Nia Ramadhani Hamil Muda

Senin, 24 Januari 2011


Koransulteng -- Kabar bahagia melengkapi keluarga Nia Ramadhani dan Ardie Bakrie. Pasangan yang menikah pada awal April 2010 lalu itu diperkirakan tengah hamil muda, mengandung anak pertama, meski tidak diinformasikan berapa bulan usia kandungannya.

"Nanti kalau dikasih anugerah dari Yang di Atas pasti dikabarin, sekarang lagi pengen beraktivitas di yayasan dulu," ungkap Nia Ramadhani mengelak saat ditanya wartawan soal kehamilannya.

Nia yang ditemui usai nonton konser Swara Sang Dewi Titi DJ di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (23/1), mengaku tidak berencana menunda kehamilan, meski kesehariannya sibuk bekerja untuk yayasan keluarga yang bergerak di bidang anak-anak.

"Nggak menunda juga," tegasnya yang juga mengaku berat badannya terus bertambah.

"Tanda-tanda apa? Belakangan ini gendut-gendut terus lagi," ungkap Nia saat didesak tanda-tanda kehamilannya. "Insya Allah, doain aja ya," tegasnya mengiyakan.

Soal mengapa kabar bahagia itu tidak disampaikan secara jelas, Nia Ramadhani yang resmi meninggalkan dunia hiburan setelah menjadi menantu Aburizal Bakrie itu mengaku tidak mau mengumbar berita pribadinya.

"Nggak perlu diumbar-umbar ya," tegasnya. (kpl/hen/dar)


http://id.omg.yahoo.com/news/

Niat Perbesar Payudara, Bintang Porno Malah Tewas

Koransuleng -- Nahas betul Sexy Cora. Niat ingin memperbesar payudara, bintang porno Jerman ini malah tewas usai operasi.

Cora wafat dalam usia sangat muda, 23 tahun. Dara kelahiran 2 Mei 1987 itu mengalami komplikasi setelah operasi pembesaran payudara.

Artis dengan nama lengkap Carolin Ebert ini menjalani operasi di Alster Clinic, Hamburg, Jerman, awal Januari 2011. Saat operasi berlangsung, mendadak Cora mengalami serangan jantung. Dia lalu koma.

Setelah berjuang untuk tetap hidup, pemenang Venus Award 2010 kategori aktris film dewasa Jerman terbaik itu wafat pada 20 Januari 2011, sembilan hari setelah operasi. Dua dari ahli bedah yang melakukan operasi tersebut kini menghadapi tuduhan pembunuhan karena kelalaian.

"Kerusakan otaknya sudah parah. Tekanan darahnya juga menurun terus. Tubuhnya sudah tak berfungsi. Dia tidur dengan tenang," tutur suami Cora yang disitat Aceshowbiz, Senin (24/1/2011).

Itu bukan yang pertama kali Cora menjalani operasi payudara. Dia tercatat sembilan kali melakukan operasi sejenis.

Semasa hidup, Cora pernah menjadi berita utama pada 2009, karena hendak memecahkan rekor oral seks. Dia berniat melakukan oral seks terhadap 200 laki-laki dalam 24 jam. Tapi baru mengoral 75 laki-laki, Cora dilarikan ke rumah sakit.
http://id.omg.yahoo.com/news/

Wanita Asal Baggai Keliling Jakarta Cari Keadilan

Koransulteng -- Seorang wanita yang berasal dari Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, berkelana keliling kota Jakarta mencari dukungan atas vonis empat tahun penjara yang dijatuhkan Pengadilan Negeri Kabupaten Banggai, Sabtu (22/1).

Menurutnya, jaksa mengajukan tuntutan tiga tahun enam bulan, namun hakim mengetuk palu dan menjatuhkan empat tahun penjara. Ini sontak mendapat reaksi dari Eva Bande, 32, yang didakwa melakukan pelanggaran terhadap Pasal 160 KUHP tentang penghasutan yang mendorong orang lain melakukan tindak pidana.

Sebelumnya, ia menjadi negosiator kaum petani atas kasus sengketa lahan serta penggusuran jalan produksi petani di Banggai oleh PT Berkat Hutan Pusaka. "Waktu itu, 26 Mei 2010, terjadi pembakaran alat berat milik perusahaan oleh petani yang protes. Setelah tidak bertemu dengan pihak perusahaan, saya pulang. Lalu tidak lama berselang saya diamankan polisi," tuturnya.

Keesokan harinya, 27 Mei 2010, ia langsung dijadikan tersangka dan ditahan polisi hingga 26 Oktober 2010 sambil berjalannya proses pengadilan. Ia lantas merasa kaget dengan penetapan yang begitu cepat terhadap dirinya.

Pengadilan Negeri Banggai sendiri telah menjatuhkan vonis empat tahun penjara terhadap dirinya pada 15 November 2010. Padahal, jaksa hanya menuntut kurungan tiga tahun enam bulan.

Saat ini Eva, yang sedang dalam proses banding, sedang berkeliling ke beberapa lembaga untuk mengadu tentang kejanggalan dalam kasusnya. Salah satunya ke Kontras, Komnas Perempuan, dan Komisi Yudisial.

Sudah lima hari ia berada di Ibu Kota. Entah sampai kapan ia berada di Jakarta untuk mencari keadilan terhadap proses hukum dirinya. (OL-5)

Sumber:Media Indonesia

5 Pasang Calon Daftar Pemilu Kada Sulteng

Kamis, 20 Januari 2011

Koransulteng -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tengah (Sulteng) telah
menerima lima pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2011-2016 dalam pemilihan umum kepala daerah (pemilu kada) yang digelar 6 April 2011.

"KPU Sulteng telah menerima berkas pendaftaran dari lima pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur untuk mengikuti pemilu kada yang digelar pada 6 April mendatang," kata Ketua KPU Sulteng Adam Malik kepada wartawan, Kamis (20/1).

Lima pasangan calon tersebut telah memasukkan berkas pendaftaran ke KPU Sulteng sebelum berakhirnya masa pendaftaran pada Rabu (19/1) kemarin.

Sesuai dengan jadwal yang ditetapkan, terhitung mulai 20 hingga 26 Januari 2011, KPU Sulteng akan meneliti kekurangan pada berkas calon dan memberikan waktu perbaikan kepada masing-masing calon pada 27 Januari hingga 2 Februari 2011.

"KPU Sulteng mengumumkan peserta yang lolos pada 17 hingga 18 Februari 2011," katanya.

Lima pasangan yang telah mendaftarkan diri di KPU Sulteng tersebut masing- masing Achmad Yahya berpasangan dengan Ma'ruf Bantilan, Longki Djanggola berpasangan dengan Sudarto, Rendy Lamadjido berpasangan dengan HB Paliudju, Aminuddin Ponulele berpasangan dengan Luciana Baculu, dan Sahabuddin Mustapa berpasangan dengan Faisal Mahmud. (OL-5)

Sumber:Media Indonesia

Kontribusi tambang bagi Morowali kecil

Koransulteng -- Koordinator Kampanye dan Riset Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Sulteng, Andika Setiawan menilai Pemerintah Kabupaten Morowali paling agresif mengeluarkan izin pertambangan. Namun dibalik itu, kabupaten tersebut merupakan salah satu daerah yang menduduki rangking tertinggi tingkat kemiskinan di Sulteng.

Jatam Sulteng menyebutkan dalam catatan mereka ada 109 perusahaan tambang yang berinvestasi di daerah penghasil tambang itu. Akan tetapi tidak diketahui berapa besar pendapatan asli daerah (PAD) yang diterima daerah itu.

“Ke mana semua uang dari hasil tambang yang masuk ke PAD,” ujarnya ketika menjadi pembicara pada dialog evaluasi praktik pertambangan di Sulteng, hari ini.

Sementara itu menurut catatan Walhi Sulteng, pada 2009 dari hasil tambang yang ada di Sulteng termasuk Morowali hanya memberikan kontribusi ke PAD 0,20 % dan itu sangat jauh dari kontribusi sektor lainnya.

“Bayangkan di Kabupaten Morowali ada 109 kuasa pertambangan, tapi pembangunan infrastruktur begitu-begitu saja tidak banyak perubahan. Janji perbaikan infrastruktur seperti jalan dari perusahaan dan kesejahteraan masyarakat hanya janji belaka,” tegas Direktur Divisi Eksekutif Walhi Sulteng, Wilianita Selviana.

Pada kesempatan yang sama perwakilan Dinas Pertambangan Provinsi, Edy Samelu mengungkapkan dari data yang disampaikan Jatam Sulteng adanya sekitar 109 kuasa pertambangan yang dikeluarkan oleh Pemda di Morowali, bisa diduga ada broker tambang di kabupaten itu.

Oknum-oknum broker hanya mengajak investor masuk ke wilayah pertambangan, setelah itu keluar dan mencari lagi investor lain. “Ini akan menjadi bahan pembahasan kita bersama termasuk dengan Pemkab Morowali terkait izin pertambangan di Sulteng, khususnya di Kabupaten Morowali,” ujarnya, Edy Samelu. (mw)

Sumber: Bisnis Indonesia

Kontribusi tambang bagi Morowali kecil

Koransulteng -- Koordinator Kampanye dan Riset Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Sulteng, Andika Setiawan menilai Pemerintah Kabupaten Morowali paling agresif mengeluarkan izin pertambangan. Namun dibalik itu, kabupaten tersebut merupakan salah satu daerah yang menduduki rangking tertinggi tingkat kemiskinan di Sulteng.

Jatam Sulteng menyebutkan dalam catatan mereka ada 109 perusahaan tambang yang berinvestasi di daerah penghasil tambang itu. Akan tetapi tidak diketahui berapa besar pendapatan asli daerah (PAD) yang diterima daerah itu.

“Ke mana semua uang dari hasil tambang yang masuk ke PAD,” ujarnya ketika menjadi pembicara pada dialog evaluasi praktik pertambangan di Sulteng, hari ini.

Sementara itu menurut catatan Walhi Sulteng, pada 2009 dari hasil tambang yang ada di Sulteng termasuk Morowali hanya memberikan kontribusi ke PAD 0,20 % dan itu sangat jauh dari kontribusi sektor lainnya.

“Bayangkan di Kabupaten Morowali ada 109 kuasa pertambangan, tapi pembangunan infrastruktur begitu-begitu saja tidak banyak perubahan. Janji perbaikan infrastruktur seperti jalan dari perusahaan dan kesejahteraan masyarakat hanya janji belaka,” tegas Direktur Divisi Eksekutif Walhi Sulteng, Wilianita Selviana.

Pada kesempatan yang sama perwakilan Dinas Pertambangan Provinsi, Edy Samelu mengungkapkan dari data yang disampaikan Jatam Sulteng adanya sekitar 109 kuasa pertambangan yang dikeluarkan oleh Pemda di Morowali, bisa diduga ada broker tambang di kabupaten itu.

Oknum-oknum broker hanya mengajak investor masuk ke wilayah pertambangan, setelah itu keluar dan mencari lagi investor lain. “Ini akan menjadi bahan pembahasan kita bersama termasuk dengan Pemkab Morowali terkait izin pertambangan di Sulteng, khususnya di Kabupaten Morowali,” ujarnya, Edy Samelu. (mw)

Sumber: Bisnis Indonesia

Rp2,1 juta per bulan, Upah layak jurnalis di Sulteng

Koransulteng -- Upah layak bagi jurnalis di Palu, Sulawesi Tengah Rp2,1 juta per bulan. Angka ini sesuai hasil survei Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Palu, belum lama ini.

“Upah layak tersebut adalah nilai kebutuhan hidup rata-rata minimal dari seorang jurnalis dalam satu bulan,” kata Riski Maruto, Divisi Serikat Pekerja Pengurus AJI Kota Palu, hari ini.

Dia menjelaskan metode survei yang dilakukan AJI Kota Palu adalah mencari data di lapangan tentang harga kebutuhan para jurnalis bujangan selama satu bulan.

Selain itu, juga mengadakan wawancara dengan sejumlah wartawan lokal di Palu untuk mengetahui kebutuhan selama satu bulan itu. Pada survei yang dilakukan pertengahan Desember 2010 itu, ada 23 item yang dinilai seperti perlengkapan mandi, sandang, pangan, serta kebutuhan rekreasi hingga kebutuhan servis kendaraan.

Tujuan survei upah layak menurut Riski, untuk memberi gambaran umum kepada pemilik media atau masyarakat umum, termasuk jurnalis sendiri berapa sebenarnya kebutuhan layak yang harus dipenuhi setiap bulan.

“AJI terus mendorong agar para jurnalis bisa hidup layak dan sejahtera sehingga kerjanya bisa lebih profesional,” ujar Riski.

Dari wawancara dengan jurnalis yang bekerja di media lokal di Palu, diketahui ada wartawan yang digaji Rp500.000 per bulan. Bahkan ada yang kurang dari itu jika yang bersangkutan masih bestatus calon reporter. Sementara upah minimum provinsi Sulteng 2011 sebesar Rp827.500.

“Bagaimana wartawan bisa hidup dengan gaji sebesar itu sementara kerjanya dituntut hampir selama 24 jam penuh dalam sehari. Jangan sampai perjuangannya hanya dihargai dengan gaji yang masih di bawah UMP,” ungkapnya.

Pada sosialisasi dan diskusi upah layak di Sekretariat AJI Kota Palu, sejumlah jurnalis mengaku belum menerima gaji selama beberapa bulan. Dua orang jurnalis di antaranya mengaku tidak menerima gaji selama tiga bulan.

“Saya terpaksa bekerja sambilan dan mengandalkan penghasilan lainnya di luar profesi jurnalis,” ungkap seorang jurnalis yang mengaku sudah bekerja di medianya selama satu tahun dengan gaji berkisar Rp300.000 – Rp500.000 per bulan. Seorang jurnalis lainnya mengaku dijanjikan gaji Rp700.000 per bulan, namun setelah bekerja tiga bulan dia belum juga diberi upah.

Dari hasil survei itu AJI Palu berjanji akan mengirim pernyataan tertulis kepada beberapa media. “Jangan memperlakukan jurnalis seperti sapi perahan,” kata Riski. Dalam waktu dekat AJI Kota Palu juga akan melakukan road show ke sejumlah perusahaan media guna mensosialisasikan hasil survei itu. (mw)

Sumber:Bisnis Indonesia

Rp2,1 juta per bulan, Upah layak jurnalis di Sulteng

Koransulteng -- Upah layak bagi jurnalis di Palu, Sulawesi Tengah Rp2,1 juta per bulan. Angka ini sesuai hasil survei Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Palu, belum lama ini.

“Upah layak tersebut adalah nilai kebutuhan hidup rata-rata minimal dari seorang jurnalis dalam satu bulan,” kata Riski Maruto, Divisi Serikat Pekerja Pengurus AJI Kota Palu, hari ini.

Dia menjelaskan metode survei yang dilakukan AJI Kota Palu adalah mencari data di lapangan tentang harga kebutuhan para jurnalis bujangan selama satu bulan.

Selain itu, juga mengadakan wawancara dengan sejumlah wartawan lokal di Palu untuk mengetahui kebutuhan selama satu bulan itu. Pada survei yang dilakukan pertengahan Desember 2010 itu, ada 23 item yang dinilai seperti perlengkapan mandi, sandang, pangan, serta kebutuhan rekreasi hingga kebutuhan servis kendaraan.

Tujuan survei upah layak menurut Riski, untuk memberi gambaran umum kepada pemilik media atau masyarakat umum, termasuk jurnalis sendiri berapa sebenarnya kebutuhan layak yang harus dipenuhi setiap bulan.

“AJI terus mendorong agar para jurnalis bisa hidup layak dan sejahtera sehingga kerjanya bisa lebih profesional,” ujar Riski.

Dari wawancara dengan jurnalis yang bekerja di media lokal di Palu, diketahui ada wartawan yang digaji Rp500.000 per bulan. Bahkan ada yang kurang dari itu jika yang bersangkutan masih bestatus calon reporter. Sementara upah minimum provinsi Sulteng 2011 sebesar Rp827.500.

“Bagaimana wartawan bisa hidup dengan gaji sebesar itu sementara kerjanya dituntut hampir selama 24 jam penuh dalam sehari. Jangan sampai perjuangannya hanya dihargai dengan gaji yang masih di bawah UMP,” ungkapnya.

Pada sosialisasi dan diskusi upah layak di Sekretariat AJI Kota Palu, sejumlah jurnalis mengaku belum menerima gaji selama beberapa bulan. Dua orang jurnalis di antaranya mengaku tidak menerima gaji selama tiga bulan.

“Saya terpaksa bekerja sambilan dan mengandalkan penghasilan lainnya di luar profesi jurnalis,” ungkap seorang jurnalis yang mengaku sudah bekerja di medianya selama satu tahun dengan gaji berkisar Rp300.000 – Rp500.000 per bulan. Seorang jurnalis lainnya mengaku dijanjikan gaji Rp700.000 per bulan, namun setelah bekerja tiga bulan dia belum juga diberi upah.

Dari hasil survei itu AJI Palu berjanji akan mengirim pernyataan tertulis kepada beberapa media. “Jangan memperlakukan jurnalis seperti sapi perahan,” kata Riski. Dalam waktu dekat AJI Kota Palu juga akan melakukan road show ke sejumlah perusahaan media guna mensosialisasikan hasil survei itu. (mw)

Sumber:Bisnis Indonesia

Angka kecelakaan lalu lintas di Sulteng melonjak

Koransulteng -- Angka kecelakaan lalu lintas di Sulawesi Tengah selama 2010 meningkat 11% dibanding 2009, sementara tingkat kematian naik akibat semakin tingginya jumlah korban tewas di jalan raya.

Direktorat Lalu Lintas Polda Sulteng mencatat jumlah kasus kecelakaan lalu lintas pada 2010 mencapai 1.359 kasus dengan korban meninggal dunia 403 orang, luka berat 527 orang, luka ringan 1.092 orang, dan kerugian material Rp3,2 miliar.

Sementara lakalantas 2009 tercatat 1.222 kali dengan korban meninggal dunia 370 orang, luka berat 345 orang, luka ringan 1.115 orang, dan kerugian material Rp2,3 miliar.

Direktur Lalu Lintas Polda Sulteng Kombes Pol. Hariadi mengemukakan bahwa masih tingginya angka kecelakaan disebabkan dua hal pokok, yakni pertama penambahan jumlah kendaraan bermotor roda dua dan empat yang tidak seimbang dengan kemampuan penyediaan sarana dan prasarana pendukung seperti jalan yang baik serta sarana keselamatan yang cukup.

Penyebab pokok kedua adalah masih rendahnya disiplin dan ketertiban pengguna jalan saat berkendara di jalan raya.

“Kecelakaan lalu lintas di Sulteng umumnya diawali dengan pelanggaran seperti tidak menaati rambu-rambu seperti lampu pengatur lalu lintas dan ketentuan berkendara lainnya, seperti kewajiban menggunakan helm pengaman atau sabuk pengaman untuk sopir mobil,” ujarnya, hari ini.

Karena itu, kata Hariadi, upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas di daerah ini masih terus difokuskan pada kegiatan sosialisasi dan tindakan persuasif agar masyarakat lebih disiplin dan santun saat berkendara di jalanan.

Pada waktu tertentu, jajaran Ditlantas menggelar razia dan memberikan tindakan tegas terhadap pengendara yang tidak mematuhi ketentuan berlalu lintas.

Terkait semakin tingginya jumlah kendaran bermotor, data Kantor sistim administrasi terpadu satu atap (Samsat) Kota Palu mencatat pendaftaran baru kendaraan bermotor naik rata-rata 30% setiap triwulan atau sekitar 13.500 unit tiap bulan yang didominasi sepeda motor sekitar 12.500 unit. (kmy)

Sumber:Antara

Pemerintah Sulawesi Tenggara minta Inco segera angkat kaki

Koransulteng -- Dinilai telah melakukan sejumlah kelalaian merealisasikan kontrak karya yang telah disepakati, Pemerintah Sulawesi Tenggara meminta agar PT Inco Tbk agar angkat kaki.

Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam menyebutkan, ada beberapa kelalaian yang dilakukan perusahaan nikel dunia itu. Di antaranya, tidak segera membangun pabrik sebagaimana tercantum dalam perjanjian Kontrak Karya (KK). Selain itu, Inco juga ingkar janji dari pembayaran pajak dan retribusi, sehingga daerah ini banyak dirugikan dan ekplorasinya sudah masuk kawasan hutan tanpa ijin.

"Inco mesti angkat kaki dari Sulawesi Tenggara. Hal ini sekaligus menjaga kenyamanan, kepercayaan, prestasi dari Inco, daripada akhirnya akan mempengaruhi investasinya yang lain," katanya seusai ikut dalam rapat kabinet di Istana Kepresidenan, Kamis (20/1).

Nur Alam, mengaku telah mengirimkan somasi tiga kali ke Inco terkait hal tersebut. Peringatan terakhir dikirimkan pada akhir Desember 2010 lalu.

Sumber:Kontan

Warga Palu Sepakat Damai Pasca Bentrokan

Rabu, 19 Januari 2011

Koransulteng - Warga di Jalan Anoa dan Jalan Darussalam, Kelurahan Tatura, Palu Selatan, Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, akhirnya bersepakat damai dan mengakhiri pertikaian yang telah berlangsung selama tiga hari terakhir ini.

Pernyataan kesepakatan damai itu disampaikan warga kedua kubu yang bertikai dalam pertemuan sejumlah tokoh adat, masyarakat, dan tokoh pemuda. "Kami sepakat damai karena kita semua bersaudara," kata Ashar Yotomaruangi, salah seorang tokoh masyarakat Jalan Anoa, di hadapan ratusan warga, Rabu (19/1).

Menurut Ashar, siapapun yang datang untuk mencari pekerjaan, entah dari mana asalnya dan kemudian tinggal di Kota Palu, maka dia itu adalah saudara.

Ashar menduga bentrokan itu dipicu ulah orang-orang tidak bertanggung jawab dan punya kepentingan yang bertujuan memecah belah persaudaraan di lingkungan Kelurahan Tatura.

"Masalah ini dilakukan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab. Maka dari itu saya minta kepada warga agar tenang dan tidak mudah terprovokasi," ujar Ashar.

Haji Ibrahim, tokoh masyarakat Jalan Darussalam ini, justru meminta kepada aparat kepolisian untuk segera membebaskan warga yang sebelumnya ditangkap saat bentrok terjadi.

"Saya setuju dengan kesepakatan damai, tetapi saya minta kepada polisi agar membebaskan mereka yang ditahan," ujar Ibrahim yang disambut tepukan tangan dari warga lainnya.

Pertemuan warga kedua kubu dan sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda setempat itu difasilitasi oleh Pemerintah Kota Palu yang menyediakan tenda di lapangan terbuka di Jalan Anoa sebagai tempat berkumpul. "Pertemuan ini sangat penting, karena memang kita semua ini bersaudara," ujar Wakil Wali Kota Palu Mulhanan Tombolotutu.

Sementara pihak kepolisian sendiri melalui Irwasda Komisaris Besar Charles Victor Sitorus menyatakan bahwa inti dari pertemuan bertujuan agar masalah-masalah yang ada ini tidak berkembang lebih buruk lagi.

Irwasda juga mengajak masyarakat di wilayahnya untuk bersama-sama meningkatkan silaturahmi dan kebersamaan antar sesama agar wilayah Palu dan sekitarnya tetap aman kondusif.

"Saya mengimbau seluruh masyarakat menahan diri, tidak termakan provokasi, hasutan, dan hal apapun yang bisa merusak diri mereka sendiri dan orang lain," ujar orang ketiga di Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah itu.

Menjawab permintaan warga soal adanya warga yang ditahan, Irwasda berjanji akan segera menyelesaikan masalah itu.

Sementara itu, Ketua Dewan Adat Kota Palu Adjimin Ponulele meminta kepada masyarakat di wilayahnya agar tetap menghormati asas persaudaraan yang selama ini terbangun sejak zaman dulu.

"Dari dulu, masyarakat kita hidup bertoleran, selalu terbuka dan menerima siapa saja yang datang ke Kota Palu. Sebab mereka itu adalah saudara kita semua. Tetapi saya minta juga kepada warga pendatang agar menjadikan warga Palu sebagai saudara," kata Adjimin.

Menurut Adjimin, jika masyarakat semua memahami pentingnya arti persaudaraan, maka bentrok atau semacamnya pasti cepat teratasi, sehingga seluruh warga bisa merasakan indahnya hidup berdampingan.

"Mana mungkin kita mau bentrok kalau kita semua bersaudara. Maka dari itu, mari kita jaga wilayah ini dengan aman dan tenteram," tuturnya.

Sementara itu, situasi keamanan di wilayah Jalan Anoa dan Lorong Darussalam berangsur-angsur kondusif. Namun begitu, ratusan aparat gabungan dari satuan Sabhara Polres Palu didukung Direktorat Sabhara dan Brimob Polda Sulteng tampak masih bersiaga di dua wilayah untuk mengantisipasi aksi susulan.

DARLIS
Sumber:http://www.tempointeraktif.com

ANTISIPASI SERANGAN, WARGA SIAGA

Koransulteng – Warga Pasar Masomba – Palu Sulawesi Tengah kembali dibuat resah. Warga yang sedang asik berjualan di pasar terbesar di Palu Timur itu, tiba-tiba mempersenjatai diri dengan berbagai peralatan seadanya, menyusul adanya serangan dari kelompok tertentu kepada warga pasar.
Sejumlah warga pasar Masomba yang ditemui terlihat binggung antara percaya dan tidak dengan adanya isu penyerangan dari oknum lainnya. “Saya hanya melihat teman teman saya pada berlarian keluar ke jalan dan berteriak ada penyerangan ke pasar makanya saya juga bersiap siap menjaga kemungkinan yang terjadi,”katanya.
Akibat dari isu penyerangan polisi dan tentara mulai berjaga jaga di sejumlah sudut pasar. Mereka mengantisipasi adanya provokator yang memanfaatkan psikologi warga yang sedang dalam ancaman penyerangan. Malam tadi, terjadi bentrok antarkelompok di Palu Selatan. Kejadian terjadi pada dini hari (18/1). Akibatnya, satu warga terkena anak panah. Berbagai sumber yang dikumuplkan bentrok antar dua kelompok itu, masih ada kaitannya dengan kejadian pada Minggu malam (16/1).

Akibat dari insinden itu, Rejib (19), warga Jalan Anoa terkena panah pada bagian punggungnya. Menurut Sadar, orangtua Rejib, putranya terkena busur panah sekitar pukul 02.00 wita Selasa dini hari. Di lokasi yang tidak diketahui. Korban dilarikan ke rumah sakit Budi Agung untuk menjalani operasi untuk mengeluarkan anak panah yang tertancap di punggungnya. Walaupun anaknya menjadi sasaran kekerasan, namun Sadar, mengaku bahwa dia tidak ada dendam sama sekali. Bahkan secara terbuka, Sadar minta agar kasusnya bisa segera diselesaikan secara kekeluargaan.

“Yah harapan saya demikian adanya janganlah persoalan ini semakin membesar, kan yang rugi kita semua, sebagai orangtua, saya berharap marilah kita duduk bersama dan tidak menyalahkan satu dengan lainnya,”katanya. Mengantisipasi aksi susulan, pilisi melakukan penyisiran di rumah warga. Polisi, mencari mencari benda tajam dan juga bom molotov. Ratusan polisi yang merupakan satuan gabungan dari Polres Palu, Polsek Palu Selatan dan Brimobda Sulteng, tampak dibantu oleh Satpol PP dan tokoh masyarakat dari jalan Anoa dan lorong Darussalam, secara bersama-sama melakukan penyisiran. Yang dicari, selain benda tajam dan molotov, yang juga dicari busur, anak panah dan parang.

Sebelum melakukan penyisiran, Kapolres Palu, AKBP Deden Gerdana menginstruksikan langsung kepada bawahannya agar melakukan pemeriksaan dengan bijak. Jika ada yang ditemukan mengindikasikan berbahaya, maka langsung disita. Polisi dalam menyisir rumah warga, dilakukan secara persuasive. Rata-rata warga yang rumahnya dimasuki polisi dan petugas lainnya tidak keberatan rumahnya diperiksa. Tidak hanya rumah warga yang disisir, akan tetapi halaman rumah dan kebun milik warga juga ikut disisir.

Untuk mengantisipasi bentrok susulan, polisi berjaga-jaga di kedua wilayah yang hanya dipisahkan sungai kering tersebut. Selain itu, Kapolda Sulteng, langsung memimpin pertemuan tokoh masyarakat dari kedua kelompok yang bertikai.(BP004)

Sumber:http://www.beritapalu.com

PARPOL PENGUSUNG SAFA MEMENUHI SYARAT

Koransulteng -- Pasangan H Sahabuddin Mustapa-H Faisal Mahmud (Safa), resmi mendaftar sebagai bakal calon gubernur dan wakil gubernur Sulteng di KPU Sulteng, kemarin (17/1). Keduanya mendaftar sekitar pukul 15.17 wita setelah menggelar deklarasi pada pukul 14.00 Wita di Rumah Safa, Jalan Sis Aldjufri, Palu Barat.
Usai deklarasi pasangan Safa mengikuti konvoi kendaraan bermotor melewati jalan-jalan utama kota Palu. Safa berdiri di mobil terbuka diiringi kendaraan dokar, motor dan mobil yang dilengkapi bendera parpol. Jumlah peserta konvoi masing-masing 17, menandakan 17 partai politik non parlemen yang mengusung pasangan Safa.
Sepanjang jalan Sahabuddin dan Faisal melambaikan tangan kepada warga yang berada di pinggir jalan. Konvoi Safa tiba di kantor KPU Sulteng, Jalan S Parman, sekitar pukul 15.00 wita. Nanti setelah lewat 17 menit pendaftaran dimulai, yang diawali dengan penyerahan berkas oleh pimpinan parpol pengusung.
Setelah itu Sahabuddin dan Faisal mendaftar disaksikan ketua, anggota, dan sekretaris KPU Sulteng. Pada proses ini berlangsung menarik. Saat Sahabuddin dan Faisal menuju meja pendaftaran, yel-yel dukungan langsung bersahut-sahutan serta tepuk tangan datang dari pendukung Safa yang sudah memenuhi kursi di halaman KPU Sulteng.

Setelah menyerahkan berkas dan mendaftar, anggota KPU Sulteng memeriksa berkas dukungan. Setelah itu anggota KPU Sulteng Syamsuddin Baco yang juga ketua Pokja Pendaftaran, menyampaikan hasil pemeriksaan sementara. Kata Syamsuddin, pasangan Safa diusung 17 partai politik non seat. Jumlah total suara parpol pengusung ini sebanyak 199.475. Sedangkan syarat dukungan suara 15 persen sebanyak 182.165. ‘’Dengan demikian partai pengusung memenuhi syarat,’’ kata Syamsuddin Baco, disambut tepuk tangan serta yel-yel dukungan terhadap Safa.(BP004)

Sumber:http://www.beritapalu.com

KAPOLDA: ISU SMS PENCULIKAN MANUSIA TIDAK BENAR

Koransulteng – Isu pesan singkat (SMS) berisi penculikan manusia dengan sasaran organ tubuh manusia yang marak beredar di masyarakat Sulawesi Tengah, dengan mengatasnamakan polisi mendapat perhatian dari Kapolda Sulteng Brigjen Pol Dewa Made Parsana.

Kapolda Dewa Parsana mengatakan, Selasa (11/1) menegaskan isu SMS itu tidak berasal dari polisi. Polisi tidak pernah mengeluarkan SMS meresahkan warga, dan SMS itu diduga disebarkan pihak-pihak tidak bertanggungjawab yang ingin membuat warga resah.

Pihaknya juga sudah melakukan penyelidikan, bahkan razia-razia dari ciri-ciri yang orang disebutkan dalam SMS, ternyata tidak ditemukan fakta. "Semua itu hanyalah ulah dari oknum yang tidak bertanggungjawab, yang ingin meresahkan warga sehingga timbul saling kecurigaan warga," kata Kapolda via Ponsel.

Kapolda juga mengimbau, agar masyarakat yang menerima SMS tersebut tidak langsung mempercayai isinya sehingga bisa menimbulkan aksi main hakim sendiri terhadap hal-hal yang dicurigai. "Ini hanya SMS ingin membuat warga resah. Masyarakat diharapkan berpikir positif dan tidak terprovokasi dengan SMS-SMS meresahkan dengan melakukan tindakan-tindakan main hakim sendiri," jelas Kapolda.(bp017/BP010)

Sumber:http://www.beritapalu.com

Suasana Kota Palu Masih Mencekam

Koransulteng -- Suasana di lokasi betrokan dua kelompok warga di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (19/1), masih mencekam. Warga masih ada yang bergerombol.

Pascabentrok susulan dini hari tadi, di sejumlah titik masih terlihat warga yang berkumpul dengan membawa senjata tajam. Di perbatasan jalan Anoa dan Darussalam ratusan polisi disiagakan dengan senjata lengkap.

Bentrok yang terjadi dinihari tadi menyebabkan enam orang terluka. Empat dari enam orang terkena luka tembak dan dua lainnya terkena luka anak panah.

Selain korban luka bentrok juga menyebabkan satu rumah warga habis dibakar massa. Warga yang tinggal di sekitar lokasi bentrok ketakutan dan mengungsi ke kampung terdekat.

Sumber:http://www.mediaindonesia.com

Bentrok di "Facebook" Dilanjutkan di Jalan di Palu

Koransulteng — Dua kelompok pemuda di Kota Palu, Sulawesi Tengah, terlibat bentrok yang didipicu komentar-komentar provokatif di sebuah situs jejaring sosial Facebook.

Bentrok yang terjadi di Kelurahan Tatura Utara pada Senin (17/1/2011) malam itu tidak menimbulkan korban luka-luka.

Bentrokan tersebut merupakan aksi lanjutan dari kejadian serupa pada Sabtu (15/1/2011) dini hari, sekitar pukul 02.30 WITA.

Tawuran itu mengakibatkan beberapa bangunan rusak akibat terkena lemparan batu dan benda keras lain.

Informasi yang dihimpun di Kepolisian Sektor Palu Selatan menyebutkan, bentrok tersebut berawal ketika seorang pemuda yang tinggal di Jalan Anoa melakukan perang kata-kata di Facebook dengan seorang pemuda yang tinggal di Jalan Darussalam.

Tidak puas perang kata-kata di Facebook, kemudian kedua pemuda itu sepakat bertemu di Jalan Anoa untuk berkelahi.

Kedua pemuda ternyata membawa sejumlah teman sehingga tawuran massal dengan cara saling lempar batu tidak terhindarkan.

Kepala Polsek Palu Selatan Iptu MN Asjik membenarkan bahwa bentrok tersebut berawal dari komentar-komentar di Facebook.

Dia mengaku belum mengetahui identitas pelaku tawuran secara jelas. "Tapi, kami sudah mengimbau kepada kedua tokoh masyarakat setempat agar tidak melanjutkan bentrokan itu," katanya.

Menurutnya, menyelesaikan sesuatu dengan berkelahi adalah tidak ada gunanya. "Mari kita duduk sama-sama untuk menyelesaikan persoalan ini dengan kepala dingin," katanya.

Sumber:Antara

Bentrok di Palu Sebabkan Lima Orang Terluka

Koransulteng -- Bentrok antara dua kelompok pemuda yang terjadi di Kelurahan Tatura Utara, Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), Rabu (19/1) mengakibatkan empat warga sipil terluka dan seorang polisi terluka terkena busur panah.

Dua warga sipil terkena tembakan polisi karena tidak mengindahkan tembakan peringatan sebelumnya. Polisi terpaksa menembak ke arah kaki karena pelaku bentrok terus melakukan serangan. Sementara dua korban warga sipil lainnya, masing-masing terkena busur panah di paha kaki dan tangan. Saat ini korban sudah mendapatkan perawatan di rumah sakit terdekat.

Wakapolres Palu Kompol Yudi Gunawan, saat ditemui di lokasi kejadian mengatakan, seorang anggotanya terkena busur panah di lengan kiri. Busur itu diduga kuat berasal seorang pelaku bentrok. "Korban berusaha menangkis busur panah ke arah wajah sehingga busur itu menancap di tangannya."

Dia menuturkan sebanyak lima peleton atau sekitar 180 personel polisi saat ini masih bersiaga di lokasi bentrok guna mengantisipasi bentrok susulan. Bentrok pada Rabu pagi sekitar pukul 04.00 Wita itu merupakan bentrok susulan dari kejadian serupa pada Sabtu (15/1).

Wakapolres Yudi mengaku belum mengetahui persis penyebab bentrok tersebut.Informasi yang dihimpun dari masyarakat menyebutkan bentrok itu dipicu dari komentar-komentar di facebook yang bersifat provokatif. Ada juga yang menuturkan bentrok itu terjadi karena seorang pemuda melempari pemuda lainnya saat sedang berkumpul karena ada acara.

Bentrok tersebut melibatkan pemuda dari jalan Darussalam dan kelompok dari jalan Anoa yang dibatasi sebuah sungai selebar dua meter.

Wakapolres mengimbau warga jangan mudah terpancing dengan isu-isu yang bersifat provokatif. "Mari kita jaga keamanan dan ketertiban bersama-sama." (Ant/OL-13)

Sulteng Tawarkan Wisata Petualangan


Koransulteng - Sulawesi Tengah menawarkan pariwisata berbasis culture, adventure, dan nature atau CAN. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Tengah, Suaib Djafar mengatakan dari sisi culture atau kebudayaan, Sulawesi Tengah memiliki 11 kabupaten dengan masing-masing keunikan budaya.

"Di sini ada 12 etnik atau suku. Ada keanekaragaman kesenian, pakaian, adat, makanan khas. Kita punya 22 dialek bahasa daerah," jelas Suaib kepada Kompas.com via telepon, Kamis (13/11/2011). Seperti misalnya di daerah Kulawi terdapat budaya bertutur seperti musik yang melantunkan pesan-pesan leluhur.

"Ada nilai-nilai luhur yang menunjukan kearifan kultur sarat makna. Ada pesan-pesan leluhur pada nyanyian tersebut," ungkapnya. Sementara seni budaya menarik lainnya menurut Suaib adalah Tari Balia, penari menari di atas bara tempurung kelapa.

Unsur adventure ada di beberapa objek wisata untuk aktivitas panjat tebing, paralayang, dan arung jeram. Di Lariang merupakan lokasi tepat untuk olahraga arung jeram. Sementara di kota Palu terdapat gunung yang biasa dipakai untuk paralayang.

"Pra PON cabang paralayang pernah di sini, karena tempatnya memang bagus dan indah," kata Suaib.

Di Taman Nasional Lore Lindu, wisatawan dapat melakukan aktivitas bird watching dan trekking. Di Lore juga terdapat patung megalitik yang usianya mencapai ribuan tahun.

Sementara di sisi nature, Sulawesi Tengah menawarkan wisata bahari dengan kekayaan alam bawah laut. Togian dan Danau Poso adalah beberapa destinasi unggulan Sulawesi Tengah dengan pendekatan wisata bahari.

Suaib menuturkan bahwa kunjungan wisatawan asing ke Sulawesi Tengah di tahun 2010 meningkat tajam sebesar 112 persen dibanding tahun sebelumnya. "Tahun 2010 ada kunjungan wisman sebesar 6.325 orang. Mereka menghasilkan sekitar Rp 29 miliar untuk devisa," jelasnya. Sementara tingkat wisatawan nusantara sebesar 1,6 juta yang datang ke Sulawesi Tengah.

Ia mengungkapkan semenjak Festival Danau Poso 2009 yang dihadiri Menbudpar Jero Wacik, kunjungan wisman ke Sulawesi Tengah terus menaik. Hal ini terjadi karena saat itu beberapa media asing ikut serta meliput festival tersebut. Sebelumnya pihak asing memang memberlakukan travel warning untuk warga negaranya yang ingin berkunjung ke Sulawesi Tengah.

"Saat Festival Danau Poso 2009, media asing mempromosikan kondisi Sulawesi Tengah yang sudah aman dan bisa dikunjungi," tambah Suaib.
|
Sumber:http://travel.kompas.com

Anas-Edy Baskoro Hadiri Deklarasi Bacagub Sulteng


Koransulteng - Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan Sekjennya Edy Baskoro Yudhoyono akan menghadiri deklarasi bakal calon gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) di Palu, Rabu sore.

"Mereka sudah tiba di Palu untuk menghadiri deklarasi," kata Wakil Ketua DPD Demokrat Sulteng, Mustar Labolo di Palu, Rabu.

Selain Ketua Umum dan Sekjen juga hadir beberapa pengurus DPP lainnya seperti Adji Masaid.

Rombongan ketua DPP tersebut tiba di Palu, Rabu dengan menggunakan pesawat reguler.

Menurut rencana, deklarasi pasangan Achmad Yahya-Ma`ruf Bantilan yang diusung Demokrat dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akan dilaksanakan di kompleks Alkhairaat Palu..

Pantauan ANTARA di lokasi deklarasi aula Almuhsinin Alkhairaat telah siap menampung sekitar 500 orang. Selain dalam gedung, panitia juga telah menyiapkan tenda di luar ruangan.

Sekitar kompleks Alkhairaat juga telah berkibar ratusan bendera Demokrat beserta poster pasangan bakal calon yang diusung.

Sehari sebelumnya, sejumlah pengurus cabang Demokrat dan PKB sudah hadir di Palu guna mengikuti deklarasi tersebut.

Sekretais DPC Demokrat Tolitoli Mansur Pondang mengatakan, mereka yang datang ke Palu tidak saja pengurus tetapi juga simpatisan dari pasangan bakal calon gubernur tersebut.

Sumber:Antara

Bentrokan Akibat Saling Ejek di FB Kembali Terjadi, 1 Rumah Terbakar

Selasa, 18 Januari 2011

Koransulteng - Bentrokan susulan antar kelompok warga di Jalan Anoa dan Jalan Darussalam, Kelurahan Tatura Utara, Kota Palu, Sulawesi Tengah kembali terjadi Rabu dini hari hingga menjelang pagi. Akibat bentrok susulan itu, sebuah rumah warga terbakar karena terkena lemparan bom molotov.

Pantauan detikcom di lokasi, Rabu (19/1/2011) seorang warga juga terkena anak panah di bagian lengan kanannya. Dilaporkan seorang warga tertembak peluru dari aparata kepolisian, namun hal ini belum dapat dikonfirmasikan.

Dalam bentrokan ini, warga yang bertikai kembali saling serang dengan menggunakan bom molotov, panah, batu dan juga petasan roket untuk menyerang lawannya.

Tembakan peringatan untuk membubarkan massa yang dilepaskan Polisi di Jalan Anoa maupun Jalan Darussalam ternyata tidak membuat warga surut. Tambahan personil kepolisian juga diabaikan. Warga masih saja terus saling serang. Saling serang ini berlangsung hingga jelang pagi. Anak-anak dan para ibu saat ini sudah diungsikan ke tempat aman.

Bentrokan ini dimulai sejak Sabtu (15/01/2011) dinihari akibat saling ejek di jejaring sosial Facebook. Lalu bentrokan antar kelompok pemuda dan warga tersebut berlanjut Selasa (18/01/2011) dinihari.

Pada Selasa siang, kelompok warga dipertemukan oleh Kapolda Sulteng Brigjen Pol Dewa Parsana dan Walikota Palu Rusdi Mastura. Namun, entah mengapa Rabu dini hari bentrokan susulan kembali terjadi.

Sumber:http://www.detiknews.com

Bentrok Antarwarga di Palu terus Berlanjut

Koransulteng-- Meski sudah dilakukan upaya perdamaian yang diprakarsai Pemerintah Kota (Pemkot Palu) dan Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng), bentrok antarwarga Jalan Anoa dengan Jalan Darussalam Kelurahan Tatura Kecamatan Palu Selatan kembali pecah, Rabu (19/1) dinihari.

Informasi yang diperoleh mediaindonesia.com menyebutkan sebuah rumah terbakar akibat lemparan

bom molotov dari kelompok Jalan Anoa. Aksi serang dengan panah juga tidak terelekan. Polisi yang berada di lokasi kejadian harus melepaskan beberapa kali tembakan peringatan untuk membubarkan massa. Namun upaya itu tidak membuahkan hasil. Warga sama sekali tidak mengindahkan tembakan peringatan tersebut dan terus terlibat saling serang menggunakan bom molotov dan batu.

Tambahan petugas kepolisian diturunkan ke lokasi bentrokan untuk menenangkan kedua kelompok warga. Satu warga terkena busur dan tembus di bagian lengan. Informasi lain juga menyebutkan seorang warga Jalan Anoa tertembak aparat kepolisian dan sudah dilarikan ke rumah sakit setempat. "Ada empat warga tertembak," kata seorang warga Anoa.

Bentrokan antarwarga itu dipicu perkelahian remaja setelah saling hina dan menantang berkelahi di jaringan pertemanan facebook. Namun aksi tersebut kemudian memicu terjadinya bentrokan antar warga yang semakin meluas dan tidak terkendali.(HF/OL-04)

Sumber:http://www.mediaindonesia.com

Antisipasi Bentrok Susulan di Palu, Brimob Sisir Desa

Koransulteng -- Ratusan personel Brimob dan Perintis Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah menyisir permukiman warga di dua wilayah yang bertikai baik di Jalan Anoa maupun Jalan Darussalam, Palu, Selasa (18/1). Satu per satu rumah warga dimasuki dan diperiksa untuk mencari barang-barang berbahaya baik senjata tajam yang digunakan untuk bentrokan.

Polisi menemukan sejumlah anak panah dan golok yang diduga digunakan warga saat terjadi bentrokan, pagi tadi. Barang-barang berbahaya ini kemudian dibawa ke Markas Polda Sulteng. Ratusan polisi masih berjaga-jaga di dua lokasi yang hanya dibatasi sungai kecil ini. Pengamanan ekstra ini mengantisipasi terjadinya aksi bentrok susulan.(JUM)

Sumber: Liputan6SCTV

Pencipta Lagu Gayus Mendadak Tenar

Koransulteng --Sebuah lagu berjudul Andai Aku Jadi Gayus yang kini tengah banyak didendangkan di stasiun-stasiun televisi dan radio. Lagu yang menyentil aparat penegak hukum itu memang menjadi buah bibir dalam beberapa hari terakhir ini. Itu tidak terlepas dari tema yang diangkat lagu bernuansa mellowtersebut. Sesuai dengan judulnya, lagu itu terinspirasi dari kisah sang mantan pegawai pajak kaya raya, Gayus Tambunan.

Andaiku Gayus Tambunan, yang bisa pergi ke Bali
Semua keinginannya pasti bisa terpenuhi
Lucunya di negeri ini, hukuman bisa dibeli
Kita orang yang lemah, pasrah atas keadaaan

Melambungnya popularitas Andai Aku Jadi Gayus turut melejitkan nama Bona Paputungan, sang pencipta lagu. Bona, seorang mantan narapidana, kini menjadi buruan media massa.

Undangan wawancara dan tampil pun datang silih berganti. Namun, dalam wawancara dengan Metro TV pada Minggu (16/1) lalu di Jakarta, pria asal Gorontalo itu mengaku belum ada tawaran yang datang kepadanya dari produser rekaman mana pun. "Alhamdulillah, belum ada. Kalaupun ada, ya saya juga Alhamdulillah," ungkap Bona sambil tersenyum.

Bona tampil di Metro TV dengan wig dan kacamata. Sekilas ia tampak seperti sosok Gayus yang tertangkap lensa kamera saat tengah menyaksikan turnamen tenis di Bali, beberapa bulan lalu.

Bona dan lagunya tidak hanya ngetop di TV dan radio. Lagu dan namanya juga berkibar di situs YouTube. Video klip berdurasi 4 menit 47 detik itu diunggah ke situs YouTube sejak 13 Januari 2011. Hingga Selasa (18/1) pukul 15.06 WIB, video itu telah diklik 78.175 kali.

Lagu Andai Aku Jadi Gayus, kata pria berusia 32 tahun itu, diilhami kondisi penegakan hukum di negeri ini. "Lagu yang saya buat ini terinspirasi ketika melihat hukuman di negeri ini. Sepertinya keadilan tidak ada," tuturnya. Bona menepis anggapan bahwa dirinya aji mumpung. "Tidak," jawabnya tegas.

Dinginnya dinding penjara sudah pernah dirasakan Bona. Makanya, dia geregetan saat orang seperti Gayus bisa seenaknya ke luar masuk sel bahkan sampai berpelesir ke luar negeri. "Saya dan teman-teman yang lebih dari 400 ribu orang itu bagaikan (berada dalam) neraka dunia. Kita tinggal di satu tempat yang penuh dengan aturan.

Sedangkan dia (Gayus) bisa keluyuran," kata dia. Bona divonis sebelas bulan penjara dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga. Ia baru ke luar dari Lembaga Pemasyarakatan Gorontalo pada 7 Oktober 2010.

Bona mengaku hobi menyanyi. Namun, baru aktif menulis lagu sejak meringkuk di balik sel penjara. Selain "Andai Aku Jadi Gayus", masih ada sekitar sepuluh lagu yang ia ciptakan dan sudah beredar dalam bentuk mp3 di Gorontalo. "Kurang lebih sepuluh lagu. Itu semua dalam bentuk mp3," ujarnya.

Lagu-lagu yang ditulis Bona, mengangkat tema seputar kehidupan pribadinya. Namun, ia mengaku siap merilis lagu lain yang bertema sindiran sosial ala Andai Aku Jadi Gayus. "Ada. Tapi rahasia. Akan kita lepas nanti," tutupnya. (OL-12b)

Satu Terluka dalam Bentrokan Antarwarga di Palu

Koransulteng -- Seorang terluka akibat terkena anak panah dalam bentrok antara warga Jalan Anoa dan Jalan Darussalam, Kelurahan Tatura Utara, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (18/1) dinihari.

Menurut informasi di lokasi, bentrokan yang terjadi sekitar pukul 02.00 Wita bermula saat ratusan warga bertemu di sungai yang membatasi kedua wilayah tersebut. Entah siapa yang memulai, tiba-tiba terjadi aksi saling serang dengan menggunakan bom molotof dan anak panah.

"Awalnya saya melihat ratusan warga berjalan menuju lokasi, tidak lama kemudian terjadi aksi saling lempar,? kata Udin, 34, salah seorang warga yang bermukim di sekitar lokasi kejadian.

Akibatnya, Rejib, 23, warga Jalan Anoa terkena anak panah di punggung sebelah kiri dan dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Budi Agung Palu. "Saat saya sedang menyaksikan peristiwa itu, tiba-tiba ada yang memanah saya dari arah belakang,"" kata Rejib kepada wartawan.

Bentrokan berakhir sekitar pukul 05.00, saat ratusan personel polisi dikerahkan ke lokasi untuk menghentikan aksi saling serang itu.

Karena khawatir terjadi bentrok susulan, anak-anak dan perempuan memilih mengungsi. Sedangka warga lainnya berjaga-jaga di halamah rumah mereka sambil menenteng senjata tajam, seperti parang dan tombak.

Sementara itu untuk menghindari bentrokan susulan, ratusan personel polisi dari Satuan Samapta dan Brimob Polda Sulteng, Selasa melakukan razia di sekitar lokasi kejadian. Sedikitnya tiga anak panah berbahan dasar besi, delapan bom molotop, senapan angin, samurai dan badik disita dari sekitar lokasi.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak mudah terpancing hasutan orang-orang yang ingin memecah persatuan di Sulteng, khususnya Kota Palu," kata Kapolda Sulteng Brigjen Dewa Parsana saat melakukan pertemuan dengan Wali Kota Palu Rusdy Mastura dan sejumlah tokoh masyarakat di wilayah itu.

Pasca kejadian itu situasi di sekitar lokasi kejadian berangsur pulih, warga terlihat kembali melakukan aktivitasnya seperti biasa. (HF/OL-01)

Gara-gara Facebook, Kelompok Pemuda Bentrok di Pal

Koransulteng --Dua kelompok pemuda di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), terlibat bentrok yang didipicu oleh komentar-komentar provokatif di sebuah situs jejaring sosial facebook. Bentrok yang terjadi di Kelurahan Tatura Utara pada Senin (17/1) malam itu tidak menimbulkan korban luka-luka.

Bentrokan itu merupakan aksi lanjutan dari kejadian serupa pada Sabtu (15/1) dini hari, sekitar pukul 02.30 Wita. Tawuran itu mengakibatkan beberapa bangunan rusak akibat terkena lemparan batu dan benda keras lainnya.

Informasi yang dihimpun di Polsek Palu Selatan, menyebutkan bentrok itu berawal ketika seorang pemuda yang tinggal di Jalan Anoa melakukan perang kata-kata di Facebook dengan seorang pemuda yang tinggal di Jalan Darussalam. Tidak puas perang kata-kata di Facebook, kemudian kedua pemuda itu sepakat bertemu di Jalan Anoa untuk berkelahi.

Kedua pemuda ternyata membawa sejumlah teman sehingga tawuran massal dengan cara saling lempar batu tidak terhindarkan. Kapolsek Palu Selatan Iptu MN Asjik membenarkan jika bentrok itu berawal dari komentar-komentar di Facebook.
Dia mengaku belum mengetahui identitas pelaku tawuran secara jelas.

"Tapi kami sudah mengimbau kepada kedua tokoh masyarakat setempat agar tidak melanjutkan bentrokan itu," katanya.
Menurutnya, menyelesaikan sesuatu dengan berkelahi adalah tidak ada gunanya. "Mari kita duduk sama-sama untuk menyelesaikan persoalan ini dengan kepala dingin," katanya.

Polda Sulteng Buru Pengirim SMS Hinaan kepada Nabi

Koransulteng -- Kapolda Sulawesi Tengah Brigadir Jenderal Dewa Made Parsana
mengerahkan seluruh kekuatan untuk menyelidiki kasus penghinaan terhadap Nabi Muhammad yang beredar melalui pesan singkat (SMS) dalam kurun beberapa hari terakhir.

"Polda telah mememerintahkan kepada seluruh pejabat Polres di Sulteng untuk bekerja sama menyelidiki kasus penghinaan terhadap Nabi yang beredar lewat SMS," kata Dewa Parsana kepada mediaindonesia.com, Senin sore (17/1).

Kata dia, penyelidikan akan mengarah pada pengungkapan orang yang membuat dan pertama kali menyebarkan SMS menyesatkan itu kepada masyarakat. Dewa Parsana berharap, baik anggota kepolisian maupun tokoh agama, dapat melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang dampak yang akan timbul jika salah mengartikan SMS tersebut.

"Kami sangat berharap peranserta tokoh agama untuk menyampaikan kepada masyarakat, bahwa SMS tersebut hanya bersifat adu domba dan ingin menghancurkan kerukunan umat beragama di Sulteng," katanya.

Selain itu, masyarakat yang telah menerima SMS tersebut untuk tidak menyebarluaskannya kepada orang lain. Pada SMS tersebut tertulis kalimat penghinaan, seperti kata 'babi' menggantikan kata 'nabi' dan berusaha mengadu domba antara umat Islam dengan umat agama lain.

Pada akhir kalimat SMS tersebut, pelaku meminta masyarakat untuk menyebarkannya. (OL-5)

Sulteng Salurkan 4.000 Bibit Sapi ke Masyarakat

Koransulteng -- Dinas Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah pada 2011 akan menyalurkan bibit sapi Bali sebanyak 4.000 ekor kepada masyarakat daerah setempat.

"Semua bibit sapi dibeli dari Balai Pembibitan Sapi Bali di Sulsel," kata Kepala Dinas Peternakan Sulteng Abdul Halim Mada'ali, di Palu, Senin (17/1).

Ia mengatakan penyaluran bibit sapi dilakukan melalui kelompok usaha ternak yang tersebar di setiap kabupaten dan kota di provinsi ini.

Untuk pengembangan ternak sapi di Sulteng, pemerintah daerah telah menyiapkan areal seluas 130.000 hektare untuk dijadikan lahal pengembalaan ternak.

Menurut dia, jika bibit-bibit sapi yang telah dibagikan kepada masyarakat dapat dikembangkan dengan bagus, sebelum tahun 2014 Sulteng telah mencapai swasembada daging.

Program pemerintah pusat menargetkan paling lambat 2014 sudah mencapai swasembada daging. "Tapi Sulteng sebelum 2014 diharapkan sudah swasembada daging," katanya.

Dalam kurun tiga tahun terakhir ini, Sulteng berhasil meningkatkan populasi ternak sapi. Pada tahun 2008 populasi ternak sapi baru sekitar 197 ribu ekor, meningkat menjadi 205 ekor (2009), dan 2010, tingkat populasi sudah mencapai 210.000 ekor atau naik sekitar 2,3 persen dari sebelumnya.

Sementara tingkat populasi ternak sapi yang ditargetkan pemerintah
Sulteng sampai dengan tahun 2014 sebanyak 217 ribu ekor.

Mada'ali menambahkan kebutuhan daging sapi untuk konsumsi masyarakat Sulteng setiap tahunnya mencapai 29 ribu ekor. Kebutuhan ternak sebanyak itu, seluruhnya dipasok peternak di Sulteng.

Sulteng sampai saat ini tidak lagi memasok ternak sapi potong dari luar daerah, sebab untuk kebutuhan daging masyarakat, seluruhnya sudah bisa dipenuhi sendiri.

Bahkan, sabaliknya, Sulteng justru setiap tahun mengirim ternak sapi potong rata-rata 11.000 ekor ke Kaltim dan Gorontalo. Kaltim dan Gorontalo selama ini menjadi daerah tujuan utama pemasaran ternak sapi potong Sulteng. Harga daging sapi di pasaran Kota Palu saat ini berkisar Rp60 ribu/kg. (Ant/Ol-3)

Empat Calon Ramaikan Pilkada Provinsi Sulteng

Koransulteng - Empat pasangan calon gubernur yang akan maju bertarung pada pemilihan gubernur Provinsi Sulawesi Tengah yang akan dihelat pada 6 April 2011


Empat pasangan itu yakni pasangan Longki Djanggola – Sudarto yang didukung enam parpol (antara lain PPP, Gerindra, dan Hanura), Sahabuddin Mustafa – Faisal Mahmud (diusung 17 parpol nonparlemen), Ahmad Yahya – Ma’ruf Bantilan (diusung Demokrat dan PKB), dan pasangan Aminuddin Ponulele – Luciana Baculu yang diusung partai Golkar.

Ketua KPU Provinsi Sulawesi Tengah Adam Malik, mengatakan, empat pasangan ini dinyatakan telah lolos berkas setelah pihaknya melakukan penyeleksian. “Tak ada masalah semua persyaratan empat pasangan itu lengkap,” kata Adam, Selasa (18/1) usai menerima pasangan Longki Djanggola – Sudarto

Dia menyebutkan, dalam hitung-hitungan KPU, sebenarnya masih ada satu pasangan yang bisa diusung dengan memakai partai partai PAN dan PKS. Bila kedua partai ini bergabung kata dia, maka cukup memehuhi quota untuk mengerek satu calon.

Dia berharap ada calon yang memanfaatkan peluang ini. “Bagi kami semakin banyak calon semakin baik, itu artinya kompetisi makin ketat dan rakyat lebih banyak pilihannya,” katanya.


Sumber:http://www.tempointeraktif.com

Beras Impor untuk Sulteng Ditambah

Koransulteng-- Pemerintah pusat menambah jatah beras impor untuk Sulawesi Tengah dari 15 ribu ton menjadi 20 ribu ton.

Menurut Kepala Bidang Pelayanan Publik Perum Bulog Sulawesi Tengah Makkeng Ali, di Palu, Selasa (18/1), penambahan jatah beras impor sebanyak itu sepenuhnya adalah kebijakan pemerintah pusat.

Pada 2010 Bulog Sulteng mendapat alokasi jatah beras impor dari Vietnam 15 ribu ton. Tapi awal Januari 2011 direvisi menjadi 20 ribu ton, dan tahap pertama pasokan beras impor sudah masuk digudang Bulog Sulteng sebanyak 4.700 ton.

Jika tidak ada aral melintang dalam pekan ini juga akan masuk lagi sekitar 5.800 ton. "Kapal yang mengangkut beras impor dari Vietnam sedang dalam perjalanan menuju Palu, dan diharapkan tiba Minggu (23/1)," katanya.

Kebijakan mengimpor beras semata-mata kebijakan pemerintah pusat, bukan Bulog Sulteng. Selain Sulteng ada beberapa daerah yang minim realisasi pengadaan beras juga mendapat jatah beras impor yang sama.

Ia mengatakan realisasi pengadaan beras di Sulteng pada musim panen 2010 relatif kecil.

Bulog menargetkan pembelian beras petani sebanyak 10 ribu ton, tapi yang terealisasi hanya 5.600 ton. Sementara kebutuhan penyaluran beras di Sulteng tahun ini mencapai lebih 30 ribu ton.

Dari kebutuhan penyaluran beras sebanyak itu, diantaranya 28 ribu ton khusus memenuhi kebutuhan rumah tangga sasaran (RTS) tersebar di 10 kabupaten dan kota di Sulteng.

Dengan adanya jatah pasokan beras impor, menurut Makkeng sangat membantu Bulog dalam mengamankan stok beras di daerah itu. Apalagi sekarang pengadaan beras di Sulteng belum berjalan.

Selain karena Bulog masih menunggu standar harga pembelian pemerintah (HPP) beras yang baru pada musim panen 2011 ini, juga panen raya di Sulteng baru akan berlangsung Maret-April mendatang.

Meski pengadaan lokal belum berjalan, namun stok beras yang ada digudang Bulog saat ini dijamin mampu mentalangi kebutuhan masyarakat hingga dua bulan setengah. "Jadi soal stok beras untuk masyarakat miskin di daerah ini masih aman," katanya. (Ant/OL-3)

Arab dan Israel Tersandung Skandal Burung

Rabu, 05 Januari 2011


Koransulteng — Tampilan burung hering itu selintas biasa saja. Namun, Arab Saudi mengatakan kalau burung itu di badannya komplet dengan peralatan GPS. Nah, menurut pihak Arab Saudi, burung itu milik badan intelijen Israel, Mossad.

Laporan di media Arab Saudi sebagaimana warta AP dan AFP pada Rabu (5/1/2011) menyebutkan, burung yang ditangkap di salah satu kawasan pedesaan negara itu bisa jadi merupakan salah satu bagian dari upaya spionase.

Kewaspadaan memang meningkat di Arab Saudi ketika burung yang dilengkapi dengan cincin nomor R65 itu mendarat di kota gurun pasir Hyaal.

Ketika dilihat lebih lanjut, ditemukan sebuah transmiter GPS—atau peralatan untuk mengetahui koordinat sebuah lokasi—di burung itu dengan tulisan "Milik Universitas Tel Aviv" dalam bahasa Inggris.

Namun, Israel membantah keras dan mengungkapkan kekhawatiran nasib buruk yang akan diderita oleh burung hering itu.

Galilea

Para peneliti di Universitas Tel Aviv menegaskan, burung itu sama sekali tidak bersalah dan selama setahun belakangan menghabiskan waktunya berkeliling di atas Galilea. Adapun peralatan GPS dipasang untuk survei tentang kebiasaan migrasi dan perkembangbiakan burung.

Bukan pertama kali Israel dituduh menggunakan hewan untuk tujuan-tujuan tersembunyi. Bulan lalu—di tengah-tengah serangan ikan hiu di kawasan wisata Laut Merah di Mesir, seorang politisi lokal mengatakan bahwa Israel sengaja melepas hiu untuk melakukan sabotase industri pariwisata Mesir.

Kalau tiba-tiba ada burung hinggap di pepohonan dekat rumah Anda, hati-hatilah!

KOMPAS.com

Polisi Tetapkan 4 Tersangka Perusak AJI Palu

Koransulteng - Polda Sulawesi Tengah telah menetapkan 4 tersangka penyerangan Kantor Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Tersangka ini berasal dari kelompok Front Pemuda Kaili.

"Sementara masih dalam proses penyidikan, untuk tersangka ada 4 orang," kata Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah Kahar Mudakir kepada VIVAnews, Minggu 2 Januari 2011.

Menurutnya tersangka itu ditetapkan berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan Polda Sulawesi Tengah. Motifnya adalah pemberitaan di situs beritapalu.com yang dinilai menyerang Front Pemuda Kaili (FPK).

Seperti diketahui, kantor AJI di Palu diserang massa pada Kamis, 30 Desember 2010. Sekitar 20 orang mendatangi kantor AJI, menggunakan mobil pick up. Awalnya mereka ingin mengklarifikasi pemberitaan, dan menanyakan siapa yang menulis berita tersebut. Namun sebelum sempat dijelaskan, orang-orang tersebut mengangkat meja, dan hampir saja membanting televisi. Mereka juga melukai tiga wartawan yang saat itu berada di Kantor AJI.

Kejadian ini berawal situs beritapalu.com yang berjudul 'FPK Serang Graha KNPI Sulteng' tanggal 28 Desember 2010. FPK adalah Front Pemuda Kaili (FPK). Ketua FPK Erwin Lamporo juga telah datang dan meminta maaf ke kantor AJI atas kekerasan yang dilakukan anggotanya.

Erwin menyampaikan permohonan maaf tersebut secara kelembagaan dan pribadi atas aksi kekerasan yang dilakukan anggotanya. Sebagai ketua, ia harus bertanggung jawab atas aksi yang dilakukan anggotanya.

Erwin juga menyayangkan pemberitaan tersebut karena dia menilai pemberitaan itu menyudutkan dirinya sebagai Ketua FPK, yang disebut memobilisasi massa saat kekisruhan di Musyawarah Propinsi KNPI terjadi.

Menurut dia, saat acara di Gedung KNPI Sulteng itu para pendukungnya datang secara spontan. Erwin adalah salah satu kandidat dalam pemilihan Ketua KNPI Sulteng itu. Massa pendukungnya marah sewaktu Erwin tak terpilih, dan mereka melempar Gedung KNPI Sulteng itu dengan batu.

"FPK hanya meminta 200 orang, tetapi yang datang justru banyak sekali. Saya sudah meminta ke mereka agar menghentikan aksi itu, tapi mereka tak dengar, mereka tetap melempar," jelas Erwin.(sj)

Sumber: VIVAnews

Dewa Parsana Resmi Jabat Kapolda Sulteng

Koransulteng-- Kombes Dewa Parsana resmi menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah setelah Kapolda lama Brigjen Amin Saleh menyerahkan bendera pataka kepada Kombes Dewa Parsana di halaman Mapolda Sulawesi Tengah (Sulteng), Selasa (4/1).

Upacara penyerahan bendera pataka itu dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Achmad Yahya, Kepala Kejati Sulawesi Tengah Isa Anshari, Wali Kota Palu Rusdy Mastura, dan sejumlah anggota forum komunikasi pimpinan daerah lainnya.

Dalam kesempatan itu Brigjen Amin Saleh berharap Kapolda Sulawesi Tengah yang baru dapat melanjutkan tugasnya dengan baik.

"Masih banyak tugas-tugas penegakkan hukum yang harus dilakukan," kata Amin Saleh.

Sementara itu, Kapolda Dewa Parsana mengatakan akan melakukan tugasnya sesuai amanat yang dibebankan.

"Dukungan seluruh personel dan masyarakat akan membantu tugas saya sebagai Kapolda Sulteng," katanya.

Dia juga meminta dukungan insan pers dalam pemberitaan tentang kegiatan polri di wilayahnya dan informasi yang bermanfaat lainnya.

"Saya juga berharap adanya kritikan yang membangun untuk kemajuan Sulawesi Tengah," kata Direktur Reserse Kriminal Polda Jawa Tengah itu.

Selanjutnya pada Selasa malam, akan dilakukan malam pengantar tugas Kapolda Sulawesi Tengah di Swissbell hotel.

Sebelum menjabat Kapolda Sulawesi Tengah, Dewa Parsana menjabat Wakil Kapolda Sulawesi Tengah. Sementara, Amin Saleh mendapat jabatan baru sebagai Wakil Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Polri menggantikan Irjen Pol Prasetyo. (Ant/OL-10)

Sumber:http://www.mediaindonesia.com

Wilayah Sulteng akan masih Diguyur Hujan

Koransulteng -- Hampir seluruh wilayah di Sulawesi Tengah (Sulteng) selama kurun waktu sepekan terakhir dan dan tujuh hari ke depan masih berpeluang besar diguyur hujan lebat, sehingga perlu diwaspadai masyarakat.

"Intensitas curah hujan hingga awal 2011 masih cukup tinggi," kata Aschadi SR, kepala seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Bandara Mutiara Palu, Jumat (31/12).

Intensitas curah hujan di wilayah Sulteng sepekan terakhir ini meningkat dan sangat memungkinkan terjadinya berbagai bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. Peluang itu kemungkinan besar terjadi mengingat hampir seluruh wilayah Sulteng kondisi tanahnya labil dan hutan sudah banyak yang mengalami kerusakan.

Oleh sebab itu, masyarakat, terutama yang selama ini bermukim di lokasi-lokasi yang rawan banjir dan tanah longsor, untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. "Warga yang bermukim di daerah aliran sungai seyogianya meningkatkan kewaspadaan, sebab dalam kondisi curah hujan yang tinggi sewaktu-waktu bisa terjadi banjir."

Di Sulteng, menurut Aschadi SR, banyak permukiman penduduk yang dekat dengan daerah aliran sungai. Jika banjir bandang air meluap ke permukiman penduduk.

Sulteng sejak beberapa bulan terakhir ini banyak diguyur hujan deras. Namun demikian hujan yang mengguyur Wilayah itu hingga saat ini masih masuk kategori normal. (Ant/OL-5)

Lahan SMA di Buol Diklaim Warga, Sekolah Terhenti

Koransulteng - Proses belajar mengajar di SMA I Lakea Kabupaten Buol, Sulteng kini terhenti, setelah diklaim warga sebagai pihak pemilik lahan yang ada di sekolah tersebut. Warga yang diketahui bernama Narso Siomang itu juga menyegel lokasi yang di dalamnya terdapat SMA 1 Lakea.

Kepala Sekolah SMA 1 Lakea, Drs Muslimin Hanyala, kepada Radar Sulteng (Grup JPNN), Selasa (4/1), mengeluhkan kegiatan belajar mengajar di sekolahnya itu kini terhenti, setelah seseorang yang mengklaim pemilik lahan melakukan penyegelan, sejak 20 Desember 2010.

‘’Proses belajar mengajar di sekolah kami ini praktis terhenti, setelah pihak yang mengklaim sebagai pemilik lahan sekaligus melakukan penyegelan sekolah kami. Penyegelan dilakukan sekitar dua minggu ini,’’ ungkap Muslimin.


Kata dia, penyegelan dilakukan Narso Siomang, orang yang mengaku sebagai pemilik lahan sekolah. Padahal saat berdebat dengan Narso, Muslimin Hanyala selaku Kepsek SMA I Lakea telah memperlihatkan akte hibah yang ditandatangani pula oleh Bupati Buol dan Ketua DPRD Kabupaten Buol.

Namun oleh Narso dijawab bahwa akte hibah yang diperlihatkan itu bermasalah alias tidak sah. “Karena itu dia (Narso Siomang, red) melakukan penyegelan terhadap lahan dan sekolah. Kami masih menunggu sikap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buol terhadap kasus itu,’’ tandas Muslimin.

Kasus penyegelan tersebut kini telah dilaporkan Muslimin kepada Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadis Dikpora) Kabupaten Buol, H Abdillah Bandung SSos MSi. Menurut Muslimin, hari ini, Rabu (5/1), Kadis Dikpora direncanakan akan meninjau langsung lokasi bermasalah itu, dan selanjutnya akan mengambil tindakan untuk mencari solusi terbaik agar kasus yang beberapa kali pernah terjadi itu diakhiri dengan jalan damai.

Sebelumnya, sekolah yang didirikan pada tahun 2004 dengan kepala sekolah pertamanya Muslimin Hanyala pernah disegel, oleh pihak yang juga merasa memiliki tanah seluas 1,5 hektar itu pada tahun 2007 lalu.

Menurut Muslimin, sebelum tanah itu dibebaskan oleh Pemkab Buol di tahun 2004, ada lima orang yang memiliki tanah itu, namun telah dibebaskan oleh Pemkab, dan semuanya telah memperoleh akte hibah dari Pemkab Buol.

Informasi yang dihimpun koran ini, disebutkan latar belakang penyegelan dilatari dengan kekecewaan, bahwa salah satu dari anak pemilik tanah ternyata tidak lulus dalam Ujuan Nasional (UN) di SMA I Lakea, sehingga pemilik lahan melakukan penyegelan. ‘’Pihak Dikpora yang akan turun hari ini akan mencari berbagai masukan, termasuk adanya informasi kalau salah seorang anak eks pemilik lahan tidak lulus UN 2010,’’ beber Muslimin mengakhiri.(mch)

Sumber:http://www.jpnn.com

Kapolda Sulteng Usut Penyerangan Kantor AJI Palu

Minggu, 02 Januari 2011


Koransulteng - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tengah, Komisaris Besar Polisi Dewa Parsana, mendatangi kantor Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palu, Sulawesi Tengah, Kamis, 31 Desember 2010.

Kedatangan Kapolda ini terkait dengan aksi penyerangan kantor AJI Palu, Kamis pagi oleh sekelompok orang. Dewa Parsana mendatangi kantor AJI Palu dengan didampingi oleh beberapa pejabat kepolisian setempat, antara lain Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Palu Ajun Komisaris Polisi Darno, Direktur Reserse dan Kriminal Polda Sulteng, serta sejumlah aparat intelijen Sulteng.

Dewa Parsana berjanji akan mengusut dan menangkap para pelaku penyerangan tersebut. “Kami minta kawan-kawan wartawan bersabar. Polisi akan bekerja serius mengungkap dan menangkap pelaku penyerangan kantor AJI Palu ini,” kata Dewa Parsana seperti disebut kembali oleh Ketua AJI Palu, Ridwan Lapasere.

Ridwan Lapasere menyambut baik janji dari Kapolda Sulteng tersebut. Dia meminta Kepolisian untuk segera menuntaskan kasus penyerangan itu. “Apalagi Kapoldanya baru, kami harap bisa cepat terungkap,” kata dia saat dihubungi VIVAnews, Kamis 30 Desember 2010.

Ridwan mengatakan, AJI Palu juga mendesak agar pihak Kepolisian tak hanya mengungkap dan menangkap pelaku-pelaku penyerangan tersebut. AJI Palu juga mendesak pihak Kepolisian mampu mengungkap aktor intelektual di balik serangan ke kantor tersebut.

Meskipun Kapolda telah berjanji mengusut kasus penyerangan itu, anggota AJI dan koalisi anti kekerasan Palu akan tetap menggelar aksi unjuk rasa menentang aksi kekerasan itu. Rencananya, aksi itu akan digelar besok. “AJI Palu bersama koalisi anti kekerasan akan tetap menggelar aksi di depan Kantor Polres dan Polda, mendesak pengusutan kasus penyerangan ini. Aksi ini juga untuk menyerukan penolakan terhadap segala bentuk kekerasan,” kata dia.

Aliansi Jurnalis Independen Indonesia telah meminta polisi segera mengusut dan menangkap pelaku penyerangan kantor AJI Kota Palu yang sekaligus merupakan kantor Beritapalu.com pada 30 Desember 2010 pukul 10.00 Wita. Menurut AJI, serangan itu merupakan bentuk tekanan terhadap pers. Serangan seperti itu menimbulkan efek terror bagi wartawan yang berusaha menyebarkan informasi kepada masyarakat dan dilindungi UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers.

Sebelumnya Ridwan menceritakan, kejadian berawal dari pemberitaan dalam situs beritapalu.com yang berjudul 'FPK Serang Graha KNPI Sulteng' tanggal 28 Desember 2010.
Sumber:VIVAnews
 
Support : Copyright © 2011. KORAN SULTENG - All Rights Reserved