Usaha Meningkat Setelah Menerima KUR

Jumat, 18 Desember 2009

KS - Program kredit usaha rakyat (KUR) yang telah diluncurkan pemerintah cuku membantu para pelaku usaha.Tercatat 80% pelaku usaha mengalami peningkatan kinerja semenjak menerima pembiayaan melalui skema KUR.

Hal itu terungkap dalam kajian ekonomi Sulteng Triwulan III-2009 yang diterbitkan Bank Indonesia (BI) Palu. Hasil penelitian mengenai dampak pembiayaan KUR terhadap usaha debitur dan bank penyalur, disebutkan adanya perbaikan pada kondisi usaha didukung oleh jumlah aset serta meningkatnya omset penjualan, serta taraf hidup keluarga semakin membaik setelah menerima KUR.

Dari sisi prosedur pengajuan kredit, sebagian besar responden (56 persen) menilai prosedur yang harus ditempuh untuk memperoleh KUR lebih sederhana dan mudah untuk dipenuhi. Sementara hanya 4 persen yang menyatakan prosedurnya berbelit-belit. Berdasarkan hal ini pola pembiayaan KUR memberikan kemudahan bagi para calon debitur, sekaligus menunjukkan keberadaan KUR telah memberikan keleluasaan bagi debitur yang selama ini feasible namun belum bankable.

Keberadaan KUR juga sangat membantu debitur untuk kebutuhan dana mendesak. Sebab 85 persen debitur menyatakan bahwa waktu yang dibutuhkan dari proses pengajuan hingga pencairan berlangsung dalam kurun waktu kurang dari 1 bulan.

Namun demikian bukan tidak ada kendala terkait dengan proses pengajuan kredit. Kendala itu adalah aspek pemenuhan legalitas usaha, analisis kebutuhan kredit dan agunan tambahan. Meskipun dalam ketentuannya nilai jaminan tambahan yang dipersyaratkan oleh bank penyalur kepada debitur ditetapkan tidak boleh melampaui 30 persen, dalam kenyataannya debitur masih diminta untuk menyediakan agunan tambahan dengan nilai lebih besar.

Sementara dari sudut pandang pelaku perbankan, skema pembiayaan melalui pola penjamin KUR dinilai tidak signifikan berdampak bagi kondisi usaha bank penyalur. Hal ini diakibatkan oleh porsi pembiayaan yang menggunakan pola KUR, terhadap seluruh kredit yang disalurkan relatif kecil.

Terkait dengan krisis global yang melanda perekonomian nasional, bank penyalur mengambil strategi dengan memilih sektor usaha yang tidak rentan terhadap krisis, memiliki potensi untuk berkembang, memiliki laporan keuangan, dan mampu menyediakan jaminan yang ditetapkan oleh bank. Kendala yang masih dihadapi oleh bank dalam penyaluran KUR adalah sulitnya mendapatkan calon debitur dengan usaha layak, dan didukung oleh administrasi yang baik.(sya) http://www.radarsulteng.com
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Copyright © 2011. KORAN SULTENG - All Rights Reserved