinggal di kos-kosan," tuturnya.

Delapan pasangan mesum, kata Kasat Reskrim ini, diperintahkan untuk membuat surat pernyataan dan laporan di SPK Polres Tolitoli.

Perempuan dan pria muda ini juga mendapat pengarahan dan pembinaan, bahwa perbuatan mereka dilarang dan telah melanggar norma.

Setelah itu, oleh polisi mereka diperbolehkan pulang dan hanya dikenakan wajib lapor 1 x 24 jam. Bila mengulangi perbuatannya, tak menutup kemungkinan polisi akan menindak lebih tegas perbuatan mesum yang bukan pasangan sah.

Kapolres Tolitoli, AKBP Ahmad Ramadhan mengatakan, razia pasangan mesum yang tidak memiliki surat resmi merupakan salah satu operasi pemberantasan penyakit masyarakat saat ini.

Razia ini akan terus digelar hingga tanggal 28 November 2010.

"Kami akan terus meningkatkan patroli penyakit masyarakat seperti razia peredaran minuman keras (miras) ilegal, razia pembalap liar hingga warga yang tidak memiliki surat sah untuk berhubungan layaknya suami istri," katanya.


Kabupaten Tolitoli adalah salah satu kabupaten di Sulawesi Tengah, Indonesia.
Ibu kota kabupaten ini terletak di Kota Tolitoli,sekitar ± 600 Km dari Kota Palu, ibu kota Sulawesi Tengah. Kabupaten ini memiliki luas
wilayah 4.079.6 Km2 dan berpenduduk sebesar 210.000 Jiwa (2008).

Kabupaten Tolitoli sebelumnya bernama Kabupaten Buol Tolitoli, Namun pada tahun 2000
berdasarkan Undang-undang No.51 Tahun 1999 kemudian Kabupaten Tolitoli dimekarkan
menjadi yaitu Kabupaten Tolitoli sebagai Kabupaten Induk dan Kabupaten Buol sebagai
kabupaten hasil pemekaran.
Luas Wilayah: 4.079.76 Km2 Jumlah Penduduk: 210.000 Jiwa ( Data Kependudukan Kantor Catan Sipil 2008). Tolitoli dikenal sebagai kota cengkeh, di sini beroperasi beberapa universitas dan perguruan tinggi.




Sumber: Antara

Pidato Lengkap Obama di Istana Merdeka

Rabu, 10 November 2010


Koransulteng - Kunjungan Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama begitu menarik perhatian. Dalam jamuan makan malam di Istana Merdeka semalam, dia akhirnya menyantap nasi goreng dan bakso yang ia rindukan. “Terima kasih untuk baksonya, nasi goreng, emping, dan kerupuk,” ujar Obama dalam pidato sambutan jamuan makan malam di Istana Merdeka, Selasa (9/10). “Semuanya enak!”

Sebelum makan malam, Obama dan Yudhoyono membahas kemitraan komprehensif antara Indonesia dan Amerika Serikat. Enam hal yang dibahas adalah kerja sama investasi, perdagangan, perekonomian, pendidikan, energi, dan kerja sama politik secara lebih mendalam dan terukur. Ia pun menegaskan keinginan Amerika Serikat untuk menjadi mitra dagang nomor satu Indonesia. "Saya tak ingin nomor tiga, melainkan nomor satu."

Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono memberikan tanda jasa Bintang Jasa Utama kepada ibu Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Stanley Ann Dunham Soetoro. Menurut Yudhoyono, penelitian yang dilakukan Stanley Ann Dunham mengenai peran perempuan dalam pemberdayaan ekonomi mikro kredit di desa-desa sangat berguna bagi peneliti Indonesia.

Stanley Ann Dunham adalah ibu dari Obama. Dia merupakan antropolog yang meneliti antropologi ekonomi dan perkembangan desa-desa. Stanley meninggal di usia 52 tahun pada 7 November 1995.

Obama mengucapkan terima kasih atas penghargaan tersebut. "Atas nama keluarga saya mengucapkan terima kasih," katanya.

Berikut isi lengkap pidato Obama dalam jamuan makan malam, Selasa (9/10) yang dilansir oleh situs Gedung Putih.


PRESIDENT OBAMA: President Yudhoyono, Mrs. Yudhoyono, to all the distinguished guests who are here today, thank you for this extraordinary honor. I am proud and humbled to accept this award on behalf of my mother. And although she could not be here in person, I know that my sister Maya Soetoro would be equally proud.

Now, I’m going to have the opportunity to speak tomorrow and so I will try to keep my remarks brief. First of all, thank you for the bakso. (Laughter.) The nasi goring. (Applause.) The emping. (Laughter.) The kerupuk. (Laughter.) Semuanya enak. (Laughter.) Thank you very much. (Applause.)

But the fact, Mr. President, that you would choose to recognize my mother in this way speaks to the bonds that she forged over many years with the people of this magnificent country. And in honoring her, you honor the spirit that led her to travel into villages throughout the country, often on the back of motorcycles, because that was the only way to get into some of these villages.

She believed that we all share common aspirations -- to live in dignity and security, to get an education, to provide for our families, to give our children a better future, to leave the world better than we found it. She also believed, by the way, in the importance of educating girls and empowering women, because she understood that when we provide education to young women, when we honor and respect women, that we are in fact developing the entire country. That’s what kept bringing my mother back to this country for so many years. That’s the lesson that she passed on to me and that’s the lesson that Michelle and I try to pass on to our daughters.

So on behalf of our entire family, we thank you. I am deeply moved. It is this same largeness of heart that compels us tonight to keep in our thoughts and prayers all those who are suffering who from the eruptions and the tsunami and the earthquake. With so many in need tonight, that’s one more reason for me to keep my remarks short.

As a young boy in Menteng Dalam 40 years ago, I could never imagine that I would one day be hosted here at Istana Negara -- never mind as President of the United States. I didn’t think I would be stepping into this building ever. (Laughter and applause.)

And I know that much has been made about how a young boy could move between such different countries and cultures as Indonesia and the United States. But the truth is, is that our two countries have far more in common than most people realize. We are two peoples who broke free from colonial rule. We are both two vast nations that stretch thousands of miles. We are both two societies that find strength in our diversity. And we are two democracies where power resides in the people. And so it’s only natural that we should be partners in the world.

I am fortunate to have a very strong partner in President Yudhoyono -- Indonesia’s first directly elected president, and a leader who has guided this nation through its journey into democracy. And our two nations are fortunate that we are forging a partnership for the 21st century. And as we go forward, I’m reminded of a proverb: bagai aur dengan tebing -- like bamboo and the river bank, we rely on each other.

And so I would like to propose a toast. In the spirit of friendship between our two countries, we are reminded of the truth that no nation is an island, not even when you’re made up of thousands of islands. We all rely on each other together, like bamboo and the river bank. And like my mother riding between villages on a motorcycle, we are all stronger and safer when we see our common humanity in each other.

So President Yudhoyono, and to all the distinguished who are here, thank you for your extraordinary friendship and the warmth with which you have received Michelle and myself. And I promise that it won’t take so long before I come back.


Sumber: Tempo

Komentar Tifatul-Michelle Mencapai 16 Halaman di Huffpost


Koransulteng - Jabat tangan antara Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring dengan Ibu Negara Amerika Serikat Michelle Obama menghiasi berbagai media sosial hingga media massa internasional. Maklum, bagi Menteri Tifatul yang notabene adalah anggota partai Islam haram hukumnya bersentuhan dengan wanita yang bukan muhrim.

Di Huffington Post, misalnya komentar soal salaman ini mencapai 16 halaman. Surat kabar yang memberitakan tentang salaman tersebut menuai tak kurang dari 527 komentar, 96 meretweet, dan 49 orang berbagi di jejaring sosial Facebook.

Rata-rata para komentator ini memberikan kesan miring dan ada pula yang tak mempercayai ucapan Menteri Tifatul yang mengaku sudah menghindar dari tangan Istri Presiden Obama itu. Huffington juga menyertakan potongan video saat Tifatul menyambut tangan Michelle dengan kedua tangan.

Media asing yang juga memberitakan tak lain adalah Washington Post. Surat kabar Amerika Serikat ini juga menampilkan potongan gambar dari sebuah televisi nasional saat mereka bersalaman.

Berita jabat tangan ini menjadi salah satu isu utama yang paling banyak dilihat. MSN juga memberitakan soal salaman ini dan menampilkan dalam video yang dilink-kan ke situs twww.bing.com. Dalam video itu tampak Menteri Tifatul dengan senyum lebar agak membungkukkan badan dan kedua tangan menyambut tangan Michelle Obama. USA Today mengutip Associate Press juga memberitakan kejadian salaman tersebut.

Adapun dalam akun Twitternya, Menteri Tifatul masih berkukuh untuk mempertahankan jawabannya kepada followernya. Dia merujuk pada kutipan yang ditulis Koran Tempo. "Proporsional, tidak ditambah-tambahi. Apanya yang bohong?*soal handshake*.

Salaman Menteri Tifatul ini menjadi kicauan hangat di twitter sore hingga tadi malam. Tifatul langsung menjawab kicauan followernya. Dia menjawab bahwa kejadian salaman itu tidak disengaja. "Sudah ditahan 2 tangan, eh bu michele- nya nyodorin tangannya maju banget...kena deh," ujar Tifatul dalam posting akun twitternya.

Sumber:http://www.tempointeraktif.com

Obama: "Indonesia Bagian dari Diri Saya"


Koransulteng - Dari bahasa tubuhnya, Presiden Amerika Serikat Barack Obama agaknya memiliki ikatan emosional yang lebih kuat ke Indonesia ketimbang negara-negara lain yang pernah dikunjunginya.

"Indonesia adalah bagian dari diri saya," katanya di Universitas Indonesia, Depok, Rabu.

Bukan hanya karena dia mempunyai keluarga asal Indonesia dan pernah tinggal di Jakarta, tapi juga karena dia mungkin melihat Indonesia memang penting bagi AS.

Sejak menjejakkan kaki di Halim Perdanakusumah, memeluk hangat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sampai kuliah umum di UI, gerak tubuh Obama mengisyaratkan dia nyaman berada di Indonesia.

"Pulang kampung nih," katanya, mengisyaratkan Indonesia dipandangnya lebih dari sekedar negara yang dikunjunginya.

Kedekatannya dengan negeri ini dia gambarkan lewat cerita Jakarta tempo dulu kepada ribuan orang yang diantaranya 2.000 mahasiswa yang lahir jauh setelah 1960an di mana dia pernah tinggal di Jakarta.

Dia bandingkan itu dengan kondisi sekarang untuk menegaskann bahwa Indonesia telah jauh berkembang dan masuk elite ekonomi dunia sehingga AS tidak boleh mengabaikannya.

Para pakar AS sendiri mengingatkan bahwa Indonesia adalah pemain kunci di Asia Tenggara. Kantor berita Reuters bahkan menyebut AS kini meyakini Indonesia sekelas anggota blok ekonomi baru dunia yang terus meningkat pengaruhnya; BRIC (Brazil, Rusia, India dan China).

AS juga melihat Indonesia sebagai pelita demokrasi Asia Tenggara, apalagi bagian terbesar kawasan ini cenderung berpemerintahan otoriter.

"Kami melihat Indonesia sebagai persimpangan banyak kepentingan kunci Amerika dan kami melihat ini sebagai kemitraan amat penting demi masa depan kepentingan Amerika di Asia dan dunia," kata Deputi Penasihat Keamanana AS Ben Rhodes.

Obama sendiri menyatakan, AS berkepentingan menjamin pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Oleh karena itu dia melihat pentingnya membangun kemitraan di banyak bidang (kemitraan komprehensif) dengan Indonesia.

Di antara yang disebut Obama adalah energi ramah lingkungan (green energy), satu tema baru yang tak pernah ditawarkan para presiden Amerika sebelumnya.

"Amerika mendukung kepemimpinan kuat negeri Anda dalam upaya global memerangi perubahan iklim," kata Obama menekankan sasaran ideal dari energi ramah lingkungan itu.

Ketika hutan-hutan Indonesia rusak oleh eksploitasi bisnis, tawaran Obama ini adalah lampu hijau agar Indonesia kian aktif lagi menyelamatkan ekosistemnya.

Obama juga melihat Indonesia sebagai mitra dagang penting. "Kami ingin menjadi (mitra dagang) nomor satu (bagi Indonesia)," katanya dalam jumpa pers bersama Yudhoyono, Selasa, setelah Presiden RI ini mengungkapkan bahwa AS adalah pasar ketiga terbesar Indonesia.

Namun, Obama meminta Indonesia mendorong terciptanya iklim usaha transparan, akuntabel dan bebas korupsi. "Pembangunan adalah tentang bagaimana gagasan yang baik tak dicekik oleh korupsi," katanya.

Bagi Obama, mengutip Joshua Kurlantzick dari Council on Foreign Relations, tantangan pemerintahan Yudhoyono adalah mengambil langkah lebih kuat lagi dalam menangani soal-soal yang menjadi perhatian Washington, seperti memerangi korupsi dan menciptakan iklim investasi yang sehat.

Untuk dunia

Obama tak hanya ke Jakarta untuk merekatkan hubungan dengan Indonesia, tapi juga menyampaikan pesan-pesan penting kepada dunia, terutama dunia Islam dan juga China.

Di kampus UI, Presiden Obama dalam pidatonya mengajak dunia membangun demokrasi dan memahami kemajemukan, seperti Indonesia menegakkan dua fondasi kehidupan madani ini. Dia bahkan menunjuk semboyan "Bhinneka Tunggal Ika" sebagai referensi penting bagi dunia.

"Ini adalah fondasi dari teladan Indonesia untuk dunia, dan ini adalah alasan mengapa Indonesia akan berperan penting di abad 21," katanya.

Obama mungkin tak memahami semboyan itu dari buku atau referensi. Dia mungkin mendapatkan pemahaman ini semasa bersekolah di Indonesia dulu, atau mungkin dari pengalaman bersosialisasi semasa kecil di Indonesia dan ibunya yang selalu mengajarinya tentang multikulturalisme.

Yang pasti kefasihan seperti itu lahir karena dia jauh lebih mengenal Indonesia ketimbang kebanyakan elite politik AS lainnya.

Sementara itu di Mesjid Istiqlal, mesti tak berpidato semenit pun, gambaran Obama masuk mesjid dengan mengapit imam Mesjid Istiqlal, bersama istrinya Michelle yang berkerudung, adalah pesan kuat untuk dunia, khususnya dunia Islam, bahwa Obama dan Amerika tak bermasalah dengan Islam.

"Amerika tidak sedang dan tidak akan pernah, berperang dengan Islam," katanya kemudian di UI.

Obama tahu musuh-musuh politiknya akan mempolitisir warna keyakinannya karena memasuki Istiqlal, mengucapkan assalamualaikum, dan membiarkan istrinya berkerudung.

Tapi Obama menghadapi risiko itu karena tahu bangsanya tak gampang dididihkan oleh sentimen semacam itu.

Buktinya, sekalipun pada pemilu sela pekan lalu partai Demokrat kalah dari Republik, alasan utama dari kekalahan itu bukan karena Obama berpeci atau masuk mesjid.

Kekalahan Demokrat di DPR terjadi setelah pemilihnya menyeberang ke Republik karena kecewa pada manajemen ekonomi pemerintahan Obama, tulis Washington Post (3/11).

Penting Juga


Sejumlah kalangan menilai kunjungan singkat Obama ke Indonesia menunjukkan AS tak menganggap penting Indonesia. Namun jika mengikuti pidato Obama di UI, klaim itu agak kurang tepat karena Obama malah melihat Indonesia sestrategis sekutunya yang lain.

Boleh jadi Obama merasa AS tak bermasalah dengan Indonesia sehingga tak perlu berlama-lama "meyakinkan" atau "membujuk" Indonesia demi kesepakatan-kesepakatan bilateral yang diharapkan hadir kemudian.

Obama tak merasa Indonesia "merampas" kesempatan kerja pekerja-pekerja IT seperti dikeluhkan AS kepada India. Obama tak melihat Indonesia merusak keseimbangan neraca perdagangannya seperti dirasakan AS dari China.

Obama juga tak memandang pasar ekonomi Indonesia sesulit Korea Selatan yang meski diikat perjanjian perdagangan bebas, tetap sukar ditembus produk Amerika.

Lagi pula, berkat investasi budaya bertahun-tahun, AS bisa mengandalkan "sahabat-sahabat Amerika" untuk tetap menjaga pandangan bahwa Amerika tetap penting bagi Indonesia.

Para sahabat Amerika ini terdiri dari elite yang bisa saja wartawan, politisi, intelektual kampus, teknokrat, pengusaha, birokrat, aktivis atau bahkan seniman.

Dengan sahabat-sahabat sevital itu, Obama mungkin tak punya alasan untuk mencemaskan Indonesia berpaling dari AS.

Namun, dengan terbang ke Seoul tanpa menyinggahi Australia, itu menunjukkan Indonesia sebenarnya dianggap lebih penting ketimbang Australia yang justru sekutu tradisional AS yang hampir selalu menjadi tujuan lawatan para presiden AS.

Para pakar strategis sendiri menganggap AS mesti merengkuh Indonesia dalam rangka menandingi pengaruh China yang akhir-akhir ini membuat cemas negara-negara di Asia Tenggara.

Tak heran, mengutip Reuters, kunjungan Obama ke Jakarta juga dicermati serius oleh negara-negara Asia Tenggara lainnya, yaitu apakah pertemuan itu memunculkan komitmen AS untuk mengimbangi pengaruh Beijing di kawasan ini.

Jafar M. Sidik

Jakarta (ANTARA News)

Johannes Leimena Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

Koransulteng -- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono direncanakan memberikan gelar pahlawan nasional kepada DR Johennes Leimena pada 10 November 2010 di Jakarta.

“Penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada, DR Johanes Leimena bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan Nasional tanggal 10 November 2010,” kata Wakil Gubernur Maluku Said Assagaff,di Ambon, Senin.

Menurut Assagaff, pemberian gelar itu kepada Leimena merupakan penghormatan dari Negara kepada rakyat Maluku, karena Leimena salah seorang putera daerah ini dinilai memiliki andil besar dalam memperjuangkan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Ini merupakan kebangaan rakyat Maluku, karena satu lagi putra terbaik daerah ini diberi gelar pahlawan nasional setelah,Thomas Matulessy dan Christina Martha Tiahahu,” ujarnya.

Assagaff mengatakan, andil yang diberikan Leimena dalam percaturan politik di tanah air patut dijadikan contoh dan teladan oleh generasi muda di Maluku saat ini.

“Sosok Leimena, harus dijadikan contoh. Dalam berbagai perundingan baik di dalam maupun luar negeri, Leimena selalu menjadi pioner. Selain sebagai tokoh penandatanganan perjanjian Renvile, ia juga salah seorang juru runding Konfrensi Meja Bundar (KMB) di Den Hagg Belanda,” ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Sosial mengajukan 10 nama tokoh yang telah diseleksi untuk memperoleh gelar pahlawan nasional kepada Dewan Gelar, Tanda Kehormatan dan Tanda Jasa.

Tokoh tersebut adalah mantan Gubernur DKI Ali Sadikin dari Jawa Barat, Habib Sayid Al Jufrie (Sulteng), mantan Presiden HM Soeharto (Jawa Tengah), mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Jawa Timur), Andi Depu (Sulawesi Barat), Johannes Leimena (Maluku), Abraham Dimara (Papua), Andi Makkasau (Sulawesi Selatan), Pakubuwono X (Jawa Tengah) dan Sanusi (Jawa Barat).

Wagub Assggaff menambahkan, saat ini pemerintah provinsi sedang merampungkan pembangunan rumah Johannes Leimena di Desa Ema, Kecamatan Leitimur Selatan Pulau Ambon.

“Rumah Leimena dibangun sesuai arsitektur aslinya, memiliki dua kamar dan satu ruangan untuk perpustakaan,” katanya

Johannes Leimena lahir pada 6 Maret 1905 dan meninngal dunia dalam usia 72 tahun di Jakarta. Sepanjang hidupnya ia tercatat sebagai Menteri yang paling lama memgang jabatan pada masa Soekarno.

Sumber: Antara

Pengungsi Mentawai Butuhkan Sembako, Pakaian Untuk Natalan

Selasa, 09 November 2010


Koransulteng- Pengungsi korban gempa dan tsunami di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumbar, masih membutuhkan bantuan beras, minyak goreng, baju anak, dan kelambu untuk persiapan natal.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Paulinus, di Sekakap, Selasa, stok beras yang ada saat ini masih cukup hingga dua minggu ke depan.

"Kita berharap donatur yang akan menyalurkan bantuan dapat lebih memprioritaskan bantuan yang sangat dibutuhkan itu, sehingga dapat memenuhi kebutuhan pengungsi saat natal," katanya.

Selain itu, katanya, para pengungsi juga membutuhkan hunian sementara, sehingga para korban dapat merayakan hari natal dengan hikmat.

"Sekarang ini pemda tengah melakukan sosialiasi dan saat ini masih dilakukan survei lokasi untuk pembangunan hunian sementara tersebut, rencananya akan dibangun di lokasi perbukitan," katanya.

Ia mengatakan, sebanyak Sebanyak 1116 unit hunian sementara akan dibangun di Kabupaten Kepulauan Mentawai untuk merelokasi korban gempa dan tsunami yang masih berada di pengungsian.

"Hunian sementara itu disediakan oleh Pemerintah Provinsi Sumbar sebanyak 600 unit dan 516 unit akan disumbangkan PMI," jelasnya.

Menurutnya, hunian sementara tersebut akan dibangun di kawasan perbukitan sehingga masyarakat aman dari ancaman tsunami dan tidak mengganggu mobilitas masyarakat antara lain di Desa Muara Taikako.

Sumber:Antara

Dua Polisi Diproses Pidana dalam Kasus Buol


Koransulteng -- Dua polisi dari Polres Buol, Sulteng, akhirnya diproses pidana karena diduga terlibat dalam kasus kerusuhan berdarah di wilayah itu yang mengakibatkan delapan warga sipil tewas tertembak dan puluhan lainnya luka-luka.

"Saat ini baru dua anggota yang diproses pidana karena kasus penganiayaan terhadap almarhum Kasmir Timumun, tahanan yang tewas di Mapolsek Biau," kata Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Muhammad Amin Saleh kepada wartawan di Palu, Senin (8/11).

Kapolda tidak menyebutkan nama kedua polisi tersebut. Saat ini, tim penyidik Direktorat Reserse Kriminal Polda Sulteng telah mengirimkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan atau SPDP ke Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah.

Informasi yang berhasil dihimpun di Kejaksaan Tinggi Sulteng menyebutkan, dua polisi yang diproses pidana itu yakni Brigadir Sukirman dan Brigadir Haruna. Keduanya anggota Satuan Polisi Lalu Lintas Polres Buol.

Proses pidana terhadap kedua polisi itu dilakukan berdasarkan pemeriksaan dan kemudian terungkap di dalam sidang disiplin Polri yang digelar beberapa waktu lalu di Mapolda Sulteng. Kedua polisi itu diproses hukum karena telah memenuhi syarat atau unsur pidananya, sehingga harus segera diproses.

Sumber:Media Indonesia

Guru Tua, Sang Pencerah dari Timur


Koransulteng--Berawal dari sebuah madrasah di Palu,Sulteng, yang dibuka pada 14 Muharram 1349 Hijriah, bertepatan 11 Juni 1930 Masehi, sekolah yang dibiayai Habib Idrus bin Salim Ajufri terus berkembang pesat.

Bangunan sekolah sederhana yang dibangun dan dibiayai oleh Habib Idrus Bin Salim Aljufri itu, yang berkembang mencapai ratusan madrasah di kota-kota dan kampung-kampung di bagian Timur Kepulauan Indonesia, bernama Alkhairaat.

Madrasah buah karya Guru Tua, demikian Sayyid Idrus dipanggil oleh murid-muridnya, tersebar di Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Kalimantan Timur, Maluku Utara, dan Irian Jaya, serta Jakarta.

Oleh Guru Tua perguran itu diberi nama Alkhairaat dengan harapan keberkatan dari nama yang banyak disebut dalam Alquran itu, kata Sofyan Thaha Bachmid, Wakil Sekjen Pengurus Besar Alkhairaat.

Dalam rentang waktu 39 tahun sejak Habib Idrus mendirikan Perguruan Alkhairaat hingga ajal menjemputnya pada 1969, sudah ada sekitar 420 madrasah Alkhairaat yang tersebar di Indonesia bagian timur.

Guru Tua mengandalkan usaha dagang yang dikelolanya untuk membiayai madrasah tersebut, selain juga mengandalkan swadaya masyarakat melalui wakaf tanah dan harta.

Ia tidak mendamba bantuan pemerintah karena Alkhairaat justru banyak menolong merekatkan bangsa dan memberdayakan kaum papa negeri ini dengan kemampuannya mengorganisasi dan memobilisasi sumber daya ekonomi secara mandiri untuk keberlangsungan pendidikan umat.

Menurut Sofyan Bachmid, Guru Tua total dalam membantu masyarakat yang terbelakang dalam hal pendidikan dan akidah. Hal itu dapat disimak dalam syairnya, "Aku ajak setiap muslim kepada ilmu dan taqwa dengan kesahajaanku, hartaku, pena dan lisanku."

Ikhlas menjadi kunci utama kekuatan yang menyemangati dan melandasi Guru Tua dalam membangun kejayaan perguruan Alkhairaat. Niat ikhlas yang ditunjukkannya itu pula yang mampu menumbuhkan kepercayaan orang untuk berlomba-lomba mewakafkan tanah dan hartanya untuk kemajuan pendidikan.

Dalam beberapa kesempatan di masa hidupnya, Habib Idrus selalu menganjurkan murid-muridnya dan masyarakat untuk ikhlas dalam bekerja.

Lagi-lagi seruan iklas ini termaktub dalam syairnya. "Dan bukanlah jua maksud hati mendapat harta, pun beroleh pangkat sungguh, hanyalah semata untuk tujuan mencapai Keridhaan Allah menuju surga kenikmatan," Sofyan Bachmid mengutip syair Guru Tua.

Habib Idrus lahir di Taris, Hadramaut, Yaman Selatan, pada Senin, 14 Sya’ban 1319 H atau 1899 M. Ia berasal dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang taat beragama dan cinta ilmu pengetahuan.

Habib Idrus hafal Alquran pada umur 12 tahun

Ayahnya, Al-Allamah Al-Habib Salim, merupakan seorang ilmuwan dan tokoh yang mempunyai banyak karangan dan tulisan dari berbagai bidang ilmu, dan ia memegang jabatan sebagai kadi dan mufti di negerinya.

Ibunya, Syarifah Nur Aljufri, mempunyai hubungan kekeluargaan dengan Aru Matoa atau Raja yang dituakan di Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.

Pada usianya yang tergolong amat muda, kurang lebih berusia 19 tahun, ia telah menjadi seorang ulama yang terkenal di tanah airnya. Pada 1335H/1916M ia ditunjuk oleh Sulthan Hadramaut, Sultan Mansyur, untuk menggantikan posisi ayahnya sebagai mufti atau kadi (Mahkamah Agung), suatu jabatan yang tidak dapat diberikan kecuali kepada orang yang berpengetahuan luas dan berwibawa.

Dalam buku Perguruan Islam Alkhairaat dari Masa ke Masa yang disusun oleh Pengurus Besar Alkhairaat disebutkan bahwa Indonesia bukan negeri asing dan baru bagi Sayyid Idrus.

Ia pertama kali datang ke negeri ini pada saat berumur kurang lebih 17 tahun bersama ayahnya dengan maksud mengunjungi sanak keluarga yang berada di Pulau Jawa dan Sulawesi.

Kunjungan keduanya pada tahun 1922 berkaitan erat dengan sikap dan perlawanannya yang keras terhadap imprealisme Inggris di negarinya.

Pilihan ke Indonesia tidak hanya melepaskan kerinduannya dengan kampung halaman neneknya, tetapi sekaligus menetap dan berkiprah untuk umat Islam di Indonesia.

Setelah melanglang buana sebagai dai, pendidik, dan pedagang, dia bertemu dan berkenalan dengan beberapa ulama di Jawa, khususnya K H Hasyim Asy’ari, pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang.

Maka, pada tahun 1929 Sayyid Idrus menuju Sulawesi melalui Maluku dan singgah di Ternate selama beberapa minggu.

Seterusnya ia melanjutkan ke Manado dan pada akhirnya ia memilih Palu sebagai tumpuan dan harapan pendidikan dan dakwahnya. Di lembah ini, Guru Tua mendirikan madrasah yang kemudian diberi nama Alkhairaat.

Mengembangkan perguran Alkhairaat bukan tanpa hambatan. Pembukaan madrasah di Wani, kota kecil di bagian utara Donggala, terpaksa dipindahkan ke Palu, yang kala itu masih dalam wilayah administrasi Donggala.

Pemerintah Belanda tidak memberi izin bagi kegiatan madrazah di Wani karena sebagian pengikut Guru Tua di Wani dituduh terlibat pemberontakan Salumpaga di Tolitoli.

Kepindahan perguruan Alkhairaat ke Palu tidak serta merta bebas dari pengawasan Pemerintah Belanda.

Perguruan Alkhairaat sempat dilarang Pemerintah Belanda karena ajaran Guru Tua, khususnya yang bersumber dari kitab Izhatun Nasyi’in, karya Musthafa Al-Ghalayani.

Kitab itu dianggap berbahaya karena dapat membangkitkan semangat juang rakyat untuk melakukan perlawanan. Perlakuan seperti itu masih tetap diberlakukan oleh Pemerintah Jepang.

Meskipun dilarang, Guru Tua tak pernah patah semangat. Ia terus bergerilya sambil mengajar, dan selama berpindah-pindah tempat selama 15 tahun, Guru Tua berhasil mendirikan 400 madrasah yang meliputi ibtidaiyah, tsanawiyah, aliyah, dan mualimmin (setingkat diploma).

Habib Idrus
wafat tepat pada Senin 22 Desember 1969 atau 12 Syawal 1389. Kematiannya merupakan "pukulan telak" bagi masyarakat Sulawesi Tengah dan murid-murid yang tersebar di Kawasan Timur Indonesia.

Habib Idrus termasuk dalam 10 orang yang diusulkan untuk mendapat gelar pahlawan nasional, sesuatu yang pantas untuk pribadi agung yang buah karyanya masih dirasakan oleh sebahagian anak negeri.

Sumber: Kompas/Antara

Presiden Obama di Masjid Istiqlal


Koransulteng-Presiden Amerika Serikat Barack Obama melakukan kunjungan ke Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu pagi. Menjelang kedatangan presiden ke-44 AS itu pengamanan di sekitar masjid terbesar di Asia Tenggara tersebut diperketat.

Para tamu undangan dan wartawan memasuki halaman Masjid melalui pintu masuk di Medan Merdeka Timur.

Sebelum memasuki kawasan Masjid dilakukan pemeriksaan identitas guna memastikan nama yang bersangkutan tercantum dalam daftar hadir.

Selain dilakukan pemeriksaan barang melalui pemindai elektronik, barang-barang para tamu undangan termasuk kamera dan komputer jinjing juga diperiksa secara manual oleh pasukan pengamanan presiden AS.

Para tamu undangan yang rata-rata telah tiba di lingkungan Masjid sekitar satu hingga dua jam sebelum acara dipersilakan menunggu di ruang-ruang tunggu khusus dengan penjagaan petugas dari Kedutaan Besar AS dan pasukan pengamanan presiden AS.

Ketatnya pengamanan tidak memungkinkan para tamu yang telah berada di lingkungan Masjid untuk berkeliaran tanpa izin dan pemandu.

Presiden Obama dan istrinya, Michelle Obama tiba di halaman Masjid sekitar pukul 08.30an kemudian diterima oleh Imam Masjid Istiqlal KH Ali Mustafa Yaqub MA di Ruang VIP melalui pintu Al Malik yang menghadap Stasiun Juanda.

Obama kemudian akan mendengarkan penjelasan mengenai sejarah Masjid dan diperlihatkan sejumlah lokasi di sekitar Masjid, antara lain tempat maket Masjid, bedug serta Menara Masjid guna melihat keseluruhan bangunan Masjid.

Terkesan

Presiden Amerika Serikat Barack Obama terkesan dengan toleransi beragama di Indonesia.

Hal itu dikemukakan oleh Presiden Obama setelah mendengarkan penjelasan Imam Masjid Istiqlal KH Ali Mustafa di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu pagi.

Obama beberapa kali menganggukkan kepalanya dan tersenyum saat mendengarkan penjelasan Imam Masjid. Ia juga tampak mengulang sejumlah pernyataan Imam seakan untuk menegaskan bahwa ia tidak salah memahami.

Imam Masjid menjelaskan lokasi Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral yang terletak berhadapan sebagai salah satu simbol harmonisasi dan kerjasama antar umat beragama di Indonesia.

Ia menjelaskan kepada Obama dan istrinya di pelataran Masjid bahwa setiap terjadi perayaan Hari Raya Umat Muslim maupun Umat Nasrani, baik Masjid Istiqlal maupun Gereja Katedral bergantian meminjamkan halamannya sebagai lahan parkir.

Obama mengenakan jas berwarna gelap dan dasi biru saat tiba di Istiqlal sementara itu Michelle Obama mengenakan setelan celana panjang dan kemeja panjang berwarna hijau muda serta kerudung warna senada.Pasangan itu berada di Masjid Istiqlal kurang dari setengah jam.

Sumber: Antara

Obama : "Pulang Kampung Nih"


Koransulteng-- Presiden Amerika Serikat Barack Obama didampingi Ibu Negara Michelle Obama melambaikan tangan saat turun dari pesawat Air Force One di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Selasa (9/11).

"Pulang Kampung Nih" kata Obama dalam bahasa Indonesia pada bagian awal pidatonya di Balairung Universitas Indonesia, Rabu.

Dia mengemukakan, saat dirinya tinggal di Jakarta, ibukota Indonesia itu sangat berbeda dengan sekarang. Ketika itu, katanya, tak banyak bangunan bertingkat. "Hotel Indonesia adalah satu dari beberapa bangunan tinggi, dan waktu itu cuma ada satu departement store besar, Sarinah. Becak dan bemo adalah sarana untuk bepergian, mobil belum banyak," kata Obama yang menyampaikan pidatonya dalam bahasa Inggris.

Dia juga menyebutkan tentang masa kecilnya di kawasan Menteng Dalam dan tinggal di rumah kecil."Saya mulai cinta Indonesia," katanya lalu mengatakan masa kecilnya yang diwarnai dengan bermain di pematang sawah dan menangkap capung serta pedagang makanan keliling. "..Sate, baso, saya ingat pedagang keliling itu selalu berteriak sateee!, basoooo!...enak ya," kata Obama lagi dalam bahasa Indoensia yang disambut riuh hadirin.

Menurut Obama, dari gurunya dia mulai tahu tentang Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau dan ratusan bahasa. Obama mengemukakan ayah tirinya, Lolo Soetoro, seorang muslim yang mengajarkan padanya bahwa semua agama harus dihormati. Menurut Obama, karakteristik toleransi beragama di Indonesia adalah sesuatu hal yang sangat pantas dihormati.

Pada bagian lain, dia juga mengemukakan dirinya sangat tersanjung saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan penghargaan terhadap ibunda Obama, Ann Dunham atas karyanya. Menurut Obama, ibunya "membuat Indonesia dekat dengan diri kami."

Obama juga mengemukakan banyak yang sudah berubah sejak empat puluh tahun lalu ketika dirinya tinggal di Jakarta. "Kalau anda tanya saya atau teman-teman saya dulu, mungkin tidak ada yang menyangka saya akan kembali sebagai presiden," kata Obama.

Obama kemudian membahas tiga hal penting yaitu pembangunan, demokrasi dan keyakinan beragama.
Puspa Perwitasari
Jakarta (ANTARA News)

Maya Soetoro, Senjata Rahasia Barack Obama

Koransulteng- Sepanjang sejarah pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS), baru sekarang nama Indonesia sangat kerap disebut oleh media massa setempat.

Selasa (5/2), nama Indonesia disebut lagi secara luas setelah Barack Obama menang dalam pemungutan suara pemilih Partai Demokrat di Indonesia, kaukus suara di luar negeri yang sekarang menjadi salah satu yang amat menarik untuk diberitakan.

Barack Obama-lah, calon Presiden AS dari Partai Demokrat, yang membuat Indonesia tiba-tiba begitu dekat dengan AS.

Keterikatan Obama dan Indonesia bahkan lebih pekat dari yang diperkirakan setelah pemberitaan mengenai peran dan identitas adik perempuannya yang berdarah Jawa, Indonesia, Maya Soetoro Ng, semakin luas.

Sebelumnya, orang Indonesia lebih mengenal Obama hanya sebagai seorang AS yang menghabiskan sebagian masa kecilnya di Indonesia. Kini, pengetahuan itu bertambah dengan kepopuleran Maya Soetoro.

Ayah kandung Obama yang bernama Barack Hussein Obama adalah seorang Afrika berkewargnegaraan Kenya, sedangkan ayah kandung Maya adalah Lolo Soetoro, pria Jawa Timur tulen. Baik ayah kandung maupun ayah tiri Obama menganut keyakinan Islam.

Obama dan Maya beribu sama, seorang perempuan kulit putih bernama Stanley Ann Dunham.

Selama ini orang AS mengenal Michelle Obama, istri Obama, sebagai orang kuat di balik kampanye kecalonpresidenan dan karir politik Obama.

Tapi, setelah kampanye itu memasuki babak terpanasnya, orang AS mulai ingin mengenal lebih dekat sosok Obama, terutama keluarganya.

"...(selain Michelle) ada dua lagi senjata rahasia Barack Obama, yakni kakak perempuannya Auma Obama dan adik perempuannya Maya Soetoro Ng," tulis Amy Argetsinger dan Roxanne Roberts dari Washington Post (22/1).

Kedua wartawati The Post itu menyebutkan, aset politik terbesar Obama adalah tradisi multikultur yang ada dalam keluarganya. Tradisi itu dikembangkan oleh para perempuan di sekitar Obama, mulai ibunya sampai Maya Soetoro.

Begitu besarnya peran perempuan terhadap Obama tercermin dari perangai dan sikapnya yang lembut. Hampir semua orang terdekatnya adalah perempuan. Lima perempuan menjadi kekuatan inti pribadi Barack Obama, yaitu Michelle, ibundanya yang almarhum, sang nenek, Maya, dan Auma.

Keluarga Obama yang unik, karena berkomposisi ras warna-warni, sungguh menarik perhatian banyak orang di AS.

Auma adalah asli keturunan Kenya. Ibunda Auma adalah istri pertama dari Barack Obama Sr. Sedangkan, Maya, membawa darah campuran Asia (Jawa, Indonesia).

Saudara-saudara Obama yang lain hidup tenteram di Iowa, New Hampshire, dan jauh dari publikasi media, sehingga menyembunyikan keunikan keluarga Obama yang sesungguhnya merangsang apresiasi publik AS itu.

Meski berbeda ayah, mereka selalu berdekatan dan berkomunikasi sangat rekat, khususnya hubungan antara Maya dengan Obama.

Sampai sekarang Maya yang tumbuh besar bersama Obama di Indonesia dan Hawaii tetap mengenang masa kecil yang indah bersama sang abang. Berjam-jam ngobrol di telepon, menjadi tempat berkeluhkesah tatkala dibelit frustasi dan dirundung bingung, atau sebagai pelindung yang kadang terkesan protektif.

"Dia membantuku menentukan pilihan," kata Maya kepada Chicago Sun Times edisi 9 September 2007.

Maya yang sering dikira orang Latin atau hispanik itu sekarang telah menjadi istri pria Kanada keturunan Cina, Konrad Ng. Mereka dikarunia anak perempuan berusia 3 tahun bernama Suhaila.

Maya memeroleh gelar PhD dari Universitas Hawaii, dan sekarang mengajar pada sebuah sekolah di Honolulu, sedangkan suaminya adalah PhD ilmu politik yang aktif dalam kampanye kepresidenan Obama.

"Apakah anda akan berkampanye untuk kakak anda?" tanya wartawati New York Times, Deborah Solomon, dalam satu wawancara dengam Maya pada 20 Januari 2008.

Maya menjawab antusiastis, "Ya."

"Di bemper mobil ku ada stiker bertuliskan, `1-20-09. End of an Error` (Akhir bagi Kekeliruan)," kata Maya.

Kombinasi angka 1-20-09 merujuk pada waktu pelaksanaan pemungutan suara untuk pemilihan Presiden AS pada 20 Januari 2009, sedangkan maksud kalimat "akhir dari kekeliruan" adalah bahwa kemenangan si abang menjadi Presiden AS akan mengakhiri kekeliruan bangsa AS, karena telah memilih rezim yang salah.

Bersama para selebritis top, seperti Robert de Niro dan Oprah Winfrey, Maya kini aktif berkampanye bagi pencalonan Obama sebagai kandidat Presiden AS dari Partai Demokrat dan presiden kulit hitam pertama AS.

"Kukira hal terpenting yang bisa kulakukan sekarang adalah membagi alasan dengan orang-orang mengapa saya tergerak mendukung kampanye presidensial Obama, bahkan jika dia bukan abang ku," kata Maya.

Kepada New York Times, Maya menerangkan nilai-nilai moral dan kemanusiaan yang bersemayam dalam keluarganya, terutama setelah ditanam oleh sang ibu. Nilai-nilai keluarga ini pula yang merasuki pikiran, pandangan, dan prilaku Obama.

Maya menyebut ibunya sebagai seorang agnostik (masih mempertanyakan keberadaan Tuhan dan konsep Ketuhanan), tetapi sang ibu pula yang mengajarkan kebaikan-kebaikan ajaran spiritual.

"Mama kerap menghadiahi kami buku-buku bagus, Injil, Kitab Hindu Upanishad, Budhisme, dan Tao Te Ching. Beliau menginginkan kami meyakini bahwa setiap orang mempunyai sesuatu yang indah untuk disumbangkan kepada dunia," kata Maya.

"Anda tak menyebut-nyebut Al Quran? Anda khawatir kalau menyebut Islam akan mengundang kampanye hitam yang memburukkan citra politik kakak anda?" tanya Deborah.

Maya yang mengaku secara filosifis Budhis menjawab, ibunya tak mengajarkan banyak hal soal Al Quran, namun keluarga kerap membacanya, bahkan setiap pagi mereka mendengarkan lantunan ayat suci Al Quran selama di Indonesia.

Maya menolak kekhawatiran identitas keislaman yang menempel ketat pada keluarganya --terutama ayah kandung dan ayah tirinya-- akan mencederai citra Obama.

"Aku tidak menyangkal Islam. Aku kira sangatlah penting untuk diketahui bahwa kami memiliki pemahaman yang lebih baik tentang Islam. Tapi, akan sangat salah jika itu dihubung-hubungkan dengan abang ku karena ia berkeyakinan Kristen sejak 20 tahun lalu," kata Maya.

Maya mengungkapkan, pesan keberagaman, kebersamaan, cinta, dan sikap saling menghormati yang diajarkan ibunya kepada mereka telah membuat mereka tumbuh sebagai anak-anak yang menoleransi perbedaan dan bercita-cita demi toleransi itu.

Keluarga mereka, bahkan dinilai sangat melambangkan keragaman AS.

"Saya adalah wujud dari kebijakan luar negeri dan kekuatan Amerika. Jika nanti anda kabarkan pada orang-orang bahwa `Kita mempunyai presiden yang neneknya tinggal di satu gubuk di pinggir Danau Victoria dan mempunyai adik setengah Indonesia yang menikahi seorang Cina Kanada,` maka orang-orang akan menilai si presiden adalah orang yang akan lebih memahami apa yang dihadapi rakyat dan negerinya. Dan, mereka benar," kata Obama kepada New York Times edisi 4 November 2007.

Tak hanya soal keberpihakan pada kaum terpinggirkan, Obama juga menjadi salah seorang kandidat presiden yang lebih bisa menawarkan cara kreatif dalam pendekatan internasional AS yang lebih ramah dan dialogis.

Obama yang dikenal santun berperilaku dan berucap akan menjadi bekal dalam membangun dialog antar-bangsa yang lebih terbuka, berderajat, dan saling menoleransi.

Selama ini pendekatan internasional AS pimpinan Presiden George Bush yang agresif penuh retorika keras dan anti dialog telah membuat AS keliru untuk kemudian gagal membina hubungan baik dengan dunia.

Untuk alasan mengakhiri kekeliruan ini pula Maya Soetoro menyebut Obama sebagai yang tertepat untuk rakyat AS. Namun, banyak pihak tentunya berkomentar, "Kita lihat saja nanti." (*)

A Jafar M. Sidik
Jakarta (ANTARA News)

Kembalinya Bocah Menteng Dalam


Koransulteng--Pada jamuan di Istana, Obama mengenang masa kecilnya di Indonesia. Naik motor dengan ibunya, keluar masuk desa, dan mengagumi rumpun pohon bambu di pinggi sungai. Kolumnis Yahoo menurunkan tulisan

"Dalam buku ini dikatakan bahwa mereka di sana masih punya macan."

"Dan orang utan."

"Bahkan di sini dikatakan bahwa di sana masih ada pemburu kepala."

Bocah Afro-Amerika Barack Obama berbincang dengan kakeknya sambil membuka-buka buku. Mereka mencari tahu Indonesia. Sebab, Obama akan dibawa ibunya, Ann Dunham, ke negeri ini. Sedangkan Ann yang warga Amerika ke Indonesia untuk mengikuti suaminya, Lolo Soetoro, yang memang warga Indonesia.

Soetoro adalah suami kedua Ann. Suami pertamanya, Barack Hussein Obama, Sr., adalah seorang Kenya dari Nyang'oma Kogelo, Distrik Siaya, Kenya. Dia inilah ayah kandung Obama. Agaknya kulit gelap itu, adalah warisan dari sang ayah.

Pada 1967, Obama bersama ibu dan ayah tirinya sudah bermukim di Indonesia. Menempati rumah sederhana di Kampung Menteng Dalam, Jakarta Selatan, Obama bersekolah di Sekolah Dasar Santo Fransiskus Asisi di Tebet selama tiga tahun, lalu pindah ke (SD) Negeri Menteng 1 (atau SD Besuki) hingga ia berusia 10 tahun.

Di sini, Obama betul-betul hidup layaknya anak-anak Indonesia pada umumnya. Konon, dia sangat suka berenang di empang dan sungai, juga menunggang kerbau di sawah.

Pada 1971, Obama kembali ke negerinya. Keberadaannya di Indonesia memang singkat saja. Namun ini cukup berbekas dalam ingatan Obama. Banyak kenangan yang diperolehnya. Semua tertuang dalam bukunya berjudul "Dreams from My Father" yang ditulis pada 1995.

Salah satu kalimat di dalam buku itu, "aku selamat dari cacar air, campak, dan sengatan cemeti bambu milik guruku. Anak-anak petani, pelayan, dan birokrat rendahan telah menjadi sahabat-sahabatku dan kami bersama-sama berlarian di jalanan siang dan malam, melakukan pekerjaan-pekerjaan aneh, menangkap jangkrik, mengadu layang-layang dengan benang tajam."

***

Kini Obama kembali ke Indonesia. Tetapi, dia bukan lagi bocah yang suka mandi di empang, melainkan seseorang yang paling penting di dunia, sebagai Presiden Amerika yang ke-44. Dilantik pada 20 Januari 2009, Obama adalah keturunan Afro-Amerika pertama yang menjadi presiden Amerika.

Bagi Indonesia, menganggap Obama adalah "orang Indonesia" yang menjadi Presiden Amerika. Karena itu, ketika memenangkan pemilihan Presiden, negeri ini juga menyambutnya dengan bergembira ria.

Nah, Obama memang juga tak pernah melupakan kenangan masa kecilnya itu. Bahkan tiga hari setelah dilantik menjadi Presiden AS, dia sempat bertegur sapa dengan staf Deplu dengan menggunakan bahasa Indonesia. "Terimakasih, apakabar," kata Obama menjawab sapaan si staf itu. Pada kesempatan lain, dia bilang suka makan bakso, sate, dan nasi goreng.

Dan yang menjadi penting bagi Indonesia, tentu saja kesediaan Obama untuk berkunjung ke negeri ini. Dan niatnya ini sudah diutarakannya sejak awal menduduki jabatan pentingnya itu. Bahkan Menteri Luar Negeri Amerika, Hillary Clinton, menjadikan Indonesia sebagai salah satu negeri yang dikunjunginya paling awal. Hillary pun disambut sangat meriah di sini.

Obama sendiri, diharapkan datang ke Indonesia pada November 2009, bertepatan dengan Konferensi APEC di Singapura. Semula, kunjungan itu ditunda hingga awal 2010. Waktu itu, Obama beralasan ingin menunggu liburan sekolah kedua putrinya.

Gedung Putih, menjadwalkan Obama berkunjung ke Indonesia pada 22 hingga 24 Maret 2010. Namun ditunda. Kali ini dengan alasan sedang fokus memperjuangkan Undang-undang Jaminan Kesehatan dengan Kongres AS.

Saat itu disebut Obama menunda kunjungan hingga Juni 2010. Obama dijadwalkan mengunjungi Indonesia, Australia, serta mampir ke Guam, mulai 13 Juni 2010. Gedung Putih kembali membatalkannya. Pejabat bidang media Gedung Putih Roberst Gibbs dalam sebuah pernyataan persnya menyebut Obama telah menelepon pimpinan dua negara untuk memberitakan pembatalan kunjungan ini dengan 'penuh penyesalan'.

Kepada wartawan, Gibbs menyatakan alasan penundaan kunjungan Obama adalah untuk mengatasi masalah mendesak di dalam negeri. Isu lain menyebutkan, perhatian Obama sedang tersita pada masalah bocornya sumur minyak milik British Petroleum (BP) di Teluk Meksiko.

Belakangan, Obama dikabarkan akan datang ke sini pada 9-10 November 2010. Bahkan rencananya ini juga disampaikannya kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Di Indonesia, Obama akan meresmikan Kemitraan Komprehensif AS-Indonesia.

***

Hari ini, persiapan menyambutan kedatangan Obama sudah sangat matang. Misalnya, pengamanan sudah diperketat di sejumlah jalur yang diperkirakan akan dilintasi Presiden Amerika Barack Obama.

Di Istana Negara, juga tersedia bakso, sate, dan nasi goreng kesukaan Obama. Penyanyi Putri Ayu runner up Indonesi Mencari Bakat juga sudah latihan untuk bernyanyi prima di depan Obama dan Presiden SBY.

Kelihatannya, sejauh ini tak ada riak-riak kencang yang menentang kedatangan Obama. Termasuk dari kalangan Islam.

Kepada wartawan, Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Din Syamsudin mengatakan para tokoh Islam berharap dapat berdialog langsung dengan Obama ketika berkunjung ke Indonesia.

"Saya pribadi dan tokoh-tokoh Islam di Indonesia menyambut baik keinginan Presiden Obama membuka dan menciptakan hubungan yang baik dengan dunia Islam."

Nurlis Effendi

Mr Obama dan Michele Basah di Halim


Koransulteng-Presiden Amerika Serikat Barack Obama berserta istrinya, Michele Obama tiba di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma pada pukul 16.21 WIB. Sejumlah pejabat tinggi negara tampak menyambut Obama, di antaranya, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Duta Besar Indonesia untuk AS, Dino Pati Djalal.

Dalam guyuran hujan, Obama terlihat melambaikan tangan. Tidak ada payung yang melindung Obama dari guyuran hujan.

Obama memulai lawatan resmi kenegaraan ke Indonesia setelah dua kali membatalkan lawatan ke negara di mana ia sempat tinggal selama empat tahun semasa kecil.
Sebelumnya, Obama berada di India selama tiga hari.

Sebelum melawat Indonesia, Obama berada tiga hari di India.
Presiden Amerika Serikat Barack Obama tiba di Bandara Halim Perdanakusuma dari New Delhi, India. Pesawat yang membawanya, Air Force One mendarat tepat pukul 16.21. Selasa (9/11) ini Obama akan memulai lawatan resmi kenegaraan ke Indonesia setelah dua kali membatalkan lawatan ke negara di mana ia sempat tinggal selama empat tahun semasa kecil.

"Sudah mau sampai sebentar lagi," kata Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa kepada Tempo. Begitu tiba di Bandara Halim Perdanakusuma dijadwalkan Obama akan segera dibawa ke Istana Negara untuk bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Acara kemudian dilanjutkan dengan pertemuan bilateral tertutup.

"Setelah itu akan ada pertemuan terbuka," ujar Marty yang bertugas mengawal Obama selama di Jakarta kurang dari 24 jam itu. Jamuan makan malam akan digelar sekitar jam 8.30 di Istana Negara. Sebelumnya pada 7.40 Obama dijadwalkan kembali ke hotelnya menginap. Ia diperkirakan menginap di Hotel Shangri-la.

Sumber:http://www.tempointeraktif.com

Sepasang Mahasiswa Digerebek di Kamar Hotel

Minggu, 07 November 2010

Koransulteng --Polres Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), menggerebek pasangan suami istri --mahasiswa dan PNS-- di sebuah hotel di Palu Timur, Kota Palu, Sabtu dinihari (6/11).

"Ini adalah operasi rutin kepolisian yang ditingkatkan dengan tujuan memberantas penyakit masyarakat, salah satunya adalah praktik prostitusi," kata Ipda Budi, pengendali operasi itu kepada wartawan di Palu, Sabtu.

Pasangan mahasiswa yang dipergoki polisi tengah berduaan dalam sebuah kamar hotel melati. Si wanita berbusana minim, dan yang pria hanya mengenakan handuk.

Kedua mahasiswa itu mengaku pacaran dan masih berstatus mahasiswa sebuah perguruan tinggi negeri dan swasta di Kota Palu. Pasangan ini sempat melawan petugas saat diinterogasi, namun setelah diminta identitas mereka pun pasrah dan tertunduk lesu.

Polisi kemudian menggiringnya ke mobil truk Samapta dan selanjutnya dibawa ke Mapolres Palu untuk didata.

Sebelumnya, polisi dari seluruh satuan di Polres Palu itu juga menggerebek tiga hotel lainnya yakni Hotel Dwi Mulia, Jln Gunung Tinombala, Wisata, Jalan S Parman, dan Hotel Pelangi, Jln Suprapto.

Namun polisi hanya mendapati dua pasangan tidak resmi yang berada di Hotel Dwi Mulia. Keduanya digelandang petugas ke Mapolres Palu karena tidak bisa menunjukkan kartu identitas sebagai pasangan resmi.

"Kedua pasangan itu mengaku suami istri, namun karena tidak memperlihatkan identitasnya, kita tetap bawa ke Mapolres," ujar Ipda Budi yang juga menjabat KBO Narkoba Polres Palu tersebut.

Satu dari dua pasangan yang ditangkap di Hotel Dwi Mulia itu diketahui oknum pegawai negeri sipil Kesatuan Bangsa Pemerintah Kabupaten Donggala berinisial Ah dan kekasihnya Nh.

Dalam razia itu, polisi juga mengamankan sebuah mobil dinas pelat merah bernomor polisi DN 1302 B yang digunakan pasangan oknum PNS tersebut.

"Razia masih akan dilanjutkan di lokasi dan waktu berbeda," kata perwira pertama polisi tersebut.

Setelah diamankan ke kantor polisi, ketiga pasangan tidak resmi itu didata, dibina, dibuatkan surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya, dan selanjutnya dilepas kembali. [TMA, Ant]

Populasi Babi Rusa TN Togian Terus Menyusut

Koransulteng/(ANTARA News) - Populasi babi rusa (babyrousa babirussa) di Taman Nasional Kepulauan Togian, Kabupaten Tojo Una-una, Sulawesi Tengah, terus menyusut karena terus diburu masyarakat sebagai hama.

"Babi rusa di Togian merupakan hama bagi warga lokal," kata Kabag Tata Usaha Taman Nasional Kepulauan Togian Rasiman Kaimoeddin di Ampana, Rabu.

Menurut Rasiman Kaimoeddin, banyak jerat dipasang masyarakat untuk menangkap satwa dilindungi itu agar hewan itu tidak merusak perkebunan mereka.

Rasiman, yang didapingi stafnya Bahari Tao Hutabarat, menyebutkan, baru-baru ini sebuah tim dari TN Kepulauan Togian melakukan survei dan identifikasi satwa-satwa dilindungi serta tutupan terumbu karang di kawasan itu.

Khusus untuk satwa liar babi rusa, kata Bahari Hutabarat yang baru pulang dari Kepulauan Togian, populasinya turun dari sekitar 100 ekor tahun 2006 menjadi kurang dari 90 ekor.

Ancaman utama bagi kelestarian babi rusa adalah perburuan yang dilakukan warga, karena hewan itu dianggap hama yang merusak merusak kebun umbi-umbian, jagung, kelapa dan berbagai tanaman lainnya.

"Warga Pulau Togian yang berkebun umumnya memasang jerat di sekitar kebunnya untuk memusnahkan babi rusa yang sering merusak pagar mereka dan memakan tanaman di dalamnya," ujarnya.

Menurut dia, daging babi rusa tidak diperdagangkan di sana karena hampir 100 persen warga di daerah itu Muslim.

Babi rusa yang terkena jerat dipastikan mati,kata dia, karena satwa langka itu sangat sensitif dengan rasa sakit dan mudah mati.

Menurut Bahari Hutabarat, kemampuan reproduksi babi rusa rendah, sebab satu ekor babi rusa betina hanya bisa melahirkan paling banyak dua ekor sekali melahirkan, tidak seperti babi jenis lainnya yang bisa mencapai 10-12 ekor.

Rasiman mengaku kesulitan mencegah warga membunuh satwa langka dan dilindungi itu karena di satu pihak warga juga ingin menyelamatkan tanaman mereka sebagai sumber penghidupan pendukung selain mencari ikan di laut.

"Namun demikian kami terus melakukan sosialisasi dan penyuluhan mengenai pentingnya babi rusa dilindungi, termasuk berbagai jenis fauna dan flora khususnya terumbu karang yang indah di kawasan itu," ujarnya.

Pihak TN Kepulauan Togian hingga kini belum bisa melakukan tindakan penegakkan hukum terhadap perusak lingkungan karena masih mengedepankan pendekatan persuasif dan penyuluhan untuk menngkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melestarikan lingkungan baik di darat maupun kawasan perairan Kepulauan Togian," ujar Rasiman.

Taman Nasinal Kepulauan Togian yang berkantor pusat di Ampana, Ibu Kota Kabupaten Tojo Una memiliki 16 orang anggota pilisi kehutanan dan dua orang penyidik pengawai negeri sipil (PPNS).
 
Support : Copyright © 2011. KORAN SULTENG - All Rights Reserved