Tampilkan postingan dengan label sulteng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sulteng. Tampilkan semua postingan

Sulteng Belum Tentukan Calon Ketua Umum PSSI

Jumat, 11 Februari 2011

Koransulteng--Sulawesi Tengah (Sulteng) belum memiliki calon yang akan diusung menjadi Ketua Umum PSSI masa bakti 2011-2015 pada kongres organisasi sepak bola ini yang dijadwalkan berlangsung 19 Maret 2011.

"Sampai sekarang Pengprov (Pengurus Provisi) PSSI Sulteng belum mengambil sikap untuk mengusung calon tertentu pada kongres mendatang," kata Sekretaris Umum Pengprov PSSI Sulteng, Kasmuddin, di Palu, Selasa.

Ia mengatakan, ada beberapa nama yang sekarang berkembang akan maju dalam bursa pemilihan Ketua Umum PSSI masa bakti empat tahun ke depan, termasuk Nurdin Halid yang kini masih menjabat ketua umum.

Namun, katanya, Pengprov PSSI Sulteng belum punya calon untuk diusung pada kongres mendatang karena masih melihat perkembangan kondisi dan situasi.

"Kami baru akan menentukan sikap mendukung calon ketua umum setelah tiba pelaksanaan kongres," kata Kasmuddin yang mantan pelatih Persipal Palu itu.

Menurut dia, ada beberapa nama yang memiliki peluang untuk dipilih menjadi Ketua Umum PSSI, yakni George Toisutta, Nirwan Bakrie, dan Nurdin Halid.

Nama-nama itu, katanya, cukup layak untuk menduduki jabatan tertinggi di tubuh PSSI.

Ditanya peluang Nurdin Halid, Kasmuddin menyatakan masih cukup besar, terutama dari daerah-daerah masih akan memperjuangkan beliau.

"Menurut saya Pak Nurdin cukup berhasil memimpin PSSI selama satu periode ini," katanya.

Sementara itu, Federasi Sepak bola Dunia (FIFA) yang menjadi acuan statuta PSSI mewajibkan beberapa persyaratan harus dipenuhi seseorang untuk menjadi Ketua Umum PSSI.

Syarat tersebut, di antaranya harus berusia di atas 30 tahun, aktif di sepak bola minimal lima tahun, tidak dinyatakan bersalah atas tindakan kriminal, dan berdomisili di Indonesia.

Sumber:Bola.net

Pemerintah Sulawesi Tenggara minta Inco segera angkat kaki

Kamis, 20 Januari 2011

Koransulteng -- Dinilai telah melakukan sejumlah kelalaian merealisasikan kontrak karya yang telah disepakati, Pemerintah Sulawesi Tenggara meminta agar PT Inco Tbk agar angkat kaki.

Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam menyebutkan, ada beberapa kelalaian yang dilakukan perusahaan nikel dunia itu. Di antaranya, tidak segera membangun pabrik sebagaimana tercantum dalam perjanjian Kontrak Karya (KK). Selain itu, Inco juga ingkar janji dari pembayaran pajak dan retribusi, sehingga daerah ini banyak dirugikan dan ekplorasinya sudah masuk kawasan hutan tanpa ijin.

"Inco mesti angkat kaki dari Sulawesi Tenggara. Hal ini sekaligus menjaga kenyamanan, kepercayaan, prestasi dari Inco, daripada akhirnya akan mempengaruhi investasinya yang lain," katanya seusai ikut dalam rapat kabinet di Istana Kepresidenan, Kamis (20/1).

Nur Alam, mengaku telah mengirimkan somasi tiga kali ke Inco terkait hal tersebut. Peringatan terakhir dikirimkan pada akhir Desember 2010 lalu.

Sumber:Kontan

Arab dan Israel Tersandung Skandal Burung

Rabu, 05 Januari 2011


Koransulteng — Tampilan burung hering itu selintas biasa saja. Namun, Arab Saudi mengatakan kalau burung itu di badannya komplet dengan peralatan GPS. Nah, menurut pihak Arab Saudi, burung itu milik badan intelijen Israel, Mossad.

Laporan di media Arab Saudi sebagaimana warta AP dan AFP pada Rabu (5/1/2011) menyebutkan, burung yang ditangkap di salah satu kawasan pedesaan negara itu bisa jadi merupakan salah satu bagian dari upaya spionase.

Kewaspadaan memang meningkat di Arab Saudi ketika burung yang dilengkapi dengan cincin nomor R65 itu mendarat di kota gurun pasir Hyaal.

Ketika dilihat lebih lanjut, ditemukan sebuah transmiter GPS—atau peralatan untuk mengetahui koordinat sebuah lokasi—di burung itu dengan tulisan "Milik Universitas Tel Aviv" dalam bahasa Inggris.

Namun, Israel membantah keras dan mengungkapkan kekhawatiran nasib buruk yang akan diderita oleh burung hering itu.

Galilea

Para peneliti di Universitas Tel Aviv menegaskan, burung itu sama sekali tidak bersalah dan selama setahun belakangan menghabiskan waktunya berkeliling di atas Galilea. Adapun peralatan GPS dipasang untuk survei tentang kebiasaan migrasi dan perkembangbiakan burung.

Bukan pertama kali Israel dituduh menggunakan hewan untuk tujuan-tujuan tersembunyi. Bulan lalu—di tengah-tengah serangan ikan hiu di kawasan wisata Laut Merah di Mesir, seorang politisi lokal mengatakan bahwa Israel sengaja melepas hiu untuk melakukan sabotase industri pariwisata Mesir.

Kalau tiba-tiba ada burung hinggap di pepohonan dekat rumah Anda, hati-hatilah!

KOMPAS.com

Polisi Tetapkan 4 Tersangka Perusak AJI Palu

Koransulteng - Polda Sulawesi Tengah telah menetapkan 4 tersangka penyerangan Kantor Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Tersangka ini berasal dari kelompok Front Pemuda Kaili.

"Sementara masih dalam proses penyidikan, untuk tersangka ada 4 orang," kata Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah Kahar Mudakir kepada VIVAnews, Minggu 2 Januari 2011.

Menurutnya tersangka itu ditetapkan berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan Polda Sulawesi Tengah. Motifnya adalah pemberitaan di situs beritapalu.com yang dinilai menyerang Front Pemuda Kaili (FPK).

Seperti diketahui, kantor AJI di Palu diserang massa pada Kamis, 30 Desember 2010. Sekitar 20 orang mendatangi kantor AJI, menggunakan mobil pick up. Awalnya mereka ingin mengklarifikasi pemberitaan, dan menanyakan siapa yang menulis berita tersebut. Namun sebelum sempat dijelaskan, orang-orang tersebut mengangkat meja, dan hampir saja membanting televisi. Mereka juga melukai tiga wartawan yang saat itu berada di Kantor AJI.

Kejadian ini berawal situs beritapalu.com yang berjudul 'FPK Serang Graha KNPI Sulteng' tanggal 28 Desember 2010. FPK adalah Front Pemuda Kaili (FPK). Ketua FPK Erwin Lamporo juga telah datang dan meminta maaf ke kantor AJI atas kekerasan yang dilakukan anggotanya.

Erwin menyampaikan permohonan maaf tersebut secara kelembagaan dan pribadi atas aksi kekerasan yang dilakukan anggotanya. Sebagai ketua, ia harus bertanggung jawab atas aksi yang dilakukan anggotanya.

Erwin juga menyayangkan pemberitaan tersebut karena dia menilai pemberitaan itu menyudutkan dirinya sebagai Ketua FPK, yang disebut memobilisasi massa saat kekisruhan di Musyawarah Propinsi KNPI terjadi.

Menurut dia, saat acara di Gedung KNPI Sulteng itu para pendukungnya datang secara spontan. Erwin adalah salah satu kandidat dalam pemilihan Ketua KNPI Sulteng itu. Massa pendukungnya marah sewaktu Erwin tak terpilih, dan mereka melempar Gedung KNPI Sulteng itu dengan batu.

"FPK hanya meminta 200 orang, tetapi yang datang justru banyak sekali. Saya sudah meminta ke mereka agar menghentikan aksi itu, tapi mereka tak dengar, mereka tetap melempar," jelas Erwin.(sj)

Sumber: VIVAnews

Dewa Parsana Resmi Jabat Kapolda Sulteng

Koransulteng-- Kombes Dewa Parsana resmi menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah setelah Kapolda lama Brigjen Amin Saleh menyerahkan bendera pataka kepada Kombes Dewa Parsana di halaman Mapolda Sulawesi Tengah (Sulteng), Selasa (4/1).

Upacara penyerahan bendera pataka itu dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Achmad Yahya, Kepala Kejati Sulawesi Tengah Isa Anshari, Wali Kota Palu Rusdy Mastura, dan sejumlah anggota forum komunikasi pimpinan daerah lainnya.

Dalam kesempatan itu Brigjen Amin Saleh berharap Kapolda Sulawesi Tengah yang baru dapat melanjutkan tugasnya dengan baik.

"Masih banyak tugas-tugas penegakkan hukum yang harus dilakukan," kata Amin Saleh.

Sementara itu, Kapolda Dewa Parsana mengatakan akan melakukan tugasnya sesuai amanat yang dibebankan.

"Dukungan seluruh personel dan masyarakat akan membantu tugas saya sebagai Kapolda Sulteng," katanya.

Dia juga meminta dukungan insan pers dalam pemberitaan tentang kegiatan polri di wilayahnya dan informasi yang bermanfaat lainnya.

"Saya juga berharap adanya kritikan yang membangun untuk kemajuan Sulawesi Tengah," kata Direktur Reserse Kriminal Polda Jawa Tengah itu.

Selanjutnya pada Selasa malam, akan dilakukan malam pengantar tugas Kapolda Sulawesi Tengah di Swissbell hotel.

Sebelum menjabat Kapolda Sulawesi Tengah, Dewa Parsana menjabat Wakil Kapolda Sulawesi Tengah. Sementara, Amin Saleh mendapat jabatan baru sebagai Wakil Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Polri menggantikan Irjen Pol Prasetyo. (Ant/OL-10)

Sumber:http://www.mediaindonesia.com

Wilayah Sulteng akan masih Diguyur Hujan

Koransulteng -- Hampir seluruh wilayah di Sulawesi Tengah (Sulteng) selama kurun waktu sepekan terakhir dan dan tujuh hari ke depan masih berpeluang besar diguyur hujan lebat, sehingga perlu diwaspadai masyarakat.

"Intensitas curah hujan hingga awal 2011 masih cukup tinggi," kata Aschadi SR, kepala seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Bandara Mutiara Palu, Jumat (31/12).

Intensitas curah hujan di wilayah Sulteng sepekan terakhir ini meningkat dan sangat memungkinkan terjadinya berbagai bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. Peluang itu kemungkinan besar terjadi mengingat hampir seluruh wilayah Sulteng kondisi tanahnya labil dan hutan sudah banyak yang mengalami kerusakan.

Oleh sebab itu, masyarakat, terutama yang selama ini bermukim di lokasi-lokasi yang rawan banjir dan tanah longsor, untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. "Warga yang bermukim di daerah aliran sungai seyogianya meningkatkan kewaspadaan, sebab dalam kondisi curah hujan yang tinggi sewaktu-waktu bisa terjadi banjir."

Di Sulteng, menurut Aschadi SR, banyak permukiman penduduk yang dekat dengan daerah aliran sungai. Jika banjir bandang air meluap ke permukiman penduduk.

Sulteng sejak beberapa bulan terakhir ini banyak diguyur hujan deras. Namun demikian hujan yang mengguyur Wilayah itu hingga saat ini masih masuk kategori normal. (Ant/OL-5)

Lahan SMA di Buol Diklaim Warga, Sekolah Terhenti

Koransulteng - Proses belajar mengajar di SMA I Lakea Kabupaten Buol, Sulteng kini terhenti, setelah diklaim warga sebagai pihak pemilik lahan yang ada di sekolah tersebut. Warga yang diketahui bernama Narso Siomang itu juga menyegel lokasi yang di dalamnya terdapat SMA 1 Lakea.

Kepala Sekolah SMA 1 Lakea, Drs Muslimin Hanyala, kepada Radar Sulteng (Grup JPNN), Selasa (4/1), mengeluhkan kegiatan belajar mengajar di sekolahnya itu kini terhenti, setelah seseorang yang mengklaim pemilik lahan melakukan penyegelan, sejak 20 Desember 2010.

‘’Proses belajar mengajar di sekolah kami ini praktis terhenti, setelah pihak yang mengklaim sebagai pemilik lahan sekaligus melakukan penyegelan sekolah kami. Penyegelan dilakukan sekitar dua minggu ini,’’ ungkap Muslimin.


Kata dia, penyegelan dilakukan Narso Siomang, orang yang mengaku sebagai pemilik lahan sekolah. Padahal saat berdebat dengan Narso, Muslimin Hanyala selaku Kepsek SMA I Lakea telah memperlihatkan akte hibah yang ditandatangani pula oleh Bupati Buol dan Ketua DPRD Kabupaten Buol.

Namun oleh Narso dijawab bahwa akte hibah yang diperlihatkan itu bermasalah alias tidak sah. “Karena itu dia (Narso Siomang, red) melakukan penyegelan terhadap lahan dan sekolah. Kami masih menunggu sikap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buol terhadap kasus itu,’’ tandas Muslimin.

Kasus penyegelan tersebut kini telah dilaporkan Muslimin kepada Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadis Dikpora) Kabupaten Buol, H Abdillah Bandung SSos MSi. Menurut Muslimin, hari ini, Rabu (5/1), Kadis Dikpora direncanakan akan meninjau langsung lokasi bermasalah itu, dan selanjutnya akan mengambil tindakan untuk mencari solusi terbaik agar kasus yang beberapa kali pernah terjadi itu diakhiri dengan jalan damai.

Sebelumnya, sekolah yang didirikan pada tahun 2004 dengan kepala sekolah pertamanya Muslimin Hanyala pernah disegel, oleh pihak yang juga merasa memiliki tanah seluas 1,5 hektar itu pada tahun 2007 lalu.

Menurut Muslimin, sebelum tanah itu dibebaskan oleh Pemkab Buol di tahun 2004, ada lima orang yang memiliki tanah itu, namun telah dibebaskan oleh Pemkab, dan semuanya telah memperoleh akte hibah dari Pemkab Buol.

Informasi yang dihimpun koran ini, disebutkan latar belakang penyegelan dilatari dengan kekecewaan, bahwa salah satu dari anak pemilik tanah ternyata tidak lulus dalam Ujuan Nasional (UN) di SMA I Lakea, sehingga pemilik lahan melakukan penyegelan. ‘’Pihak Dikpora yang akan turun hari ini akan mencari berbagai masukan, termasuk adanya informasi kalau salah seorang anak eks pemilik lahan tidak lulus UN 2010,’’ beber Muslimin mengakhiri.(mch)

Sumber:http://www.jpnn.com

GRAPARI TELKOMSEL PALU LIRIK OBJEK WISATA DI SULTENG

Rabu, 22 Desember 2010

Koransulteng-Grapari Telkomsel Palu melirik sejumlah wilayah potensi wisata di Sulawesi Tengah (Sulteng) dalam upaya pengembangan layanan bagi sejumlah warga dan para pengunjung di wilayah-wilayah yang kini mulai mendapat perhatian kalangan wisatawan nusantara maupun mancanegara.

“Kami sudah menjajaki dan melakukan survei awal terhadap wilayah-wilayah wisata di daerah ini dan di salah satu tempat sudah terpasang jaringan kami dan masyarakat bisa menggunakannya,”Ujar Asbullah Manager Grapari Telkomsel Palu, Rabu(22/12).

Wilayah-wilayah wisata yang potensial untuk dikembangkan diantaranya tempat wisata Togean dan objek wisata Danau Lindu yang belum lama ini digelar festival danau lindu yang mendapat perhatian dari berbagai kalangan terkait potensi alam, budaya dan potensi kawasan lindung yang berada di daerah tersebut.

Selain itu pula Grapari Telkomsel Palu terus berkomitmen dalam mendorong pembangunan di Sulteng khususnya dalam pelayanan jasa. Dan salah satu wujud terhadap pembangunan di Sulteng pada tahun 2011 mendatang akan dibangun sebanyak 130 base transceiver station (BTS) di beberapa wilayah Sulteng.

Kota Palu sendiri juga mendapat tambahan pembangunan 20 hingga 40 BTS dari total BTS yang dibangun pada tahun 2011 mendatang sebagai salah satu penguatan kapasitas dan lebih utama untuk meningkatkan kualitas layanan.

“Ini salah satu wujud dari komitmen kami dalam rangka turut serta dalam membangun wilayah Sulteng yang memiliki jumlah penduduk kuranglebih 2,3 juta jiwa,”Kata Asbullah

Ia mengatakan hingga akhir tahun 2010 ini mereka memiliki pelanggan mencapai 1,1 juta pelanggan yang tersebar di seluruh wilayah Sulteng atau sebanyak 75 persen dari jumlah penduduk Sulteng,”Kami terus akan meningkatkan pelayanan kami dengan memetakan wilayah-wilayah potensial untuk pengembangan pelayanan sehingga masyarakat di daerah ini bisa menikmati layanan kami,”ungkapnya(bp003)

Sumber:http://www.beritapalu.com

Inilah Alasan Kaburnya Calon TKW Asal Sulteng

Jumat, 17 Desember 2010

Koransulteng - Merasa telantar dan tidak diurus pemberangkatannya selama dua bulan lebih, tiga orang calon tenaga kerja wanita (TKW) nekat kabur dari Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN) milik PT Bantal Perkasa Sejahtera. Ketiganya kabur dari tempat penampungan mereka di Jalan Haji Ali, Kecamatan Kramatjati, Jakarta Timur, Selasa (14/12/2010) malam. Dua diantaranya asal Sulteng.

Tiga TKW yang mencoba kabur itu adalah Dihmawati (38) asal Donggala, Sulawesi Tengah, serta Wisran Binti Langguru (29) dan Kuslimah (25), keduanya asal Palu, Sulawesi Tengah. Ketiganya mencoba kabur sekitar pukul 18.00 dengan cara melompati pagar tempat penampungan mereka setinggi 1,5 meter.

Namun naas, Dihmawati tergelincir saat turun dari pagar sehingga kaki kanannya terkilir. Mengetahui rekannya terluka, dua TKW lainnya yang juga berniat kabur justru berteriak minta tolong kepada warga.

Aksi mereka akhirnya diketahui oleh petugas keamanan tempat penampungan. Walaupun petugas keamanan penampungan menangkap ketiganya, warga yang mengetahui peristiwa itu melaporkannya ke polisi. Tak lama kemudian, jajaran Polsek Kramatjati bersama Polres Jakarta Timur mendatangi lokasi dan membawa ketiga TKW ke Mapolrestro Jakarta Timur untuk diperiksa.

Dihmawati lalu dilarikan ke Rumah Sakit RS Sukanto (Polri), Kramatjati, Jakarta Timur untuk mendapatkan perawatan.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polrestro Jakarta Timur Kompol Dodi Rahmawan kepada Warta Kota, Rabu (15/12/2010) sore mengatakan, tiga TKW yang mencoba kabur mengaku sudah dua bulan 15 hari berada di penampungan itu dan tidak ada diproses untuk pemberangkatan.

Dodi mengatakan, polisi akan melakukan cross check dengan pihak PJTKI untuk mengetahui sejauh mana proses perekrutan terhadap mereka. Pihaknya telah memanggil empat saksi dari pihak PJTKI tersebut untuk diperiksa, Kamis (16/12/2010). Keempat saksi itu adalah kepala asrama, kepala bagian perekrutan, sponsor yang membawa TKW dan Direktur Utama PT Bantal Perkasa Sejahtera.

Selain tiga calon TKW yang mencoba kabur ini, polisi juga akan memeriksa dan meminta keterangan dari dua saksi korban lainnya. Mereka adalah Ratmiasih asal Brebes, Jawa Tengah dan Sriana Susanti asal Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kedua TKW terakhir ini disebut-sebut juga berniat kabur karena tak tahan berada di penampungan.

Sementara itu pada Selasa (14/12/2010) malam seusai diperiksa di Mapolrestro Jakarta Timur, Dihmawati mengatakan, dia kabur karena takut dengan pemberitaan yang kerap menyoroti nasib TKW di negeri orang.

"Saya takut lihat di tivi-tivi banyak penyiksaan TKW, makanya saya mau kabur. Saya tidak jadi kerja di luar negeri, mau kerja di sini saja," katanya.

Sumber:http://megapolitan.kompas.com

Kapolda Sulawesi Tengah Dimutasi

Koransulteng -- Mabes Polri kembali melakukan mutasi dan promosi jabatan di lingkungan internalnya. Kali ini, Wakil Kabaharkam Polri Irjen Pol Prasetyo dimutasi menjadi asisten SDM Kapolri menggantikan Irjen Pol Edy Sunarno yang pensiun.

Posisi Irjen Prasetyo sebagai Wakabaharkam digantikan oleh Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Pol M Amin Saleh. Posisi Kapolda Sulawesi Tengah yang ditinggalkan oleh Brigjen Pol M Amin Saleh sendiri akan diisi oleh Wakil Kapolda Sulteng Kombes Pol Dewa Made Parsana.

Mutasi Wakabaharkam Polri dan Kapolda Sulawesi Tengah itu sendiri tertuang dalam surat telegram rahasia (STR) Kapolri nomor STR/1168/XII/2010 tertanggal 15 Desember 2010.
Sayangnya dalam mutasi itu, Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo tak menunjuk perwira yang menempati jabatan Kabaharkam. Posisi itu sendiri telah kosong semenjak ditinggalkan Timur Pradopo untuk menjadi Kapolri pengganti Jenderal (purn) Bambang Hendarso Danuri.

Informasi yang dihimpun, tarik ulur diantara para Jenderal dengan Timur yang masih alot menjadi penyebab Timur belum mampu menentukan pilihannya pada satu nama jenderal.

Sumber:http://www.tribunnews.com

Banggai Kepulauan Miliki Banyak Mutiara Lain

Selasa, 14 Desember 2010


Koransulteng-- Banggai Kepulauan identik dengan Mutiara. Menyebut mutiara, pikiran orang langsung tertuju ke wilayah ujung propinsi Sulawesi Tengah, tepatnya di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep). Karena sejak masa kolonialisme Jepang, daereh ini sudah dikenal sebagai penghasil mutiara terbesar. Tapi tahukah Anda kalau Bangkep (Banggai Kepulauan) tak sekedar punya mutiara. Ada "mutiara-mutiara’ lain yang nilai ekonomisnya tak kalah dengan mutiara sungguhan.

Sebutlah misalnya sebaran terumbu karang yang ternyata masih sangat rimbun. Di beberapa tempat bahkan bisa dijumpai berbagai tipe terumbu seperti barrier reef, atol reef, pringing reef, dan patch reef. Potensi ini belum seberapa. Masih banyak biota laut yang menghiasi hamparan terumbu karang tersebut. Bahkan menurut hasil penelitian belasan doktor ilmu kelautan dan biologi dari Coral Cay Conservation (CCC) Inggris, ada sedikitnya 485 spesies ikan, molucsa, dan kerang di perairan laut Bangkep. Bila jumlah spesiesnya saja sudah sebanyak itu maka jumlah populasinya jelas berlipat ganda lagi.

Di wilayah perairan ini ditemukan pula beberapa spesies ikan langka seperti Napoleon wrasse dan Cardinal fish Banggai. Jenis ikan Cardinal fish Banggai memiliki keunikan tersendiri. Ia bertelur, menetas, dan memelihara anaknya melalui mulut, hingga bisa mandiri selama beberapa pekan. Pada awal April 2001 lalu, stasiun televisi Jepang NHK pernah menayangkan pola hidup ikan ini dalam siaran khusus berdurasi 30 menit.

”Semua ini tentu ciptaan Tuhan yang sulit ditemukan di perairan laut bumi manapun,” ungkap DR Thomas Tomacik, salah seorang dari belasan peneliti yang melakukan penelitian di sana. Ia mengusulkan agar kawasan ini tidak cuma dijadikan tempat kegiatan ekonomi dan pariwisata saja, tetapi juga laboratorium kelautan.

Yuk wisata ke Bangkep.

Sumber: www.banggai-kepulauan.go.id
Kredit Foto: http://telukpalu.com/

Jaksa dan Pegawai di Kejati Sulteng Jalani Tes Urine

Koransulteng--Puluhan jaksa dan pegawai di lingkungan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, Senin, menjalani tes urine. Aksi ini untuk mengetahui ada-tidaknya yang positif mengonsumsi narkotik dan obat-obatan berbahaya.

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Sulteng Eki Moh Hasyim mengatakan, pemeriksaan urine yang dilaksanakan oleh Badan Narkotika Provinsi (BNP) Sulteng tersebut sesuai dengan perintah Kejaksaan Agung. Pemeriksaan serupa akan dilakukan di tingkat kejaksaan negeri dan cabang kejaksaan negeri.

"Pemeriksaan di lingkungan Kejati dilaksanakan bertahap agar tidak mengganggu pekerjaan. Pengaturan waktunya kita serahkan ke pimpinan unit kerja masing-masing," katanya.

Menurut Eki, jika ditemukan jaksa atau pegawai kejaksaan yang positif memakai narkoba akan dijatuhi sanksi berat, berupa sanksi disiplin dan pidana sesuai undang-undang yang berlaku.

"Kalau hukuman pidana sesuai pasal 127 Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika" katanya.

Ia menambahkan hasil pemeriksaan urine langsung dilaporkan ke Kejaksaan Agung agar tindakan yang diambil kepada pemakai lebih objektif.

"Tes ini bagian dari pengawasan jaksa dan pegawai di jajaran kejaksaan tanpa terkecuali," ujarnya.

Menurut data, Kejaksaan Tinggi Sulteng menangani 64 perkara narkoba sepanjang tahun 2009.

Sumber:Antara

Nenek Terperangkap Kebakaran di Rumahnya

Rabu, 01 Desember 2010

Koransulteng -- Kamaria, seorang nenek usia 70, menderita luka bakar akibat terperangkap dalam kamar saat kebakaran melanda rumahnya di Jalan Ponegoro, Kecamatan Palu Barat, Sulawesi Tengah (Sulteng), Rabu (1/12) dinihari tadi.

Kastia, 50, salah seorang penghuni rumah mengatakan, peristiwa itu terjadi saat ia, bersama Kamaria serta tiga penghuni rumah lainnya sedang tertidur pulas pada tiga kamar berbeda. Saat ia terbangun asap sudah memenuhi seluruh ruangan rumah.

Karena panik, Kastia bersama dua penghuni rumah yang tidur sekamar mencoba menyelamatkan diri melalui salah satu jendela yang terletak di sisi kanan bangunan rumah. Namun belum sempat meninggalkan bangunan yang tengah terbakar itu, ia mendengar suara korban memanggil dari dalam kamar.

"Tolong ambil saya, saya kepanasan, tolong," kata Kastia menirukan teriakan korban saat ditemui di lokasi.

Mendengar teriakan tersebut, Kastia bersama salah seorang keponakannya bernama Murni, 27, langsung menuju kamar Kamaria, kemudian mendobrak pintu kamar yang saat itu dalam keadaan terkunci. Saat ditemukan Kamaria dalam keadaan lemah dengan seluruh badan mengalami luka bakar.

Kastia dan Murni kemudian mengevakuasi korban menuju halaman rumah. Dibantu beberapa warga korban kemudian di bawa ke Rumah Sakit Anutapura Palu untuk menjalani perawatan. Seorang cucu korban Nurwira Fasya, 12, juga mengalami luka bakar.

Selain menghanguskan seluruh harta benda yang ada di dalam rumah, kebakaran juga menghanguskan mobil dengan nomor polisi DN 376 A yang diparkir di halaman rumah. Kebakaran belakangan sering terjadi di kota Palu.

Sumber:http://www.mediaindonesia.com

Rp214 Juta Bantuan Masoma Belum Tersalurkan

Koransulteng-- Alokasi bantuan bencana kebakaran Pasar Masomba, Palu 2009 lalu, sampai saat ini belum seluruhnya tersalurkan. Berdasarkan data yang dihimpun harian Radar Sulteng, masih ada sekitar Rp214 juta lebih dana tersebut yang masih tersimpan.

Diperoleh pula informasi, saat bencana kebakaran yang melanda pasar Masomba, terkumpul bantuan yang dihimpun dari gaji PNS dan sumbangan dari Polda Sulteng. Nilainya mencapai Rp561.494.500. rinciannya, dana penggalangan dari PNS Kota Palu, Rp209.365.000 dan sumbangan dari Polda Sulteng sebesar Rp352.129.500.

Dari jumlah itu, dana sumbangan PNS Kota Palu yang bersumber dari pemotongan gaji PNS hanya pada Oktober 2009 sebesar Rp209.365.000. Dana itu, sudah tersalurkan untuk gempa Sumatera sebesar Rp50.000.000, serta penyaluran melalui Dinas Sosial Rp3.845.500. Jadi masih tersisa dana yang saat ini tersimpam di kas BBAD kota Palu sebesar Rp155.519.500.

Sedangkan sumbangan dari Polda Sulteng, yang ditujukan khusus untuk dana bencana kebakaran pasar Masomba, Rp352.365.000. Sudah tersalurkan Rp292.798.900. Dengan demikian masih ada dana tersisa yang juga masih tersimpan di kas BBAD kota Palu sebesar Rp59.330.600. Jika ditambah dengan sisa dana yang dihimpun dari PNS, masih ada dana sekitar Rp 214.850.100 yang belum tersalurkan.

Sekretaris BBAD Kota Palu, Arifin SH MSi, yang dikonfirmasi, mengaku bahwa dana tersebut masih ada. Jumlahnya, sesuai dengan yang diperoleh media ini. Katanya, dana itu, tetap aman disimpan di kas BBAD.

“Dana tersebut tetap akan digunakan sewaktu waktu jika nantinya ada terjadi bencana yang tidak terduga,”katanya.

Diungkapkannya, bahwa untuk korban bencana kebakaran pasar Masomba beberapa waktu lalu, sudah dilakukan penyaluran bantuan yang dibagi dalam beberapa tahap. Sayangnya, Arifin tidak terlalu merinci, tahapan-tahapan penyaluran bantuan yang dilakukan oleh BBAD.

“Dana bencana itu, hanya terkumpul pada satu kali sumbangan, yakni pada Oktober 2009 lalu. Dana ini, adalah sumbangan masyarakat, maka publik perlu mengetahuinya secara terperinci. Sisa dananya masih ada kami simpan di kas BBAD hingga saat ini,”katanya.(suf)

Sumber:http://www.radarsulteng.com

Warga Sulteng Keluhkan Mahalnya Biaya Pasang Listrik

Selasa, 30 November 2010

Koransulteng - Sejumlah warga di Sulteng mengeluhkan tingginya biaya pemasangan listrik dibanding harga resmi Perusahaan Listrik Negara (PLN) . Contohnya, untuk kapasitas 900 KVA dari harga resmi yang ditetapkan PLN sebesar Rp 350.000 sampaI Rp 450.000, membengkak mencapai Rp 2,5 juta-Rp 3 juta.

Seorang warga Biromaru, Kabupaten Sigi, Hadywijaya (32) menyatakan, dirinya baru saja melakukan pemasangan sambungan baru listrik 900 KVA di rumahnya dikenakan biaya Rp 2,5 juta. "Biaya tersebut termasuk pemasangan instalasi dalam rumah," kata Hadywijaya kepada Tempo, Rabu (24/11).

Ia menlai tarif tersebut terlalu mahal karena tetangganya, baru saja melakukan pemasangan sambungan baru hanya dikenai Rp 1,5 juta termasuk pemasangan instalasi dalam rumah. “Harga ini ditetapkan PLN dan AKLI,”katanya.

Senada dengan Hadywijaya, seorang warga Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Ramhan juga mengaku dikenakan biaya Rp. 3 juta untuk pemasangan listrik 450 KV di rumahnya.


Akbat mahalnya biaya pemasangan listrik ini, kata Rahman, banyak warga di wilayah Sigi yang belum menikmati listrik PLN. “Padahal mereka sudah lama masuk dalam daftar tunggu,” katanya.

Manager PT PLN Cabang Palu, Nyoman Sujana menyatakan, siap memberikan sanksi bagi oknum karyawan PLN yang nakal dengan menarik biaya tinggi kepada calon pelanggan.

"Saya tidak akan segan-segan memberikan sanksi bagi karyawan PLN yang terbukti meminta biaya pemasangan listrik melebihi biaya resmi yang ditetapkan,” kata Nyoman.

Biaya pemasangan listrik, kata Nyoman, sudah ditetapkan PLN, besarannya tergantung dengan besarnya daya yang diminta pelanggan.

Yang benar saja Pak Nyoman?


Sumber:http://www.tempointeraktif.com

BKKBN: 63 % Remaja Indonesia Ngeseks Pra Nikah

Minggu, 28 November 2010

Koransulteng - Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasiona mengumumkan hasil survey prilaku seks bebas di Indonesia yang sungguh mengejkan. Berdasarkan survei, 63% remaja SMP dan SMA di Indonesia pernah berhubungan seks. Sebanyak 21% Di antaranya melakukan aborsi.Kota Palu di Sulteng, tidak masuk wilayah survey.


Menurut Direktur Remaja dan Perlindungan Hak-Hak Reproduksi BKKBN, M Masri Muadz, data itu merupakan hasil survei oleh sebuah lembaga survai yang mengambil sampel di 33 provinsi di Indonesia pada 2008.

Angka ini naik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan penelitian 2005-2006 di kota-kota besar mulai Jabotabek, Medan, Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Makassar, ditemukan sekitar 47% hingga 54 % remaja mengaku melakukan hubungan seks sebelum nikah.

"Perilaku seks bebas remaja saat ini sudah cukup parah. Peranan agama dan keluarga sangat penting mengantisipasi perilaku remaja tersebut," kata Masri pada Peluncuran Layanan SMS Konsultasi Kesehatan Reproduksi Remaja di Serang, Banten, Jumat (19/12).

Dengan perilaku buruk itu, data BKKBN melansir, para remaja rentan risiko gangguan kesehatan seperti penyakit HIV/AIDS, penggunaan narkoba, serta penyakit lainnya. Data gaya hidup "ngesek pranikah" ini sekaligus mengkonfirmasikan data dari departemen kesehatan per September 2008. Data menyebutkan, dari 15.210 penderita AIDS atau orang yang hidup dengan HIV/AIDS 54 % adalah remaja.

Oleh karena itu, BKKBN memandang penting keberadaan Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK KRR) yang diharapkan mampu menjawab permasalahan kesehatan reproduksi remaja. PIK KRR juga dapat menjadi sarana remaja berkonsultasi mengembangkan kemauan dan kemampuan positifnya.

Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, berdasarkan laporan BKKBN Provinsi Banten, ada 25 titik layanan PIK KRR. "Setiap remaja di Banten yang ingin berkonsultasi, bisa melalui SMS ke pusat konseling yang ada di 125 titik ke nomor yang telah disediakan," ujarnya.

Dampaknya Melebihi Kokain


Berdasarkan hasil survey itu BKKBN merekomendasikan, ada beberapa faktor yang mendorong remaja melakukan hubungan seks pra-nikah. Di antaranya, kata Masrie, pengaruh liberalisme dan pergaulan bebas, kemudian lingkungan dan keluarga, serta pengaruh media massa, khususnya TV dan internet.

"Data ini menunjukkan, kalau 10 tahun lalu tren free sex hanya di kota-kota besar, kini bahkan mulai masuk di kota kecamatan," kata Masrie.

Data dari Aliansi Selamatkan Anak Indonesia (ASA) yang disampaikan peneliti Shakina Mirfa Nasution SE Mapp.Fin yang disampaikan dalam sebuah seminar masalah remaja di BKKBN di Jabar, mengatakan, dampak psiko-sosialnya remaja akibat pornografi mulai dari adiksi (ketagihan) sampai ekskalasi perilaku seksual menyimpang seperti lesbian, incest, pedophilia, dan desensifitasi atau penurunan sensivitas seks.

Menurut Shakina, kerusakan otak yang diakibatkan pornografi yang dilihat, didengar dan dirasakan akan melebihi kokain karena pornografi akan mengaktifan jaringan seks yang diciptakan tuhan untuk orang yang sudah menikah.

"Tuhan menciptakan enam jenis hormon yang aktif pada hubungan pasangan yang sudah menikah. Kini hormon tersebut diaktifkan pada anak dan tanpa pasangan, risikonya, bisa memicu stress tingkat tinggi dan menjadikan apatisme dan tidak peka lingkungan," katanya.

Sumber: Antara/Tribun

Pasha Ikat Delia dengan Liontin dan Kain Donggala

Koransulteng--Akhirnya Sigit Purnomo alias Pasha melamar sang kekasih Adelia Wilhelmina. Keluarga besar Pasha kompak mengenakan sarung Donggala berwarna kuning untuk pria dan wanita mengenakan busana muslim serba ungu. Selain itu, kelurga juga menyiapkan antaran berupa kain Donggala dan Kalung liontin untuk mengikat pengantin wanita.

Antaran dalam nampan berhias pita dan kain. "Kami bawa kain Donggala berwarna orange. Ini terbuat dari sutera. Tidak ada arti khusus cuma pemberian kepada Delia saja. Kain ini biasa dikasih karena turun temurun tradisi adat Donggala," kata bunda Pasha, Andi Bumbeng.

Selain kain cantik berwarna oranye, Phasa sudah menyiapkan sebuah kalung berliontin berhurup "P". Kalung diletakakan di atas bantalan kecil dengan dua angsa di atasanya. "Kita juga kasih kalung, beratnya 10 gram,leontinna nggak tahu berapa beratnya, kalau soal harga nggak usah dibicarakan ya. Kalung ini permintaan Pahsa. Kalung liontinnya juga inisial "P". Kalau cincin sudah sering, kalung khan jarang," Kata Andi tertawa.


“Kami sedang bersiap-siap menuju ke rumah Adelia. Syarat lamaran seperti biasa saja, ada perhiasan kalung, sarung donggala, buah, kue khas Palu,” tutur Ruli Pasaid saat dihubungi VIVAnews, Minggu 28 November 2010. Sarung Donggala itu adalah sarung dari Kab. Dongala, Sulteng, daerah asal orang tua Pasha.

Ruli mengakui bahwa proses lamaran ini adalah bentuk dorongan dari keluarga besar, karena bertepatan dengan momen ulang tahun Pasha.

”Lamaran ini surprise buat ulang tahun Pasha yang jatuh tanggal 27 November kemarin. Pasha juga sudah siap melepas dudanya, dia bersemangat sekali hari ini,”ujar kakak kandung Pasha itu.

Keluarga Pasha yang sudah di Bandung sejak Sabtu sore, sudah bersiap menemui keluarga Adelia untuk membicarakan langkah ke depannya setelah lamaran ini.

Pasha sendiri diakui Ruli sangat tegang dalam proses lamaran ini. ”Ini memang kali kedua untuk Pasha, tapi tetap saja dia agak grogi,”canda Ruli.

Lalu apakah ada anak-anak Pasha disana? ”Sampai saat ini belum kelihatan, tapi sepertinya tidak ada,” tutur Ruli.

http://showbiz.vivanews.com

Walikota Palu, Antar Pasha Pinang Kekasih


Koransulteng -- Tak hanya kerabat dan keluarga yang akan ikut mengantar vokalis grup Ungu, Sigit Purnomo Syamsuddin Said atau Pasha, melamar pacarnya, Dellia Wilhelmina, pada Minggu (28/11/2010). Rusdi Mastura, Wali Kota Palu, Sulteng daerah asal orangtua Pasha, juga akan mendampingi Pasha meminang Adelia di kediamannya di Jalan Margacinta, Kelurahan Margasari, Kecamatan Buah Batu, Bandung.

Dikatakan oleh Rusdi, ia sengaja datang dari Palu ke Bandung untuk mengantar Pasha bertunangan. "Kalau datang langsung kan lebih afdol ketimbang hanya telepon. Semoga berbahagia, langgeng," tutur Rusdi, yang mengaku baru tiba Minggu pagi ini di Wisma Dharma Bhakti, Jalan Bali, Bandung.

Hingga pukul 11.19 WIB, acara lamaran belum dilangsungkan. Padahal, acara itu dijadwalkan dimulai pada pukul 10.00 WIB. Itu terjadi karena Pasha baru tiba di rumahnya di Bogor pada Minggu pagi, setelah manggung bersama rekan-rekan Ungu-nya di Bondowoso, Jawa Timur, Sabtu (27/11/2010) malam. Pasha menuju Bandung dengan menggunakan mobil.

Para tamu yang diundang serta kerabat dari keluarga Dellia saat ini sudah terlihat datang dan tinggal menunggu kedatangan Pasha, keluarga, dan kerabatnya. Rencana lamaran Pasha juga menarik perhatian warga sekitar. Sejak pagi mereka telah berkumpul untuk bisa melihat langsung acara pertunangan tersebut. Namun, mereka hanya bisa melihat dari jarak kira-kira 15 meter karena akses untuk masuk ke lokasi kediaman Adelia ditutup.

Personel Ungu Siap Jadi Pagar Bagus

Personel grup band Ungu, Makki (bas), Enda (gitar), Oncy (gitar), dan Rowman (drum), menyambut gembira rencana pernikahan vokalis mereka, Sigit Purnomo Syamsuddin Said alias Pasha, yang kabarnya akan dilangsungkan pada akhir November 2010 ini.

Enda mengatakan, mereka siap ikut andil dalam perhelatan dan menjadi pagar bagus saat pernikahan Pasha nanti. "Kalau memang benar, kami mah ikut senang saja. Pasti kita jadi pagar bagus, pakai belangkon. Penghulunya Makki," seloroh Enda saat ditemui di Studio 11 Trans TV, Jakarta, Kamis (17/11/2010).

Saat ditemui di tempat yang sama, Pasha sendiri mengaku senang atas dukungan teman-temannya itu. Meski demikian, mantan suami Okky Agustina Sofyan itu masih merahasiakan hari pernikahannya.

Menurutnya, dia memang sengaja belum mau mengumbar mengenai hari pernikahannya karena masih membutuhkan banyak persiapan.
"Mereka support saja sudah senang. Pokoknya maju terus insya Allah," kata Pasha.


Belakangan kabar beredar bahwa Pasha akan menikahi kekasihnya, Adelia, tepat di hari ulang tahunnya yang ke-31 pada 27 November 2010 ini. Sebelumnya, pelantun lagu "Ibu" itu pernah menegaskan kalau pada 2010 ini dirinya belum berniat melepas status dudanya. Ia berencana menikah lagi pada 2011 mendatang.

Sejak beberapa bulan ini Pasha diketahui lengket dengan seorang perempuan cantik bernama Adelia. Pasha mengaku serius menjalin asmaranya dengan perempuan yang berprofesi sebagai pramugari itu.

Pertengahan Oktober 2010 lalu Pasha pun memboyong keluarganya ke rumah Adelia untuk proses perkenalan. Silaturahim itu untuk mendekatkan kedua keluarga.

Sumber: Kompas.com

Polisi Sulteng Dilatih Kuasai Teknologi Informasi

Selasa, 23 November 2010

Koransulteng--Polda Sulteng menggelar pelatihan operator sistem informasi dan dokumentasi Untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam menerapkan Undang-undang nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan Informasi Publik. Semua itu, dalam rangka penyediaan akses informasi publik Polri, khususnya di lingkup Polda Sulteng. Pelatihan diikuti 33 Operator dari Satuan Kerja (Satker) dari Polda Sulteng. Juga utusan dari seluruh Satker dari seluruh Polres-Polres di Jajaran Polda Sulteng.

Kapolda Sulteng, Brigjen Muh Amin Saleh, dalam arahannya, mengungkapkan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang nomor 14 tahun 2008, Polri sebagai badan publik telah membangun sistem yang akan menjadi sarana bagi satuan kerja di jajaran Polri. Baik di tingkat Mabes Polri, maupun kewilayahan untuk melakukan pengelolaan informasi bagi publik.

Sebagai bentuk implementasi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di jajaran Polri khususnya di Polda Sulteng, harus didukung sarana dan prasarana yang ada.

“Kegiatan pelatihan ini, kata Kapolda adalah bentuk penyiapan SDM yang terlatih untuk mendukung operasional sistem informasi, sehingga sistem dapat berjalan dengan optimal. Harapan kita bersama, seluruh perserta benar-benar mengikuti pelatihan ini dengan tekun, sehingga mampu memahami secara mendalam dan mampu mengoperasikan teknologi komunikasi yang kian berkembang pesat saat ini, untuk mendukung tugas-tugas Polri,” tegas Kapolda. (ron)

Sumber: Radar Sulteng

Listrik Jadi Kendala Investasi Sulteng

Koransulteng--Pasokan listrik yang kurang stabil masih menjadi kendala dalam berinvestasi di Sulawesi Tengah. Investor menjadi enggan menanamkan modalnya di daerah itu. Demikian kata Asisten II Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Sulteng, Nadjib Godal, Palu, Sulteng, Rabu (27/10), saat menghadiri Hari Listrik Nasional.

Ia mengatakan, Sulteng masih sangat membutuhkan listrik dalam jumlah memadai guna memenuhi kebutuhan industri. Karena itu, PLN selaku perusahaan pengelola kelistrikan nasional di daerah-daerah, termasuk Sulteng harus menyediakan listrik dalam jumlah yang memadai.

"Saya yakin, jika listrik yang ada di Sulteng sudah memadai, maka investor dalam dan luar negeri akan berlomba-lomba datang menanamkan investasinya di provinsi yang berpenduduk sekitar 2,3 juta jiwa ini," katanya.

Ia mengakui PLN telah berhasil mengatasi krisis listrik di Sulteng, namun kebutuhan energi di daerah itu untuk industri masih cukup besar. "PLN memang sejak Juli 2010 telah mengatasi krisis daya listrik berkepanjangan di sejumlah wilayah di Sulteng, namun itu belum cukup," katanya.

Pemprov Sulteng juga memberikan apresiasi kepada PLN Cabang Palu yang telah berhasil mengatasi krisis daya listrik. "Palu yang dahulu tidak ada hari tanpa pemadaman bergilir akibat kekurangan daya listrik, kini sudah bebas pemadaman," kata dia.

Dalam kurun empat bulan terakhir ini, Palu sudah tidak ada lagi pemadaman bergilir seperti yang terjadi sebelumnya.

Pemerintah di daerah ini juga menyambut positif program penyambungan sejuta pelanggan baru yang telah dicanangkan secara nasional pada Hari Listrik Nasional ke 65. Program ini tentunya akan mempercepat penyambungan listrik untuk calon pelanggan yang selama ini masuk dalam daftar tunggu PLN.

Pemprov Sulteng berharap dengan adanya program tersebut paling tidak dapat menekan jumlah calon pelanggan yang masuk daftar tunggu PLN. Selain itu, program penyambungan sejuta pelanggan baru diharapkan pula mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada PLN yang selama ini cukup buruk.

Sementara Manajer PT PLN Cabang Palu Nyoman Sujana mengatakan, ada sekitar 8.000 calon pelanggan yang masuk daftar tunggu dipastikan sudah akan terlayani. PLN Cabang Palu dalam program penyambungan sejuta pelanggan baru mendapat jatah penyambungan sebanyak 7.500 pelanggan baru.

Jatah penyambungan sebanyak itu tersebar di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala, Parigi Moutong, Poso, dan Morowali.

Untuk mensukseskan program penyambungan sejuta pelanggan baru yang telah dimulai hari ini bertepatan dengan HLN ke-65, PLN Cabang Palu telah menyediakan 373 tenaga penyambungan listrik yang melibatkan karyawan PLN dan juga mitra kerja (pihak swasta) di setiap daerah.

"Kami optimistis program penyambungan sejuta pelanggan baru di Sulteng yang ditargetkan 7.500 pelanggan akan terealisasi," katanya.

Akhir Desember 2010, jumlah calon pelanggan yang masuk daftar tunggu PLN menjadi nol persen. Program penyambungan sejuta pelanggan baru sekaligus untuk menghilangkan calo transaksi.

Sumber: Antara
 
Support : Copyright © 2011. KORAN SULTENG - All Rights Reserved