2 Pria Diduga Penembak Polisi di Palu Ditangkap

Kamis, 26 Mei 2011

Koransulteng--Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah menangkap dua pria yang diduga pelaku penembakan tiga anggota polisi yang tengah berjaga di BCA Palu, Jl Emy Saelan, Palu Selatan, Sulawesi Tengah. Kedua pria itu kini masih diperiksa di Mapolda Sulawesi Tengah.

Kapolres Palu AKBP Deden Garnada saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan itu. "Ya betul, keduanya diamankan di Polda Sulawesi Tengah," kata Deden saat dhibungi detikcom, Kamis (26/5/2011).

Namun, Deden belum bersedia menyebutkan identitas keduanya. "Besok saja. Karena mereka juga masih terduga," ujar dia.

Deden mengatakan, kedua orang itu ditangkap di di wilayah Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah pada Rabu (25/5) sekitar pukul 19.00 WITA. Polisi belum menemukan barang bukti senjata api dari keduanya.

Tiga polisi yang berjaga di depan BCA Palu, Jl Emy Saelan, Palu Selatan, Sulawesi Tengah, diberondong kelompok misterius, Rabu (25/5/2011). Aksi ini tergolong berani karena dilakukan di siang bolong.

Dalam aksinya, para pelaku menggunakan penutup wajah dan helm. Sekitar pukul 11.20, pelaku yang berjumlah empat orang itu berhenti di depan BCA Palu.

Dua pria berbadan tegap turun dari motor dan menghampiri tiga polisi yang sedang berjaga. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun mereka langsung memberondong petugas dengan senjata laras panjang, diduga M-16.

Setelah melakukan penembakan, secepat kilat mereka lalu kabur ke arah selatan Kota Palu. Mereka tidak melakukan perampokan.

Akibat penembakan itu dua polisi yakni Bripda Irbar dan Bripda Januar Yudhistira tewas. Mereka kena tembak di kepala dan dada. Sedangkan Bripda Dedy Anwar luka tembak di kaki. Para korban lalu dibawa ke RS Bhayangkara Palu.

Peristiwa ini membuat kawasan setempat heboh. Tak lama kemudian Gubernur Sulteng Ahmad Tanribali Lamo datang untuk meninjau. Sementara kantor BCA tersebut memutuskan tutup lebih awal.

Penembak Polisi di Palu Mengaku Eksekutor

Dua pelaku penembakan polisi di Palu, Sulawesi Tengah, mengaku sebagai pelaku yang memberondong tiga anggota polisi, dua di antaranya tewas.

Dua pelaku bernama Rafli alias Furqan, 23 tahun, dan Arianto alias Anto alias Jafar, 27 tahun, ditangkap di daerah Palolo, perbatasan Kabupaten Sigi dan Poso, Rabu, 25 Mei 2011 malam. Mereka sempat terlibat kontak senjata dengan petugas Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah. “Dua pelaku mengaku sebagai eksekutor,” ujar Kapolda Sulawesi Tengah Brigadir Jenderal Dewa Parsana, dalam jumpa pers, Kamis, 26 Mei 2011.

Dewa mengatakan, dalam penangkapan tersebut turut disita senjata M16, Jungle dan P2 milik polisi. Selain itu ditemukan sisa amunisi M16 sejumlah19 butir, 5 butir amunisi Jungle dan 7 butir amunisi P2 senjata milik polisi yang dirampas. “Mereka memakai M16 dalam menembak anggota kita,” katanya.

Aksi penembakan itu terjadi Rabu, 25 Mei 2011, siang. Para pelaku menembak Brigadir Dua Januar Yudistira dan Brigadir Dua Andi Ibrar, serta Brigadir Dua Edward. Akibatnya, Januar dan Ibrar tewas, sedangkan Edward mengalami luka-luka.

Polisi juga mengamankan satu sepeda motor. Menurut Dewa, sepeda motor itu hasil curian mereka pekan lalu di Kabupaten Parigi Moutong.

Dalam penyelidikan sementara, masih ada dua pelaku lain yang kini terjebak di dalam hutan di wilayah Poso. Dua pelaku itu ditengarai membawa senjata juga. Warga diharapkan waspada terhadap pergerakan pelaku tersebut. “Wakapolda telah berangkat ke Poso melakukan pengejaran dibantu masyarakat,” ujar Dewa.

Dewa belum berani merinci siapa pelaku tersebut, termasuk apakah pelaku tersebut masih bagian dari konflik Poso. “Belum saatnya kita beberkan, yang pasti dia adalah orang Poso,” ujarnya.

Dewa mengatakan Kepala Polri telah menaikkan satu tingkat pangkat dua almarhum menjadi Brigadir Satu.

Penelusuran di lapangan, kedua pelaku tersebut berasal dari wilayah Poso Kota. “Mereka anak Moengko dan Mapane” ujar sumber Tempo di Poso.

Sumber:Detik/Tempointeraktif

Karateka Tewas Saat Bertanding, Orangtua Protes Panitia

Senin, 23 Mei 2011

PALU - Orangtua Muhammad Muslim, atlet karate pelajar asal Sulawesi Tengah, yang meninggal saat Kejuaraan Nasional (kejurnas) Wadokai, di Makassar, Sulawesi Selatan, menuntut pertanggungjawaban penyelenggara.

Buyung Berlian, orangtua Muslim, menyesalkan sikap penyelenggara Kejurnas Wadokai yang terlambat memberikan informasi tentang musibah yang menimpa putranya. Buyung kesal karena penyelenggara terkesan menghindar dengan tidak mengaktifkan telepon seluler.

Meninggalnya Muslim diketahui orangtua justru dari pemberitaan di media pada Sabtu malam sekira pukul 19.00 Wita. Sementara soal kematian anak kedua dari empat bersaudara itu, Buyung mengaku ikhlas.

Suasana haru sangat terasa saat almarhum Muslim dibawa ke pemakaman pada Minggu (22/5/2011) siang. Isak tangis terdengar saat prosesi pelepasan jenazah di rumah duka Jalan Tanjung Balantak, Kelurahan Lalu Utara, Palu Selatan. Di antara pelayat, tampak ratusan pelajar siswa SMA Negeri I Palu, yang merupakan rekan-rekan sekolah almarhum.

Usai prosesi pelepasan di rumah duka, jenazah diantar ke pekuburan keluarga di Jalan Pangeran Hidayat, Kelurahan Baru, Palu Barat. Iring-iringan mobil jenazah milik Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulawesi Tengah sempat melintasi Jalan Gatot Subroto, tempat almarhum menimba ilmu. Tepat pukul 13.15 Wita jenazah almarhum dimakamkan.

Muslim (16), karateka Sulawsi Tengah, meninggal saat berlaga di Kejurnas Wodokai memperebutkan piala Kapolri di GOR Andi Mattalata, Makassar, kemarin.

Muslim turun di kelas Kumite 50 kilogram perseorangan putra. Almarhum tidak sadarkan diri saat berlaga di partai final menghadapi karetaka asal Kalimantan Tengah.

Bentrok Antarwarga di Palu, Lima Orang Tertembak

Senin, 09 Mei 2011

PALU--MICOM: Ratusan warga berbagai kelurahan dan desa di perbatasan Palu dengan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, tawuran, Senin (9/5) dini hari. Lima warga tertembak dan beberapa polisi terluka.

Tawuran sengit di tengah gelap. Warga saling serang dengan lemparan batu. Berjam-jam. Polisi sampai kewalahan dan sempat melepaskan sejumlah tembakan peringatan ke udara.

Keributan antara ratusan warga Kelurahan Baiya, Kelurahan Kayumalue, dan Kelurahan Pantoloan diduga terpicu peristiwa malam sebelumnya. Warga juga saling serang, tapi cepat bisa dilerai polisi.

Tapi rupanya mereka masih menyimpan dendam. Dan, dini hari tadi dendam berubah menjadi aramah. (Mediaindonesia.com)

"Dibalik Layar" Adegan Cium di Transformers 3

Jumat, 06 Mei 2011


Koransulteng--Editor Antaranews.com, ent_celebrity_news - Minggu, 03 April 2011 08.17 WIB
Rosie Huntington-Whiteley (Access Hollywood) Adu bibir dengan Shia Labeouf di film "Transformers: Dark of the Moon" ternyata bukan hal gampang buat Rosie Huntington-Whiteley.

Saat akan syuting adegan ciuman, sosok pengganti Megan Fox itu mengusulkan kepada sutradara Michael Bay agar boleh mencopot sepatunya yang bertumit tinggi. Rosie lebih jangkung daripada Shia.

"Aku merasa tak elegan dan tak feminim. Tapi, dia menolak dan bilang 'biar semua cowok pendek di Amerika tak putus asa!"

Meski Shia tak setinggi dirinya, Rosie memuji lawan mainnya itu sebagai pribadi yang cerdas dan pekerja keras.

Rosie, yang asal Inggris, meniti karier sebagai model dan menjadi bintang iklan produk pakaian dalam Victoria Secret.

Akankah Transformers membuat dia mengakhiri karier di dunia model?

"Lihat saja nanti. Moga-moga saya dapat ambil bagian di film lain." Film Transformer terbaru itu akan mulai tayang di bioskop Amerika Serikat pada bulan Juli.

Sumber: Antara

OC. Kaligis: Surat Pembaca Lebih Keras Dibandingkan Tweet Bondan


Koransulteng--Lontaran yang tertera di akun Twitter @BondanF2B yang mengatakan, "Security = Secure = membuat nyaman = membuat aman, Security Bali Akasaka = tidak sopan = berlebiha = tidak menghargai tamu". Berbuah laporan kepada Bondan Prakoso atas tuduhan penghinaan.

Namun dinilai OC. Kaligis hal ini berlebihan, bahkan banyak kritikan yang lebih pedas seperti pada rubrik 'Surat Pembaca' di setiap surat kabar harian. "Tindakan arogan dan berlebihan itu, orang curhat begini wajar, orang di surat pembaca lebih lagi, kita bukan buat cerita tapi menyampaikan kenyataan," ucapnya saat mengadakan jumpa pers di Jalan Majapahit 18-20, Jakarta Pusat, Jum'at (06/05/2011).

Akibat pelaporan ini, pihak manajemen Bondan Prakoso&fade2black, yaitu B Entertainment merasa dirugikan. "Memang dengan adanya pemberitaan ini ada sponsor yang mempertanyakan ini kan masalah hukum, ini yang membuat kita sebagai manajemen merasa dirugikan," ungkap Blend salah satu perwakilan dari manajemen.

Kini Pihak Akasaka Cafe telah diberikan somasi atas pelaporannya. Bila dalam 7x24 jam tidak dicabut laporannya maka pihak Bondan akan melaporkan balik.

* Foto Briptu Norman Ciuman Beredar Luas


Setelah banyak mendapatkan simpati dari masyarakat dengan goyangan Indianya, Briptu Norman Kamaru mulai diserang kabar tidak sedap. Di Internet, foto-foto ciumannya dengan seorang wanita beredar luas.

Foto itu menyebar dan jadi bahan perbincangan sejak diunggah di situs forum diskusi Kaskus.us. Pengunggahnya memakai nama akun Follower. Follower mengaku mendapatkan foto-foto itu dari akun facebook milik perempuan yang berciuman dengan orang yang diduga Norman Kamaru itu.

Foto-foto itu sudah dipublikasikan sejak 3 Mei lalu. Sampai saat ini belum ada konfirmasi resmi dari yang bersangkutan apakah foto itu memang dirinya, orang lain atau rekayasa.

Norman yang dimintai komentarnya usai menghadiri undangan di yayasan Kemala Bhayangkari hanya bisa menutup kepalanya dengan jaket. Dirinya malah kini dikawal oleh dua polisi sampai masuk ke dalam mobil.

Sementara itu, Kepala Bidang Penerangan Umum Mabes Polri, Kombes Pol, Boy Raffi Amar mengatakan jika dirinya tidak tahu dengan beredarnya foto Norman dimaksud.

"Akan kita cek dulu keberadaan foto-foto itu. Kita akan menelusuri keberannya," ujar Boy, Kamis (5/5). (kpl/adt/dar)
 
Support : Copyright © 2011. KORAN SULTENG - All Rights Reserved