96 Anggota Polda Sulteng Ditahan karena Serang Warga

Minggu, 24 April 2011

PALU--MICOM: Sebanyak 96 anggota satuan Sabhara Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) hingga Jumat (22/4) dinyatakan berstatus sebagai terperiksa dan ditahan terkait kasus penyerangan warga di Jalan Vetran, Palu Timur, Kota Palu.

Kapolda Sulteng Brigadir Jendral Dewa Parsana mengatakan, 96 orang anggotanya tersebut diduga kuat turut serta dalam penyerangan yang menyebabkan sejumlah warga terkena pukulan disertai perusakan sejumlah sepeda motor.

"Mereka terindikasi ikut langsung dalam penyerangan. Soal keterlibatan dalam pemukulan atau perusakan kendaraan baru, akan diketahui setelah menjalani proses," katanya.

Menurutnya, tidak semua terperiksa ditahan di Markas Polda Sulteng. Beberapa di antaranya ditahan di polres dan polsek, bahkan ada yang bergantian, karena kapasitas sel tahanan polda tidak cukup menampung jumlah terperiksa yang banyak itu.

Dewa berjanji akan memroses para terperiksa dengan serius dan memberikan sanksi sesuai dengan ketetapan Polri dalam menindak personelnya yang melakukan pelanggaran. Bahkan, jika ada di antara mereka yang terindikasi melakukan pelanggaran pidana, prosesnya akan diserahkan kepada Direktorat Reserse Kriminal.

"Tidak ada yang ditutupi. Mereka yang bersalah akan dihukum sesuai dengan ingkat pelanggarannya masing-masing. Tidak tertutup kemungkinan jumlah terperiksa akan bertambah," tegasnya.

Sumber:mediaindonesia.com

Pelaku Bom Akan Filmkan Aksi Teror

Sabtu, 23 April 2011

VIVAnews- Otak pelaku bom di Serpong-Tangerang yang berhasil digagalkan polisi ternyata mempunyai rencana untuk membuat film tentang aksinya itu. Pelaku yang berinisial P itu rencananya akan menyiarkan film pasca peledakan.

"Rencananya kalau bom itu meledak, yang kemarin digagalkan itu, mereka akan rekam. Kemudian dibuat film dan mereka siarkan. Itu rencana mereka, tapi Alhamdulillah kita bisa gagalkan," ujar Kadiv Humas mabes Polri Irjen Pol Anton Bachrul Alam di Mabes Polri, Jakarta, Jumat, 22 April 2011.

Menurut Anton P bukan sutradara komersial, namun pernah membuat film dokumenter. Film dokumenter tentang aksinya itu salah satu yang dipersiapkan.

Seperti diketahui, paket bom berhasil ditemukan di dekat gereja Christ Catherdral, dekat jalur pipa gas PT Perusahaan Gas Negara. Paket bom itu berjumlah sembilan buah dengan berat masing-masing 10-15 kilo gram. Rencananya mereka akan meledakkan menjelang perayaan Paskah. Kepolisian menangkap 19 orang terkait bom buku dan bom gereja di Serpong. (eh)

Sumber: VIVAnews

Kamerawan Global TV Terkait Aksi Terorisme?

VIVAnews - Salah satu kamerawan Global TV ditangkap oleh pihak Detasemen Khusus 88 karena diduga terlibat dengan aksi teror bom buku.

Saat dihubungi VIVAnews, Sabtu 23 April 2011 dini hari, Direktur Pemberitaan News Global TV Arya Sinulingga mengakui bahwa dirinya mendapat kabar mengenai penangkapan salah seorang wartawan Global TV, pada Jumat 22 April 2011 sore.

"Saya tahu pertama kali dari kawan wartawan Global TV yang meliput di Mabes Polri," kata Arya. Setelah itu, ia melakukan konfirmasi kepada Mabes Polri, dan ternyata memang ada seorang tersangka yang mengaku dirinya bekerja di Global TV.

Kabar yang beredar di kalangan wartawan Mabes Polri, wartawan Global TV tersebut berinisial IF dan bekerja sebagai kamerawan di bagian produksi. Namun, Arya menolak untuk membenarkan inisial atau identitas lebih spesifik. "Kami tidak menyebut nama atau inisial," katanya.

Lebih lanjut, Arya mengatakan hingga kini pihaknya belum bisa memastikan secara fisik apakah tersangka yang dimaksud memang benar-benar karyawan perusahaannya atau bukan.

Sebab, hingga kini pihaknya juga belum bisa menemuinya, karena yang bersangkutan masih berada dalam pemeriksaan.

Yang jelas, hingga kini pihak keluarga karyawan Global TV itu pun tidak tahu keberadaannya hingga kini, dan yang bersangkutan juga tidak muncul di kantor sejak Jumat kemarin.

Arya mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan pemeriksaan oleh polisi. "Besok akan kita klarifikasi hingga jelas semuanya," katanya.

Diperkirakan, pihak Global TV akan datang ke Mabes Polri, pada Sabtu siang.

Sebelum penangkapan ini, polisi juga membekuk 19 orang tersangka pelaku teror bom buku di empat tempat berbeda, yakni di Pondok Kopi Jakarta, Bekasi, Tangerang, dan Bekasi.


Sumber: VIVAnews

Polda Sulteng Selidiki Penyerangan Polisi Terhadap Warga

Kamis, 21 April 2011

Metrotvnews.com, Palu: Tim Provost dan Pengamanan (Propam) Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) memeriksa 30 polisi terkait peyerangan warga di Jalan Veteran, Palu, Sulteng, Rabu (20/4). 12 polisi dinyatakan sebagai terperiksa dan mendekam di sel tahanan Polda Sulteng.

Menurut Propam Polda Sulteng, jumlah anggota polisi yang berstatus terperiksa kemungkinan besar bertambah. Pasalnya penyerangan tersebut dilakukan bersama-sama. Selain memeriksa 30 anggota Sabhara, Polda Sulteng, polisi juga memeriksa tujuh warga sekitar Jalan Veteran, Palu.

Sebelumnya, 30 polisi anggota Sabhara melakukan penyerangan terhadap warga di Jalan Veteran, Ahad (17/4) malam. Dalam serangan itu lima warga mengalami luka-luka. Diduga polisi juga merusak sebuah mobil dan melempari rumah warga.

Peristiwa berawal saat dua anggota Sabhara tengah membeli obat di sebuah apotik di Jalan Veteran. Polisi itu diserang sekelompok pemuda hingga mengalami luka berat. Puluhan polisi kemudian menyerang balik warga di sekitar Jalan Veteran.

Ulat Bulu mulai Serang Sulteng


Metrotvnews.com, Palu: Petugas dari Dinas Pertanian Sulawesi Tengah menemukan adanya sejumlah tanaman di Kelurahan Tondo, Kecamatan Palu Timur yang diserang ulat bulu (lepidoptera) namun jumlahnya tidak terlalu banyak.

Kadis Pertanian Sulteng Abdullah Kawulusan, di Palu, Kamis (21/4), membenarkan adanya ulat bulu yang menyerang tanaman yang tumbuh liar di wilayah itu.

"Namun jumlahnya masih tergolong kecil, tetapi perlu mendapat perhatian serius agar tidak sampai meningkat populasinya dan menyebar luas ke tanaman produktif," ujarnya.

Jenis ulat bulu yang menyerang tanaman tumbuhan liar di Kelurahan Tondo adalah 'family lymatridae' sama dengan yang menyerang tanaman-tanaman produktif dan nonproduktif di Jawa dan Sumatera.

Ia mengatakan, tanaman yang diserang ulat bulu di Kelurahan Tondo kebanyakan pohon jarak yang tumbuh liar di sisi kiri dan kanan jalan menuju perumahan dosen, dan Kampus Universitas Tadulako (Untad) Palu.

Menurut dia, ulat bulu tersebut menempel pada daun pohon jarak berkisar antara 5-15 ekor berwarna kecoklatan.

Mengantisipasi agar serangan tidak meluas, petugas dari Bidang Perlindungan Tanaman Pangan, dan Hortikultura Dinas Pertanian Sulteng langsung melakukan penyemprotan pestisida.

Pestisida yang disemprotkan pada ulat-ulat bulu yang menyerang tanaman jarak tersebut adalah pestisida nabati yang merupakan ramah lingkungan.

Kawulusan meminta kepada seluruh jajaranya di kabupaten dan kota di Provinsi Sulteng untuk secepatnya mengambil langkah-langkah jika menemukan adanya serangan ulat bulu pada tanaman-tanaman di daerah masing-masing.

Apalagi jika ulat bulu menyerang tanaman-tanaman produktif seperti yang banyak terjadi di Pulau Jawa dan Sumatera.

"Saya minta semua Dinas Pertanian di kabupaten dan kota di Sulteng proaktif dan segera melakukan penyemprotan terhadap tumbuhan atau tanaman yang terserang ulat bulu agar tidak sampai meluas. (Ant/ICH)

Rosihan Anwar sebagai panutan

Minggu, 17 April 2011


Wartawan senior Fikri Jufri dan Sabam Siagian mengatakan Rosihan Anwar yang meninggal dunia Kamis (14/04) adalah tokoh panutan yang menjadi model sejak tahun 1950-an.

"Sebagai pemimpin redaksi ia sangat intens....Tulisan tajuknya jernih dan bisa cepat sekali. Bisa buat iri karena selesai dalam waktu 20 atau 30 menit," kata wartawan senior Tempo, Fikri Jufri kepada BBC Indonesia.

Fikiri mengatakan ia bergabung dengan Rosihan pada tahun 1968 saat ia menjadi pemimpin redaksi harian Pedoman.

Rosihan Anwar, yang meninggal dalam usia 89 tahun, dimakamkan secara militer di Kalibata, Jakarta.

Sementara itu redaktur senior harian berbahasa Inggris Jakarta Post, Sabam Siagian, mengatakan ia mengenal sosok Rosihan saat mahasiswa tahun 1950-an.

"Saat itu Rosihan Anwar adalah pemimpin redaksi harian Pedoman yang dianggap bacaan para intelektual. Orangnya itu seperti menjaga jarak dengan sekeliling. Kalau tidak pintar, jangan ngomong lah sama dia," kata Sabam.

"Dia semacam panutan di dunia kewartawanan. Ketika saya terjun ke jurnalistik, dia juga semacam model," tambah Sabam.
Terus menulis

"Tulisan tajuknya jernih dan bisa cepat sekali. Bisa buat iri karena selesai dalam waktu 20 atau 30 menit"

Fikri Jufri

Rosihan telah menghasilkan setidaknya 21 buku dan semasa hidupnya dikenal sebagai wartawan yang kerap mengeluarkan tulisan kritis.

Koran miliknya, Pedoman, sempat ditutup oleh Presiden Sukarno tahun 1961 dan juga di masa Orde Baru tahun 1974.

Rosihan Anwar masih menulis kolom di sejumlah harian dan mengangkat masalah-masalah aktual seperti konflik di Mesir dan juga masalah sepak bola Indonesia.

"Tulisannya bukan tulisan seorang ahli, tetapi untuk konsumsi banyak orang. Itu juga membanggakan....dia tetap menulis dalam usia di atas 80 tahun," kata Fikri.

"Dia memotret keadaan dari jauh dan kemudian dia tuangkan dalam sebuah tulisan, menarik sekali," tambahnya.

Sementara itu Sabam Siagian mengatakan ia selalu menyisipkan apa yang diangkat Rosihan saat ia memberikan kuliah dalam sekolah jurnalistik yang didirikan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

"Setengah jam saya sisihkan bicara tentang Rosihan Anwar. Saya katakan inilah model wartawan. Kesetiaan pada profesi wartawan, observasi, mencatat tanpa emosi dan menulis dalam bahasa Indonesia yang rapih. Itu yang selalu saya ulang-ulang," kata Sabam Siagian.

Sumber:BBC Indonesia

Calon Gerindra-Hanura Menang Telak di Palu

Rabu, 13 April 2011

Koransulteng - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palu, Senin (11/4) di Restoran Kampoeng Nelayan menggelar rekapitulasi hasil penghitungan suara pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sulteng untuk zona Kota Palu.

Rapat Pleno dipimpin Ketua KPU Palu, Mukhlis Hakim Lubis, didampingi angota KPU Kota, Alirzan Mahdjudo, Marwan P Angku, Samsinar dan Munawarah serta perwakilan KPU Sulteng, Yahdi Basma.

Berdasarkan hasil rekapitulasi akhir penghitungan suara dari masing-masing PPK, pasangan kandidat Longki Djanggola dan Sudarto (Longki'S) unggul di empat kecamatan. Di Kecamatan Palu Selatan Longki'S meraup suara 35.572, Palu Barat 24.710, Palu 19.075 dan Palu Utara 11.329 suara, dengan total perolehan suara 90.686.
Di posisi kedua diikuti pasangan Sahabuddin Mustapa dan Faisal Mahmud (Safa) dengan total perolehan suara 14.121. Di Kecamatan Palu Selatan Safa meraih 3.185 suara, Palu Barat 4.035, Palu Timur 3.767, Palu Utara 3.134.

Pada urutan ketiga pasangan Rendy Affandy Lamadjido dan Banjela Paliudju (Rela) dengan total perolehan suara 13.511. Di Kecamatan Palu Selatan Rela meraih 4.273, Palu Barat 5.547, Palu Timur 1.916 dan Palu Utara 1.775. Di urutan keempat pasangan Aminuddin Ponulele dan Luciana Is Baculu (Adil) dengan total perolehan suara 11.921. Di kecamatan Palu Selatan Adil meraih 3.829, Palu Barat 4.082, Palu Timur 2.468 dan Palu Utara 1.542.

Dan pada juru kunci ditempati pasangan Achmad Yahya dan Ma'aruf Bantilan dengan total perolehan suara 10.588. Perolehan suara di Kecamatan Palu Selatan 3.849, Palu Barat 3.956, Palu Timur 2.030 dan Palu Utara 753. Menarik dicermati adalah kekalahan calon Golkar yang melorot di urutan 4. Keberadaan ketua tim sukses, pasangan Adil, Rusdi Mastura, mantan Ketua DPD Golkar Kota Palu, yang saat ini menjabat walikota Palu selama dua periode ternyata tidak bisa menolong pasangan Adil, untuk sekadar menyaingi perolehan suara Longkis-Sudarto.

Rusdi Mastura yang dalam dua edisi pemilihan walikota Palu, menang di kota Palu, tidak bisa diikuti oleh jago Golkar pada Pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur kali ini. Sementara itu, sumber Radar Sulteng di DPD Golkar Sulteng, menyebutkan, akan melakukan evaluasi total kekalahan Golkar di sejumlah daerah basis, seperti Touna dan terlebih kota Palu juga daerah lainnya. Dari evaluasi tersebut akan diketahui apakah kekalahan itu disebabkan oleh tidak maksimalnya mesin partai atau adanya kader-kader inti partai yang bermain di wilayah abu-abu sehingga membuat jago Golkar kalah telak di daerah-daerah basis.

Sumber:JPNN

PILGUB SULTENG Penghitungan Sementara Menangkan Longki-Sudarto

Koransulteng -- Calon gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Longki Djanggola/Sudarto, menang berdasarkan rapat pleno penghitungan suara oleh KPU Kota Palu, di Palu, Senin (11/4), dengan meraih 90.686 suara (64,4 persen) dari 140.827 suara sah dihitung.

Urutan kedua ditempati pasangan Sahabuddin Musatapa/Faisal Mahmud yang meraih 14.121 suara atau 10,03 persen. Selanjutnya, Rendy Lamadjido/HB Paliudju menempati urutan ke tiga dengan mengumpulkan 13.511 suara atau 9,59 persen.

Posisi keempat diduduki Aminuddin Ponulele/Luciana Baculu yang mengumpulkan 11.921 suara atu 8,46 suara. Sedangkan urutan terakhir ditempati pasangan Achmad Yahya/Ma`ruf Bantilan yang meraih 10.558 suara atau 7,52 persen.

Ketua KPU Kota Palu Mukhlis Hakim Lubis menyebutkan, dari 142.083 suara yang dihitung, sebanyak 12.256 suara (8,62 persen) tidak sah karena salah tusuk atau sengaja merusak surat suara.

Sementara itu, tingkat partisipasi pemilih di Kota Palu pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Tengah mencapai 61,74 persen dari 230.131 pemilih yang tersebar di 43 kelurahan.

Hasil pleno rekapitulasi suara itu selanjutnya akan diserahkan ke KPU Sulawesi Tengah, dan selanjutnya akan dijumlahkan dengan hasil penghitungan suara dari 10 kabupaten lainnya pada 18 April 2011.

Sementara itu, hasil penghitungan suara sementara di tingkat provinsi mencatat, Longki Djanggola/Sudarto memperoleh 539.825 suara (49,93 persen) dari 1.081.232 suara dihitung, sedangkan pasangan Aminuddin Ponulele/Luciana Baculu memperoleh 183.843 suara (17,00 persen).

Urutan ketiga ditempati pasangan Sahabuddin Mustapa/Faisal Mahmud yang mengumpulkan 144.886 suara (13.40 persen).

Selanjutnya, Rendy Lamadjido/HB Paliudju menduduki urutan keempat dengan perolehan 126.609 suara (11,71 persen).

Posisi kelima ditempati Achmad Yahya/Ma`ruf Bantilan yang meraup 86.069 suara (7,96 persen). Perolehan suara Longki Djanggola/Sudarto susah dikejar karena saat ini suara yang belum masuk ke pusat data KPU Sulawesi Tengah mencapai 704.531. (Ant)

Dua Pasang Calon Bupati Banggai Dijaga

TEMPO Interaktif, Luwuk - Lima anggota satuan Brigade Mobil (Brimob) bawah kendali operasi (BKO) dari Kepolisian Resor Tojo Una-una dan Poso menjaga dan mengawal dua pasangan kandidat Bupati dan Wakil Bupati Banggai Provinsi Sulawesi Tengah. Kedua pasangan calon Bupati itu adalah pasangan Ma'mun Amir-Faizal Mang (Mazal) dan Sofyan Mile-Herwin Yatim (Smile-Win). “Mulai hari ini mereka kita amankan,” kata juru bicara Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, Ajun Komisaris Besar Rais Adam, Senin (11/4).

Penempatan anggota Brimob itu dipimpin tiga perwira menengah Polda Sulteng yakni AKBP Rais Adam, AKBP Supriadi, dan AKBP J Suade. “Pengamanan ini sesuai undang undang,” kata Rais.

Alasan pengamanan juga dilatarbelakangi situasi yang kian memanas terkait penghitungan suara sementara. Ratusan massa yang tergabung dalam Masyarakat Adat Kabupaten Banggai berunjukrasa di Panwaslu Banggai, Senin (11/4). Massa bergerak dari Sekretariat Barisan Pendukung Ma’mun Amir dan Faisal Mang (BPM) menuju kantor Panwaslu. Koordinator Aksi Mastar Sangkota mengatakan, aksi mereka untuk menuntut Panwaslu Banggai mengusut pelanggaran kampanye yang dilakukan kandidat lain.

Ketua Panwaslu Zaidul Mokoagung, berjanji menseriusi pelanggaran yang dilakukan selama pilkada oleh pasangan calon kandidat Bupati dan Wakil Bupati. Massa kemudian membubarkan diri. Untuk peningkatan pengamanan, sebanyak 209 personel atau dua satuan setingkat kompi (SSK) Brimob dari Kelapa Dua Mabes Polri akhirnya tiba di Kota Luwuk ibukota Kabupaten Banggai. Masyarakat diminta tak mudah terprovokasi.

Sumber:Tempo Interaktif

Calon Demokrat Kalah Karena Mesin Politik Mandeg

Jumat, 08 April 2011


Koransulteng -- Kekalahan yang dialami Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Tengah, Achmad Yahya dalam pemilihan kepala daerah Gubernur Sulawesi Tengah pada 6 April 2011, salah satunya karena mesin partai tidak jalan di lapangan.

"Ada beberapa kelemahan, salah satunya mesin partai kita tidak bekerja bagus. Pengurus DPC tidak direkrut baik," kata politisi Partai Demokrat, As'ad Lawali, di Palu, Kamis (7/4/2011).

Anggota DPRD Sulawesi Tengah itu mengatakan, dirinya sangat menyayangkan kekalahan Demokrat yang selisihnya cukup jauh dari calon pemenang, apalagi posisi perolehan suara calon yang diusung Demokrat berada di urutan paling bawah dari lima calon gubernur yang bertarung.

"Tapi saya tidak malu karena setiap calon sudah siap kalah apalagi menang," kata As'ad.

Menurut As'ad sejak awal sudah kelihatan, DPC-DPC Demokrat tidak terlibat baik dalam pemenangan Achmad Yahya/Ma'ruf Bantilan. Padahal kata As'ad dari segi perolehan suara pada Pemilu 2009, suara Demokrat cukup signifikan.

Berdasarkan hasil penghitungan cepat versi Indonesia Development Engineering Consultent (ide-C) hingga pukul 14.30 WITA mencatat, Longki Djanggola/Sudarto unggul dengan meraih 451.016 (53,41 persen) dari 844.478 suara sah yang masuk.

Urutan kedua ditempati Aminuddin Ponulele/Luciana Baculu yang meraih 129.495 suara (15,33 persen), Rendy Lamadjido/HB Paliudju meraih 98.530 suara (11,67 persen). Selanjutnya, Sahabuddin Mustapa/Faisal Mahmud meraih 86.342 suara (10,22 persen).

Sumber:http://www.berita8.com/

Longki-Sudarto Unggul di Pilkada Sulteng

Rabu, 06 April 2011

PALU - Tiga lembaga survei yang melakukan penghitungan cepat Pilkada Sulawesi Tengah hingga tadi malam menetapkan pasangan Longki Djanggola-Sudarto mengungguli Rendy Lamadjido-HB Paliudju.


HB Paliudju saat ini adalah Gubernur Sulteng yang kembali mencalonkan diri sebagai wakil gubernur. Indonesia Development Engineering Consultent (ide-C) mencatat, Longki Djanggola-Sudarto unggul dengan meraih 55% sedangkan Rendy Lamadjido- HB Paliudju hanya meraih 10,94%. Lembaga lainnya, Script Survei Indonesia (SSI), mencatat pasangan Longki Djanggola- Sudarto meraih 59,38%, jauh dari Rendy Lamadjido- HB Paliudju yang hanya 9,74%. Sementara, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) merilis Longki Djanggola-Sudarto meraih 53,98% sedangkan Rendy Lamadjido- HB Paliudju 13,07%.

Pilkada Sulawesi Tengah diikuti lima pasangan, yakni Aminuddin Ponulele-Luciana Baculu, Sahabuddin Mustapa- Faisal Mahmud,Longky Djanggola- Sudarto, Rendy Lamadjido- HB Paliudju, dan Achmad Yahya-Ma’ruf Bantilan. Pemenang pilkada itu akan menggantikan HB Paliudju- Achmad Yahya yang masa jabatannya telah berakhir pada 24 Maret 2011. Jumlah pemilih yang tercantum dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pilkada Sulawesi Tengah saat ini sebanyak 1.785.763 orang, sedangkan jumlah tempat pemungutan suara sebanyak 5.294 TPS yang tersebar di 10 kabupaten dan satu kota.

Paliudju mengaku akan berkebun jika kalah pada pilkada ini.“Masih ada kebun.Kebetulan ada kolam juga yang bisa dikerjakan,” katanya kemarin.

Melly Goeslaw Gelar Kontes Menyanyi Via Youtube

Senin, 04 April 2011


TANGENRANG - Ada-ada saja ide jenius Melly Goeslaw dengan menggelar kontes menyanyi lewat Youtube. Ide 'gila' itu membuahkan hasil, Melly menemukan dua pemuda dan pemudi yang dinilai bersuara bagus.

Dua calon penyanyi yang dilirik Melly bernama Sally Corita Foote dan Barry. Mereka dijanjikan Melly dan suaminya yang juga musisi, Anto Hoed akan menjadi bintang baru yang berkualitas.

Kepada sejumlah wartawan, Melly menceritakan ide awal dirinya membuat kontes tersebut. Awalnya Melly di Twitter banyak menemukan orang-orang yang ingin menjadi penyanyi. Maka itu ia membuat pengumuman untuk meng-upload demo video yang memperlihatkan tengah menyanyi.

"Saya bikin lewat youtube.org upload video lewat Youtube dan nggak lipsync dan nyanyi lagu saya," kata Melly saat ditemui di Taman Puri Bintaro PB 33 No. 33, Tangerang, Banten, Senin (4/4/2011).

Melly dan Anto tidak mempunyai banyak alasan untuk memilih Barry dan Sally. "Bukan menyenangi teknik, tapi lebih ke feeling. Jujur, anak kecil mewakili awam," ujar Melly lagi.

Lalu bagaimana komentar Sally dan Barry dengan terpilihnya mereka menjadi calon penyanyi besutan Melly? Ditemui ditempat yang sama, ini dia komentar mereka:

Bagaimana awalnya kalian kok bisa tahu Melly adakan audisi?
Berry: awalnya disuruh kakak dan teman-teman. Disuruh nyanyikan lagu, dikasih dateline 30 hari, dipaksa sama kakak. Pulang kerja, sekali shot. Sejujurnya saya ngefans dengan Melly.

Sally: aku serius mulai nyanyi tahun 2008. Akhir-akhir ini 2010, Melly bikin kompetisi. Saya coba-coba. Saya solo, dibantu teman-teman. On the spot hari itu juga. Lagunya 'Bagaikan Langit'. Aku tahu Melly dari kelas 6 SD.

Untuk Melly, apa istimewanya mereka berdua?
Melly: istimewanya? potensinya ada. Karakter suaranya juga nggak seperti yang beredar di Indonesia. Suara Sally unik.

Apakah mereka akan duet?
Melly: Kalau diduetkan nggak mungkin. Jadi kita buatkan lagu yang single. Barry pop dan Sally R n' B. Jadi kita kayak lagi main dadu. Mengambil tantangan besar untuk buat BBB, duet dengan Ari Lasso misalnya. Ini termasuk tantangan yang besar.

(ebi/ebi)

DetikHot

Siapa di Video "Polisi Gorontalo Menggila"?


VIVAnews -- Video berjudul 'Polisi Gorontalo Menggila" sungguh kocak: seorang polisi yang sedang berjaga di sebuah pos menirukan lagu India. Ia hafal liriknya, meski hanya sekedar lipsync.

Yang menggelitik, aksi 'gila' polisi itu -- menari dengan lincah, rancak, dan sedikit 'gila' -- tak ditanggapi dua rekannya yang berjaga di pos yang sama. Satu petugas lain memang sempat melihat ke arahnya, tapi lantas cuek. Sementara, satu lainnya, benar-benar tak peduli, ia asyik memainkan telepon genggamnya. Lihat videonya di sini.

Siapa sebenarnya Pak Polisi lucu ini?

Dikonfirmasi, Wakapolres Gorontalo, Kompol Doni Arief Praptomo tidak mau berkomentar. "No comment. Kami tidak berhak mengomentari itu karena bukan anggota kami di Polres Gorontalo. Mohon maaf," kata dia, Senin 4 April 2011.

Sementara, petugas Polres Gorontalo yang tak mau menyebutkan namanya, menduga bahwa anggota polisi yang nampak dalam video adalah memang polisi Gorontalo. "Anggota Brimob, untuk lebih jelasnya ke markas Brimob. Polres jauh letaknya dari Markas Brimob," kata dia, saat ditelepon VIVAnews.com, Senin sore. Ditanya identitas polisi lucu itu, petugas tersebut lantas meminta dihubungi kembali 5 menit kemudian.

Namun, janjinya tak terbukti. Ketika ditelepon, giliran petugas perempuan yang mengangkat. "Hubungi saja Markas Brimob," kata dia, lalu menutup telepon.

Siapapun anggota polisi dalam rekaman, aksinya sangat menghibur. Komentator VIVAnews dengan ID 'orang.dalem' berpendapat, aksi petugas ini menghibur. "Asli menghibur banget... terima kasih Pak Polisi. Tugas lagi ya, Pak..," tulis dia.

Demikian juga dengan pembaca VIVAnews, Ukan. "Wah videonya keren. Mestinya jangan jadi polisi, Pak, jadi bintang Bollywood saja, tapi hati-hati nanti ketahuan komandannya, Pak. hehehe..."

Laporan: Rahmat Zeena| Makassar, umi
• VIVAnews
 
Support : Copyright © 2011. KORAN SULTENG - All Rights Reserved