Stok Menumpuk, Petani Rotan Sulteng Sengsara

Selasa, 30 November 2010

Koransulteng-- Masalah menumpuknya stok dan terhentinya pembelian rotan mentah oleh pengusaha di daerah penghasil telah menyengsarakan ribuan petani pengumpul rotandi Sulawesi Tengah. Para pengusaha pelaku industri pengolahan rotan terpaksa membatasi pembelian dari petani karena kesulitan memasarkan produksinya.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Rotan Indonesia (APRI) Julius Hoesan mengatakan, pemakaian rotan sebagai bahan baku oleh industri mebel di dalam negeri terus berkurang. Ini seiring dengan peningkatan penggunaan bahan substitusi, seperti rotan imitasi yang terbuat dari plastik dan aluminium. "Sedangkan pemasaran melalui ekspor rotan terkendala oleh ketentuan kuota. Kebijakan ini ditetapkan oleh Kementerian Perdagangan," katanya.

Ketentuan ekspor rotan diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 36 Tahun 2009 tentang Ketentuan Ekspor Rotan. Namun, ekspor semakin terhambat. Sebab, penetapan kuota oleh Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan Ditjen Perdagangan Luar Negeri (selaku Ketua Tim Monitoring dan Evaluasi rotan) selalu ada syarat tambahan, di antaranya menambah ketentuan lain yang sebenarnya tidak diatur dalam Permendag Nomor 36 Tahun 2009.

Perhitungan kuota ekspor diberikan berdasarkan ketentuan dalam Pasal 5 ayat 3, yakni kewajiban memasok industri mebel di dalam negeri. Namun, setelah memenuhi persyaratan tersebut, ternyata beberapa eksportir terdaftar rotan (ETR) tidak memperoleh kuota berdasarkan Permendag Nomor 36 Tahun 2009, tetapi hanya diberikan sekitar 25 hingga 50 persennya atau terjadi pengurangan kuota ekspor.

Ini karena Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan menetapkan beberapa tambahan persyaratan yang sesungguhnya tidak diatur dalam Permendag tersebut. "Ketentuan tambahan ini misalnya soal kapasitas pengolahan terpasang ETR," katanya.

APRI sudah menyampaikan beberapa surat kepada Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan sebagai pejabat pemberi kuota. Ini dilakukan agar penetapan pemberian kuota kepada ETR tetap dilakukan dengan berpedoman kepada Permendag Nomor 36 Tahun 2009.

Jadi tidak menambah aturan baru yang tidak diatur dalam Permendag tersebut. Bahkan, APRI juga sudah menyurati Menteri Perdagangan untuk menyampaikan hal yang sama, namun hingga saat ini belum ditanggapi.

Sumber: SuaraKarya

Polda Temukan Satu Penembak Warga Buol


Koransulteng--Penyidik Polda Sulawesi Tengah baru menemukan satu tersangka dari kalangan anggota Polri yang terlibat kasus penembakan warga Buol, Sulawesi Tengah, pada kerusuhan Buol 31 Agustus - 1 September 2010. Kapolda Sulteng, Brigjen Pol Amin Saleh, saat rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPRD Sulteng, di Palu, Selasa, menjelaskan jumlah tersangka dalam aksi di Buol baru tiga orang dari kalangan kepolisian. "Kasusnya sudah kami limpahkan ke kejaksaan," kata Amin Saleh.

Dari tiga tersangka tersebut, dua diantaranya terlibat dalam kasus penganiayaan hingga mengakibatkan seorang tahanan bernama Kasmir Timumun tewas di dalam sel. Sementara seorang tersangka diduga merupakan pelaku penembakan terhadap warga bernama Iksan Mangge. Kapolda tidak merinci siapa saja inisial tersangka dari tiga anggota Polri tersebut. Sementara itu, pelaku penembakan tujuh warga sipil yang meninggal dunia hingga kini belum diketahui.

Polri, kata dia, sudah melakukan uji balistik dan berupaya mencari saksi namun belum ditemukan tersangkanya. "Sampai saat ini, kasus penembakan tujuh orang yang tewas lainnya belum ditemukan tersangkanya," kata Amin Saleh. Dia mengatakan, dirinya sudah keliling di Buol untuk mencari saksi atas pelaku penembakan.

Kapolda akan melindungi saksi yang bersangkutan namun hingga kini belum ada saksi yang ditemukan. "Dalam kasus ini yang bicara adalah fakta, bukan opini," katanya.

Kapolda mengatakan, anggota Polri yang dikenakan sanksi 21 hari kurungan pada sidang kode etik tidak menghapuskan pelanggaran tindak pidana terhadap yang bersangkutan. Amin Saleh mengatakan, kurungan 21 hari merupakan sanksi paling tinggi sesuai aturan yang dikenakan terhadap anggota Polri. "Ini sudah sanksi paling tinggi. Jika ada aturan menyebutkan sanksi tertinggi tiga tahun maka yang bersangkutan akan dikenakan sanksi tiga tahun," kata Amin Saleh.

Kapolda menegaskan, Polri tidak ada niat untuk melindungi anggotanya yang terlibat dalam kasus kekerasan di Buol yang menewaskan delapan warga tersebut.


Sumber: Antara

Warga Sulteng Keluhkan Mahalnya Biaya Pasang Listrik

Koransulteng - Sejumlah warga di Sulteng mengeluhkan tingginya biaya pemasangan listrik dibanding harga resmi Perusahaan Listrik Negara (PLN) . Contohnya, untuk kapasitas 900 KVA dari harga resmi yang ditetapkan PLN sebesar Rp 350.000 sampaI Rp 450.000, membengkak mencapai Rp 2,5 juta-Rp 3 juta.

Seorang warga Biromaru, Kabupaten Sigi, Hadywijaya (32) menyatakan, dirinya baru saja melakukan pemasangan sambungan baru listrik 900 KVA di rumahnya dikenakan biaya Rp 2,5 juta. "Biaya tersebut termasuk pemasangan instalasi dalam rumah," kata Hadywijaya kepada Tempo, Rabu (24/11).

Ia menlai tarif tersebut terlalu mahal karena tetangganya, baru saja melakukan pemasangan sambungan baru hanya dikenai Rp 1,5 juta termasuk pemasangan instalasi dalam rumah. “Harga ini ditetapkan PLN dan AKLI,”katanya.

Senada dengan Hadywijaya, seorang warga Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Ramhan juga mengaku dikenakan biaya Rp. 3 juta untuk pemasangan listrik 450 KV di rumahnya.


Akbat mahalnya biaya pemasangan listrik ini, kata Rahman, banyak warga di wilayah Sigi yang belum menikmati listrik PLN. “Padahal mereka sudah lama masuk dalam daftar tunggu,” katanya.

Manager PT PLN Cabang Palu, Nyoman Sujana menyatakan, siap memberikan sanksi bagi oknum karyawan PLN yang nakal dengan menarik biaya tinggi kepada calon pelanggan.

"Saya tidak akan segan-segan memberikan sanksi bagi karyawan PLN yang terbukti meminta biaya pemasangan listrik melebihi biaya resmi yang ditetapkan,” kata Nyoman.

Biaya pemasangan listrik, kata Nyoman, sudah ditetapkan PLN, besarannya tergantung dengan besarnya daya yang diminta pelanggan.

Yang benar saja Pak Nyoman?


Sumber:http://www.tempointeraktif.com

12 PSK di Tolitoli Resmi Dinikahkan

Minggu, 28 November 2010

Koransulteng - 12 wanita mantan pekerja seks komersial (PSK) di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, dinikahkan dengan lelaki idamannya. Mereka diselamatkan dari lembah hitam setelah mendapatkan pembinaan dari Pemerintah Kabupaten Tolitoli.

Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi, Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Tolitoli, Jamaludin, mengatakan, para PSK itu tidak menikah massal, tapi menikah bertahap sesuai keinginan calon suami PSK itu.

Ia mentohkan pernikahan seorang perempuan PSK bernama Miati (31) dengan lelaki pujaannya itu berlangsung pada Rabu (24/11) di Balai Nikah Kecamatan Baolan, kota Tolitoli. Miati sendiri kata Jamaluddin, bersama belasan perempuan PSK lainnya pada pertengahan November lalu terjaring razia operasi penyakit masyarakat yang digelar Satpol PP dan petugas Polres Tolitoli.

Menurut Jamaludin, Miati telah menjalani profesi sebagai sebagai wanita penghibur yang sudah dijalaninya selama lima tahun terakhir. Pada saat menjalani pembinaan, seorang lelaki bernama Aco datang menjenguk Miati dan menyampaikan keinginannya untuk menikahi perempuan PSK yang memiliki paras cantik itu.

Tanpa pikir panjang, Miati menerima lamaran Aco sehingga keduanya kemudian dibawa ke Balai Nikah yang ada di Kantor Urusan Agama Kecamatan Baolan untuk dinikahkan. "Ini satu kesyukuran. Mudah-mudahan rumah tangga mereka menjadi rumah tangga yang sakinah," tutur Jamaludin.

Dinas sosial akan memasukkan program nikah untuk para PSK dalam usulan Rancangan Anggran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD), guna menekan peningkatan penyakit masyarakat ini. “Mudah-mudahan disetujui,”ujarnya.

Pemkab Tolitoli mencatat 2010 ini, tercatat ada 72 perempuan PSK beroperasi di daerah tersebut . Mereka umumnya menjajakkan dirinya di lokasi prostitusi ilegal yang ada di lingkungan pemukiman penduduk. "Umumnya mereka berasal dari Jawa," kata Jamaluddin.


Sumber: TempoInteraktif.com

TV dan Internet Penyumbang Meledaknya Angka Seks Pranikah

Koransulteng--Pengaruh tayangan televisi yang menonjolkan pornografi dan pornoaksi, maraknya penjualan VCD khusus dewasa serta kebebasan membuka situs pornografi di internet diduga semakin ‘meledakkan’ angka seks pra nikah yang dilakukan para remaja di Indonesia.

Demikianlah benang merah Diskusi Panel “Pengembangan Kesadaran Pemuda Terhadap Faktor Destruktif melalui Gerakan Anti Pornografi dan Pornoaksi” yang digelar di Islamic Centre Cirebon, belum lama ini.

Tampil sebagai pembicara Ketua Divisi Pemuda Aliansi Selamatkan Anak Indonesia (ASA) Arif Srisardjono S Sos, sosiolog dari STAIN Cirebon Prof Dr Abdullah Ali MA, dan Shakina Mirfa Nasution SE MApp.Fin juga dari ASA. .

Menurut Arif Srisardjono, angka seks pra nikah yang menghinggapi remaja di Jawa Barat diperkirakan lebih dari 40 persen, karena hasil survei tahun 2002 menunjukkan 40 persen remaja berusia 15-24 tahun telah mempraktekan seks pranikah.

Demikian juga survei Yayasan Kita dan Buah Hati tahun 2005 di Jabodetabek didapatkan hasil lebih dari 80 persen anak-anak usia 9-12 tahun telah mengakses materi pornografi dari sejumlah media termasuk internet.

“Jika saja ada kembali survei tahun 2007 ini maka angka seks pra nikah mungkin lebih besar lagi,” katanya.

Ia mendesak agar UU Pornografi yang memberikan perlindungan kepada anak dan remaja segera diundangkan dan UU tersebut harus mengakomodir klausul khusus tentang perlindungan anak dari pemanfaatan dalam produksi pornografi.

Sadari bahaya pornografi
Sementara Prof Dr Abdullah Ali MA mengatakan, semua pihak seharusnya menyadari terhadap bahaya pornografi dan pornoaksi dalam kehidupan sosial dan perkembangan jiwa anak-anak sehingga perlu perangkat proteksi baik berupa udang-undang ataupun teknologi maju untuk membendung hal itu.

“Di China sangat keras proteksi untuk itu dimana semua warung internet diwajibkan memblok situs-situs pornografi, tetapi di sini tidak ada pengawasan itu,” katanya.

Ia mengungkapkan, masyarakat harusnya menyadari bahwa serangan pronografi dan pornoaksi itu telah muncul di berbagai tempat sehingga selain mengawasi segala aktifitas anak-anaknya, juga harus semakin mempertebal keimanan mereka.

Efeknya Melebihi kokain
Menurut Shakina, kerusakan otak yang diakibatkan pornografi yang dilihat, didengar dan dirasakan akan melebihi kokain karena pornografi akan mengaktifan jaringan seks yang diciptakan Tuhan untuk orang yang sudah menikah.

“Tuhan menciptakan enam jenis hormon yang aktif pada hubungan pasangan yang sudah menikah. Kini hormon tersebut diaktifkan pada anak dan tanpa pasangan,” katanya.

Ia menjelaskan, dampak psiko-sosialnya remaja akibat pornograsi mulai dari adiksi (ketagihan) sampai ekskalasi perilaku seksual menyimpang seperti lesbian, incest, pedophilia, dan desensifitasi atau penurunan sensivitas seks.

(Berbagai sumber)

Konten Porno Pemicu Remaja Ngeseks di Usia Dini

Koransulteng--Konten porno picu remaja ngeseks di usia dini. Berjuta konten porno di internet memudahkan siapa saja yang ingin mengaksesnya, tak terkecuali para remaja di bawah umur. Konon, para remaja yang sering mengakses konten porno lebih cepat kehilangan keperawanan atau keperjakaannya daripada mereka yang tidak terekspos konten esek-esek tersebut.

Hal itu dikemukakan berdasarkan riset yang dilakukan CyberPyschology and Behaviour yang bermarkas di Skotlandia. Riset tersebut menyebutkan bahwa remaja pria berumur 12 dan 17 yang secara rutin membuka konten porno akan melakukan seks pada usia dini lantaran berkeinginan besar untuk meniru apa yang mereka lihat.

“Internet mempunyai efek yang sangat besar dalam mempengaruhi dan merubah kebiasaan seseorang dalam kehidupan seks,” tutur Shane Krauss, psikolog dari Castleton State College seperti dikutip dari SundayHerald, Selasa (6/5/2008).

Para ahli perilaku juga mengaitkan banyaknya kehamilan remaja dan penyebaran penyakit kelamin pada remaja dibawah umur juga sangat berhubungan dengan perilaku kecanduan konten porno.

“Internet adalah tempat dimana mereka mendapatkan konten-konten yang sangat ekstrim sekalipun. Kadang (konten porno) bisa ditonton secara live dan ini bisa mengarahkan ke aksi yang tidak sehat,” tandas Catherine Harper, pembicara dari Scottish Women Against Pornography.

Pemerintah Vs Situs Porno


Menanggapi hal ini, para ahli menyarankan agar sekolah-sekolah lebih intens lagi dalam menyebarkan pendidikan seks serta penyebaran informasi soal penyakit kelamin akibat seks tak sehat.

Sayangnya, para remaja tersebut lebih banyak mengetahui seluk beluk soal seks melalui situs pornografi dibandingkan dengan program pemerintah.

“Karena kurangnya pendidikan mengenai seks yang baik, tak heran bila para remaja ingin tahu lebih banyak soal seks melalui sumber alternatif lain termasuk konten porno di internet,” ujar terapis psychosexual Sue Maxwell.

Sumber: detikInet

Survey: 50% Remaja Indonesia Melakukan Seks Pra Nikah

Koransulteng– Peranan orang tua sangat diperlukan untuk mencegah remaja kita melakukan hubungan seks pra nikah (di luar nikah).

“Peran orang tua itu sangat penting untuk membina dan mengawasi anak-anak mereka yang masih berusia remaja,” kata Sosiolog Prof. Dr. Badarudin, MA di Medan, Minggu (24/05).

Hal tersebut dikatakannya ketika diminta komentarnya mengenai 52% remaja pernah melakukan hubungan seks pra nikah.

Sebelumnya, Kepala BKKBN Pusat, Sugiri Syarif saat memberikan kuliah umum bagi mahasiswa di Unimed, Rabu,(13/5) mengatakan, sebanyak 52% remaja di Kota Medan mengaku pernah berhubungan seks di luar nikah.

Data tersebut berdasarkan hasil penelitian survei DKT Indonesia, PKBI Rakyat Merdeka, Komnas PA dan analisa SKRRI 2002.

Selain itu, menurut dia, sebanyak 51% terdapat di Jabotabek, 54% di Surabaya dan juga 47% terdapat di Bandung yang remajanya pernah melakukan hubungan seks pra nikah.

Rata-rata usia remaja yang pernah melakukan hubungan seks di luar nikah itu antara 13 sampai 18 tahun.

Badarudin mengatakan, dengan pengawasan orang tua yang ekstra ketat terhadap anak-anak mereka itu, diharapkan tidak ada lagi ditemukan remaja yang berhubungan seks di luar nikah.

Perbuatan anak-anak remaja seperti ini, harus secepatnya dihentikan dan jangan terus dibiarkan meluas di tengah-tengah masyarakat.

“Tindakan yang salah dan melanggar hukum itu, agar secepatnya dicegah, karena ini jelas menyangkut moral generasi muda harapan bangsa,” kata Badarudin yang juga Guru Besar FISIP USU.

Selanjutnya, ia menjelaskan, bagaimana nantinya masa depan generasi muda calon-calon pemimpin bangsa itu, kalau beginilah yang terus mereka lakukan.

“Ini jelas sangat memalukan dan dianggap tidak bermoral. Perilaku jelek yang tidak mencerminkan budaya ketimuran itu harus dapat dihilangkan jauh-jauh,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, selain pengawasan orang tua agar para remaja tidak terjerumus berhubungan seks di luar nikah, menonton film porno dan kegiatan yang merugikan lainnya.

Bahkan, pendidikan agama dan keimanan yang cukup kuat juga dapat mencegah atau “membentengi” para remaja agar tidak melakukan perbuatan-perbuatan tidak terpuji atau dapat menyesatkan.

“Pengawasan orangtua dan pendidikan keimanan dapat menyelamatkan masa depan generasi muda agar tidak berperilaku amoral,” kata Badarudin.
Sinopsis

Peranan orang tua sangat diperlukan untuk mencegah para remaja melakukan hubungan seks pra nikah (di luar nikah). Ditemukan bahwa 52% remaja pernah melakukan hubungan seks pra nikah. Data tersebut berdasarkan hasil penelitian survei DKT Indonesia, PKBI Rakyat Merdeka, Komnas PA dan analisa SKRRI 2002.

Sumber: KapanLagi

BKKBN: 63 % Remaja Indonesia Ngeseks Pra Nikah

Koransulteng - Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasiona mengumumkan hasil survey prilaku seks bebas di Indonesia yang sungguh mengejkan. Berdasarkan survei, 63% remaja SMP dan SMA di Indonesia pernah berhubungan seks. Sebanyak 21% Di antaranya melakukan aborsi.Kota Palu di Sulteng, tidak masuk wilayah survey.


Menurut Direktur Remaja dan Perlindungan Hak-Hak Reproduksi BKKBN, M Masri Muadz, data itu merupakan hasil survei oleh sebuah lembaga survai yang mengambil sampel di 33 provinsi di Indonesia pada 2008.

Angka ini naik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan penelitian 2005-2006 di kota-kota besar mulai Jabotabek, Medan, Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Makassar, ditemukan sekitar 47% hingga 54 % remaja mengaku melakukan hubungan seks sebelum nikah.

"Perilaku seks bebas remaja saat ini sudah cukup parah. Peranan agama dan keluarga sangat penting mengantisipasi perilaku remaja tersebut," kata Masri pada Peluncuran Layanan SMS Konsultasi Kesehatan Reproduksi Remaja di Serang, Banten, Jumat (19/12).

Dengan perilaku buruk itu, data BKKBN melansir, para remaja rentan risiko gangguan kesehatan seperti penyakit HIV/AIDS, penggunaan narkoba, serta penyakit lainnya. Data gaya hidup "ngesek pranikah" ini sekaligus mengkonfirmasikan data dari departemen kesehatan per September 2008. Data menyebutkan, dari 15.210 penderita AIDS atau orang yang hidup dengan HIV/AIDS 54 % adalah remaja.

Oleh karena itu, BKKBN memandang penting keberadaan Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK KRR) yang diharapkan mampu menjawab permasalahan kesehatan reproduksi remaja. PIK KRR juga dapat menjadi sarana remaja berkonsultasi mengembangkan kemauan dan kemampuan positifnya.

Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, berdasarkan laporan BKKBN Provinsi Banten, ada 25 titik layanan PIK KRR. "Setiap remaja di Banten yang ingin berkonsultasi, bisa melalui SMS ke pusat konseling yang ada di 125 titik ke nomor yang telah disediakan," ujarnya.

Dampaknya Melebihi Kokain


Berdasarkan hasil survey itu BKKBN merekomendasikan, ada beberapa faktor yang mendorong remaja melakukan hubungan seks pra-nikah. Di antaranya, kata Masrie, pengaruh liberalisme dan pergaulan bebas, kemudian lingkungan dan keluarga, serta pengaruh media massa, khususnya TV dan internet.

"Data ini menunjukkan, kalau 10 tahun lalu tren free sex hanya di kota-kota besar, kini bahkan mulai masuk di kota kecamatan," kata Masrie.

Data dari Aliansi Selamatkan Anak Indonesia (ASA) yang disampaikan peneliti Shakina Mirfa Nasution SE Mapp.Fin yang disampaikan dalam sebuah seminar masalah remaja di BKKBN di Jabar, mengatakan, dampak psiko-sosialnya remaja akibat pornografi mulai dari adiksi (ketagihan) sampai ekskalasi perilaku seksual menyimpang seperti lesbian, incest, pedophilia, dan desensifitasi atau penurunan sensivitas seks.

Menurut Shakina, kerusakan otak yang diakibatkan pornografi yang dilihat, didengar dan dirasakan akan melebihi kokain karena pornografi akan mengaktifan jaringan seks yang diciptakan tuhan untuk orang yang sudah menikah.

"Tuhan menciptakan enam jenis hormon yang aktif pada hubungan pasangan yang sudah menikah. Kini hormon tersebut diaktifkan pada anak dan tanpa pasangan, risikonya, bisa memicu stress tingkat tinggi dan menjadikan apatisme dan tidak peka lingkungan," katanya.

Sumber: Antara/Tribun

Atasi Seks Pranikah, BKKBN Gaet 50 Kampus

Koransulteng--Sebuah publikasi survey oleh BKKB menyimpulkan sebagian remaja dan mahasiswa di Jawa Timur (Jatim) sudah berhubungan badan sebelum menikah. Beberapa di antara mereka terpaksa menikah belum cukup umur dan ada juga yang melakukan aborsi.

Hasil-hasil survei yang ‘mengerikan’ itulah antara lain yang mendorong pihak BKKBN Jatim mendirikan PIK-KRM (Pusat Informasi dan Konsultasi Kesehatan Reproduksi Mahasiswa) dengan menggandeng 50 PTN/PTS se Jatim.

Kepala BKKBN Jatim Muhammad Is, Kamis (30/7), mengatakan, PIK-KRM baru ada di Jatim. Pilot project ini kalau berhasil, akan diterapkan secara nasional.

Di Surabaya, PIK-KRM akan didirikan di sejumlah PT, antara lain di Unair, Untag, Unitomo, dan ITS. “Mahasiswa jadi sasaran, karena ada indikasi meningkatnya penyimpangan perilaku seksual di kalangan mereka,” jelas Is, usai Temu Remaja 2009.

Dalam temu remaja digelar BKKBN Jatim di Surabaya kemarin itu, Kabid KB dan Kesehatan Reproduksi Basir Palu mengungkapkan, PIK-KRM adalah kelanjutan program PIK-KRR (Pusat Informasi dan Konsultasi Kesehatan Reproduksi Remaja). PIK-KRM baru dijalankan tahun ini. “Program ke depan adalah bagaimana menunda perkawinan dini (usia remaja) sehingga mencapai usia yang sehat untuk melahirkan,” jelasnya.

Langkah ini ditempuh karena seks pranikah banyak dilakukan para remaja. Padahal, jumlah penduduk remaja (usia 10-19 tahun) 43 juta atau 19,6 persen dari total penduduk Indonesia (data susenas BPS 2007).
Menurut Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia (SKRRI) 2003, sebanyak 30,9 persen remaja pria dan 34,7 persen wanita usia 15-19 tahun menyatakan pernah berhubungan seks. Sebanyak 8 persen remaja juga menyatakan pernah menggunakan obat atau zat adiktif.

Sementara di Surabaya, pada 2005 Dinkes menyebutkan, 47 persen remaja pernah berhubungan badan dan 27 persen pernah aborsi. Survei Jaringan Epidemologi Nasional (JEN) 2006 terhadap 10 universitas di Jakarta, Semarang, dan Surabaya, menyebutkan 15 persen dari 2.224 mahasiswa pernah melakukan seks pranikah.

Muhammad Is menambahkan, langkah lain yang telah ditempuh BKKBN Jatim adalah bekerjasama dengan PTS/PTN membekali pengetahuan kesehatan reproduksi terhadap mahasiswa yang akan KKN (Kuliah Kerja Nyata). Sebanyak 60 PTS telah bekerja sama.

Sumber: Harian Surya

Pakar: Proyek Senoro Suteng Tak Melanggar UU

Koransulteng-Pakar hukum ekonomi yang juga Guru Besar Universitas Indonesia, Erman Rajagukguk, menilai proyek pembangunan kilang gas alam cair Senoro di Sulawesi Tengah, tidak melanggar Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

"Tidak ada pelanggaran undang-undang dalam proyek Senoro," katanya di Jakarta, Senin (29/11).

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) saat ini tengah memeriksa dugaan pelanggaran Pasal 22 dan 23 UU No.5 Tahun 1999 dalam proyek pembangunan kilang Senoro.

Erman mengatakan, konsorsium PT Pertamina-PT Medco Energi Internasional Tbk tidak melanggar Pasal 22 UU No.5/1999.

Menurut dia, Pertamina-Medco tidak melakukan persengkongkolan tender sesuai ketentuan Pasal 22 UU No.5/1999. Pasal 22 UU No.5/1999 menyebutkan pelaku usaha dilarang bersekongkol dengan pihak lain untuk mengatur dan/atau memenangkan tender, sehingga dapat mengakibatkan persaingan usaha tidak sehat.

Ia melanjutkan, pengertian tender dalam penjelasan Pasal UU 22 No.5/1999 adalah tawaran mengajukan harga barang atau jasa. "Ini bukan tender, tapi pemilihan mitra. Jadi, tidak bisa Pasal 22 diterapkan dalam kasus ini," ujarnya.

Menurut dia, pemilihan mitra juga merupakan keputusan korporasi, sehingga Pertamina-Medco berhak menentukannya sendiri. Pertamina-Medco mencari mitra yang sanggup baik dari sisi pengalaman dan permodalan guna memonetisasi lapangan gas yang sudah tersimpan puluhan tahun melalui skema hilir.

Erman juga mengatakan, Pertamina-Medco tidak melanggar Pasal 23 UU No.5/1999 terkait "exclusivity agreement" (EA). Menurut dia, EA antara Pertamina-Medco dan PT LNG Energi Utama telah berakhir secara otomatis pada 31 Desember 2005.

Sementara pelaksanaan "beauty contest" untuk memilih mitra pembangunan kilang Senoro dimulai pada 1 September 2006. Lingkup EA antara Pertamina-Medco dan LNG EU hanya dalam pembelian gas dan bukan kerja sama pembangunan kilang LNG.

"EA tersebut juga tidak ada perjanjangan yang disetujui kedua belah pihak sebagai penandatangan perjanjian. Kalau hanya satu pihak, maka tidak sah," katanya.

Apalagi, lanjutnya, pihak Medco yang menandatangani EA berbeda dengan Medco yang memperpanjang EA. Pengakhiran EA, juga dikuatkan dengan keikutsertaan LNG EU dalam "beauty contest" sesuai proposal tertanggal 22 September 2006. Namun, akhirnya, LNG EU tidak memenuhi kriteria yang ditentukan Pertamina-Medco.

Terakhir, Erman mengatakan, monetisasi gas Senoro dan Matindok dengan skama hilir dilakukan sebelum Mitsubishi Corporation menyatakan ketertarikannya melalui surat tertanggal 12 Januari 2006.

Monetisasi dengan skema hilir itu menindaklanjuti saran Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) pada 23 Desember 2005 yang meminta Pertamina dan Medco membahas pengembangan Senoro dan Matindok dengan skema hilir karena keterbatasan cadangan gas.

Sebelumnya, pengamat energi, Pri Agung Rahkmanto juga berpendapat, tidak terdapat unsur persaingan usaha dalam kasus Senoro itu. Menurut Direktur Eksekutif ReforMiner Institute itu, perkara Senoro sudah tidak tepat dipermasalahkan KPPU dengan argumen persaingan usaha.

"Apa yang dilakukan Pertamina-Medco adalah urusan dan kewenangan korporat saat memilih mitra dengan berdasar pertimbangan bisnis," katanya.

Pada 3 Juni 2010, KPPU kembali membuka kasus dugaan persaingan tidak sehat proyek Senoro atau setahun setelah ditutup Juni 2009. Namun, hingga kini, belum juga ada keputusan perkara tersebut.

Sumber: Antara

Pasha Ikat Delia dengan Liontin dan Kain Donggala

Koransulteng--Akhirnya Sigit Purnomo alias Pasha melamar sang kekasih Adelia Wilhelmina. Keluarga besar Pasha kompak mengenakan sarung Donggala berwarna kuning untuk pria dan wanita mengenakan busana muslim serba ungu. Selain itu, kelurga juga menyiapkan antaran berupa kain Donggala dan Kalung liontin untuk mengikat pengantin wanita.

Antaran dalam nampan berhias pita dan kain. "Kami bawa kain Donggala berwarna orange. Ini terbuat dari sutera. Tidak ada arti khusus cuma pemberian kepada Delia saja. Kain ini biasa dikasih karena turun temurun tradisi adat Donggala," kata bunda Pasha, Andi Bumbeng.

Selain kain cantik berwarna oranye, Phasa sudah menyiapkan sebuah kalung berliontin berhurup "P". Kalung diletakakan di atas bantalan kecil dengan dua angsa di atasanya. "Kita juga kasih kalung, beratnya 10 gram,leontinna nggak tahu berapa beratnya, kalau soal harga nggak usah dibicarakan ya. Kalung ini permintaan Pahsa. Kalung liontinnya juga inisial "P". Kalau cincin sudah sering, kalung khan jarang," Kata Andi tertawa.


“Kami sedang bersiap-siap menuju ke rumah Adelia. Syarat lamaran seperti biasa saja, ada perhiasan kalung, sarung donggala, buah, kue khas Palu,” tutur Ruli Pasaid saat dihubungi VIVAnews, Minggu 28 November 2010. Sarung Donggala itu adalah sarung dari Kab. Dongala, Sulteng, daerah asal orang tua Pasha.

Ruli mengakui bahwa proses lamaran ini adalah bentuk dorongan dari keluarga besar, karena bertepatan dengan momen ulang tahun Pasha.

”Lamaran ini surprise buat ulang tahun Pasha yang jatuh tanggal 27 November kemarin. Pasha juga sudah siap melepas dudanya, dia bersemangat sekali hari ini,”ujar kakak kandung Pasha itu.

Keluarga Pasha yang sudah di Bandung sejak Sabtu sore, sudah bersiap menemui keluarga Adelia untuk membicarakan langkah ke depannya setelah lamaran ini.

Pasha sendiri diakui Ruli sangat tegang dalam proses lamaran ini. ”Ini memang kali kedua untuk Pasha, tapi tetap saja dia agak grogi,”canda Ruli.

Lalu apakah ada anak-anak Pasha disana? ”Sampai saat ini belum kelihatan, tapi sepertinya tidak ada,” tutur Ruli.

http://showbiz.vivanews.com

Ini Dia foto Sensual Terbaru Dewi Persik


Koransulteng--Tak henti-hentinya pedangdut Dewi Perssik alias Depe jadi bahan omongan. Belum reda soal kasus perkelahiannya dengan pedangdut Julia Perez, kini mantan istri Saipul Jamil itu bikin heboh lagi setelah dua foto sensualnya kembali beredar di dunia maya.

Sejak Selasa (23/11/2010), beredar dua foto Depe tanpa atasan di jaringan situs komunitas. Dalam foto tersebut, pemilik nama Dewi Murya Agung terlihat berpose topless alias telanjang dada.

Bagian perut dibiarkan bebas merdeka, sementara bagian payudaranya ditutupi dengan rambut panjangnya.

Depe kala itu terlihat asyik dan bergaya saat kamera diarahkan kepadanya. Artinya, ia memang sadar terhadap kamera dan membiarkan seseorang mengambil fotonya dengan pose semacam tadi. Sejumlah orang tampak dalam foto tersebut, termasuk Siska, mantan manajer Depe.

Hingga saat ini belum ada komentar langsung dari pedangdut kelahiran Jember, Jawa Timur, 18 Desember 1985 itu, terkait foto-foto tersebut.

Berseteru Jupe
Julia Perez alias Jupe mengaku siap menghadapi langkah Dewi Perssik (Depe) yang telah melakukan pelaporan di Polsektro Matraman, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu.

"Aku bukan mau menantang bos RCM, Ahmad Dhani. Tetapi kalau itu memang terjadi (Depe melapor polisi), aku sudah siap menghadapi. Aku merasa tidak bersalah, dan ini sebenarnya berawal dari salah pengertian yang kemudian jadi malah panjang," ungkap Jupe menanggapi langkah Depe, yang dikabarkan telah menyiapkan pengacara dari manajemennya di Republik Cinta Management (RCM), Kamis (11/11/2010).

Jupe yakin, Ahmad Dhani tidak akan ceroboh melihat permasalahan yang terjadi, termasuk menilai anak buahnya. "Kalau melihat profesionalitas Ahmad Dhani, aku yakin dia tidak akan melihat kondisi secara sepihak. Kalau soal persaingan, di dunia entertain pasti ada. Tetapi, selama ini aku bersaing secara sehat dengan dia (Depe). Karena aku tahu dia punya kualitas yang baik juga," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Depe dan Jupe terlibat perkelahian hingga terluka saat shooting film Arwah Goyang Karawang pada awal November. Merasa aksi Jupe yang dinilai berlebihan hingga melukai dirinya, Depe pun melakukan visum di sebuah rumah sakit dan kemudian melaporkannya kepada pihak berwajib.

Menanggapi hal itu, Jupe mengaku tidak punya masalah dengan Depe hingga mereka harus berkelahi. Perkelahian itu, kata dia, hanya sebatas adegan film dan bentuk profesional seorang aktris. (CEL)

Sumber: Kompas.com

Diduga Cabuli Fans, Pemain Sinetron Ditangkap di Bandara

Koransulteng--Polisi menangkap artis Rb, saat ia hendak meninggalkan Batam di Bandara Hang Nadim, Batam, Minggu (28/11/2010) pagi. Saat itu pula pesinetron ini digelandang ke Mapolresta Barelang guna penyidikan.

Aktor ini tak langsung bersedia diperiksa karena ingin beristirahat dan tidur di salah satu ruang di Mapolresta. Namun, ia pun belum mengakui semua perbuatannya.

Pemain sinetron
"Inayah, Muslimah dan Jiran" ini tak bisa berkutik ketika semua perbuatannya diakui oleh SO, korbannya. Fans yang masih duduk di bangku SMP di Batam itu membeberkan kronologi dari pertemuan hingga masuk kamar di Hotel Amir Harbourbay Batam.

Rb ditangkap aparat karena dituding melakukan pencabulan saat ia menginap di Amir Hotel Batam kamar 622. Ia diadukan oleh orangtua SO yang tidak terima anaknya diajak tidur sekamar oleh Rb pada Sabtu (27/11/2010) dini hari.(Tribun Batam/Abd Rahman, El Tjandring)

Naodai FFI Batam

Kemeriahan Festival Film Indonesia (FFI) di Batam ternoda. Seorang pesinetron berinisial Rb dilaporkan telah melakukan pencabulan terhadap seorang penggemarnya.

Artis yang berinisial Rb ini dilaporkan oleh orangtua korban telah melakukan pencabulan di Amir Hotel kamar 622 tempatnya menginap di kawasan Harbourbay di Batuampar Batam.

Peristiwa itu terjadi hari Sabtu (27/11/2010) dini hari usai mereka berakrab ria dari salah satu tempat hiburan di Batam. Sebelum masuk hotel tersebut, Rb dengan fansnya itu sempat berkeliling di sekitar Batam.

Korban adalah salah satu pelajar pada SMP di Batam yang berinisial SO. Rb pun digiring ke Mapolresta Barelang Minggu (28/11/2010) pagi.


Sumber: Kompas.com

Walikota Palu, Antar Pasha Pinang Kekasih


Koransulteng -- Tak hanya kerabat dan keluarga yang akan ikut mengantar vokalis grup Ungu, Sigit Purnomo Syamsuddin Said atau Pasha, melamar pacarnya, Dellia Wilhelmina, pada Minggu (28/11/2010). Rusdi Mastura, Wali Kota Palu, Sulteng daerah asal orangtua Pasha, juga akan mendampingi Pasha meminang Adelia di kediamannya di Jalan Margacinta, Kelurahan Margasari, Kecamatan Buah Batu, Bandung.

Dikatakan oleh Rusdi, ia sengaja datang dari Palu ke Bandung untuk mengantar Pasha bertunangan. "Kalau datang langsung kan lebih afdol ketimbang hanya telepon. Semoga berbahagia, langgeng," tutur Rusdi, yang mengaku baru tiba Minggu pagi ini di Wisma Dharma Bhakti, Jalan Bali, Bandung.

Hingga pukul 11.19 WIB, acara lamaran belum dilangsungkan. Padahal, acara itu dijadwalkan dimulai pada pukul 10.00 WIB. Itu terjadi karena Pasha baru tiba di rumahnya di Bogor pada Minggu pagi, setelah manggung bersama rekan-rekan Ungu-nya di Bondowoso, Jawa Timur, Sabtu (27/11/2010) malam. Pasha menuju Bandung dengan menggunakan mobil.

Para tamu yang diundang serta kerabat dari keluarga Dellia saat ini sudah terlihat datang dan tinggal menunggu kedatangan Pasha, keluarga, dan kerabatnya. Rencana lamaran Pasha juga menarik perhatian warga sekitar. Sejak pagi mereka telah berkumpul untuk bisa melihat langsung acara pertunangan tersebut. Namun, mereka hanya bisa melihat dari jarak kira-kira 15 meter karena akses untuk masuk ke lokasi kediaman Adelia ditutup.

Personel Ungu Siap Jadi Pagar Bagus

Personel grup band Ungu, Makki (bas), Enda (gitar), Oncy (gitar), dan Rowman (drum), menyambut gembira rencana pernikahan vokalis mereka, Sigit Purnomo Syamsuddin Said alias Pasha, yang kabarnya akan dilangsungkan pada akhir November 2010 ini.

Enda mengatakan, mereka siap ikut andil dalam perhelatan dan menjadi pagar bagus saat pernikahan Pasha nanti. "Kalau memang benar, kami mah ikut senang saja. Pasti kita jadi pagar bagus, pakai belangkon. Penghulunya Makki," seloroh Enda saat ditemui di Studio 11 Trans TV, Jakarta, Kamis (17/11/2010).

Saat ditemui di tempat yang sama, Pasha sendiri mengaku senang atas dukungan teman-temannya itu. Meski demikian, mantan suami Okky Agustina Sofyan itu masih merahasiakan hari pernikahannya.

Menurutnya, dia memang sengaja belum mau mengumbar mengenai hari pernikahannya karena masih membutuhkan banyak persiapan.
"Mereka support saja sudah senang. Pokoknya maju terus insya Allah," kata Pasha.


Belakangan kabar beredar bahwa Pasha akan menikahi kekasihnya, Adelia, tepat di hari ulang tahunnya yang ke-31 pada 27 November 2010 ini. Sebelumnya, pelantun lagu "Ibu" itu pernah menegaskan kalau pada 2010 ini dirinya belum berniat melepas status dudanya. Ia berencana menikah lagi pada 2011 mendatang.

Sejak beberapa bulan ini Pasha diketahui lengket dengan seorang perempuan cantik bernama Adelia. Pasha mengaku serius menjalin asmaranya dengan perempuan yang berprofesi sebagai pramugari itu.

Pertengahan Oktober 2010 lalu Pasha pun memboyong keluarganya ke rumah Adelia untuk proses perkenalan. Silaturahim itu untuk mendekatkan kedua keluarga.

Sumber: Kompas.com

Putera Indonesia Jadi Wapres Pemuda Sedunia

Kamis, 25 November 2010

Koransulteng-- Hebat! Putera asal Indonesia, Ahmad Doli Kurnia terpilih sebagai Wakil Presiden Pemuda Sedunia dalam forum pemilihan "General Assembly of World Assembly of Youth ke-15 yang berlangsung sejak 21 November 2010 di Malaka.

"General Assembly of World Assembly of Youth merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi organisasi pemuda internasional yang beranggotakan 120 organisasi nasional kepemudaan dari seluruh dunia," kata Ahmad Doli Kurnia melalui surat elektronik dari Malaka yang diterima redaksi ANTARA di Jakarta, Kamis.

Doli yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) mengatakan dirinya terpilih sebagai Wakil Presiden Pemuda Dunia mendampingi Presiden terpilih asal tuan rumah Malaysia, Datuk Idris Haron, untuk memimpin organisasi WAY periode 2010-2014.

Dalam pemilihan itu, Doli menyisihkan kandidat dari enam negara lain yakni Korea Selatan, Yaman, Bangladesh, Macedonia, Nigeria, dan Namibia.

"Saya merasa bersyukur dengan terpilihnya sebagai perwakilan Indonesia dalam kancah pemuda internasional, amanah ini akan saya jalankan sebaik-baiknya," katanya.

Dia mengatakan, kesempatan ini akan menjadi media untuk memajukan eksistensi pemuda Indonesia di kancah internasional.

"Kesemoatan ini juga akan saya gunakan untuk memperjuangkan kepentingan nasional Indonesia melalui organisasi pemuda internasional dan mendorong implementasi isu-isu strategis yang selama ini diperjuangkan oleh KNPI," katanya.

World Assembly of Youth (WAY) sendiri tambahnya telah memutuskan berbagai agenda dan isu penting salah satunya tentang perubahan iklim.

"Melalui forum ini pemuda Indonesia akan memperjuangkan isu mengenai perubahan iklim," katanya.

Bahkan KNPI mendapatkan rekomendasi dan ditunjuk oleh World Assembly of Youth menjadi perwakilan resmi untuk membangun komunikasi dengan Perserikatan Bangsa Bangsa mengenai isu perubahan iklim.

Sumber:http://id.news.yahoo.com

Polisi Sulteng Dilatih Kuasai Teknologi Informasi

Selasa, 23 November 2010

Koransulteng--Polda Sulteng menggelar pelatihan operator sistem informasi dan dokumentasi Untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam menerapkan Undang-undang nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan Informasi Publik. Semua itu, dalam rangka penyediaan akses informasi publik Polri, khususnya di lingkup Polda Sulteng. Pelatihan diikuti 33 Operator dari Satuan Kerja (Satker) dari Polda Sulteng. Juga utusan dari seluruh Satker dari seluruh Polres-Polres di Jajaran Polda Sulteng.

Kapolda Sulteng, Brigjen Muh Amin Saleh, dalam arahannya, mengungkapkan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang nomor 14 tahun 2008, Polri sebagai badan publik telah membangun sistem yang akan menjadi sarana bagi satuan kerja di jajaran Polri. Baik di tingkat Mabes Polri, maupun kewilayahan untuk melakukan pengelolaan informasi bagi publik.

Sebagai bentuk implementasi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di jajaran Polri khususnya di Polda Sulteng, harus didukung sarana dan prasarana yang ada.

“Kegiatan pelatihan ini, kata Kapolda adalah bentuk penyiapan SDM yang terlatih untuk mendukung operasional sistem informasi, sehingga sistem dapat berjalan dengan optimal. Harapan kita bersama, seluruh perserta benar-benar mengikuti pelatihan ini dengan tekun, sehingga mampu memahami secara mendalam dan mampu mengoperasikan teknologi komunikasi yang kian berkembang pesat saat ini, untuk mendukung tugas-tugas Polri,” tegas Kapolda. (ron)

Sumber: Radar Sulteng

Listrik Jadi Kendala Investasi Sulteng

Koransulteng--Pasokan listrik yang kurang stabil masih menjadi kendala dalam berinvestasi di Sulawesi Tengah. Investor menjadi enggan menanamkan modalnya di daerah itu. Demikian kata Asisten II Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Sulteng, Nadjib Godal, Palu, Sulteng, Rabu (27/10), saat menghadiri Hari Listrik Nasional.

Ia mengatakan, Sulteng masih sangat membutuhkan listrik dalam jumlah memadai guna memenuhi kebutuhan industri. Karena itu, PLN selaku perusahaan pengelola kelistrikan nasional di daerah-daerah, termasuk Sulteng harus menyediakan listrik dalam jumlah yang memadai.

"Saya yakin, jika listrik yang ada di Sulteng sudah memadai, maka investor dalam dan luar negeri akan berlomba-lomba datang menanamkan investasinya di provinsi yang berpenduduk sekitar 2,3 juta jiwa ini," katanya.

Ia mengakui PLN telah berhasil mengatasi krisis listrik di Sulteng, namun kebutuhan energi di daerah itu untuk industri masih cukup besar. "PLN memang sejak Juli 2010 telah mengatasi krisis daya listrik berkepanjangan di sejumlah wilayah di Sulteng, namun itu belum cukup," katanya.

Pemprov Sulteng juga memberikan apresiasi kepada PLN Cabang Palu yang telah berhasil mengatasi krisis daya listrik. "Palu yang dahulu tidak ada hari tanpa pemadaman bergilir akibat kekurangan daya listrik, kini sudah bebas pemadaman," kata dia.

Dalam kurun empat bulan terakhir ini, Palu sudah tidak ada lagi pemadaman bergilir seperti yang terjadi sebelumnya.

Pemerintah di daerah ini juga menyambut positif program penyambungan sejuta pelanggan baru yang telah dicanangkan secara nasional pada Hari Listrik Nasional ke 65. Program ini tentunya akan mempercepat penyambungan listrik untuk calon pelanggan yang selama ini masuk dalam daftar tunggu PLN.

Pemprov Sulteng berharap dengan adanya program tersebut paling tidak dapat menekan jumlah calon pelanggan yang masuk daftar tunggu PLN. Selain itu, program penyambungan sejuta pelanggan baru diharapkan pula mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada PLN yang selama ini cukup buruk.

Sementara Manajer PT PLN Cabang Palu Nyoman Sujana mengatakan, ada sekitar 8.000 calon pelanggan yang masuk daftar tunggu dipastikan sudah akan terlayani. PLN Cabang Palu dalam program penyambungan sejuta pelanggan baru mendapat jatah penyambungan sebanyak 7.500 pelanggan baru.

Jatah penyambungan sebanyak itu tersebar di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala, Parigi Moutong, Poso, dan Morowali.

Untuk mensukseskan program penyambungan sejuta pelanggan baru yang telah dimulai hari ini bertepatan dengan HLN ke-65, PLN Cabang Palu telah menyediakan 373 tenaga penyambungan listrik yang melibatkan karyawan PLN dan juga mitra kerja (pihak swasta) di setiap daerah.

"Kami optimistis program penyambungan sejuta pelanggan baru di Sulteng yang ditargetkan 7.500 pelanggan akan terealisasi," katanya.

Akhir Desember 2010, jumlah calon pelanggan yang masuk daftar tunggu PLN menjadi nol persen. Program penyambungan sejuta pelanggan baru sekaligus untuk menghilangkan calo transaksi.

Sumber: Antara

Demo Pelantikan Bupati Sigi Ricuh


Koransulteng -- Unjuk rasa menolak pelantikan Bupati Sigi, Sulteng, Senin (22/11), diwarnai kericuhan. Keributan terjadi ketika puluhan massa dari Gerakan Antikorupsi berusaha masuk ke halaman DPRD setempat, namun dihalangi polisi. Bukan itu saja, sebuah mobil dinas milik Pemkab Sigi kaca belakangnya pecah akibat dilempar pendemo.

Massa mendesak agar Bupati Sigi terpilih Aswadin tidak dilantik sebelum kasus hukum yang sedang ditangani kejaksaan setempat tuntas.

Sementara itu di dalam Gedung DPRD Sigi, pasangan Aswadin dan Livingstone dilantik dan diambil sumpahnya oleh Gubernur Sulteng Paliudju sebagai Bupati dan Wakil bupati Sigi. Kabupaten sigi merupakan kabupaten termuda dari pemekaran Kabupaten Donggala.(IAN)

Sumber: Liputan 6 SCTV

Pulau Peling, Mutiara di Banggai Kepulauan

Jumat, 19 November 2010


Koransulteng -- Anda pernah mendengar nama Pulau Peling di Sulteng? Mungkin belum. Memang, tidak banyak orang mengenal nama Pulau Peling. Padahal, mutiara di Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, itu menyimpan pesona alam yang luar biasa. Masalah transportasi masih menjadi hambatan untuk menjangkau pulau kecil itu.

Paling tidak dibutuhkan waktu selama tiga jam, untuk mendapati pesona mutiara di Kepulauan Banggai itu dari Pelabuhan Luwuk, dengan menumpang kapal Aldus. Kapal itu tidak terlalu besar. Jadi, bersiap-siaplah berdesak-desakan dengan penumpang lain sambil disirami angin laut dari luar kapal.

Setelah mencapai Pulau Peling, jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi Pantai Sabang. Untuk informasi Anda, Pantai Sabang adalah salah satu pantai terindah di Sulawesi. Di pantai tersebut, Anda bukan hanya dapat menikmati keindahannya dan menikmati semilir angin sepoi-sepoi pantai, melainkan Anda dapat melihat langsung kumpulan bintang laut dengan warna yang beraneka ragam. Bintang laut yang beraneka ragam itu bukan hanya dapat Anda lihat seperti yang biasa Anda lihat di akuarium air laut, namun Anda juga dapat menyentuh permukaannya. Bintang laut yang ada di tepi pantai itupun beraneka ragam, seperti ada yang berwarna merah dan juga cokelat kemerahan. Wow,luar biasa sekali bukan?

Pulau Peling, dengan luas 2.340 kilometer persegi, merupakan satu dari ratusan pulau di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep). Pemandangan laut luar biasa. Airnya jernih. Pohon kelapa tersebar di mana-mana.

Di temapat itu juga ada kolam renang yang bersumber dari mata air. Sangat alami. Warga setempat menyebutnya Mata Air Luwuk Panenteng. Airnya benar-benar bening dan memberikan kesegaran.

Keindahan Pulau Peling tak ubahnya pulau-pulau di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, yang baru saja dilanda bencana tsunami. Sangat disayangkan, bila mutiara itu masih dinikmati oleh segelintir orang.

Inco Kembangkan Tanaman Pertanian di Lingkungan Tambang

Koransulteng - Perusahaan tambang nikel PT Inco Tbk bekerjasama dengan Lembaga Pendamping Masyarakat Hulu Inia dan FIELD, membantu mengembangkan tanaman pertanian di areal sekitar penambangan.

Pengembangan itu bertujuan mensejahterakan masyarakat dan untuk tahap awal pengembangannya dilakukan di Desa Matano dan Desa Nuha, Kabupaten Luwu Timur, Sulsel, kata Community Relation PT Inco, Sohra di Sorowako, Jumat.

Desa Matano berada sekitar 60 menit dengan perahu dari Sorowako, sedangkan Desa Nuha dapat dicapai sekitar 45 menit dengan perahu dari Sorowako. Desa Nuha dan Desa Matano tergolong masyarakat pedesaan dan pertanian adalah mata pencaharian utama mereka.

Menurut dia, salah satu usaha tani pada dua desa ini adalah budidaya tanaman padi sawah dan kakao. Luas lahan sawah di Desa Matano 120 Ha. Sementara Desa Nuha mempunyai luas lahan 60 Ha.

Beberapa masalah yang dihadapi masyarakat dua desa tersebut dalam budidaya tanaman padi adalah hama penggerek batang, hama ulat, walangsangit dan hama tikus. Untuk mengendalikan hama tersebut, mereka sering menggunakan pestisida namun demikian sering hama tidak dapat dikendalikan dan banyak masyarakat belum memahami arti penting bahaya pestisida, ujarnya.

Selain hama, para petani di kedua desa tersebut dihadapkan pada kondisi tanah yang memiliki kandungan Fe cukup tinggi terutama di Desa Matan yang mengakibatkan tanaman tidak sempurna. Selain itu frekuensi tanam di masing masing desa itu hanya dapat dilakukan dua kali dalam setahun sehingga produktivitas lahan hanya mencapai rata-rata 1,5 - 2 ton.

Dari hasil kajian singkat fasilitator Hulu Inia, lembaga pendamping masyarakat yang didanai oleh PT INCO, bekerjasama dengan konsultan pertanian FIELD Indonesia pada Februari 2010 lalu, kondisi masyarakat Desa Nuha dan Matano secara umum kebutuhan pangannya masih tergantung dari luar desa.

?Hal ini disebabkan produksi pertaniannya (beras) sangat rendah yaitu sekitar satu hingga dua ton per hektar. Untuk memenuhi pangan atau beras di desa tersebut masyarakat mengandalkan pendapatan dari produksi tanaman coklat, usaha jasa transportasi danau dan lain-lain, ujar Sohra.

Karena itu, Hulu Inia bersama dengan lembaga FIELD Indonesia kemudian merancang serangkaian program pengembangan masyarakat untuk dua wilayah tersebut yang berbasis pertanian yang berkelanjutan.

"Program ini mendapat dana sepenuhnya dari PT INCO melalui dana Community Development serta didukung oleh Pemerintah Kecamatan Nuha. Adapun besaran dana yang disediakan adalah sekitar satu miliar rupiah," ujar Sohra .

Menurut dia, program pengembangan masyarakat Desa Nuha dan Matano berbasis pertanian yang berkelanjutan adalah upaya mengoptimalkan sumber daya yang ada di desa tersebut terutama untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar diantaranya pangan, termasuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat desa sehingga desa tersebut dapat berkembang seperti desa-desa lainnya. (T.pso-102/F003)

Sumber: Antara

Inilah Agenda Gayus Selama di Bali


Koransulten-Agenda plesiran mafia pajak Gayus Tambunan ke Bali kian terkuak. Polisi menyebut, Gayus menginap di kamar 5122 Hotel Westin yang bertarif Rp 5 juta per malam bersama anak dan istrinya.

Tak hanya menginap selama dua hari di Ocean Kids Club, sumber SCTV di kepolisian, Kamis (17/11), juga mengungkapkan, Gayus bertemu dengan seorang politisi partai terkemuka selama di sana. Mereka bertemu di sebuah restoran ikan di pinggir pantai.

Menurut Kapolda Bali Inspektur Jenderal Hadiatmoko, Gayus diketahui menginap tanpa pengawalan orang lain. "Iya, menginap dua malam. Bersama istri dan anaknya," ujar Hadiatmoko.

Siapa politisi yang dimaksud Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie disebut-sebut sebagai orang yang bertemu dengan Gayus di Bali. Isu ini terkait dengan pernyataan Gayus di pengadilan bahwa Bakrie Grup adalah penyumbang rekening Gayus senilai Rp 100 miliar.

Namun, kepada wartawan, Aburizal Bakrie membantah bertemu Gayus di Pulau Dewata. Namun, dia mengaku berada di Bali untuk menonton pertandingan tenis. "Isu itu. Ini jelas merupakan intrik politik," kata Aburizal Bakrie.

Ical, panggilan Aburizal Bakrie, boleh saja membantah. Masyarakat pun silakan saja berprasangka bahwa Gayus dan Ical memang bertemu di Bali. Satu hal yang pasti, masyarakat harus tetap menjaga konsistensi polisi dalam mengusut kasus tersebut agar tak dipengaruhi kepentingan politik mana pun.

Berikut informasi yang diperoleh SCTV terkait agenda Gayus selama di Bali:

Rabu, 3 November

Usai sidang, Gayus kembali ke Rutan Brimob Kelapa Dua Depok

Sorenya, dia jemput sopir dan pulang ke rumahnya di Kelapa Gading Park View, Jakarta Utara

Kamis, 4 November

Gayus memulai petualangannya ke Bali. Dia memakai nama palsu Sonny Laksono. Bersama istri dan anaknya, SL naik pesawat Lion Air dan menginap di Hotel Westin, kamar 5122.

Malam harinya, Gayus disebut-sebut makan malam dengan seorang pengusaha kaya yang juga politisi di restoran ikan, 200 meter dari kamar Gayus, persis di tepi pantai. Lokasi restoran ini tak terjangkau kamera CCTV.

Jumat, 5 November

Menonton tenis

Sabtu, 6 November, pukul 14.11-15.30 WIB

Gayus kembali menonton tenis, semifinal antara Ana Ivanovic dan Kimiko Date Krumm

Karutan Brimob Kompol Iwan Siswanto berulang kali menelpon Gayus, namun tak tersambung. Sopirnya bilang, Gayus pergi ke acara undangan di Tanjungpriok, Jakarta Utara

Kapolri Jenderal Timur Pradopo mengetahui Gayus tak berada di rutan. Dia memerintahkan Kabareskrim Komjen Ito Sumardi menangkap Gayus.

Minggu, 7 November

Gayus pulang ke rumahnya di Kelapa Gading Park View, Jakut

Tim Densus 88 menjemput Gayus dan kembali membawanya ke Rutan Brimob.(ULF)

Kisah Tragis Selvi dan Nani Menjadi TKW

Selasa, 16 November 2010


Koransulteng--Ini pelajaran bagi mereka yang bercita-cita bekerja di luar negeri. Kisah tragis dua pekerja wanita Indonesia di Arab Saudi. Nasib tragis tenaga kerja Indonesia tak hanya dialami oleh Sumiati. Kisah menyedihkan juga dialami pahlawan devisa asal Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Dua TKI yang kerja di Arab Saudi balik dengan kondisi kaki lumpuh dan tubuh mengering akibat kelelahan.

Selvi binti Said, asal Kecamatan Moyo Utara, Sumbawa, kini hanya bisa terbaring tak berdaya. Bekerja sebagai pembantu rumah tangga, Selvi diharuskan mengangkat karpet-karpet tebal, air minum galon hingga tabung gas ukuran 15 kilogram. Pekerjaan berat itu santapan sehari-hari Selvi.

Nasib nahas lainnya dialami Nani Asa binti Sahabudin. Tubuhnya kurus kering akibat menderita penyakit dalam sejak kembali dari dua tahun bekerja di Arab Saudi. Secara resmi, Nani Asa dikontrak satu orang majikan. Namun kenyataannya dia harus bekerja di tiga rumah sekaligus.

Kedua pahlawan devisa ini sempat menjalani perawatan di ruang cempaka dan ruang perawatan penyakit dalam Rumah Sakis Umum Daerah Sumbawa. Ironisnya pihak pemerintah daerah setempat hanya memberikan biaya perawatan dan ganti transport sebesar Rp 1,1 juta bagi mereka.

Minimnya bantuan pemerintah membuat Selvi yang mengalami kelumpuhan di kedua kakinya sempat tertahan saat akan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Mataram. Sedangkan kondisi Nani kian memburuk akibat alergi dan asma yang dideritanya. Sungguh malang nasib kedua pahlawan devisa ini.

Sumber: Liputan6 SCTV

Aktivis Buruh Kecam Manajemen PT. Inco

Koransulteng - Aktivis buruh Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia mengecam tindakan perusahaan tambang nikel PT Inco Tbk yang melakukan pembubaran paksa aksi unjuk rasa masyarakat di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Penasehat Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI) Sulsel, Muhammad Anshar saat ditemui di Makassar, Sabtu, mengaku kecewa dengan sikap manajemen perusahaan yang tidak merespon aksi protes masyarakat sekitar terkait adanya beberapa kebijakan perusahaan itu yang merugikan kepentingan masyarakat setempat.

"Kami melihat aksi protes warga setempat itu cukup wajar, karena adanya kebijakan diskriminatif perusahaan dalam menentukan sistem pengupahan tenaga kerja lokal cukup merugikan," kata dia.

Dia menjelaskan, penguasaan lahan konsesi Inco seluas 118.000 hektare selama 30 tahun lebih di daerah itu sangat tidak seimbang dengan perlakuan mereka terhadap masyarakat setempat.

"Keterbatasan kemampuan tenaga kerja lokal jangan dijadikan alasan untuk tidak memanfaatkan SDM lokal. Mereka butuh pembinaan dan itu yang harus menjadi tanggung jawab perusahaan yang menguasai lahan mereka," ucapnya.

Dia mengatakan, pemerintah juga perlu mengkaji ulang kontrak karya eksplorasi tambang nikel di kawasan itu, karena tidak mengatur komposisi SDM lokal dalam sistem tenaga kerja perusahaan milik asing tersebut.

Menurut dia, adanya reaksi keras dari masyarakat setempat dengan melakukan pemblokiran jalan yang diikuti aksi mogok kerja karyawan setempat merupakan wujud protes masyarakat terhadap kebijakan perusahaan tersebut.

Adanya perlakuan diskriminatif perusahaan terhadap masyarakat setempat, dia mendesak kepada pihak manejemen PT Inco untuk menentukan kebijakan yang jelas mengenai sistem ketenagakerjaan dalam manajemen perusahaan.

Sumber: Antara

Tarian Yosim Pancar Menutup Konferensi Budaya Papua


Koransulteng - Tarian Yosim Pancar (Yospan) yang dibawakan empat pasang muda-mudi diiringi lagu daerah berhasa lokal dan Indonesia, Kamis (11/11) malam, dipentaskan mengakhiri Konferensi internasional keanekaragaman budaya Papua dalam mosaik budaya Indonesia di Jayapura. Tarian Yospan adalah tarian pergaulan/persahabatan muda-mudi (serupa dengan tarian Dero, tarian pergaulan/persahabatan muda-mudi di Poso, Sulteng).

Sejumlah peserta konferensi baik dari dalam dan luar negeri begitu antusias menikmati tarian yang digelar di gedung Sasana Krida kantor Gubernur Provinsi Papua yang terletak di jalan Soa-siu Dok II Bawah.

Para peserta tampak berebutan mengabadikan tarian dalam kamera digital dan melalui handphone (HP) selulernya yang dipentaskan oleh sanggar Marisi. Bahkan ada yang ikut bergabung mengikuti tarian tersebut.

Tarian Yosim Pancar/Yospan memiliki dua regu pemain yaitu Regu Musisi dan Penari. Regu musisi memainkan alat musik berupa gitar, jukulele, stem bass, tifa dan beberapa orang yang menyanyikan lagu/vocal group.

Sedangkan regu penari Yospan lebih dari satu orang dengan berpasangan dilakukan dengan gerakan dasar yang penuh semangat, dinamik dan menarik.

Para penari yang terdiri empat pasang itu, kaum lelaki bercelana panjang hitam dan berkemeja lengan panjang warna biru, sedangkan kaum perempuan menggunakan baju terusan yang berumbai-rumbai dengan campuran warna merah muda dan kuning layaknya baju pesta dansa namun simpel.

"Yospan adalah tari pergaulan atau persahabatan," kata Leonard Sarwom ST, salah seorang peserta dari Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat.

Dia mengatakan tari Yospan merupakan penggabungan dari dua tarian rakyat di Papua, yaitu Yosim dan Pancar.

"Yosim semacam tarian poloneis dari dansa barat dan berasal dari Sarmi, namun ada juga yang mengatakan dari Serui atau Biak. Sedangkan Pancar adalah suatu tarian yang berasal dari Biak Numfor dan Manokwari meniru gerakan-gerakan 'akrobatik'. Hampir setiap kampung di Papua memiliki grup seni tari yang terus dikembangkan," katanya.

Namun seiring perkembangan, tari Yospan mengalami berbagai pembaharuan atau penambahan gaya tari. Ada beberapa gerakan dasar yaitu pancar gas, gale-gale, jef, pacul tifa, seka dan lain-lain.

Diera tahun 90-an tarian ini sempat membahana seantero Tanah Papua, berbagai lomba sering dilakukan, bahkan tarian Yospan sering diperagakan dalam ekstrakurikuler atau pelajaran tambahan disekolah-sekolah.

Yospan cukup populer dan sering diperagakan pada setiap event, Upacara 17-an, acara adat, kegiatan penyambutan dan festival seni budaya.

Yospan juga biasa ditampilkan di Manca Negara untuk memenuhi undangan atau mengikuti berbagai Festival.

Konferensi internasional keanekaragaman budaya Papua dalam mosaik budaya Indonesia yang diselenggarakan 8-11 November 2010 itu diikuti 80 peserta dari luar negeri dan 300 peserta dari dalam negeri dengan berbagai latar belakang bidang pekerjaan, kamis (11/11) malam ditutup secara resmi oleh Gubernur Provinsi Papua Barnabas Suebu dengan melahirkan sejumlah tema atau rekomenddasi.

Peserta konferensi meliputi kalangan akademisi, perwakilan dari departemen kebudayaan dan pariwisata, Pemerintah Nasional Timor Leste, Papua New Guinea, Kepulauan Solomon, Vanuatu, Fiji, dan Pemerintah wilayah Kaledonia Baru, komunitas-komunitas agama dan budaya tradisional di Papua Organisasi Non Pemerintah (LSM).

Selain itu ahli yang mempromosikan budaya dan pariwisata, media profesional, dan Menteri serta duta besar dari negara-negara yang relevan.

Konferensi tersebut diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Papua bekerjasama dengan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, UNDP Indonesia, WWF, dan UNESCO.

Sumber: Antara

Divonis Setahun Penjara, Idhamsyah Pikir-Pikir

Senin, 15 November 2010

Koransulteng -- Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulteng Idhamsyah Tompo divonis pidana penjara selama satu tahun. Ia dinyatakan terbukti korupsi dana hibah rehabilitasi gedung KNPI setempat senilai Rp 976 juta. Vonis itu dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Palu yang diketuai Amin Sembiring pada agenda sidang lanjutan pembacaan putusan, di Palu, Senin (15/11). Divonis Setahun Penjara, Idhamsyah masih pikir-pikir untuk upaya banding.

Selain hukuman penjara satu tahun, ketua KNPI Sulteng itu juga dijatuhi hukuman denda sebesar Rp 50 juta subsidair satu bulan dan biaya pengganti Rp 150 juta subsidair dua bulan. Vonis majelis hakim itu lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) I Gede Sukayasa yakni 16 bulan penjara, denda Rp 50 juta subsidair enam bulan penjara, dan biaya pengganti perkara sebesar Rp150 juta subsidair empat bulan kurungan.

Dalam putusannya, Ketua Majelis Hakim PN Palu Amin Sembiring menyebutkan, terdakwa Idhamsyah Tompo melanggar pasal 3 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke (1) KUHP jo pasal 64 ayat 1 KUHP.

Dalam sidang itu, majelis hakim juga memvonis Direktur Putra Karya Celebes Masud Hadie selaku kontraktor, dengan hukuman penjara selama satu tahun penjara, denda Rp 50 juta subsidair satu bulan, dan membayar biaya pengganti sebesar Rp 220.743.000.

Sama halnya dengan Idhamsyah Tompo, hukuman yang diberikan terdakwa Masud itu lebih ringan dari tuntutan jaksa yakni 18 bulan penjara, denda Rp 50 juta subsidair enam bulan, dan biaya pengganti Rp 220,7 juta subsidair lima bulan penjara.

Menurut hakim, terdakwa Masud terbukti melanggar pasal 18 ayat 1, 2, dan 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP jo pasal 64 ayat 1 KUHP.

Soal putusan hakim itu, kedua terdakwa menyampaikan pendapatnya yang berbeda. Terdakwa Idhamsyah Tompo mengaku masih pikir-pikir untuk melakukan upaya hukum banding, sementara terdakwa Masud menyatakan menerima putusan yang dijatuhkan majelis hakim terhadapnya.

Sumber: Republika Online

Sulteng Akan Gelar Fashion and Art Central Celebes



Koransulteng-- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) bertekad mengawal batik bomba (batik produksi Sulteng) sebagai batik yang dapat mengangkat citra budaya masyarakat setempat. Dalam waktu dekat ini Dinas akan menggelar Fashion and Art Central Celebes di kota Palu.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwasata Sulteng, Suaib Djafar, di Palu, Minggu, mengatakan untuk memperkuat citra kebudayaan tersebut maka pemerintah perlu mengawasi penempatan motif batik bomba itu.

"Dengan banyaknya motif batik bomba saat ini jangan sampai tumpang tindih penggunaan motifnya. Misalnya, motif yang mestinya untuk baju jangan sampai motif itu juga yang digunakan untuk taplak meja," kata Suaib.

Untuk itulah kata dia, 20 November mendatang, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bekerjasama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) menggelar `Fashion and Art Central Celebes` yang dipusatkan di Palu Golden Hotel.

Kegiatan ini kata dia, selain mengusung busana khususnya batik, juga akan dirangkai dengan pemilihan duta wisata Sulteng dan pameran karya lukis.

"kegiatan `fashion` akan kita kombinasikan dengan lomba karya tulis terkait lingkungan," kata Suaib.

Khusus untuk `fashion` kata Suaib, pemerintah ingin membumikan batik bomba sehingga tidak saja dipahami sebagai produk budaya tetapi ada nilai filosofis yang terkandung dalam motif batik bomba itu.

Dia mengatakan, salah satu motif yang dikenal saat ini adalah motif tai ganja. Motif ini kata dia mengandung makna warisan kebudayaan adat Sulteng sehingga hanya cocok dipakai pada kegiatan-kegiatan adat atau pesta perkawinan.

"Penyebutan istilah `bomba` sendiri itu mengandung falsafah keterbukaan dan kebersamaan. Itulah sebabnya tidak heran jika masyarakat Sulteng itu terbuka kepada siapa saja yang datang ke daerah kita ini," kata Suaib.

Menurutnya, dalam acara `fashion` tersebut, seluruh pengrajin akan dihadirkan sebab belakangan ini telah tumbuh home industri batik.

Batik Bomba Lekatu misalnya, salah satu produksi batik kerajinan lokal di Palu, telah mengembangkan 30 motif batik berciri khas lokal Sulteng. Salah satu motif batik ini adalah bunga dan buah cengkeh.

Ahdin, pemilik industri Bomba Lekatu mengatakan, dia memilih motif tersebut karena cengkeh adalah salah satu komoditi andalan Sulteng khususnya di Kabupaten Tolitoli.

Berkat kemajuan teknologi dan kemauan pengrajin untuk mempertahankan kualitas produksinya, Ahdin mengatakan, para pengrajin telah menemukan teknologi khusus sehingga batik produk Sulteng dijamin tidak luntur.

Sumber: Antara

8 Miss Word Paling Kontroversial



Koransulteng--Panggung kontes kecantikan selalu menjadi sorotan publik. Di balik kecantikan para kontesta, ada sejumlah cerita yang menarik perhatian. Mulai dari cerita sedih hingga yang mengejutkan.

Cerita kematian model asal Brasil, Mariana Bridi da Costa, misalnya. Ia meninggal saat berjuang mewakili negaranya di Miss World. Sebelum meninggal, Bridi sempat menjalani operasi amputasi tangan kaki.

Namun, tak hanya Brindi yang menjadi perhatian. Berikut delapan ratu kecantikan lainnya yang membuat heboh karena kontroversinya, dikutip dari Telegraph.

Marjorie Wallace

Ia warga Amerika Serikat yang menang di ajang Miss World 1973. Tapi, tiga bulan setelah dinobatkan jadi Ratu Dunia, gelarnya dicabut lantaran berkencan dengan terlalu banyak pria, termasuk di antaranya selebriti Tom Jones.

Dia bahkan sempat membuat pernyataan, "Sebagai Miss World saya bisa bercinta dengan pria yang saya pilih." Komite Miss World menilai Wallacet gagal mengemban tugas sebagai Miss World. Setelah kehilangan mahkota, Wallace melanjutkan karier menjadi presenter televisi.

Gabriela Brum

Miss Jerman ini menyandang gelar terpendek dalam sejarah Miss World. Dia mengundurkan diri hanya dalam waktu 18 jam setelah dinobatkan menjadi Miss World pada 1980.

Pemegang mahkota kecantikan ini terjegal skandal kasus foto telanjang. Setelah kasus ini menjadi perhatian dunia, dia pindah ke Amerika Serikat. Di sana, dia nekat menjadi model telanjang lagi. Kali ini untuk majalah Playboy.

Lili Chen

Penyanyi dan aktris dari Provinsi Sichuan ini berharap menjadi orang pertama China yang memenangi kontes Miss Universe tahun 2004. Tetapi permohonannya ditolak oleh pejabat kompetisi China karena dia seorang transeksual.

Padahal, sebelumnya Lili Chen telah mengikuti berbagai kontes kecantikan di China dan tidak ada masalah.

Lesley Langley

Lesley LangleyMiss Inggris ini memenangkan gelar Miss World pada tahun 1965. Tapi kemudian publik di Inggris tersinggung setelah foto bugil Lesley tersebar di media.

Dia mengakui foto-foto bugil itu diambil sebelum dia mengikuti kontes kecantikan. Sekarang, dia bekerja sebagai resepsionis di tempat perawatan gigi di kota kelahirannya

Valérie Bègue
Laju mahasiswi jurusan bisnis berusia 22 tahun dari Prancis ke Miss World pun terjegal pornografi. Miss Prancis 2007 ini dilarang mengikuti Miss World gara-gara foto-fotonya tanpa busana beredar di kalangan publik.

Laxmi Pandit

Miss India ini dipaksa untuk menyerahkan kembali mahkotanya hanya beberapa jam setelah penobatan. Ini karena statusnya diketahui tidak lagi single sebagaimana dinyatakannya.

Pandit membantah dirinya telah menikah, tetapi mengakui bahwa kemungkinan dia mungkin telah salah mengartikan status perkawinannya saat membeli sebuah apartemen di Mumbai. "Mengingat pernyataan tidak benar saya, saya menyerahkan gelar Miss India 2004," katanya.

Rosemarie Frankland

Miss Inggris ini memenangi kontes Miss World tahun 1961. Setlah komedian Bob Hope menempatkan mahkota di kepalanya, Frankland merasa kecewa dengan industri kontes kecantikan dan pindah ke AS. Dia menderita depresi sepanjang hidupnya dan meninggal karena overdosis narkoba pada tahun 2000.

Kelli McCarty

Dia memenangkan Miss USA pada 1991. Dia merupakan wanita pertama yang mewakili Kansas di kontes Miss USA.

Tapi kemudian, dia beralih profesi menjadi bintang porno. Di tahun 2008 dia menandatangani kontrak dengan sebuah rumah produksi untuk sebuah film porno berjudul 'Faithless' yang dirilis pada Februari 2009 silam.

Lelah Dituduh Matre, Barbie Hsu menutup micro-blognya.


Koransulteng- Berita pertunangannya dengan pengusaha muda bernama Wang Xiao Fei membuat Barbie Hsu mendapat kritikan pedas. Di micro-blognya, artis ini menerima caci maki.Lelah dengan tuduhan matre tentang dirinya, Hsu menutup micro-blognya.

Aktris Taiwan ini langsung menutup situs pertemanannya pada Rabu malam lalu ketika ia tak lagi sanggup melihat berbagai kata-kata buruk yang ditujukan untuknya. Ia merasa lelah dengan postingan yang menjelek-jelekkan dirinya mengenai hubungan cintanya dengan Wang Xiao Fei.

Kata-kata dalam postingan itu membuat hati pemeran San Chai dalam serial 'Meteor Garden' ini panas. Hsu dituding hanya mencari harta dan oportunis saat memutuskan bertunangan dengan putra dari pengusaha sukses China itu. Ia sudah bertekad untuk menutup micro-blognya. Demikian seperti dikutip dari channelnewsasia , Jumat 12 November 2010.

Melihat Hsu dicaci maki, Wang Xiao Fei tidak tinggal diam. Ia menyerang balik orang-orang yang telah berkata kasar kepada tunangannya itu. Ia sangat marah. "Jika Anda ingin marah, marah sama saya. Jangan bersembunyi," ucapnya. Pertunangan antara Hsu dengan Xiao Fei memang mengejutkan. Mereka memutuskan untuk bertunangan setelah menjalani hubungan selama 20 hari. Pertunangan itu juga membuat Hsu dianggap sebagai orang ketiga yang telah merebut Xiao Fei dari mantan pacarnya, Kitty Zhang.

Des Alwi Sang Pelobi Ulung Telah Berpulang

Jumat, 12 November 2010


Koransulteng - Indonesia kembali kehilangan saksi sejarah, tokoh nasional, Des Alwi Abubakar yang meninggal dunia Jumat (12/11) sekitar pukul 5 dini hari di kediamannya Jalan Taman Biduri Blok N 1/7 Permata Hijau, Jakarta Barat.

Des Alwi lahir di Banda Naira, 17 Nopember 1927. Di Jakarta, ia terkenal sebagai pelobi tingkat tinggi dan simbol masyarakat Banda.

Sebagian orang menilai, kepiawaian Des Alwi dalam hal melobi, hingga mendapat julukan pelobi tingkat tinggi, dari petinggi nasional hingga internasional itu salah satunya hasil dari kebiasaannya bergaul dengan tokoh-tokoh tahanan politik yang dibuang ke Banda.

Des banyak belajar dari dr. Tjipto Mangunkusumo yang disebutnya sebagai Oom Tjip, Dr. Muhammad Hatta yang dipanggilnya sebagai Oom Kaca Mata, Sjahrir sebagai Oom Rir, Mr. Iwa Kusumah Sumantri dan beberapa anggota Sjarikat Islam

Ia adalah putra Banda Naira, tempat yang juga bersejarah bagi para pembesar negara ini. Des Alwi lahir di Desa Nusantara, Naira, pada 17 November 1927 dengan nama lengkap Des Alwi Abubakar.

Di sana, Des Alwi pertama kali bertemu dengan tokoh seperti Muhammad Hatta dan Sutan Sjahrir, di masa pembuangan mereka. Saat bertemu Hatta dan Sjahrir, Des Alwi baru berusia 8 tahun dan duduk di kelas dua ELS (Europeesche Lagere School).

Dari pertemuan pertama di dermaga itu, ia segera tahu bahwa keduanya adalah orang yang dibuang ke Boven Digul, karena wajah mereka pucat. Des Alwi menduga, orang yang dibuang ke sana kekurangan makan dan banyak yang menderita malaria.

Pertemuan itu tak pernah lepas dari ingatan Des Alwi. Ia bahkan menganggap pertemuan itu menjadi arah hidupnya hingga kini. Berkat kecerdikan dan kepandaiannya, Bung Hatta, --yang dipanggil Om Kacamata oleh Des—mengambilnya sebagai anak angkat. Sementara, “dari Oom Sjahrir, saya mendapat banyak wawasan dan pengertian,” kata Des Alwi.

Selain menjadi anak angkat Hatta, Gunawan Mohammad, budayawan, menyebut, Des Alwi juga menjadi anak angkat Syahrir. Des menjadi bagian hidup kedua tokoh yang mencintai anak-anak Banda tersebut.

Barangkali karena ‘pengaruh’ pendidikan Hatta dan Sjahrir, Des Alwi kemudian memiliki ‘kelebihan’ dalam berdiplomasi, hingga mendapat julukan pelobi tingkat tinggi. Des juga banyak belajar dari dr. Tjipto Mangunkusumo yang disebutnya sebagai Oom Tjip, dan Mr. Iwa Kusumah Sumantri, serta beberapa anggota Sjarikat Islam Indonesia lainnya.

Maka, dalam perjalanan karier selanjutnya, ia pernah beberapa kali menjadi Atache Press/Kebudayaan kedutaan besar republik Indonesia seperti KBRI Bern, KBRI Austria, dan KBRI Philipina. Bahkan ketika terjadi konfrontasi antara Indonesia–Malaysia tahun 1965-1975, ia sebagai Dinas Diplomatik terlibat dalam Operasi Khusus Tim Penyelesaian Konfrontasi itu. Des berhasil menjadi perantara ‘sulit’. Jurus-jurus kepiawaian diplomasinya, disebut-sebut mendekati almarhum mantan PM Tun Abdul Rahman dan almarhum mantan DPM Tun Abdul Razak berhasil meredakan konfrontasi itu.

Sumber: Tempo Interaktif.com

Mesum, Delapan Pasangan Mahasiswa Ketangkap Polisi

Koransulteng - Rupanya prilaku seks bebas muda mudi kota besar sudah menjangkit hingga kota kecil di pelosok. Di Tolitoli, ibukota Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, Polisi mengamankan delapan pasangan mahasiswa yang kedapatan ngeseks di sejumlah tempat kos di kota ini.
"Mereka terjaring dalam razia operasi penyakit masyarakat, yang mulai digelar sejak tanggal 8 November 2010," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Tolitoli, AKP Lexi Gagola, Jumat.

Jumat (12/11) dini hari hingga sore tadi, razia yang mendadak dilakukan di sejumlah tempat kos dan petugas mendapati tiga pasangan mesum di dalam kamar di lokasi yang berbeda.

Saat razia ini digelar, kata Lexi, pasangan tersebut tidak memiliki surat resmi menikah. Sehingga polisi langsung menggiring mereka ke Mapolres Tolitoli untuk diproses lanjut.

Sebelumnya, pada Kamis (11/11) polisi juga memboyong lima pasangan mahasiswa yang tengah ngeseks di kos-kosan mereka.

"Pengakuan mereka, lebih senang main di kos-kosan karena dirasa aman dari razia," ujar Lexi.

Lexi menjelaskan, pada umumnya mahasiswa dan mahasiswi yang terjaring razia ini adalah mereka yang sedang berpacaran.

"Penentuan target oprasi adalah kalangan anak muda yang tinggal di kos-kosan," tuturnya.

Delapan pasangan mesum, kata Kasat Reskrim ini, diperintahkan untuk membuat surat pernyataan dan laporan di SPK Polres Tolitoli.

Perempuan dan pria muda ini juga mendapat pengarahan dan pembinaan, bahwa perbuatan mereka dilarang dan telah melanggar norma.

Setelah itu, oleh polisi mereka diperbolehkan pulang dan hanya dikenakan wajib lapor 1 x 24 jam. Bila mengulangi perbuatannya, tak menutup kemungkinan polisi akan menindak lebih tegas perbuatan mesum yang bukan pasangan sah.

Kapolres Tolitoli, AKBP Ahmad Ramadhan mengatakan, razia pasangan mesum yang tidak memiliki surat resmi merupakan salah satu operasi pemberantasan penyakit masyarakat saat ini.

Razia ini akan terus digelar hingga tanggal 28 November 2010.

"Kami akan terus meningkatkan patroli penyakit masyarakat seperti razia peredaran minuman keras (miras) ilegal, razia pembalap liar hingga warga yang tidak memiliki surat sah untuk berhubungan layaknya suami istri," katanya.


Kabupaten Tolitoli adalah salah satu kabupaten di Sulawesi Tengah, Indonesia.
Ibu kota kabupaten ini terletak di Kota Tolitoli,sekitar ± 600 Km dari Kota Palu, ibu kota Sulawesi Tengah. Kabupaten ini memiliki luas
wilayah 4.079.6 Km2 dan berpenduduk sebesar 210.000 Jiwa (2008).

Kabupaten Tolitoli sebelumnya bernama Kabupaten Buol Tolitoli, Namun pada tahun 2000
berdasarkan Undang-undang No.51 Tahun 1999 kemudian Kabupaten Tolitoli dimekarkan
menjadi yaitu Kabupaten Tolitoli sebagai Kabupaten Induk dan Kabupaten Buol sebagai
kabupaten hasil pemekaran.
Luas Wilayah: 4.079.76 Km2 Jumlah Penduduk: 210.000 Jiwa ( Data Kependudukan Kantor Catan Sipil 2008). Tolitoli dikenal sebagai kota cengkeh, di sini beroperasi beberapa universitas dan perguruan tinggi.




Sumber: Antara

Pidato Lengkap Obama di Istana Merdeka

Rabu, 10 November 2010


Koransulteng - Kunjungan Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama begitu menarik perhatian. Dalam jamuan makan malam di Istana Merdeka semalam, dia akhirnya menyantap nasi goreng dan bakso yang ia rindukan. “Terima kasih untuk baksonya, nasi goreng, emping, dan kerupuk,” ujar Obama dalam pidato sambutan jamuan makan malam di Istana Merdeka, Selasa (9/10). “Semuanya enak!”

Sebelum makan malam, Obama dan Yudhoyono membahas kemitraan komprehensif antara Indonesia dan Amerika Serikat. Enam hal yang dibahas adalah kerja sama investasi, perdagangan, perekonomian, pendidikan, energi, dan kerja sama politik secara lebih mendalam dan terukur. Ia pun menegaskan keinginan Amerika Serikat untuk menjadi mitra dagang nomor satu Indonesia. "Saya tak ingin nomor tiga, melainkan nomor satu."

Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono memberikan tanda jasa Bintang Jasa Utama kepada ibu Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Stanley Ann Dunham Soetoro. Menurut Yudhoyono, penelitian yang dilakukan Stanley Ann Dunham mengenai peran perempuan dalam pemberdayaan ekonomi mikro kredit di desa-desa sangat berguna bagi peneliti Indonesia.

Stanley Ann Dunham adalah ibu dari Obama. Dia merupakan antropolog yang meneliti antropologi ekonomi dan perkembangan desa-desa. Stanley meninggal di usia 52 tahun pada 7 November 1995.

Obama mengucapkan terima kasih atas penghargaan tersebut. "Atas nama keluarga saya mengucapkan terima kasih," katanya.

Berikut isi lengkap pidato Obama dalam jamuan makan malam, Selasa (9/10) yang dilansir oleh situs Gedung Putih.


PRESIDENT OBAMA: President Yudhoyono, Mrs. Yudhoyono, to all the distinguished guests who are here today, thank you for this extraordinary honor. I am proud and humbled to accept this award on behalf of my mother. And although she could not be here in person, I know that my sister Maya Soetoro would be equally proud.

Now, I’m going to have the opportunity to speak tomorrow and so I will try to keep my remarks brief. First of all, thank you for the bakso. (Laughter.) The nasi goring. (Applause.) The emping. (Laughter.) The kerupuk. (Laughter.) Semuanya enak. (Laughter.) Thank you very much. (Applause.)

But the fact, Mr. President, that you would choose to recognize my mother in this way speaks to the bonds that she forged over many years with the people of this magnificent country. And in honoring her, you honor the spirit that led her to travel into villages throughout the country, often on the back of motorcycles, because that was the only way to get into some of these villages.

She believed that we all share common aspirations -- to live in dignity and security, to get an education, to provide for our families, to give our children a better future, to leave the world better than we found it. She also believed, by the way, in the importance of educating girls and empowering women, because she understood that when we provide education to young women, when we honor and respect women, that we are in fact developing the entire country. That’s what kept bringing my mother back to this country for so many years. That’s the lesson that she passed on to me and that’s the lesson that Michelle and I try to pass on to our daughters.

So on behalf of our entire family, we thank you. I am deeply moved. It is this same largeness of heart that compels us tonight to keep in our thoughts and prayers all those who are suffering who from the eruptions and the tsunami and the earthquake. With so many in need tonight, that’s one more reason for me to keep my remarks short.

As a young boy in Menteng Dalam 40 years ago, I could never imagine that I would one day be hosted here at Istana Negara -- never mind as President of the United States. I didn’t think I would be stepping into this building ever. (Laughter and applause.)

And I know that much has been made about how a young boy could move between such different countries and cultures as Indonesia and the United States. But the truth is, is that our two countries have far more in common than most people realize. We are two peoples who broke free from colonial rule. We are both two vast nations that stretch thousands of miles. We are both two societies that find strength in our diversity. And we are two democracies where power resides in the people. And so it’s only natural that we should be partners in the world.

I am fortunate to have a very strong partner in President Yudhoyono -- Indonesia’s first directly elected president, and a leader who has guided this nation through its journey into democracy. And our two nations are fortunate that we are forging a partnership for the 21st century. And as we go forward, I’m reminded of a proverb: bagai aur dengan tebing -- like bamboo and the river bank, we rely on each other.

And so I would like to propose a toast. In the spirit of friendship between our two countries, we are reminded of the truth that no nation is an island, not even when you’re made up of thousands of islands. We all rely on each other together, like bamboo and the river bank. And like my mother riding between villages on a motorcycle, we are all stronger and safer when we see our common humanity in each other.

So President Yudhoyono, and to all the distinguished who are here, thank you for your extraordinary friendship and the warmth with which you have received Michelle and myself. And I promise that it won’t take so long before I come back.


Sumber: Tempo

Komentar Tifatul-Michelle Mencapai 16 Halaman di Huffpost


Koransulteng - Jabat tangan antara Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring dengan Ibu Negara Amerika Serikat Michelle Obama menghiasi berbagai media sosial hingga media massa internasional. Maklum, bagi Menteri Tifatul yang notabene adalah anggota partai Islam haram hukumnya bersentuhan dengan wanita yang bukan muhrim.

Di Huffington Post, misalnya komentar soal salaman ini mencapai 16 halaman. Surat kabar yang memberitakan tentang salaman tersebut menuai tak kurang dari 527 komentar, 96 meretweet, dan 49 orang berbagi di jejaring sosial Facebook.

Rata-rata para komentator ini memberikan kesan miring dan ada pula yang tak mempercayai ucapan Menteri Tifatul yang mengaku sudah menghindar dari tangan Istri Presiden Obama itu. Huffington juga menyertakan potongan video saat Tifatul menyambut tangan Michelle dengan kedua tangan.

Media asing yang juga memberitakan tak lain adalah Washington Post. Surat kabar Amerika Serikat ini juga menampilkan potongan gambar dari sebuah televisi nasional saat mereka bersalaman.

Berita jabat tangan ini menjadi salah satu isu utama yang paling banyak dilihat. MSN juga memberitakan soal salaman ini dan menampilkan dalam video yang dilink-kan ke situs twww.bing.com. Dalam video itu tampak Menteri Tifatul dengan senyum lebar agak membungkukkan badan dan kedua tangan menyambut tangan Michelle Obama. USA Today mengutip Associate Press juga memberitakan kejadian salaman tersebut.

Adapun dalam akun Twitternya, Menteri Tifatul masih berkukuh untuk mempertahankan jawabannya kepada followernya. Dia merujuk pada kutipan yang ditulis Koran Tempo. "Proporsional, tidak ditambah-tambahi. Apanya yang bohong?*soal handshake*.

Salaman Menteri Tifatul ini menjadi kicauan hangat di twitter sore hingga tadi malam. Tifatul langsung menjawab kicauan followernya. Dia menjawab bahwa kejadian salaman itu tidak disengaja. "Sudah ditahan 2 tangan, eh bu michele- nya nyodorin tangannya maju banget...kena deh," ujar Tifatul dalam posting akun twitternya.

Sumber:http://www.tempointeraktif.com

Wow.. Bawang Goreng Palu Tembus Pasar Malaysia

Koransulteng - Bawang goreng khas kota Palu, Sulawesi Tengah yang terkenal gurih dan renyah kini telah menembus pasar Malaysia. Setiap bulan, satu kontainer bawang goreng asal Palu diekspor langsung ke negeri jiran tersebut.


“Sejak 2009 lalu, salah satu distributor makanan di Malaysia telah bekerjasama dengan kami untuk mengimpor bawang goreng dari Palu,” kata Kepala Bidang Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kota Palu, Rahman L., saat ditemui Tempo dalam pameran perdagangan Internasional “Intrade 2010” yang gelar di Matrade Convention Centre, Kuala Lumpur, Selasa (9/11). Pameran dagang ini digelar hari ini hingga Kamis (11/11).

Menurut Rahman, setiap bulan satu kontainer bawang goreng telah dipesan dari Malaysia. “Cuma kita tak bisa memenuhi permintaan mereka secara keseluruhan. Selain karena bahan baku terbatas, permintaan di dalam negeri juga cukup tinggi,” tuturnya.

Bahkan, kata dia, untuk tahun 2009, Palu hanya bisa mengirim 9 kontainer. Terbatasnya bahan baku menjadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah Kota Palu untuk mengembangkan industri bawang goreng yang biasa dijadikan buah tangan khas Palu ini.



“Dari sembilan Kabupaten dan satu kota, hanya di Kota Palu saja yang tanahnya cocok untuk bawang batu yang menjadi bahan utama bawang goring,” terang Rahman.


Karena itu, Pemerintah Kota Palu berusaha menaikkan produksi bawang batu dengan menggandeng perguruan tinggi dan kelompok tani di daerah tersebut. Selain bawang goreng, dalam “Intrade 2010” ini, Pemkot Palu juga membawa beberapa komuditi unggulan khas daerah Palu, seperti kayu eboni, rotan, kakao serta batik khas Palu.

Sumber: Tempo

Obama: "Indonesia Bagian dari Diri Saya"


Koransulteng - Dari bahasa tubuhnya, Presiden Amerika Serikat Barack Obama agaknya memiliki ikatan emosional yang lebih kuat ke Indonesia ketimbang negara-negara lain yang pernah dikunjunginya.

"Indonesia adalah bagian dari diri saya," katanya di Universitas Indonesia, Depok, Rabu.

Bukan hanya karena dia mempunyai keluarga asal Indonesia dan pernah tinggal di Jakarta, tapi juga karena dia mungkin melihat Indonesia memang penting bagi AS.

Sejak menjejakkan kaki di Halim Perdanakusumah, memeluk hangat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sampai kuliah umum di UI, gerak tubuh Obama mengisyaratkan dia nyaman berada di Indonesia.

"Pulang kampung nih," katanya, mengisyaratkan Indonesia dipandangnya lebih dari sekedar negara yang dikunjunginya.

Kedekatannya dengan negeri ini dia gambarkan lewat cerita Jakarta tempo dulu kepada ribuan orang yang diantaranya 2.000 mahasiswa yang lahir jauh setelah 1960an di mana dia pernah tinggal di Jakarta.

Dia bandingkan itu dengan kondisi sekarang untuk menegaskann bahwa Indonesia telah jauh berkembang dan masuk elite ekonomi dunia sehingga AS tidak boleh mengabaikannya.

Para pakar AS sendiri mengingatkan bahwa Indonesia adalah pemain kunci di Asia Tenggara. Kantor berita Reuters bahkan menyebut AS kini meyakini Indonesia sekelas anggota blok ekonomi baru dunia yang terus meningkat pengaruhnya; BRIC (Brazil, Rusia, India dan China).

AS juga melihat Indonesia sebagai pelita demokrasi Asia Tenggara, apalagi bagian terbesar kawasan ini cenderung berpemerintahan otoriter.

"Kami melihat Indonesia sebagai persimpangan banyak kepentingan kunci Amerika dan kami melihat ini sebagai kemitraan amat penting demi masa depan kepentingan Amerika di Asia dan dunia," kata Deputi Penasihat Keamanana AS Ben Rhodes.

Obama sendiri menyatakan, AS berkepentingan menjamin pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Oleh karena itu dia melihat pentingnya membangun kemitraan di banyak bidang (kemitraan komprehensif) dengan Indonesia.

Di antara yang disebut Obama adalah energi ramah lingkungan (green energy), satu tema baru yang tak pernah ditawarkan para presiden Amerika sebelumnya.

"Amerika mendukung kepemimpinan kuat negeri Anda dalam upaya global memerangi perubahan iklim," kata Obama menekankan sasaran ideal dari energi ramah lingkungan itu.

Ketika hutan-hutan Indonesia rusak oleh eksploitasi bisnis, tawaran Obama ini adalah lampu hijau agar Indonesia kian aktif lagi menyelamatkan ekosistemnya.

Obama juga melihat Indonesia sebagai mitra dagang penting. "Kami ingin menjadi (mitra dagang) nomor satu (bagi Indonesia)," katanya dalam jumpa pers bersama Yudhoyono, Selasa, setelah Presiden RI ini mengungkapkan bahwa AS adalah pasar ketiga terbesar Indonesia.

Namun, Obama meminta Indonesia mendorong terciptanya iklim usaha transparan, akuntabel dan bebas korupsi. "Pembangunan adalah tentang bagaimana gagasan yang baik tak dicekik oleh korupsi," katanya.

Bagi Obama, mengutip Joshua Kurlantzick dari Council on Foreign Relations, tantangan pemerintahan Yudhoyono adalah mengambil langkah lebih kuat lagi dalam menangani soal-soal yang menjadi perhatian Washington, seperti memerangi korupsi dan menciptakan iklim investasi yang sehat.

Untuk dunia

Obama tak hanya ke Jakarta untuk merekatkan hubungan dengan Indonesia, tapi juga menyampaikan pesan-pesan penting kepada dunia, terutama dunia Islam dan juga China.

Di kampus UI, Presiden Obama dalam pidatonya mengajak dunia membangun demokrasi dan memahami kemajemukan, seperti Indonesia menegakkan dua fondasi kehidupan madani ini. Dia bahkan menunjuk semboyan "Bhinneka Tunggal Ika" sebagai referensi penting bagi dunia.

"Ini adalah fondasi dari teladan Indonesia untuk dunia, dan ini adalah alasan mengapa Indonesia akan berperan penting di abad 21," katanya.

Obama mungkin tak memahami semboyan itu dari buku atau referensi. Dia mungkin mendapatkan pemahaman ini semasa bersekolah di Indonesia dulu, atau mungkin dari pengalaman bersosialisasi semasa kecil di Indonesia dan ibunya yang selalu mengajarinya tentang multikulturalisme.

Yang pasti kefasihan seperti itu lahir karena dia jauh lebih mengenal Indonesia ketimbang kebanyakan elite politik AS lainnya.

Sementara itu di Mesjid Istiqlal, mesti tak berpidato semenit pun, gambaran Obama masuk mesjid dengan mengapit imam Mesjid Istiqlal, bersama istrinya Michelle yang berkerudung, adalah pesan kuat untuk dunia, khususnya dunia Islam, bahwa Obama dan Amerika tak bermasalah dengan Islam.

"Amerika tidak sedang dan tidak akan pernah, berperang dengan Islam," katanya kemudian di UI.

Obama tahu musuh-musuh politiknya akan mempolitisir warna keyakinannya karena memasuki Istiqlal, mengucapkan assalamualaikum, dan membiarkan istrinya berkerudung.

Tapi Obama menghadapi risiko itu karena tahu bangsanya tak gampang dididihkan oleh sentimen semacam itu.

Buktinya, sekalipun pada pemilu sela pekan lalu partai Demokrat kalah dari Republik, alasan utama dari kekalahan itu bukan karena Obama berpeci atau masuk mesjid.

Kekalahan Demokrat di DPR terjadi setelah pemilihnya menyeberang ke Republik karena kecewa pada manajemen ekonomi pemerintahan Obama, tulis Washington Post (3/11).

Penting Juga


Sejumlah kalangan menilai kunjungan singkat Obama ke Indonesia menunjukkan AS tak menganggap penting Indonesia. Namun jika mengikuti pidato Obama di UI, klaim itu agak kurang tepat karena Obama malah melihat Indonesia sestrategis sekutunya yang lain.

Boleh jadi Obama merasa AS tak bermasalah dengan Indonesia sehingga tak perlu berlama-lama "meyakinkan" atau "membujuk" Indonesia demi kesepakatan-kesepakatan bilateral yang diharapkan hadir kemudian.

Obama tak merasa Indonesia "merampas" kesempatan kerja pekerja-pekerja IT seperti dikeluhkan AS kepada India. Obama tak melihat Indonesia merusak keseimbangan neraca perdagangannya seperti dirasakan AS dari China.

Obama juga tak memandang pasar ekonomi Indonesia sesulit Korea Selatan yang meski diikat perjanjian perdagangan bebas, tetap sukar ditembus produk Amerika.

Lagi pula, berkat investasi budaya bertahun-tahun, AS bisa mengandalkan "sahabat-sahabat Amerika" untuk tetap menjaga pandangan bahwa Amerika tetap penting bagi Indonesia.

Para sahabat Amerika ini terdiri dari elite yang bisa saja wartawan, politisi, intelektual kampus, teknokrat, pengusaha, birokrat, aktivis atau bahkan seniman.

Dengan sahabat-sahabat sevital itu, Obama mungkin tak punya alasan untuk mencemaskan Indonesia berpaling dari AS.

Namun, dengan terbang ke Seoul tanpa menyinggahi Australia, itu menunjukkan Indonesia sebenarnya dianggap lebih penting ketimbang Australia yang justru sekutu tradisional AS yang hampir selalu menjadi tujuan lawatan para presiden AS.

Para pakar strategis sendiri menganggap AS mesti merengkuh Indonesia dalam rangka menandingi pengaruh China yang akhir-akhir ini membuat cemas negara-negara di Asia Tenggara.

Tak heran, mengutip Reuters, kunjungan Obama ke Jakarta juga dicermati serius oleh negara-negara Asia Tenggara lainnya, yaitu apakah pertemuan itu memunculkan komitmen AS untuk mengimbangi pengaruh Beijing di kawasan ini.

Jafar M. Sidik

Jakarta (ANTARA News)
 
Support : Copyright © 2011. KORAN SULTENG - All Rights Reserved